Sep 152014
 

Kasau mengadakan kunjungan ke Tambolaka untuk merealisasikan pembangunan markas Satrad TNI AU di Tambolaka, NTT. (Foto : Pentak Halim P).

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berencana membangun sebuah satuan khusus yang mengoperasikan Radar di Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2015. Radar merupakan bagian dari sistem pertahanan udara nasional, diletakkan di perbatasan dengan tugas mendeteksi pesawat terbang yang melintas dari dan keluar wilayah negara.

Selama ini Satuan Radar (Satrad) TNI operasionalnya berada di bawah Kohanudnas. Kohanudnas merupakan Komando Utama TNI yang bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasional lainnya, dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di sekitar wilayah Sumba, sebenarnya telah terdapat Satrad TNI AU di Pulau Timor yaitu Satrad 226 Buraen, Kecamatan Amarasi, Kupang. Namun seiring dengan tingginya intensitas penerbangan pesawat terbang dari dan ke wilayah selatan (Australia), maka TNI AU perlu pula membangun Satrad baru di Pulau Sumba, khususnya di daerah Tambolaka. Satrad tersebut rencananya akan dibangun pada 2015 mencakup kantor markas, kompleks perumahan dan sarana prasarananya pendukungnya. Diharapkan Satrad tersebut dapat melaksanakan tugas pertahanan udara nasional di wilayah Sumba dan sekitarnya.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia bersama staf terkait untuk merealisasikan pembangunan Satrad di Tambolaka, mengadakan kunjungan ke Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (12/9). Dengan menggunakan Pesawat Fokker TNI AU, rombongan diterima oleh Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu bersama Muspida di Bandara Tambolaka. Bupati Markus menyampaikan akan siap membantu dan melakukan apapun untuk kepentingan negara, termasuk dalam upaya pertahanan udara nasional dengan pembangunan markas Satrad TNI AU.

Selanjutnya rombongan berganti dengan Helikopter menuju Kahale, lokasi pembangunan Satrad yang disambut Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dara Tanggu Kaha dan beberapa anggota DPRD. Dalam peninjauan tersebut Kasau melihat detail teknis perencanaan pembangunan kantor Satrad. Di bagian akhir kunjungan Kasau menyampaikan apresiasinya pada Pemerintah Kabupaten yang peduli pada pertahanan bangsa dengan menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Satrad. (tni-au.mil.id)

  55 Responses to “TNI AU Bangun Satuan Radar Tambolaka, NTT”

  1. Lanjutkan…..!!!

    • selamat malam bung mirza,,izin bonceng pertamax ya bung,,hehehe

    • luar biasa bung Mirza ini. sudah bukan juragan pertamax lagi tetapi dukun bayi pertamax.

    • Bung mirza sangar rek hehehehe

    • pagar kita di bagian timur makin rapat saja setelah sebelumnya juga ada satrad di Saumlaki dan Merauke. jika terealisasi tampaknya tidak ada celah lagi bagi black flight ke wilayah udara Indonesia dari arah selatan.

      beberapa waktu lalu saya bertanya ke bung EH, selain di IWJ diparkir di mana lagi? barangkali ini jawabannya :). logikanya, buat apa ada satrad jika tidak memiliki kemampuan intercept. anyway, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Makassar. Sukhoi siap bergerak meski role utamanya bukan interceptor. cmiiw

      semoga di dasar samudera juga ada yang setia menjaga ALKI dari arah selatan 🙂

      saran saya untuk warjager, sambil membaca posting di warung ini, jangan lupa sambil membuka Google Map atau Google Earth. jika ada nama geografis yang asing di telinga kita cobalah untuk mencarinya di kedua aplikasi tersebut.

      sederhana saja, banyak yang mengaku nasionalis tetapi wawasan geografisnya hanya seluas Jabotabek saja. negara kita ini seluas daratan Eropa lho.

      maaf jika terasa menggurui.

      • tapi gak semua di google earth bisa di zoom bung,contoh lapter pangandaran!

