TNI AL masukkan kapal buru ranjau dalam anggaran belanja

28
75
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Kapal buru ranjau kita dari generasi ’80-an, sudah 30 tahunan

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, menyatakan revisi anggaran TNI AL untuk 2015 ini telah dilakukan yang digunakan untuk modernisasi sistem kesenjataan, di antaranya membeli kapal buru ranjau baru.
Sekitar tambahan Rp4 triliun anggaran negara tersedia untuk TNI AL seusai APBN-P 2015 diberlakukan.

“Kapal buru ranjau kita dari generasi ’80-an, sudah 30 tahunan makanya kami perbarui dengan dua unit yang baru,” katanya di Markas Komando Pusat PM TNI AL, Jakarta, Selasa.

Secara umum, katanya, tidak ada revisi besar-besaran atas program kerja dan pengadaan peralatan perang pada 2015 ini.

“Patokannya adalah MEF. Tindak lanjut beberapa terkait pengadaan sejumlah alutsista, baik itu KRI, pesawat udara, dan kendaraan di satuan pangkalan,” kata Supandi.

Termasuk juga pada aspek pembayaran, semisal pembuatan kapal perang TNI AL di Belanda, kapal selam, kapal hidrografi dari Prancis, kapal layar tiang tinggi pengganti KRI Dewaruci dari Spanyol, dan sebagainya.
Khusus untuk kapal patroli pesisir trimaran dari galangan kapal Lundin, Banyuwangi, Jawa Timur, ia menyatakan, “pengganti yang tempo hari itu sedang dibangun, mungkin satu setengah tahun lagi selesai.” (ANTARA News)

28 KOMENTAR

    • Memang ada skenario besar untuk merubah semua tatanan dan pnghancuran indonesia oleh siapa kita tidak tahu , tapi lewat tangan siapa kita pasti tau .. Sharing berita aja ya revisi undang-undang TNI yang diajukan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendapat kritik. Kritik datang dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Menurutnya, pengerahan pasukan tak perlu izin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Draft revisi UU tersebut tengah dimasukkan ke dalam Prolegnas 2015.

      “Itu teknis ya. Saya sudah koreksi beberapa hal yang perlu dibenahi. Contohnya apakah diperlukan pengerahan militer dalam operasi selain perang, konteks menangani bencana harus izin dulu dari DPR. Masa perlu, kan enggak perlu,” ujar Moeldoko usai melepas 8 ratus prajurit perdamaian di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (18/2/2015).

  1. Rusia harus bisa mengakomodir keingginan pelanggan ,soalnya kompetitor lain berani jor joran kasih Tot.Ditambah lagi mereka lagi kesulitan dana karena embargo.,mana harga minyak turun drastis lagi sebagian disebabkab Isis yang jual obral minyak kepasaran dunia.

  2. Apa bisa kapal penyapu ranjau ini dibuat di Indonesia? Teknologi boleh beli dari luar kalau tidak mampu, tapi kita tetap harus belajar mendesain dan membangun kapalnya sendiri. Masak ngemis TOT terus kayak belum balajar sama sekali dari TOT TOT sebelumnya.

    Salam…