Oct 092016
 
Rudal Chiron saat dipamerkan di Angkasa Yudha 2016. (Valian Danendra)

Rudal Chiron saat dipamerkan di Angkasa Yudha 2016. (Valian Danendra)

Berbagai alat utama sistem persenjataan (Alutsista) ditampilkan dalam latihan puncak TNI Angkatan Udara “Angkasa Yudha 2016”. Selain pesawat tempur, salah satu yang juga menarik perhatian adalah sistem Man Portable Air Defense System (MANPADS) Chiron buatan Korea Selatan.

Rudal anti pesawat jarak dekat yang sudah didengungkan sejak tahun 2014 ini disiapkan sebagai pendamping sistem kanon anti pesawat 35mm Rheinmetall Skyshield. TNI Angkatan Udara mengoperasikan sistem Chiron dengan terintegrasi sistem kendali penembakan Skymaster yang memasok informasi sasaran untuk sistem Skyshield. Sistem Skymaster yang dilengkapi dengan radar pencari dan penjejak memampukan pasokan informasi sasaran di luar garis cakrawala sehingga personil tim penembak Chiron dapat menyiapkan diri untuk menghadang sasaran pada jarak efektif terjauh rudal ini sendiri.

MANPADS Chiron berawal dari upaya Korea Selatan untuk membangun sistem pertahanan udara secara mandiri, dengan meluncurkan proyek Korean Portable Surface to Air Missile (KP-SAM) “Shingung”. Perusahaan LIG Next1, anak perusahaan LG yang membidangi urusan pertahanan, membutuhkan waktu delapan tahun untuk mengembangkan KP-SAM hingga akhirnya dapat diproduksi secara komersial.

Kemampuan luncur rudal Chiron mencapai 700 meter/detik atau Mach 2,4 dengan jarak efektif mencapai 7.000 meter untuk sasaran yang terbang dengan ketinggian maksimum 3.500 meter. Rudal Chiron memiliki berat 24,3 kg untuk tabung peluncur dengan rudalnya. Sistem pemandu pada Chiron sama seperti sebagian besar sistem MANPADS jarak dekat, mengandalkan sistem pandu Infra Merah yang mengejar emisi panas pesawat sasaran, plus sensor kontras UV (Ultra Violet) untuk pengenalan sasaran yang lebih baik, terutama saat berhadapan dengan sumber panas lain yang lebih dominan. Rudal Chiron juga sudah dilengkapi dengan interogator Identification Friend or Foe (IFF) untuk mengenali pesawat kawan yang memancarkan sinyal dari transponder IFFnya.

Rudal MANPADS Chiron. (Suharso Rahman)

Rudal MANPADS Chiron. (Suharso Rahman)


Sistem Chiron didesain untuk dioperasikan dengan menggunakan launcher post dengan tripod, grip untuk pegangan tangan, sistem optik bidik, serta kursi untuk juru tembak. Satu launcher post biasanya diawaki oleh juru tembak, pengisi rudal, dan pengamat/ pencari sasaran.

Waktu respon yang dibutuhkan Chiron dari pelatuk ditarik sampai rudal meluncur hanya tiga detik, rudal akan meluncur setelah kode baringan dan jarak ke sasaran diinput oleh sistem Target Data Receiver (TDR) ke dalam prosesor rudal. Rudal Chiron menggunakan hulu ledak fragmentasi yang dipicu oleh sumbu jarak.

Saat rudal sudah mendekati sasaran, tiang antena telemetri yang ada di kepala rudal akan mengirim sinyal untuk meledakkan rudal ketika sudah berada 1,5 meter dari sasaran. Ledakan rudal akan menghasilkan 720 fragmen logam panas nan tajam dengan energi kinetik yang cukup untuk merobek kulit alumunium pesawat terbang.

Sumber: angkasa.co.id

  38 Responses to “MANPADS Chiron TNI AU di Angkasa Yudha 2016”

  1.  