        • Waduh bung Syaiful,kampung q itu apa segitu ngampungnya sampe gak nampak d Google Map tuh lapter 😆
          @bung Xtrada,fasilitas kadang menjadi hambatan,gak semua rakyat mampu,sya termasuk warga yg kurang tau sudut” Indonesia,sya msih bnyak belajar,
          Namun d balik otak gaptek ini rasa sayang saya kpada Ibu Pertiwi Insya Allah lebih luas d bandingkan Negara ini,mungkin itu sikap yg d maksud rasa Nasionalisme,walaupun kalangan sipil namun dalam hati sya sangat berharap dapat menjadi seorang Patriot utk Negri ini,contoh dasarnya sya mulai d dalam keluarga,tetangga dan sahabat,
          Ada rasa bangga yg teramat dalam saat melihat Pertahanan dan Perekonomian Negara ini berangsur naik,
          Namun ada rasa sedih yg amat dalam bila ingat nasib sodara” kita d Papua,Kalimantan dll yg merupakan daerah berpenghasilan tambang besar namun hidupnya masih saja sulit,
          Dan terakhir bahkan sya sering menangis sendiri mengetahui kekayaan alam Indonesia d rampas sedemian rakusnya oleh pihak asing,ada apa dgn kebijakan Negara ini,,!! Kesal,pengen teriak rasanya,sambil nanam pohon bambu kuning 🙂 imho,,

          • Ya..ya..ya..@bung MS-P90…yg penting jgn lupa tanam bambunya dibanyakin ya, lmyn rebungnya bs disayur…bambunya bisa buat bela tanah air nanti…hihihi

      • jangankan buat buka google map atau google earth,bisa buka ini warjag aja dah syukur kok bung maklum di pedalaman

      • Akur bung@ xtrada….salam kenal

      • Mantap bung @xtrada
        Radar yang semakin rapat, dan kombinasi dengan satuan skuadron Drone IAI Heron+Wulung NG di Pontianak semakin gahar.
        Semoga skuadron drone untuk patroli segera ditambah lagi minimal nambah 2 skuadron untuk indonesia timur dan barat. Janji pak Joko 4,5 triliun sepertiya dapet 2 skuadron baru untuk tambahan yg ada di Pontianak.
        Lanjut-KAN

      • Maps itu butuh speed download yang gak semua warjager punya. Gini aja, solusinya, dari pengunggah artikelnya sendiri atau bung Diego bisa menambahkan pada artikel peta lokasi yang dimaksud. Gak usah yang besar, cukup setengah propinsi dengan inset lokasi detail udah cukup jadi gak perlu 1 Nusantara keliatan semua 🙂

  2. tuh kan bener .. kayaknya bung Mirza browsernya di setting refresh per sekian detik neh .. hehe :mrgreen:

    salam kenal bung

    • Itu juga betul bung …
      Di Kaltara juga di bangun satuan radar tepatnya di Nunukan …

    • itu bukan karena browsernya di refresh bung pojokunduh, bung mirza pernah menjelaskan kalau pertamaxnya karena berlangganan lewat email. saya sendiri iseng ikut berlangganan juga eh ternyata cepet juga informasinya. nah berarti pertanyaannya sekarang pakai hp apa yang push emailnya cepet banget bahkan lebih cepet dari komputer, bb kah? atau windows phone 8.1 atau iphone, kalau android yang saya pakai push emailnya selalu lebih lambat dari komputer 😀 salam kenal semuanya SR ikutan komen, ini harusnya yang jawab bung mirza maaf kalau lancang 😀

  3. bangun terusss yang buanyakkk,,,kek main generals zero hours :mrgreen:

  4. banyak artikel yang muncul,,,absen dulu sembari baca,,upppzzz sebelumnya minta izin dulu buat menyimak

  5. 5 besar

  6. ….mugi-mugi buk minah buka warung pisan nangkono dodolan es petang atusan…..ben adem sueger ngobe es dawet buk minah….digawe gado-gado yi gakpopo, rek….

  7. 226 di el tari ya .. kaya nama pangkalan tempur usa EL TORO .. yg dihancur leburkan di film transformer . El tari dulu dilecehkan hornet ausie dengan terbang berputar2 diatas nya dengan jangkauan yg tinggi yg ga bs ditembak arhanud . Tapi itu dahulu kala pada jaman kolobendu jaman ga ada sabun .. sekarang jamannya sa buk satuan BUK .. coba mendekat di jarak 150km sebelum el tari .. udah digebuk rudal anti pesawat di KRI yg patroli

  8. langganan melalui email kalo mau pertamax,email keluar langsung roger copy that :mrgreen: bukan browser direload tiap menit wkwkwkwkwkwkwk

  9. jenis radar apa neh yg di pasang…mohon dibabar..rahasia jgn..heeee

    • yang diajukan sih Master T,, kalaupun ada kejutan yang dateng bisa Ground Master 400
      seperti pesanan sonora
      Imho

      • Master T kayaknya bung…gak bs ke lain hati selain perancis untuk urusan radar kayaknya..

