Sep 162014
 
Dokumentasi pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI Flanker Skuadron Udara 11 TNI AU menggiring pendaratan pesawat asing Boeing B-737 pada Latihan Sriti Gesit di Pangkalan Udara Utama TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (2/4). Latihan itu untuk meningkatkan kemampuan TNI AU dalam memantau pergerakan pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia tanpa izin. (ANTARA FOTO/Sahrul Tikupadang)

Dokumentasi pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI Flanker Skuadron Udara 11 TNI AU menggiring pendaratan pesawat asing Boeing B-737 pada Latihan Sriti Gesit di Pangkalan Udara Utama TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (2/4). Latihan itu untuk meningkatkan kemampuan TNI AU dalam memantau pergerakan pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia tanpa izin. (ANTARA FOTO/Sahrul Tikupadang)

Nunukan, Kalimantan Utara (ANTARA News) – Sebentar lagi “mata dan telinga” militer Indonesia akan bertambah tajam sejalan pembangunan instalasi radar bergerak di Pulau Nunukan, Kalimantan Utara.

Arah hadap instalasi radar itu sengaja ditujukan ke perbatasan Indonesia dengan negara bagian Sabah, Malaysia Timur itu, untuk mencegah pelanggaran kedaulatan ruang udara nasional.

Asisten Operasi Kepala Staf TNI AU, Marsekal Madya TNI Sudipo Handoyo, kepada wartawan, setiba di Bandara Nunukan, Senin, menyatakan, “Radar itu diupayakan beroperasi pada November 2014.”

Untuk menempatkan instalasi strategis itu, diperlukan lahan 10 Hektare walau radarnya adalah radar bergerak (mobile radar), yang juga berarti dia bisa bersifat mobil yang dapat dipasang dimana saja.

Selain instalasi radar –umumnya setingkat detasemen (Satuan Radar TNI AU) yang dipimpin seorang mayor senior atau letnan kolonel– instalasi itu juga dilengkapi dua satuan setingkat kompi Korps Pasukan Khas TNI AU dan Artileri Pertahanan Udara.

Selama ini TNI memiliki Komando Pertahanan Udara Nasional yang dipimpin seorang marsekal muda TNI dan penggunanya adalah presiden Indonesia melalui panglima TNI.

Dalam organisasinya, komando yang berkewajiban dan berkewenangan mengintersepsi dan memaksa plus melumpuhkan pelanggar kedaulatan wilayah udara nasional itu dibagi ke dalam empat Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional yang dipimpin seorang marsekal pertama TNI. (www.antaranews.com)

 

===============================================================================================

Nunukan rawan pelanggaran batas udara

 

Nunukan rawan pelanggaran batas udara

Dokumentasi sejumlah prajurit TNI AU melakukan pemeriksaan terhadap pesawat tempur F-16 di Lanud Soewondo Medan, Sumut, Jumat (11/4). TNI AU terus menyiagakan kesiapan armada udara untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan kedaulatan negara dalam mengantisipasi bagi pihak asing menyusup ke wilayah Indonesia tanpa izin. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

 

Nunukan, Kalimantan Utara – Markas Besar TNI AU mengakui wilayah batas udara Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, rawan pelanggaran batas udara.

Asisten Operasi Kepala Staf TNI AU, Marsekal Muda TNI Sudipo Handoyo , kepada wartawan di Nunukan, Senin, mengungkapkan, “Selama ini TNI AU seringkali mendapat laporan pelanggaran batas wilayah udara oleh pesawat-pesawat Malaysia.”

Untuk mencegah dan menindak pelanggaran wilayah udara nasional di Nunukan itu, TNI AU langsung menindaklanjuti dengan membangun instalasi radar bergerak (mobile radar) di sana.
Bukan cuma radar dan piranti pendukung, karena satu satuan setingkat kompi dari Korps Pasukan Khas TNI AU dan Artileri Pertahanan Udara juga ditempatkan. Satuan-satuan itu masih diperkuat satuan peluru kendali permukaan-udara.

Ia menegaskan, apabila suatu saat radar TNI AU itu mendeteksi pelanggaran batas udara oleh pesawat terbang Malaysia, maka pasti ditindak tegas.

Hasil pantauan instalasi radar yang akan dibangun pada lahan seluas 10 Hektare di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, itu dapat dicetak untuk membuktikan pelanggaran.

