Des 132018
 

Ilustrasi: Rudal udara ke permukaan Kh-29L. (KGyST via commons.wikimedia)

Madiun – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan Satuan Pemeliharaan (Sathar) 65 Depo Pemeliharaan (Depohar) 60 pada Rabu 12-12-2018 di lapangan upacara Depohar 60 Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

“Satuan Pemeliharaan (Sathar) 61 saat ini mengalami over capacity, yakni mencapai beban kerja hingga 140,15 persen. Maka dari itu dibentuk satuan baru agar kinerja dari Sathar 61 lebih baik dan optimal,” ujar Kasau

Kasau mengatakan, rencana strategis pembangunan TNI AU di tahun 2015 sampai dengan 2019 berkonsekuensi semakin berat tugas yang diemban, seiring datangnya berbagai Alutsista baru termasuk pesawat tempur beserta persenjataannya seperti Rudal (peluru kendali) udara ke udara AIM-9P-4 Sidewinder, AGM-65 Maverick, Rudal pesawat Sukhoi R-73, RVV, Kh-29, Kh-30, Rudal darat ke udara tipe QW-3 serta berbagai jenis external stores pesawat tempur maupun persenjataan darat lainnya.

“Selama ini TNI AU memiliki Rudal jarak pendek sejauh dalam pandangan, ke depan mulai menggunakan Rudal beyond visual range (BVR) atau Rudal dengan jangkauan 30 Km ke atas,” ujar Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Kasau berharap, dengan terbentuknya Sathar 65 yang bertugas memelihara Rudal ini, Depohar 60 bekerja lebih profesional, efektif dan modern dalam mendukung kesiapan persenjataan TNI AU sehingga tugas operasi dan latihan dapat terlaksana dengan baik dan optimal.

Bersamaan dengan upacara peresmian, Kasau melantik Letkol Tek Arie Santoso sebagai Komandan Sathar 65 Depohar 60. Usai acara peresmian sekaligus kunjungan kerja, Kasau beserta rombongan meninjau Sathar 65, pembangunan renovasi Mess Pringgondani dan Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi Madiun. (tni-au.mil.id)

jakartagreater.com

  6 Responses to “TNI AU Bersiap Memasuki Era Rudal Beyond Visual Range”

  1.  

    saking telitinya admin kasih cetak tebal ‘AIM-9P-4 Sidewinder, AGM-65 Maverick, Rudal pesawat Sukhoi R-73, RVV, Kh-29, Kh-30, Rudal darat ke udara tipe QW-3’

  2.  

    Vympel R-73 (AA-11 Archer) – Rudal Udara ke Udara Jarak Pendek

    Vympel R-73 (kode NATO: AA-11 ‘Archer’) hasil rancangan Vympel Machine Building Design Bureau adalah sebuah peluru kendali udara ke udara jarak pendek berpemandu infra-merah, yang didesain untuk menghancurkan sasaran di udara, termasuk pesawat tempur, pembom, helikopter, pesawat tanpa awak (UAV – Unmanned Aerial Vehicle) maupun rudal jelajah dan berkemampuan manuver sampai 12G.
    Selengkapnya : https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/vympel-r-73-aa-11-archer-rudal-udara-ke.html

  3.  

    Klo dari USA dibatasi mulu..klo dari rusia mahal naah gak tau dari eropa dikasi apa gak..?