        • Gm 400 itu juga perancis bung

          TRS dan PT Len Industri telah sepakat untuk bekerjasama dalam pengadaan radar berikutnya bagi TNI.,
          pihak PT Len Industri mengatakan bahwa radar Master-T tetap akan diajukan, namun tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan radar seri lain yaitu Ground Master 400 (GM-400). Radar GM-400 ini telah dipesan juga oleh Angkatan Udara Malaysia.

          Sama seperti radar Master-T, radar GM-400 beroperasi pada frekuensi S-band (2-4 GHz) dengan jangkauan 470 km. Disain radar GM-400 tergolong unik karena radar head dan cabin-nya digabung, meskipun hal ini akan membuat ukuran cabin menjadi kecil namun menjadikannya sebagai radar yang kompak.Dari kerjasama ini antara PT Len dan TRS ini maka PT Len akan mendapatkan porsi 40% dalam muatan lokal,untuk pengadaan tender yg akan datang…
          hehehe

          • klo spek yg dibabar di atas wah klo alap2 lewat bisa di sikat dong…bung satrio

          • Kalo ada satrad mestinya ada skadud dengan layangan yang maknyuss gigitannya…mestinya juga ada lapak Buk Minah, Es Campur dan Truk Pasir ya bung @Satrio.? Mohon wejangannya

          • bung Jenggo
            yang master T lumayan layak sebagai mata terdepan pengawal NKRI
            Kalau untuk mengendus para siluman ada sendriri sih Imho
            btw cara nya ane emeil anda gimana bung jenggo??

            @Bung Bocah ndeso
            Gak selalu ada di setiap satrad bung,, tetapi terintegrasi dengan skadud dan batalyon PSU dalam kordinasi Kohanudnas
            Cmiiw

          • ada 1 lagi bung Satrio.. masih 1 grup juga.. Master M.. tapi kurang tahu juga sih apakah masuk dalam pertimbangan TNI apa nggak…

        • Iya sih bung…maksud sy kita gak akan pilih radar dr negara lain karena kita sdh punya road map pembangunan radar mandiri bekerjasama dgn perancis karena kita sdh familiar sejak era thomson…

          Mengenai pemilihan master T memang lebih karena ekonomis dan dpt tot…GM400 lebih mahal karena lebih modern dan praktis…dan mereka tdk mengejar tot…

          • Bung @ Satrio, tapi saya rasa di El Tari ato sekitarnya para hulubalang kita kayaknya nyembunyiin layangan tempur buat menangkal kalo oz pengin coba2 nembus teritori kita bung. Masa dari Jabar sampe NTT semua layangan tempur cuma di IWJ sama ABD..kayaknya dak banget deh

  10. Lah…nggak lah bung alugoro,cuman beruntung aja…..selamat malam bung alugoro…

  11. Kalau bicara radar,hati ni selalu meringis inget ma fir dan singapura

  12. apa setiap satrad juga ada perthanan udara?

  13. cakeep…

  14. Bertambah tajam mata dan telinga kita …
    Jangan lupa arhanud nya diperkuat …
    Masih pertahanan titik kah?

  15. tadi ada berita di Metro TV kalau TNI AU juga membangun Satuan Radar di Nunukan..tambah sepp nih…

  16. Sebaiknya LEN dilibatkan dalam instalasi radar,ke depan radar produksi LEN yg dipasang

  17. asalkan aja gak mudah di jamming

  18. sebenarnya bukan tambah radar hanya tambah siskamling saja…Radar yg satu mati yg satunya lagi dihidupkan karena mereka tahu kapan dimatikanya radar* RI waktu dan jamnya walaupun diubah-ubah…sengsara-sengsara kok baru sekarang dipasangnya…?

 Leave a Reply