“Bisa dicetak, apabila menyangkal melanggar,” kata dia. (www.antaranews.com)

 Posted by on September 16, 2014

  76 Responses to “TNI AU bangun radar pemantau perbatasan di Nunukan”

  1. Hadirrr…!

  2. Duo

  3. ketigo

  4. 5 besar

  5. Alon2 asal klakon..perlahan2 Sudah mulai terkover wil udara Republik ini..pembangunan instalasi radar sudah menyeluruh..Mantap

  6. Alhamdulilah tambah lagi mata dan telinga untuk menjaga NKRI…..

  7. bagus,semoga cepat terealisasi

  8. Penting. .
    Absen. .

  9. Radar mobile??warjag kek ginilah yg dibahas…apa saja je is radar2 tsb…gak perlu sampe buka rahasia negara…tapi cukup clue2 aja

    • menurut saya, kemungkinan ini terpisah, belum seperti yg dharapkan bung towerman (s-300 ato nasams) karena pengadaannya cepet banget, dan saya yakin itu radar jenis Master, karena dulu sempet ada kbr kerja sama dengan penyuplai radar tersebut, analisa orang awam bung, maaf kalo belepotan, hehe,,

  10. Skadron Super Tucano akan menyusul kesana,tak ada lagi laluan tikus dan pindah patok.

  11. wao diperkuat satuan dengan peluru kendali darat ke udara. berarti S300 bener2 udah di mari donk,

  12. Malaysia pede ya, meskipun kita selalu bilang mereka ngga punya nyali tempur…tapi kenyataannya pulau dicaplok, bikin mercu suar di laut kita , patok perbatasan digeser, dan menghia claim pulau RI! Dan tentu black flight di Kalimantan Utara…
    Sesekali boleh lah kita merontokan arsenal malon atau sudah pernah?

    • Hanya bermulut besar nggak punya arti buat kami… Kihkihhh

    • Saya pernah kenalan dgn pengusaha Indonesia tapi memiliki bisnis di Singapura dan Malaysia : dia bilang sama saya sewaktu saya tanya tabiat bisnis dinegara jiran…begini komennya..mereka itu hanya takut dgn hukum atau UU atau regulasi yg telah mereka sepakati..atau berlaku…jadi kalo ada peluanga/blank spot atau celah hukum akan mereka manfaatkan semaksimal mungkin…utk meraih keuntungan..selama dianggap tdk melanggar hukum yg berlaku…mereka jeli melihat segala kesempatan…pakta integritas atau kesatriaan jauh dari budaya mereka…itu beda dgn Indonesia yg kadang abai dgn hukum atau peraturan krn mengedepankan sifat2 gentleman agreement..terkadang peluang ini kita sendiri yg bukakan kepada mereka..krn mentalitet Jakarta Sentris…walau sekarang sdh cenderung berubah…kasus Sipadan dan Ligitan krn kita abai dgn pulau itu sendiri..dgn membiarkan resor Malaysia dan mata uang Malaysia beredar dipulau tersebut…makanya di Sebatik seharusnya Indonesia harus tegas dgn memaksakan semua uang yg dipakai adalah Rupiah Indonesia dan Melarang ringgit…sbg alat transaksi diwilayah Indonesia terutama diperbatasan apapun alasannya…krn beredarnya uang negara jiran sbg salah satu pengakuan kedaulatan wilayah oleh negara pemilik mata uang… imho..

  13. Ijin nyimak…

  14. mulai semakin rapat…radal sipil dan militer saling cover,..hasilnya jadi spt jaring pukat harimau,gk ada yg bakal lolos nih apapun yg lewat,kecuali yg gaib/siluman

  15. Arhanudnya pake yang kemarin di promosikan oleh papa bear ya… He…he.. Bagus jg sih bisa intergrasi dengan yang lain.

  16. Joss tenan, “Satuan-satuan itu masih diperkuat satuan peluru kendali permukaan-udara”. moga moga ini estigaratus…

  17. Kalau radarnya mobil (mobile radar), berarti arhanud-nya juga mobile dong ya? (Paskhas sudah pasti mobile, kan parakomando)
    Arhanudnya kira-kira pakai apa ya?

  18. Mata dan telinga nya udah dipasang sekarang tinggal nambah kaki dan tangan nya buat njitak kalo berani melanggar wilayah udara

  19. makin nyenyak tidur deh karean udah aman

  20. wuih si kamaz dah fulloaded pensil buat oret oret si usil

  21. Perasaan udah aku share ya kemaren di komentar malahan … radar di nunukan 1 kompi paskhas dan arhanud diperkuat rudal kendali permukaan ke udara dan bisa direkam pelanggaranya .. dan rudal permukaan ke udaranya dan jenis nya .. hehehe .. muncul lagi malahan .. apa harus di ping lagi senior nya bung …

  22. Ping bung senior … rudal kendalinya jenisnya apaan yaaaa

  23. Moga2 MASTER T yang dipasang dinunukan

  24. Kalo melanggar lagi,langsung tembak saja ……hehehe

    • yang saya heran dari rusia itu kenapa meteor bisa jatuh di rusia tanpa bisa terdeteksi ?

