Mar 182017
 

Dokumentasi: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan) meninjau alutsista yang digunakan dalam puncak Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10).–SETPRES


Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa pengembangan atau penambahan Alutsista akan membutuhkan lahan-lahan untuk latihan. Oleh karena itu, menurut Kasau, lanud-lanud harus dapat melaksanakan kegiatan latihan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dan senantiasa siap untuk melaksanakan dukungan operasi udara.

Hal tersebut disampaikan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan pengarahan kepada anggotanya, dalam kunjungan kerjanya di Lanud Samsudin Noor dan Lanud Iskandar, Kamis (16/3).

Dalam Renstra ke-2 tahun 2015-2019, TNI Angkatan Udara akan menambah berbagai macam Alutsista diantaranya pengganti pesawat F-5, penambahan 12 radar, penambahan 9 unit pesawat angkut ringan Cassa 212, penambahan pesawat helikopter untuk Combat SAR yang sedang berjalan, serta rencana penambahan pesawat helikopter multi fungsi yang dapat digunakan untuk angkut pasukan maupun digunakan untuk SAR.

Hal itu tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana diantaranya adalah mess, rumah sakit, tempat-tempat dan instalasi yang mungkin dirahasiakan, sehingga terkait dengan aset akan menjadi perhatian.

Sumber: tni-au.mil.id

  41 Responses to “TNI Angkatan Udara Lakukan Penambahan Berbagai Alutsista dalam Renstra ke-2 Tahun 2015—2019”

  1. Pertamax
    emak pasti bangga

    • Proyek kfx sepertinya meragukan untuk menuju kemandirian 100% menguasai teknolologi pespur.

      Kutip dari warung sebelah:
      Yang menyebut ToT Gripen adalah ToT karoseri, tampaknya penulis terbawa factor emational saja.
      ToT yg saya sebut di postingan saya ini justru menuju kearah Radar/computer/electronic bukan karoseri. Contoh yg berhasil dg ToT model ini adalah Brazil.

      Dulu sebenarnya kita pernah coba mengembangkan electronic dg PT INTI dan PT LEN tapi ternyata rekan2 PT INTI amat sangat bersifat PNS sehingga PT INTI saat ini kalah dari Huawei.

      Taukah teman2 kalo PT INTI dan Huawei startnya sama dari rekanan Siemens ? Swedia technologi radar, electronic dan computernya bagus karena mereka ada Ericsson.

      Justru saya khawatir KFX itu ToTnya hanya pada part karoseri, bodi, rangka, sayap, dll saja karena cuna ada PT.DI yg notabane cuma membuat dan perakit pesawat (tidak memproduksi elektronik pesawat) “tidak ada Lapan, PT INTI atau PT LEN” disana (proyek KFX).
      Dan tiba2 sepertinya muncul anggapan KFX adalah project Dewa yg tiba2 membuat Indonesia mampu dibidang electronic, material stealth, engine, weapon, dll.

      Kutipan diatas menjawab artikel ini:

      http://jakartagreater.com/polemik-tot-saab-gripen-ng/

      • Masih bagus kita tahu dulu kerangka besarnya dulu baru penuhi modul2 yg dibutuhkan scr mandiri, harus diakui tehnologi metal masih kurang sbg bahan dasar pembuatan blok mesin bahkan u propelan roket saja kita masih blm mandiri. Yg harus dikejar adlh teknologi logam dasar, ketersediaan bahan baku sj tdk cukup perlu rekayasa shg menghasilkan logam yg kuat mudah dibentuk sekaligus ringan. Selain u mesin juga bisa u kerangka pesawat.
        Karoseri dulu napa, memang kita butuh pengetahuan itu, yg harus dikejar adlh tek logam tadi, jgn sampai senasib dg mobnas. Itu baru satu aslek blm elektronik, radar, mesin yg efektif efisien dll. Memang masih byk pr, smg teknokrat kita sdh punya roadmap jelas u semua itu. Salam

        • Intinya masih banyak yang perlu dikejar

          Itu kalimat “kemandirian” tolong ditahan 50 tahun lagi baru diketik ulang di JKGR

          Sampai ketemu 50 tahun lagi

      • #B.Penyimak, bagusan jalan dua-duanya kalau menurutku, gak mungkin kan dalam suatu negara cuma ada satu jenis sekolahan dg satu mata pelajaran, di STM aja ada bidan perlogaman, listrik lemah, arus kuat, bangunan. Insinyur logam gak mungkn mempelajari electro bgt sbliknya. Jd jika masing2 proyek sdh jadi tinggal gabungkan.

      • #B.Penyimak, bagusan jalan dua-duanya kalau menurutku, gak mungkin kan dalam suatu negara cuma ada satu jenis sekolahan dg satu mata pelajaran, di STM aja ada bidan perlogaman, listrik lemah, arus kuat, bangunan. Insinyur logam gak mungkn mempelajari electro bgt sbliknya.Jd jika masing2 proyek sdh jadi tinggal gabungkan.

    • Aya nu kitu warjag teh nya’ ….

      kwaaakk…. kwaaakk…kwaaakk….

    • ane berharap indo tdk terlambat, coba bayangkan jika selatan beergerak, … jangan salah2in siapa atau lempar lempar tg jwb…

  2. Sukhoi 35 nya kapan????????????

  3. Sukhoi 35 nya mana. ????

  4. Kalau mengganti itu bukan penambahan, tapi penggantian.

  5. alhamdulillah…
    kata “kunci” nya udah gak ada…

    ada kemajuan…

    xixixi….

