TNI AL Segera Terima 2 Kapal Canggih dari Prancis

31
93
Kapal TNI AL berjaga saat dilakukannya penenggelaman tiga Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Penenggelaman kapal asing tersebut sesuai dengan instruksi Presiden, Jokowi untuk menindak tegas kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Kapal TNI AL berjaga saat dilakukannya penenggelaman tiga Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Penenggelaman kapal asing tersebut sesuai dengan instruksi Presiden, Jokowi untuk menindak tegas kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

 

TEMPO.CO, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut sebentar lagi menerima dua kapal canggih berjenis hidro-oseanografi yang dibeli dari Prancis. Rencananya, kedua kapal akan diluncurkan dari galangan kapal OCEA Les Sables d’Olonne, Prancis, Maret dan Juni 2015.

“Sampai di Indonesia sekitar 40 hari setelahnya, karena berlayar langsung dari Prancis ke Indonesia,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi kepada wartawan di Markas Polisi Militer TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2015.

Sayangnya, Ade tak merinci besaran dana pembelian dua kapal perang bantu tersebut. Dia hanya menuturkan pembelian kapal baru, seperti dua kapal hidro-oseanografi tersebut, masuk dalam beberapa tahun anggaran atau multiyears.

Kapal bantu hidro-oseanografi itu terbuat dari aluminium berbobot 515 ton, memiliki panjang 60,1 meter dan lebar 11,3 meter, serta mampu menampung 40 personel. Kapal tersebut dibuat khusus untuk survei dan pemetaan bawah laut.

Menurut Ade, kapal hidro-oseanografi akan digunakan untuk memetakan wilayah laut Indonesia yang begitu luas. Peta laut tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu pelayaran di laut Indonesia.

Kapal ini juga mampu diterjunkan dalam misi SAR, seperti dalam kecelakaan pesawat atau kapal di laut. Sebab, kapal ini dipersenjatai dengan peralatan AUV (autonomous underwater vehicle) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter dan mengirimkan kembali data secara periodik.

Kapal hidro-oseanografi baru ini juga dilengkapi robot bawah air atau ROV (remotely operated vehicle). Berbekal kamera bawah air dan lengan mekanis, robot ini mampu memberikan informasi visual dan bisa mengambil contoh material dasar laut hingga kedalaman 1.000 meter. Seperti layaknya alutsista laut, kapal ini juga dilengkapi meriam berkaliber 12,7 milimeter dan 20 milimeter. (TEMPO.CO)

31 KOMENTAR

    • ukuran akan perubahan geopolitik kawasan, spektrum ancaman, kuantitas alutsista yang berkualitas, dan perimbangan kekuatan relatif menjadi hal terpenting yang harus digaris bawahi.Bukankah lebih baik kita memiliki lebih sedikit pesawat tempur yang memiliki kualitas perimbangan daya tempur relatif terhadap kekuatan udara kawasan dibandingkan mengedepankan kuantitas dengan segala keterbatasannya?

      Polemik pembelian alutsista TNI dapat dihindari dengan berpedoman pada grand strategy pertahanan, program pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang bagi kebutuhan satuan skuadron, kebijakan serta politik anggaran yang tepat dan tidak selalu memutuskan pembelian alutsista dengan orientasi keterbatasan, serta fluktuasi dan alokasi anggaran. Dalam mewujudkan kepentingan nasional, supremasi udara dan citacita TNI AU akan The First Class Air Force,pepatah telah mengatakan: Nervi Belli Pecunia Infinita, anggaran tak terbatas merupakan kekuatan perang itu sendiri. (CONNIE RAHAKUNDINI BAKRIE/Direktur Institute of Defense and Security Studies-Indonesia Maritime Institute,Dosen FISIP Universitas Indonesia)

  1. Saya berpendapat ini salah satu persiapan dalam rangka memperkuat operasional armada kapal selam Indonesia. Memperbaiki data batimetri perairan Indonesia terutama perairan dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul.

    Harus diingat bawah lebih dari separo wilayah laut Indonesia merupakan perairan dangkal. Perairan dangkal memberikan gerak yang sangat terbatas bagi kapal selam. Jika salah manuver maka bisa menjadi bencana bagi kapal selam.