      • Assalamualaikum wr.wb
        imho
        meteorit itu benda berasal dari luar angkasa, dan tidak semua negara bisa mendapatkannya. struktur batuan meteorit juga belum tentu sama seperti batuan yang ada di bumi.
        sehingga meteorit merupakan benda penelitian bukan ancaman bila mana ukurannya tidak berpotensi menghancurkan.
        tidak mudah lo mendapat batu meteorit.
        saya rasa negara manapun ingin meneliti batuan meteorit secara langsung.

  25. Sesepuh pd kmn y? Sepii amat…

    Blik lg ke FB ja dah..

  26. gitu donk terus intercepnya pake skuad darimana apa yg dikalimarau gak jadi dikasih apache gantinya skuad intercep mungkin ya…? Mantep nich kalo ada intercepnya kalo ga ada sih percuma kalo cuman rekaman untuk bukti diketawain aja ama malon…

  27. ini wartawannya bodrek lagi mana punya indonesia su 30 mki. dodol tapi ada tapinya kalo sekelas “antara” berarti beneran nih si brahmos. kan punya india banyak yang ngga bisa terbang, lalu kita beli plus brahmosnya

  28. Mantap… Lanjutkan..

  29. satu lagi ada yang tau kokpit glas kuning itu f16 tipe apa

    • Hasil falcon star tempo hari kek nya bung

      • Hehehe. Liat tanggalnya mas. Itu bulan april. Kanopi ke emasan sebenernya ada pada seri cj/dj alias 50/52 tapi di amrik sana ngga ada laporannya iya engga. Berarti tinggal 1 itu shoufa yang kita beli dari siroil. Tipe 40/42. Silahkan baca tulisannya bung nara waktu su 35 di keluarkan fotonya(katanya sih pinjem) itu juga yang kanopi kuning keluar saat agustusan 2013 di halim. Juga diatas udah saya komen itu tulisannya mki bukan mk2. Berarti tebak sendiri ajah. Sebenarnya banyak klu yang udah keluar hanya saja ngga ada yang ngeh mirip hoax corner bung nara ngga ada yang ngunyah

      • Hehehehehe akur bung freax … Tu bung erick dh nyengir

  30. Gampang aja kalau psyhologi war! Pasang Buk Minah dan dukung pemberontakan sulu.Sebarkan propaganda politik Sarawak/sabah ingin merdeka,Kuala Lumpur akan huru hara.

  31. Wah kalau senior2 keluarin artikel..photonya jg harus dikunyah sampai halus ga ada sisa..krn selain artikel photonya jg clue yg kt suka tanya di Warjager..contoh photo Sukhoi & F 16 diatas..:)

  32. Sebenarnya radar itu but memantau pendatang haram indon Yang coba seludup masuk ke Malaysia secara haram juga supaya pendatang haram ini jika sudah di usir dari Malaysia tidak bisa kembali ke Malaysia lagi terutama suku bugis Dan tatur Yang ramai tinggal iligel di sabah

  33. Arthanudnya dari paskhas atau arhanud AD ya? Trus arhanudri apa arhanudse?

  34. mudah2an tidak hanya di nunukan saja dan dilengkapi dengan rudal SAM yang gahar, agar maling/tamu tak diundang keder duluan.

  35. Usir aja pendatang haram Indonesia supaya indon tanggung makan mereka Dan di beri perkerjaan.jangan terlalu mementingkan mau berperang tapi rakyatnya miskin tidak punya perkerjaan

    • Kalo WNI yang ada di Malingsial pada balik ke Indonesia, kira-kira Malingsial tahan hidup berapa hari ya???

      • Lebih cepat lebih bagus di usir Dan indon boleh saja terima pendatang haram ini dengan segera supaya 2.5 juta ini boleh di perkerjakan untuk buat kapal selam Dan kapal perang di indon.jangan lupa beri pendatang ini tempat tinggal,kerja Dan makan.

  36. selama ini jd SR, izin ikut komen senior, semoga negara kita semakin maju !

  37. pasti berupa K club 🙂 biasanya kan tni kita suka yg sembunyi” namun Jedoooorr. hehehe

  38. Joe puki_mcm mne klu najib egko halau blk kt indonesia???
    Najib-bugis,zahid hamidi-jawa,,penduduk asli malesiah itu yg asli tinggal tpi sungai,dlm hutan,tidak suka dgn keramaian,orng malesia sebutnya’orang asli’,awak peranakan mana Joe?siam kelantan??Kamboja?

 Leave a Reply