TNI AU Akan Bangun Koopsau III di Papua

10
8
Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, MM menegaskan, untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan tugas-tugas operasi udara, TNI AU perlu segera memiliki Komando Operasi TNI AU III.

Jakarta – Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, MM menegaskan, untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan tugas-tugas operasi udara, TNI AU perlu segera memiliki Komando Operasi TNI AU (Koopsau) III. Kasau berharap dalam tahun 2018, organisasinya sudah terbentuk, sebab juga sudah menjadi program Mabes TNI.

“Saya berharap pada Triwulan pertama tahun 2018 ini susunan organisasinya sudah bisa diusulkan. Panglima TNI sudah menggariskan, bahwa TNI AU harus membentuk Koopsau III, TNI AD membuat Divisi dan TN AL membuat Armada” kata Kasau kepada media seusai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU tahun 2018 pada Jumat 26 Januari 2018 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta.

Rapat yang dihadiri para komandan satuan TNI AU seluruh Indonesia itu, juga dihadiri oleh :

  1. Sekjen Kemhan Marsekal Madya (Marsdya) TNI Hadiyan Sumintaamadja.
  2. Wagub Lemhannas Marsdya TNI Bagus Puruhito.
  3. Irjenau Marsekal Muda (Marsda) Umar Sugeng Haryono.
  4. Koorsahlii Kasau Marsda TNI Eko Supriyanto.
  5. Para Asisten Kasau.
  6. Para pejabat TNI AU lainya.

Kasau menambahkan, pembangunan Koopsau III, sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) TNI AU Tahap II (2015 – 2019). Untuk teknisnya, menurut Kasau Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasau akan segera melakukan pengkajian, baik yang menyangkut lokasinya, organisasinya, pengawakannya maupun waktunya.

“Sekarang tinggal teknis pembentukanya bagaimana, kapan dan di mana. Kita juga harus memikirkan intergrasi dengan yang lain (AD, AL) tidak bisa sendiri sendiri, kan nanamanya juga kekuatan Tri Matra terpadu. Kita buat organisasi baru ini benar-benar efektif untuk mendukung pelaksanaan operasi.

Nanti Asrena akan mengkaji, kira-kira tempatnya dimana, sementara pilihannya antara Biak atau Sorong Papua” jelas Kasau. Terkait dengan pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35, Kasau menegaskan proses masih berjalan sesuai rencana. Kalau sempat beredar informasi ada tekanan dari pihak-pihak tertentu, itu tidak benar.

“Kontrak pesawat Sukhoi Su-35 masih jalan sesuai yang disampaikan Panglima TNI. Saya berharap Februari 2018 kontrak sudah ditanda tangani dan 12 bulan kedepan delivery untuk bacth pertama sudah dapat dilakukan” jelas Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, MM.

Sementara yang menyangkut pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, Kasau menegaskan TNI AU akan melaksanakan tugasnya sesuai kebijakan yang sudah digariskan oleh Panglima TNI, yaitu membantu Kepolisian RI mengamankan Pilkada di seluruh wilayah Indonesia.

“Semua Lanud di daerah akan saya berdayakan untuk mem-back up Polri dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada” ujar Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, MM. (tni-au.mil.id)

10 COMMENTS

  1. kalau sudah jadi armada ke-3 di sorong.. setiap armada minimal harus diisi 1 destroyer, 5 fregat PKR, 10 korvet, 15 KCR40/60, 1 LHD, 2 LPD, 4 LST Bintuni class, 4 kapal selam U-209/214, 2 penyapu ranjau, 2 BCM Tarakan class. itu kalau minimal…
    Beda lagi kalau ekonomi Indonesia sudah mapan seperti china, Jepang, Korea sekarang. Harus ada 5 armada.. Medan, Jakarta, Surabaya, Manado, Sorong.. setiap armada diisi Destroyer 4 unit, Fregat 10 unit, Korvet 10 unit, KCR40/60 20 unit, 1 LHD, 4 LPD, 4 LST, 6 Kapal selam, 2 BCM, 2 Penyapu ranjau.

  2. Rakyat pasti mendukung penuh kabar gembira ini..!! Tapi kalo bisa di bangun di pulau BIAK saja ya pak, soalnya dari pulau biak jet tempur kita nanti bisa menjangkau sorong dan ibukota provinsi yaitu jayapura…

  3. Saat ini tim kesehatan dan TNI sedang menyisir kampung- kampung asmat untuk mengatasi gizi buruk disana..

    Pemerintah saat ini benar2 memperhatikan seluruh wilayah2 terpencil di indonesia..khususnya pulau papua..

LEAVE A REPLY