    Paparan Sunda meski dangkal dan memberikan ruang gerak yang terbatas bagi kapal selam memiliki arti strategis karena di wilayah inilah medan pertemuan wilayah laut antara Indonesia, Singapura, Malaysia dan sebagian Thailand bagian selatan. Jika kita bisa memetakannya dengan detil dan akurat maka akan memberikan keuntungan yang luar biasa.

    cmiiw

    • Betul bung xtrada. Saya setuju dgn paparan anda. kapal hidro-oseanografi ini banyak gunanya selain pemetaan kontur permukaan dasar laut dan samudra sprt yg bung paparkan, jg sangat membantu utk misi SAR yg berguna memetakan permukaan dasar laut yg diyakini dimana ada suatu benda yg karam didasar laut, dgn membandingkan bentuk dan ketinggian dari bidang kontur permukaan dasar laut, dgn bentuk objek yg abnormal/berbeda dibanding sekelilingnya. terbukti bangkai airasia dan adam air yg keduanya ditemukan dgn metode pemetaan dasar laut dgn membandingkan kontur dasar laut yg dianggap alamiah dgn membandingkan objek berupa berbentuk anomali yg tdk alamiah dan berbeda dgn kontur dasar sekitarnya. hny saja kapal oseanografi yg sdh ada adlh milik sipil yaitu kapal2 baruna jaya. sedangkan yg akan diakuisisi dari prancis ini kemungkinan lbh canggih, krn berspesifikasi utk militer yg pasti berbagai sensor dan sonarnya lbh lengkap dari baruna jaya. yg mana yg akan diakuisisi ini, kepemilikannya dan pengoperasiannya lgsg dibawah kendali TNI AL. dan kemungkinannya saya percaya kapal seperti ini jg mempunyai kemampuan memprediksi sumber daya alam (SDA) kita, sprt migas dan bebatuan mineral di dasar laut, krn kapal ini kemungkinan mempunyai teknologi memancarkan dan menangkap gelombang seismik, tp utk ukuran kedalaman saya msh krg mengetahui. semoga saja kapal sprt ini bermanfaat tdk saja utk kepentingan militer tp jg utk kepentingan kementerian dan departemen lain dan terkait.

      Salam bung..

      • ..krn berspesifikasi utk militer yg pasti berbagai sensor dan sonarnya lbh lengkap dari baruna jaya..

        Kalau saya melihat kelengkapan dan kinerja sensor dan sonar lebih tergantung pada kemajuan iptek, penawaran/pembelian, dan kebutuhan, bukan pada sipil atau militer.

        Kapal militer pastinya disesuaikan dengan kebutuhan militer yang tentu ada bedanya dengan kebutuhan sipil. Ya yang paling kelihatan misalnya adanya senjata pertahanan diri, yang pastinya kemungkinan besar tidak ada di kapal sipil.

        Banyak kapal sipil dengan spesifikasi khususnya, lebih canggih daripada kapal militer, ya karena kapal militer sedang tidak butuh spesifikasi tersebut.

      • Ya. tp ttp saja rentan di manipulasi datanya, dan disalah gunakan dgn menjual data2 kontur dasar laut kpd pihak asing yg mempunyai tujuan2 tertentu utk mencari keuntungan materi serta dampak strategis yg merugikan secara hankam dan pencurian dgn diam2 kekayaan alam mwpn peninggalan benda2 bernilai tinggi sprt peninggalan harta karun dari kapal2 karam yg banyak bertebaran didasar laut kepulauan maritim sprt Indonesia ini. Sangat banyak harta2 karun peninggalan dari kapal2 karam dari jaman kerajaan tempo doeloe yg dijarah oleh pihak2 swasta yg mana mrk mempunyai kelengkapan dan teknologi yg lbh maju dan canggih, sementara pemerintah sepertinya blm serius mengelola dan memproteksi kekayaan dari kapal2 yg karam yg diprediksi ribuan kapal yg karam sejak dari era2 kerajaan dahulu yg nilai dan sejarahnya sungguh tak terkira dinilai dgn uang sekarang.
        saya berharap agar negara serius mengelola harta karun kita yg tersebar di dasar laut dari sabang sampai merauke ini jk bisa diangkat kepermukaan saya yakin, nilainya bisa utk membayar hutang kita kpd bank dunia yg mencapai ribuan trilyun. dan jika dibelikan SU35 :mrgreen: maka lbh dari 20 skuadron SU35 dapat lgsg dikuisisi tanpa menunggu mef-mef an yg dijatah 5 thn sekali turun anggaran. 😛

        Salam..