    1

    •  

      Kenapa kita ga ToT Guide Missil sama Korsel aja..daripada sama China di cipoain trus..delay pula rudalnya..dengan Korsel kita berhasil kerjasama ToT seperti LPD Makassar Class, KS Changbogo, Pesawat tempur KFX/IFX dan Panser Kanon Tarantula..btw Manpads mulu y kapan PSU Sedang dan Jauhnya..

    •  

      itu rusal MAMPET YA??? Bagusan pakai IGLA….

  2.  

    Mungkin saja ada rudal SAM jarak menengah tetapi tidak dipublikasikan
    Tapi kalo TNI membeli ICBM “SATAN 2” sang pak SARMAT dan ketahuan dijamin pasti para “TETANGGA” langsung panik,cenat-cenut,…..

  3.  

    Tapi manpads buatan korsel jauh lebih baik dari rudal manpad kw, si QW-3

  4.  

    sekali kali ya yg gahar2 gitu bkn yg jarak pendek aja.

  5.  

    Betul tuh,gw pengen liat ekspresi para tetangga sebelah pas yg gahar muncul

    #pengen.com

  6.  

    Mr. magpie@
    jgn omongin pk. sarmat bro orangnya aja dah nggk ada apalagi rudalnya.

  7.  

    Woe…!!! ini forum mililiter bung! bukan saiful makan jeruk.

  8.  

    Woe…!!! ini forum mililiter bung! bukan saiful makan jeruk.

  9.  

    Bagaimana dgn
    rudal yakhout,
    bmp 3f.
    Rudal R73 dan temen2 nya
    Su 30mk2

  10.  

    @H G Mada.
    Tapi blog ini juga bkn ajang “penghujatan’ utk Eks Presiden RI lhoo bung,. Peace:)

  11.  

    Yang hina-hina IBU PERTIWI (kalian tahu siapa saja?) bawa mereka ke KAMARKU!!!!!

  12.  

    Ini rudalnya kok mirip nama temenku (Kirun)….jangan-jangan korsel sudah punya rudal lain yang lebih gahar?

    Asal jangan dinamai tessy aja….

    Aneh2 aja AU, maunya beli rudal yang “berani tampil beda”, kayaknya gak mau kalah sama AD yang rudalnya macem2 (rbs-70, mistral&stastreak)….padahal di india, rudal kirun ini mental dibabak awal tender rudal jarak pendek, gara2 harganya kemahalan sementara perfomannya “yang sedang-sedang aja”.

    Lha mbok diseragamin aja rudal shoradnya antar angkatan, dijamin memudahkan pelatihan dan perawatan, serta pas operasi beneran kan bisa pinjam rudal dari satuan lain kalo pas kehabisan.

    Satu lagi yang pasti….TOT-nya pasti gak tanggung-tanggung !!

    •  

      Kalau pendapat saya pribadi mengenai Pertahanan Udara dengan jarak pendek lebih baik cendrung memilih Oerlikon…
      Hal ini di beralaskan asal pembuat sistem management pertahanan udara Oerlikon lebih teruji dan terup to date.
      Untuk mediumnya saya lebih memilih Aster dan untuk petasan jarak jauhnya saya mwnjatuhkan pilihan kepada S400 dibandingkan “Iron Dome.”

      Terlebih lagi jika di tunjang dengan ToT untuk kelangsungan hingga 25 tahun kedepan masih dapat diandalkan untuk menjadi pagar berduri bagi negara luar yang berniat kurang / tidak baik kepada negara kita.

  13.  

    #Hamba Gajah Mada : Saya perhatikan sampean ini sakit jiwa ya?
    Sampean paham nama “Gajah Mada” adalah salah satu Pahlawan dan juga patih di zaman kerajaan Majapahit.
    Sampean tahu bahwa Negara Indonesia pernah berselisih tegang dengan negara tetangga mengenai penamaan kapal perang TNI AL.
    Intinya disini yang harus sampean pelajari adalah bagaimana sikap menerima kekurangan dan kelebihan seseorang baik itu pemimpin ataupun yang lainnya, utamanya RI 1 / RI 2 dan juga mantan RI 1 / RI 2.

