Mar 222017
 

Dua pesawat F-16 nomor TS-1610 dan TS-1608 kembali ke Lanud Ranai. (Dispenau/Pen Lanud Ranai)


Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan pertemuan dengan C-in-C Royal Thai Air Force (RTAF) Air Chief Marshall Johm Rungswang, di Markas RTAF Don Mueang, Bangkok, Senin (20/3).

Marsekal Hadi menjelaskan bahwa selain kunjungan persahabatan, kedatangannya ke RTAF juga berkeinginan mengetahui tentang Network Centric Warfare yang telah dibangun oleh RTAF, sehingga TNI Angkatan Udara berkeinginan dan berupaya untuk mempelajari hal tersebut.

Dengan dibangunnya National Network Centric System (NNCS), diharapkan semua kegiatan dikontrol dan dapat nge-link baik antar pesawat, pesawat dengan kapal laut, maupun dengan pusat komando.

Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam pertemuannya dengan C-in-C RTAF Air Chief Marshall Johm Rungswang di Markas RTAF Don Mueang Bangkok, Senin (20/3). (twitter @_tniau)


Pada kesempatan tersebut, Marsekal Hadi Tjahjanto juga dianugrahi Wing Penerbang kehormatan RTAF yang disematkan oleh C-in-C RTAF Air Chief Marshall Johm Rungswang.

Sumber: tni-au.mil.id

  33 Responses to “TNI Angkatan Udara dan Royal Thai Air Force Siap Bangun National Network Centric System”

  1. Haiya…rosoborot ga usalah kasi PHP mulu, ini Kasau kami lebih respect sama teknologi scandinavia

  2. Bung jimmy bagi2 dong bonus yg dari om putin..

  3. hanya angan pribadi ingin agar negara2 asean meningkatkan dan menyatukan hubungan dgn membentuk blok kekuatan politik,militer dan ekonomi baru seperti uni eropa untuk mencegah eksploitasi barat, china dan india terutama sumber daya alam bukannya terjebak dalm kebodohannya sendiri2 dgn politik populis di dalam negeri sehingga mudah di infliltrasi dan di pecah belah oleh 3 blok diatas.

    namun toh orang bersatu karena terpaksa adanya ancaman

  4. virus Lgbt susah masuk kemari non karena kita suka menjaga budaya lokal dgn tidak main nikam belakang

  5. Indonesia No Es La voluntad contrayendo LGBT Firus

    Edisi bingung bhs spanyol

  6. XAXAXAXAXAXA

  7. Membujuk negara2 di Asteng untuk berafiliasi dengan indonesia untuk membentuk sebuah blok kekuatan baru.mungkin????….kah

  8. Buset dah tuh nama panjang amat… me pregunto ….

  9. Hheemmm mending mikirin cara mengintegrasi siaran bingo, ke tivi2. Xixixi

  10. Nih org keknya kurang kerjaan bener 😆

  11. Njir lagi promosi diri sendiri… bener tuh punya Kondominium

  12. Kok AU thai jd referensi ya? Apa gak ada lg yg lbh maju sistem data linknya unutk dijadikan contoh.

    • Sistemnya dibangun secara bottom-up menyesuaikan dg kebutuhan dan kemampuan finansial penggunanya, lagipula source codenya menjadi hak milik negara penggunanya

    • NCW yang akan di adopsi oleh TNI AU sebenar nya agak berbeda dengan Thailand / Swedia. NCW mereka backbone nya adalah AEW&C, sedangkan kita nantinya adalah satelit militer.
      TNI AU dan AL akan menjadi kesatuan program NCW ini.
      Di TNI Darat kita sudah mempunya BMS dari PT. Hariff Daya yang seharusnya karena produk lokal bisa terkoneksi secara baik dengan NCW.

      Kendala utama tetap adalah konek kan data link 16 F16 dan Satelit militer airbus dengan gerombolan Sukhoi.

      Untuk itu AEW&C India berbasis embraer sepertinya memberikan solusi atas gab interoperabilitas ini.

  13. nih orang dari tadi ngamen belum dikasih duit
    bung jimmy ada recehan sisa honor terbaru gak?

  14. bisa enak nih..sukhoi kita bisa ngobrol2 dgn F 16

 Leave a Reply