Nov 152016
 

Pesawat tempur ringan EMB 314 Super Tucano buatan pabrik Embraer, Brasil, saat mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 September 2012. (Kompas/Riza Fathoni)

Pesawat tempur ringan EMB 314 Super Tucano buatan pabrik Embraer, Brasil, saat mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 September 2012. (Kompas/Riza Fathoni)


Dua personel TNI Angkatan Udara telah resmi menyelesaikan pendidikan Transisi A-VI pesawat Embraer 314 Super Tucano, Senin (14/11). Keduanya adalah Lettu Pnb Gusti Virmandi dan Lettu Pnb Anthera Galuh S.

Keduanya merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2013 dan telah menyelesaikan sekolah penerbang di Yogyakarta angkatan ke-87. Mereka kemudian digembleng Skuadron 21 Wing 2 selama 15 bulan.

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI RM Djoko Senoputro, mengatakan bahwa pendidikan transisi penerbang merupakan sebuah investasi sumber daya manusia.

“Para penerbang Skuadron 21 akan dididik untuk dipersiapkan dalam proses pengembangan SDM khususnya penerbang pesawat tempur yang andal. Mereka diharapkan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mengoperasikan pesawat Super Tucano di masa mendatang,” ujar Marsma Djoko, seperti dilansir merdeka.com pada Selasa (15/11).

Penutupan pendidikan Transisi A-VI ditandai dengan penyematan bagde pilot Super Tucano pada Lettu Pnb Gusti Virmandi dan Lettu Pnb Anthera Galuh S.

Dua pilot Super Tucano lulus ujian. (Merdeka.com/Darmadi Sasongko)

Dua pilot Super Tucano lulus ujian. (Merdeka.com/Darmadi Sasongko)


Danlanud berkesempatan menyiram air bunga sebagai lambang penyucian. Selanjutnya, pemecahan telur yang menyimbolkan lahirnya penerbang Super Tucano baru, dan pemberian kapas sebagai simbul sayap-sayap nusantara yang siap membela NKRI melalui kejayaan di Udara.

Sumber: merdeka.com

Bagikan:

  16 Responses to “TNI Angkatan Udara Diperkuat Dua Penerbang Super Tucano”

  1.  

    Selamat bertugas

  2.  

    Trimakasih kakang patih…

  3.  

    Beli pesawat kok tanggung…

  4.  

    Kenapa super tucano di tempatkan di jawa. Padahalkan fungsinya sebagai anti gerilya. Menurut saya lebih cocok di tempatkan d daerah lain seperti sumatera, kalimantan, sulawesi atau Papua. Coba yang tau mohon pencerahannya.

    •  

      @urang tasik

      Aspek perawatannya a’….di malang adl bekas skadron bronco berikut sarana perawatannya jadi tidak perlu memindahkan sarana perawatan keluar jawa. Cukup dengan memobilisasi peswaat berikut dukungan teknisi dan sucadnya….jadi artinya pesawat tucano ini cukup mudah perawatannya

      #a’ disingaparna banyak balong ya….disana kolam ikan apa yaa?

  5.  

    O>

  6.  

    C>

  7.  

    mungkin pilot super tukano yg seblum itu past udah naik level nerbangin f16, yg pilot f16nya di geser nerbangin sukhoi,. dst

    •  

      infonya sih emang begitu bung … jadi last for experience adalah flanker Family …

      jadi ketika pilot RI misal SU lagi dapet “halangan” , no problem for use it with Pespur sejuta umat tersebut

      asal tidak menjadikan peti mati terbang gitu aja deh .

      hehehe

  8.  

    Pesawat tempur super tucano Tinggal 15 unit ..
    Itu Termasuk yang rusak grounded Dan di kanibal …
    Pesawat tempur COIN ink sangat penting Dan pasti akan sibuk …
    Alangkah baik nya Kalau ditambahkan ….
    Nanti ….mendatang …
    Kalau sudah ada variant Super Tucano yang terbaru …
    Karena ..15 unit tidak Cukup ..
    Kasihan pilot nya …

  9.  

    Tidak Ada rencana mau dipersenjatai dengan missile Phyton? Jangan cuma rocket saja …

  10.  

    Selama ini tuh pesawat dipake ngapain aja ya ?

 Leave a Reply