Apr 182017
 

SMA Unggulan Pradita Dirgantara diberi pelajaran Kedirgantaraan (photo : Staff Sgt. Cherie A. Thurlby / USAF)

Boyolali – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap pendirian sekolah unggulan SMA Pradita Dirgantara di Desa Ngresep Boyolali, Jawa Tengah sudah dapat dibuka dan menerima siswa baru pada tahun ajaran 2018.

“Saya berharap sekolah unggulan pembangunan SMA Pradita Dirgantara tahap pertama dengan lahan seluas 3,2 hektare dapat selesai 2017, dan tahun depan bisa dibuka menerima siswa baru,” ujar Kasau usai acara peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah tersebut di Desa Ngresep Boyolali, Senin.

Kasau mengarakan pendirian sekolah SMA unggulan Pradita Dirgantara tersebut antara lain bertujuan untuk berkontribusi membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan unggul di Lanud Adi Soemarmo ini.

Kasau berharap dengan didirikannya sekolah SMA unggulan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan pada 2018 dapat menerima siswa yang pertama kali 150 anak baik putra maupun putri.

Kasau menjelaskan, TNI AU dalam pembangunan SMA Pradita Dirgantara dengan menyediakan lahan seluas enam hektare, dan pada tahap seluas 3,2 hektare untuk pembangunan ruangan.

“Kami bekerja sama dengan UNS yang akan menyiapkan asistensi dan kurikulumnya untuk kegiatan belajar mengajar di SMA unggulan itu,” kata Kasau.

Pada tahan pertama ini, dibangun fasilitas pendidikan, saran olahraga, dan asrama. SMA Pradita ini, kurikulumnya sama dengan sekolah umum, hanya di dalamnya diberikan kedirgantaraan, sehingga mereka bisa melanjutkan ke Akademi TNI, kepolisian, atau perguruan tinggi.

Sekolah mengapa didirikan di Kota Solo, Kasau mengatakan karena sejarah Solo merupakan munculnya tokoh-tokoh pendidikan, sehingga sebagai generasi penerus agar mendapatkan ide-ide cemerlang untuk membangun bangsa dan negara.

Pembangunan sekolah tersebut didanai dari Yayasan Ardhya Garini (Yasarini). Sekolah itu, diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dalam kompetensi akademik, kepribadian, kepemimpinan, teknologi informasi sekaligus cinta NKRI.

“Kami inginkan siswa masuk SMA Pradita Dirgantara gratis anak dari seluruh Indonesia,” ujar Kasau.

Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi mengatakan pihaknya mengapresiasi ide TNI AU untuk mendirikan sekolah SMA Pradita Dirgantara di Boyolali atau tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo ini.

“Kami sangat bangga diajak bekerja sama dengan TNI AU untuk penyelenggara dan pengembangan pendidikan anak bangsa,” katanya.

Ravik mengatakan pihaknya sangat mendukung dan siap kapan saja merealisasi untuk penyelenggaraan dan pengembangkan pendidikan bagi anak bangsa.

Menurut dia, pendidikan SMA Pradita Dirgantara tidak hanya untuk TNI dan Polri, tetapi untuk bangsa dan negara. Mereka lulus bisa masuk ke perguruan tinggi seperti SMA pada umumnya.

Penandatanganan Piagam Kerja Sama oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS di UNS, Solo, Senin, 17/4/2017. (photo : TNI AU)

Kerjasama dengan UNS

TNI Angkatan Udara bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk mendirikan SMA unggulan di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Kerja sama penyelenggaraan pendidikan ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Kerja Sama oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS di Gedung Pusat UNS di Solo, Senin, 17/4/2017.

Menurut Ravik piagam kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka mensinergikan dan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas sarana prasarana yang dimiliki TNI AU dan UNS.

“Kita sepakat melakukan kerja sama mengenai penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, meliputi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Ravik.

Selain itu, lanjut Ravik, juga pengembangan sekolah unggulan sebagai sekolah laboratorium, pengembangan kualitas SDM dan kegiatan lainnya dalam bidang pendidikan.

Acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pembina Yayasan Ardhya Garini (Yasarini), Nanny Hadi Tjahjanto dengan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Prof. Dr. Joko Nurkamto.

Menurut Joko sebagai salah satu langkah konkret, kerja sama akan diwujudkan dalam pendirian SMA Pradita Dirgantara, yang peletakan batu pertamanya pembangunannya akan dilakukan Senin ini berlokasi di depan Bandara Adi Soemarmo Boyolali.

“Kita akan membentuk tim bersama guna menyusun persyaratan izin pendirian sekolah, perencanaan fasilitas, penyiapan sumber daya manusia dan kurikulumnya,” kata Joko.

Menurut Joko, dalam pendirian SMA tersebut, selain dengan TNI AU dan UNS, penggagas juga berkoordinasi dengan Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Ada tiga pihak, TNI AU menyiapkan lahan dan prasarana, Kemendikbud membantu untuk bangunan ruang belajarnya, dan FKIP UNS menyiapkan model pendidikan, termasuk guru, kurikulumnya. Sekolah itu, akan dijadikan sebagai SMA Unggulan dan Laboratorium sekolah,” katanya.

Joko Nurkamto mengatakan SMA tersebut direncanakan menggunaakan sistem boarding school dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran terpadu seperti perpustakaan digital, laboratorium, asrama, tempat ibadah, serta “sport center”.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater
 Posted by at 1:00 am

  14 Responses to “TNI AU dan UNS Dirikan SMA Unggulan Pradita Dirgantara”

  1. wah, pengkaderan kah?

  2. tes

  3. telat lagi aduh

  4. Untuk masuk SMA tsb, syarat”nya apa aja ya?
    #sorrylagimalesnyampah.

  5. Knp ga bikin STM /SMK penerbang gitu?

  6. Ini semacam sekolah Taruna Nusantara.

    Taruna Nusantara punya AD.

    pradita Dirgantara punya AU.

  7. Apa hubungannya gambar cover F-16 dg sekolah unggulan pradita dirgantara….kenapa bukan sukhoi-35 yang urusannya gak beres-beres ?!!!

    • Bila alasannya adalah F-16 merupakan pesawat tempur yang telah ada di Indonesia, lantas kenapa tidak menggunakan cover Su-30 saja ya? šŸ˜€

  8. Beritanya kurang makkknyus

  9. Sekolah ini bisa seluruh indonesia kan, tidak hanya untuk siswa/i sekitar Solo saja?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)