  6. kata siapa wong marinir argentina langsung mendarat di pulau2 falklands yg cuma dijaga segelintir personel militer dan sas inggris

  7. stiap coment kok slalu harus tulis email dulu bung,. ga kaya dulu kmarin, jadi susah premium muehe.

  8. masih “Akan” bung

    mles nulis nickname sma email trus.an hdeh msak klo mo komen hrus gni trus

  9. Sampek eneg baca berita sukro. Kapan datangnya? Kontrak aja blm. Nanti dah di tunggu2 tau2 kontraknya cuma ketengan.

    Ambil 2 skadron kaya china. Biar gahar….

  10. 1.2 bilion us asalnya buat beli penganti f5 .
    Akhirnya gak jd karna dana itu akan dijadikan uang service mantanance alutsista tua masih belum dilakukan hgga saat ini jd bahan nganggur dihantar.
    Mi35 nya nganggur..
    Herculesnya masih banyak yg harus service ulang.
    Lanud yg Mau dibina perlukan uang termasuk dinatuna.
    Pengganti f5 itu kedepannya akan dinyatakan gak perlu karna T50 siap diupgrade jd FA50 maka dikira siap utk tempur digandingkan ama f16 hibah yg bakal kedatangan lengkap jumlahnya 24 .
    Menhan akan bilang TNI AU gak perlu pespur yg punya efek getar yg selalu disebut kan sbelum ini.
    Karna secanggih mana pun pespur yg dimiliki tidak akan merubah kawasan.
    Xixixixi..

    • Liat dana buat ngebeli rudal TNI AL sekitar 70 juta Us utk MEF 2.?
      Kelihatannya chabonggo tetep ompong sehingga 2019.
      70 juta itu cukup buat beli mica utk dipasang 3 nakhoda ragam dan 2 sigma pkr. Gak ada lebih dari itu.
      Exocet blok 3 harusnya tggu MEF3 utk dibeli.
      720 juta us buat beli frigate baru bkl diputuskan 2018 dan agak miris karna cuman satu frigate yg dpt dipesan karna uang itu harus digunakan buat service pulohan kpl tua yg udah ketnggalan jaman. Uang itu juga harus dibahagikan utk pembinaan pangkalan laut termasuk natuna .

      • Malon-malon bahasa lu belepotan.. gak jelas..kursus bahasa Indonesia dulu Sono yang baik dan benar..di forum sini susah mencerna..

      • Si malon iri coba berikan linknya anggaran pembelian rudal TNI AL…masa cuma segitu… Changbogo udah Full Spek saat belinya… untuk fregat itu lebih dari 720 juta USD… karena TNI AL Mau mengadakan Tender 2 Unit Real Fregat max harga 600 USD… JADI ANDA MASIH NAIF GK TAU APA2…. Saya sangat sering main ke KODIM 408 jadi saya tau seberapa anggaran Untuk TNI

    • Kekuatan kita berlipat 10x dari skrg tetap takkan mampu menandingi kekuatan fpda apalagi china.
      Kecuali kita sdh mandiri di perudalan.
      Dan kecuali menjalin aliansi militer dg negara besar.

  11. kita belum AKAN PERANG, jadi buat apa beli alutsita gahar, kalau beli sekarang, waktu mau dipakai nantinya sudah expired atau rusak, inget mesin, airframe, baterei ada masa pakainya. sayangkan beli pespur mahal kalau nantinya cuma masuk museum, jadi kita beli pada saat mau dipakai.

  12. AKAN datang 10 ekor sukro 35.,kpn datangnya ya ?

  13. makin padat koleksi ALutsista yang ada.. sukses untuk TNI

  14. Heavy fighter air craft dan real destroyer battle ship entah kapan bs terwujud keburu tetangga tengil melecehkan!

  15. Kalo su35 gak jadi beli..ane bakal hapus jkgr dari hp..

  16. Beberapa waktu lalu q pernah membaca bahwa freepot akan beroprasi sampai 2040an keuntungan negra selama kurun waktu mendatang sampai kontrak itu habis mammpu untuk membeli 4000an pesawat tempur dg harga 1 Terliun.Sehingga jika dihitung dalam rentan waktu yg tersisa selama 23 Tahun dalam kontrak karya maka keuntungan negara bisa untuk membeli pasawat Tempur 213 pertahun selama 23 Tahun. Jadi kita dalm kurun waktu 23 tahun mampu untuk membeli pesawat tempur sebanyak 4000. Bayangkan dalam 23 tahun 4000 pesawat, pertahun 213 unit sehingga kita mapu membentuk 13 sekuadron pesawat tempur pertahun, dan dalm rentan kurun waktu 23 tahun kita akan memiliki 299 sekuadron dg jumlah pesawat 4000 pesawat sukhoi 35. Ini baru keuntungan negara yg hasa persekian persen bayangkan jikalau para pemuda mampu untuk mengelolanya sediri tambang mas tersebut?, tentunya anda bisa mengitung sendiri kekayaan yg kita dapat kan, bisa untuk beli pesawat brapa juta?, kapal selam, destroyer, dan bahkan sekelas kapal induk. Ini baru satu tambang para pemudaku, belum pendapatan dari cukai rokok mari kita buka wawasan, mata dan hati kita sehingga kita tidak seprti ini beli pesawat, kapal hanya ketengan betapa sedihnya q melihatya. Salam pemuda indonesia.

  17. Latihannya duduki semenanjung aja

 Leave a Reply