Aug 082016
 

TNI Angkatan Laut secara resmi menerima kapal bantu cair minyak (BCM) KRI Tarakan-905 dari galangan kapal PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB). Pesanan kapal itu berdasarkan kontrak jual beli antara Kementerian Pertahanan dan DKB pada tahun 2011.

Dirut DKB, SA Bandung Bismono dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Ade Supandi, secara simbolis melakukan penandatanganan serah terima kapal BCM itu di galangan 2-DKB, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/8).

Bismono mengatakan bahwa kapal BCM itu merupakan kapal tanker dengan teknologi mutakhir yang dibangun pertama kalinya oleh anak bangsa. Menurutnya, seluruh kegiatan pembangunan dan pengawasan teknis KRI Tarakan-905 telah dilakukan sesuai standar yang ditetapkan.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan proses pembangunan kapal yang merupakan satu kesatuan dalam kontrak pengadaan material,” ujar Dirut DKB.

Sementara itu, Laksamana Ade berharap bahwa KRI Tarakan-905 bukan hanya menjadi kapal angkut minyak di daerah operasi, tetapi juga mampu melaksanakan pembekalan di laut sambil tetap berlayar untuk mendukung kapal-kapal perang RI.

KRI Tarakan-905. (defense-studies.blogspot.co.id)

KRI Tarakan-905. (defense-studies.blogspot.co.id)


Menurut KSAL, adanya kapal BCM itu dapat menjadikan peran yang lebih strategis terhadap kapal-kapal TNI Angkatan Laut sekaligus membangun kemandirian teknologi dan industri nasional.

“Ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, spesifikasi kapal ini harus bisa dibangun dan diselesaikan oleh industri galangan dalam negeri,” ujar Laksamana Ade.

KRI Tarakan-905 dilengkapi dengan sistem Replenisment at Sea (RAS) sesuai standar NATO sehingga dapat mengisi bahan bakar dua kapal sekaligus sambil berlayar di tengah laut.

Saat ini, DKB masih dalam proses menyelesaikan dua kapal Tank lainnya yang menjadi pesanan TNI Angkatan Laut. Kedua kapal itu ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2017.

Sumber: kabar24.bisnis.com

https://twitter.com/suparjorohman

  27 Responses to “TNI Angkatan Laut Resmi Menerima KRI Tarakan-905”

  1. Nyoss

    • Diresmikan pada 26 September 2014
      tapi baru diserahkan pada Agustus 2016
      terlalu jauh…..ya

    • Berarti fungsinya mirip pesawat tanker untuk pesawat tempur yg beroperasi jauh selain kapal ini bs nyuplai bahan bakar juga perbekalan lain, tapi kalo dilihat fungsinya cukup rawan jadi target utama musuh mungkin dilengkapi peryahanan diri atau dikawal,kalo boleh usul alangkah baiknya nanti ada kapal selam khusus dgn fungsi seperti ini karena lebih aman.