    Jika tidak dimulai dari kita, siapa lagi yangakan lebih menghargai para Pemimpin Negara kita, baik yang dahulu, sekarang ataupun yang akan datang.

    NICK NAME KEREN AKAN TETAPI KEJIWAANNYA BERBANDING TERBALIK DENGAN KENYATAANNYA…!!!

    JANGAN-JANGAN SAMPEAN PASIEN RS JIWA YANG BELUM SEMBUH DAN BERKELIARAN DI DUNIA MAYA…

    MONGGO DI MINUM DULU OBATNYA, JANGAN LUPA BAYGON DAN KOPI SIANIDANYA JUGA DI MINUM…!!!

    wkwkwkwwkwk… 😀

  14.  

    yamg pendek juga perlu

  15.  

    Lumayan buat nembak tank tetangga hihi

  16.  

    SEMOGA SEGERA DISUSUL UNTUK YANG JARAK MENENGAH DAN JARAK JAUH …..

  17.  

    Itu sih mirip mercon bukannya rudal, rudal dari hongkong??..klo rudal itu macem buk, iskander, s300 dan saudaranya serta ss18 satan..klo buatan korsel itu sih kembang api, mercon dan petasan…kecil dan ga berguna sama skali…sia2 aja beli2 yg macem ini…skalian beli yg besaar dan kuaat…gitu lho…tot sih tot tp jgn yg kecil2 bingitz spt ini jg kaleee…

    •  

      Sabar.. sabar.. sabar…

      Sementara waktu ini militer kita (TNI) untuk kelas pertahanan udara jarak pendeknya masih menggunakan macam-macam petasan.
      Semoga saja mereka sepakat untuk pertahanan udara jarak jauhnya pilihannya jatuh kepada S400 yang harus berikut dengan ToTnya, karena perkiraan saya dalam kurun waktu 25 tahun kedepan S400 dengan ToT dapat menjadi pagar pembatas halaman yang dapat di instal di seluruh NKRI dan armada laut kita.

      •  

        s400 kayaknya dah ketauan bung WK@ anti dotnya, yg disuriah mlah diganti s300

        •  

          Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 dengan mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yang sudah dianggap kadaluarsa.

        •  

          Pihak Rusia baru saja memulai peremajaan pertahanan udara mereka dengan beralih dari S300 ke S400.
          Bahkan pihak militer Rusia sudah mempersiapkanarmada lautnya untuk waktu yang akan datang dengan di instal S500.
          Jika anda beranggapan S400 sudah ada anti dotnya, mengapa militer Rusia meremajakan payung udaranya dari S300 ke S400?
          Lalu pihak militer Rusia pun mengatakan bahwa pergantian payung udara dari S300 ke S400 karena lebih disebabkan faktor usia S300 tersebut tanpa lebih spesifik.
          Pendapat anda mungkin akan sejalan dengan keadaan yang saya yelah kemukakan jika yang anda maksud itu S300 bukannya S400.

          Mohon pencerahannya…

          Trims…

  18.  

    Kalo yang buatan dalam negri Blum ditampilin ya…spt rhan…hehe

  19.  

    skilas inpoh, Timnas Indonesia vs Vietnam jam 16,30,

  20.  

    wah knp kga beli km-sam padahal km-sam klonengan s350e.

  21.  

    nice inpo bung @WK, ane kutip dr sebelah.
    “S-300 muncul di sana [di Suriah] setelah ahli dekat dengan Amerika sudah mulai membocorkan informasi bahwa AS bisa memukul lapangan udara Suriah dengan rudal jelajah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova dalam sebuah wawancara dengan TV dozhd Rusia Jumat 7 Oktober 2016 dan dikutip Sputnik.

  22.  

    S400 ga bisa nembak raptor.. saya krj di lookhed martin roy

 Leave a Reply