JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 192018
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP menyampaikan, melalui rencana strategis pembangunan kekuatan tahun 2015-2019, TNI AU akan menambah kekuatan Alutsista diantaranya pesawat tempur, angkut dan Helikopter.

Jakarta  -Melalui Rencana Strategis Pembangunan Kekuatan tahun 2015-2019, TNI AU akan menambah kekuatan Alutsista diantaranya pesawat tempur, angkut dan helikopter. Rencana tersebut akan meningkatkan tingkat kesiapsiagaan serta dapat menumbuhkan rasa kebanggaan sekaligus mampu menjawab tantangan tugas TNI Angkatan Udara di masa mendatang.

Demikian disampaikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam exit briefing yang dihadiri Kasau baru Marsekal TNI Yuyu Sutisna S.E, M.M., Pati, Pamen, serta para Komandan Satuan TNI AU pada Kamis 18 Januari 2018 di Auditorium Denma Mabesau Cilangkap, Jakarta.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP.,menegaskan bahwa kebijakan pembangunan kekuatan TNI AU tetap mengacu pada rencana strategis TNI AU tahun 2015-2019 dengan tetap memperhatikan dinamika lingkungan strategis, khususnya kemungkinan ancaman dan kontijensi yang timbul akibat memanasnya situasi politik dan keamanan internasional.

Di samping itu, memasuki era revolusi industri keempat yang secara global memiliki dimensi digital, dimensi fisik dan dimensi biologis, diprediksi dapat menimbulkan kerawanan dalam bentuk cyber threat dan bio-threat sehingga perlu diantisipasi dan direspon secara dini sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

Pengerahan kekuatan TNI AU senantiasa berada dalam kerangka kebijakan untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Selain itu juga, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan dalam rangka pemeliharaan Alutsista, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguasaan dan penerapan Iptek menuju kemandirian harus tetap dilanjutkan.

Upaya pengadaan Alutsista dari luar negeri maupun dalam negeri dilaksanakan untuk mendapatkan pilihan alternatif, ketersediaan suku cadang, alih teknologi dan mengurangi resiko ketergantungan produk dari satu negara, jelas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP.

Pada kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., juga menyampaikan tentang pengamanan aset-aset negara yang dikelola TNI AU, yang diharapkan penanganan aset tanah dilaksanakan secara terukur merujuk kepada ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara di bidang latihan, pelaksanaan latihan bersama dengan negara sahabat terus ditingkatkan, selain pertukaran Perwira Siswa untuk belajar di lembaga pendidikan masing-masing negara sahabat.

Dalam rangka pembentukan citra positif TNI AU di tengah-tengah masyarakat, peran Dispenau sangat dibutuhkan untuk mempublikasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh TNI AU sehingga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Angkatan Udaranya.

“Bagi personel TNI AU jangan cepat mengupload pesan atau berita yang belum jelas kebenarannya, serahkan semua ke Dispenau sebagai corongnya TNI AU,sehingga tidak menimbulkan pemberitaan yang simpang siur dan menimbulkan dampak negatif bagi TNI AU”, pinta Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. (tni-au.mil.id)

Bagikan:

  33 Responses to “TNI AU akan Menambah Pesawat Tempur, Angkut dan Helikopter”

  1.  

    Hmmmmm…. yg itu dulu mana???

  2.  

    Bagusnya beli helikopter agusta westland

  3.  

    belum beruntung

  4.  

    Kebanyakan wacana minim realisasi!he3

  5.  

    Iya pak….kami sdh tau rencana2 dr bpk, beli ini beli itu, ga usah gembar gembor dulu, rakyat butuh realisasi bukan wacana….lbh baik alutsista dtg tiba2 drpd wacana dan janji2 terlebih dahulu..

  6.  

    Nunggu hujan duit…

  7.  

    Kalau boleh saya berangan2 (krn realisasi blm jg ada) maka skuadron tempur TNI minimum yg saya angan2kan akan spt ini : (asumsi skuadron tempur lama + penambahan 3 skuadron tempur baru direalisasikan)

    Asumsi penambahan 3 ska tempur :
    1 ska f16 viper
    2 ska SU 35

    Skuadron Tempur Wilayah Barat :
    1. Skuadron di Pekan Baru (Rusmin Nuryadin) – 1 ska F16 (lama) – coverage area Sumatera + Jakarta
    2. Skuadron di Natuna – 1 ska F16 Viper (baru) – coverage area Kalimantan + LCS

    Skuadron Tempur Wilayah Tengah :
    1. Skuadron di Kupang – 1 ska SU 35 (baru) – coverage area sebagian Jawa + Bali NTB, NTT, perbatasan Australia
    2. Skuadron di Makassar – 1 ska SU 27/30 (lama) – coverage area Sulawesi + perbatasan Filipina

    Skuadron Tempur Wilayah Timur :
    1. Skuadron di Biak – 1 ska F16 (lama) – coverage area Papua + perbatasan PNG
    2. Skuadron di Morotai – 1 ska SU 35 (baru) – coverage area Maluku Ambon + wilayah selatan perbatasan dgn Australia

    Itu yg inti. Skuadron lain seperti hawk (penggantinya), T50 atau FA50, dan Tucano sebagai unsur kekuatan tambahan…

    Itu dulu cukup deh, ngga muluk2… Minimum…
    NKRI Harga Mati!!!

  8.  

    bikin bingung, yang dimaksut itu nambah dg acuan jumlah saat ini apa jumlah target dari MEF?
    kalau lbh dari target MEF, itu baru namanya WUAAAUUUUWWW

  9.  

    Menhan Asu mau datang ke Indonesia, ……. mau kasih hibah alutsista apalagi ya ???

  10.  

    cuma( akan) beli mah kaga????

  11.  

    test….

  12.  

    Kalo mau lihat itungan angka yg mendekati dan fungsi..bukan merk..itungan om narayana..sekali lagi bukan merk..kalo sama ya syukur..xixiixixi

  13.  

    punya angan-angan … wajar !!!
    punya cita-cita ………… wajib !!!
    punya keinginan ……… harus !!!

    realisasi nya ??? ……… pelan tapi pasti

  14.  

    pernah nonton di Tv kalo PT. DI sudah punya rencana mengembangkan pesawat jenis amphibi…tapi mungkin ada beberapa faktor yang masih belum siap, jadinya yaaaah..belum terealisasi sampe sekarang!! JAYALAH INDONESIA

 Leave a Reply