Nov 142016
 

(Angkasa/Remigius)

(Angkasa/Remigius)


TNI Angkatan Udara sedang melirik pesawat tanpa awak (drone) IPCD M.A.L.E (Medium Altitude Long Endurance) buatan Indo Pacific Communication & Defence (PT IPCD).

“Kita kerja sama dengan Perancis, cuma ini versi yang man, sebenarnya yang kita pasarin itu versi drone (unman). Yang versi unman kita pasarin ke Angkatan Udara akhir tahun ini, untuk pengawasan perbatasan,” ujar seorang narasumber dari IPCD usai dibukanya Indo Defence 2016, Wilkie Hilman, kepada Angkasa.

“Kalau pemesanan lagi berjalan tapi saya belum bisa menyebutkan berapa yang akan dibeli oleh TNI AU, ini kebijakan perusahaan,” ujar sumber itu, seperti dilansir Tribunnews pada Minggu (13/11).

Perakitan IPCD M.A.L.E membutuhkan waktu kurang dari satu jam karena menerapkan sistem modular yang sederhana. UAV ini dikonfigurasikan dengan sensor ISR (man version) dan dapat pula dikonfigurasikan sebagai pesawat serang ringan.

IPCD M.A.L.E memiliki kemampuan jelajah yang tinggi dan rasio tenaga yang maksimal. UAV ini dilengkapi dengan peralatan elektronik dan payload system generasi terbaru yang menjadikan perpaduan sempurna antara teknologi tinggi dengan efesiensi operasional. Untuk payload, UAV ini mampu mengangkut bobot hingga 250 kilogram.

IPCD M.A.L.E dapat diaplikasikan untuk misi pengawasan zona udara dan lingkungan; pemantauan aktivitas maritim; pengawasan perbatasan, perkotaan dan lalu lintas; serta dapat pula melaksanakan misi pasukan khusus. UAV ini juga dapat dimobilisasi melalui jalur darat, laut dan udara dengan menggunakan kontainer 20 feet yang dirancang khusus.

Penggunaan komposit pada desain struktur menjadikan UAV ini tidak mudah terdeteksi radar. Dengan sistem transfer teknologi bersama perusahaan asal Perancis LH Aviation, bahan kompositnya sudah dibuat di Indonesia.

Sumber: Tribunnews

Bagikan:

  22 Responses to “TNI Angkatan Udara Lirik Pesawat Tanpa Awak IPCD M.A.L.E”

  1.  

    borong yang banyak

  2.  

    ngantuk .

    mau bilang borong tidak ada uang hehehehehe

    •  

      Sepertinya kita tak perlu beli karena sudah ada LSA hasil kerjasama LAPAN dengan TU BERLIN . Spec nya sama bisa di piloti dan juga bisa seperti UAV. LSA ini saja di kembangkan ,lapan sudah keluar uang banyak masaK TNI mau beli jenis baru lagi . Perencanaan yang tidak konsisten akan membuat kita kembali lagi ke titik nol .Trus kapan majunya ?

  3.  

    Uno

  4.  

    1000, unit untuk patroli jaga laut dan hutan..

  5.  

    Apa sih istimewanya barang ini dibanding drone beneran (aerostar, heron, rajawali 720)…..selain bisa belanja-belanja?

  6.  

    Awas jangan sering main lirik melirik nanti sakit mata.

  7.  

    untuk misi khususnya apakah ntar bisa dipasang AT-9 Spiral-2 kaya punya mi-35 barang 2 biji mengingat payloadnya msh lumayan gede untuk misil dibawah 50 kg…boleh juga klo bisa…

  8.  

    CINTAILAH PLODUK PLODUK INDONESIA.

  9.  

    beda spec-nya apa ya dengan yang punya lapan, sesama instansi negara koordinasinya gimana, jalan masing2 ?

    http://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2016/08/drone-1-e1472321017177.jpg?resize=800%2C552

    inget c-27, aw-101…

  10.  

    ihuiiiiiii keren man

  11.  

    Hati2 ada calo di tikungan gan……

  12.  

    Klonengan si CARIN

  13.  

    ipcd perusahaan dalam negri kah?

  14.  

    P>

  15.  

    @cintia rongsokan bilang rongsok..!! sama” rongsokan

  16.  

    sesama rongsokan di larang saling mendahului 😀

 Leave a Reply