  2. spb mengapung
    makin jauh daya jelajah kri

  3. Spesifikasinya ada yg bisa kasih gambaran…. semoga ditambah.. seiring dengan bertambahnya Armada KRI kita….

  4. Ini dia nemu speknya…

    Berita Lama | 2014-09-26 19:16:22 | 894 Kali Dibaca

    Jakarta, DCM – Untuk mewujudkan world class navy, kembali satu kapal perang jenis Bantu Cair Minyak (BCM) KRI Tarakan-905 karya anak bangsa produksi PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB), memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL).
    KRI Tarakan-905 resmi menjadi salah satu unsur TNI AL, setelah Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro yang didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio meresmikannya dengan satu upacara militer dan penyerahan replika kapal dari Dirut PT DKB Riry Syeried Jetta, di Galangan Kapal DKB, Jakarta, Jumat (26/9).
    Dalam sambutannya, Menhan mengatakan, bahwa kapal yang mampu mengangkut muatan cair sebesar 5500 M³ dibangun berdasarkan pertimbangan taktis dan strategis, karena memiliki fungsi sebagai delivery ship pada pembekalan ulang logistik cair di laut (fleet underway replenishment at sea) atau di luar pangkalan, untuk mendukung gelar operasi jarak jauh (fleet range missions) satuan tugas laut, yang di dalamnya termasuk kapal badan utama, kapal kawal berikut onboard helicopters.
    Kapal BMC 5500 M³ yang dilengkapi sistem Replenishment At Sea (RAS) tersebut, selain sebagai kapal delivery ship juga memiliki fungsi repair workshops maupun personel ship to ship, kemudian sebagai kapal bantu pengiriman logistik cair, logistik personel dan barang ke pangkalan-pangkalan depan serta daerah yang jauh dari pangkalan utama.
    Selain itu, fungsi tambahan dari kapal sekelas fleet tanker ini, sebagai kapal komando yang dirancang mampu membawa satuan tugas laut (satgasla), pencarian dan pertolongan (SAR), civil protection pada saat kritis, aviation maintenance platform angkutan laut terbatas serta operasi bakti TNI.
    Dengan diresmikannya Kapal BCM KRI Tarakan-905, Menhan berharap, kapal tersebut dapat dioperasionalkan secara optimal termasuk dalam mengatur sistem pemeliharaan dan perawatannya serta menjadi kebanggaan TNI maupun bangsa dan negara.
    Pemilihan nama Tarakan sebagai nama KRI jenis BCM, karena kota Tarakan merupakan kota yang pernah dikenal sebagai pulau minyak, dan telah memberikan kontribusi cukup besar untuk kemajuan serta kejayaan bangsa dan negara, sebagai penghasil minyak berkualitas tinggi.
    Selain berkapasitas 5500 M³ muatan cair, KRI Tarakan-905 memiliki spesifikasi diantaranya panjang 122,40 meter, lebar 16,90 meter, tinggi 9 meter, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 18 knots serta berdaya jelajah 7.680 NM.

  5. Kalo kontrak 2011…bukan instruksi pak jkw dong…tp pak sby….

  6. Yg pasti pesanan” era SBY masih blm terkirim semua..itu hal yg sdh pasti setiap rejim punya andil yg sangat besar buat bangsa ini, asal jgn ngaku” aja ini pesanan gue lah…haahahahaa…

  7. keren banget kapal nya lebih bangga lagi ini buatan tempatan..!!!

  8. Mantap… Lanjutkan dgn bangun kapal destroyer

  9. Dari 2011

  10. 250 galangan kapal dalam negeri looohhh yaaaaaaaaaa….

    Kekurangan kapal???….ayo d kasih order smw…platform nyontek jg gpp…asal bs bikin yg bnyk…..

  11. – KRI Tarakan 905 (kontrak 2011 – PT DKB) baru serah terima Agustus tahun 2016

    – LST 518 dan 519 (kontrak 2012 – PT DKB) baru akan serah terima tahun 2017

    – LST 520 (KRI Bintuni) (kontrak 2012 – PT DRU) serah terima September tahun 2014 dan uji embarkasi debarkasi tank Leopard pada Juni 2016

    hmmm … senang sekali dengan kemampuan industri pertahanan dalam negeri namun pada saat yang sama waktu berlalu tanpa terasa menunggu kapal jadi dan beroperasi perlu waktu 5 tahunan …

  12. waduh bung komen anda sensitif sekali, hati2 nanti anda dikarungin… huahaha….
    piss…

  13. sesuai standar nato? nampaknya banyak alutsista buatan dalam negeri yang mengacu kepada standar barat ya

  14. Sedang menyimak berita hebat ini

  15. Mantap…Bravo TNI AL

  16. Wah nanti si kakek nanggala ama kakek cakra bakal nggak perlu pulang donk kl mau makan atau mau minum hehehe….

  17. https://m.youtube.com/?#/watch?v=y_69NJPelNk
    KRI TARAKAN 905 Replenishment At Sea (RAS) to KRI USH at Java Sea

  18. BOWOOOOOOO ,,CEPAT PULANG ,,,,,,,, ANAKMU PADA BINGUNG ,,,,,,

  19. Kapal bertipe logistik. Dan di bangun oleh galangan kapal dalam negeri semua.

  20. Dengan adanya BCM maka tentunya kapal kapal yang lagi menjaga perairan tidak perlu lagi untuk sering sering masuk pelabuhan dengan demikian dia bisa terus dilaut untuk beberapa hari.

  21. Mantapp

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)