Mar 022015
 
Sukhoi SU-35

Sukhoi SU-35

Jakarta β€” TNI AU menyerahkan keputusan penggantian pesawat tempur F5 yang akan habis masa pakainya kepada Kementerian Pertahanan. Namun, TNI AU menyatakan, pertimbangan efek gentar menjadi penekanan utama dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan TNI AU.

“Kami inginkan pesawat tempur generasi 4,5 karena pertimbangan deterrence effect (efek gentar) dan luasnya wilayah Indonesia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, Minggu (1/3).

Hadi mengatakan, beberapa waktu lalu, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Fransisco Jose Viqueira Niel bertemu dengan Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna. “(Dalam pertemuan itu) sempat disinggung soal Eurofighter Typhoon,” katanya.

Dalam pertemuan dengan wartawan pekan lalu, Fransisco mengatakan, konsorsium negara-negara Eropa pembuat pesawat jet tempur Eurofighter menawarkan pesawat itu kepada Indonesia. Menurut dia, teknologi yang dimiliki Typhoon cocok untuk Indonesia dan mesinnya tidak perlu diganti dalam jangka panjang. Namun, harga pesawat itu lebih mahal dibandingkan dengan pesaing terdekatnya, yaitu Sukhoi Su-35 buatan Rusia.

“Keunggulan Eurofighter adalah mesinnya seumur hidup, tak perlu mengganti mesin. ?Pesawat lain perlu mengganti dua atau tiga kali,” kata Fransisco.

Fransisco mengatakan, pihaknya bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam bentuk transfer teknologi, termasuk soal elektronik dan avionik pesawat. Paket transfer teknologi menjadi keharusan untuk pembelian pesawat tempur saat ini.

“Indonesia sedang membuat pesawat tempur IFX, kami bisa ikut kontribusi teknologi di dalamnya,” kata Fransisco yang mewakili Spanyol, Inggris, Italia, dan Jerman.

Kebiasaan

Terkait dengan transfer teknologi, Hadi mengakui selama ini Indonesia banyak bekerja sama dengan perusahaan Spanyol, CASA, seperti dalam pembuatan N 295. Namun, ia mengatakan, ada banyak pertimbangan dalam pengadaan pesawat tempur selain transfer teknologi, seperti efek gentar di kawasan.

TNI AU membutuhkan jenis pesawat tempur yang heavy fighter (pesawat tempur berat). TNI AU tak menunjuk langsung merek pesawat tempur yang diinginkan. Namun, faktor kebiasaan di mana banyak pilot TNI AU telah terbiasa dengan jenis pesawat tertentu perlu menjadi pertimbangan dalam pembelian pesawat itu. “Kita juga butuh pesawat yang mampu mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarak jauh dengan generasi baru, yaitu generasi 4,5,” kata Hadi.

Catatan Kompas, ada sejumlah pesawat yang sempat disebut sebagai pengganti F 5E/F Tiger yang telah beroperasi sejak era 1980-an. Selain Eurofighter Typhoon, kandidat itu adalah Sukhoi Su-35, JAS-39 SAAB Gripen, dan F16 Block 52. Indonesia pertama kali membeli Sukhoi tahun 2003 saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden.

(Kompas)

Bagikan :

  95 Responses to “TNI AU Inginkan Pesawat Tempur Generasi 4,5”

  1.  

    .

    •  

      ndungaren koq iso no 1

    •  

      Wah, kalau Berita Pesawat tempur aza RAME nyaaaa! πŸ™‚

    •  

      Kalau Persyaratan Utama nya ” pertimbangan deterrence effect (efek gentar) dan luasnya wilayah Indonesia ” , Ya Cuma Su-35 dan Typhoon…

      •  

        Baik F35 maupu SU35 sama” blom betel prupen, jd blom ada bukti klo F35 ntu canggih kecuali yg ngomong si sales dan pembuatnya.
        Kalo SU35 dikeroyok sama 16 F 35 + 16 f 15 + 16 F 18 tentulah bakal jd tape tuh SU35. Begitupun dng F35 kalo dikeroyok SU 30 juga bonyok tuh si F35.
        Masalahnya bukan terletak di situ, tetapi karena sama” blom betel prupen makanya saling sesumbar mampu merontokkan. Disitulah seni deterjennya. Ibaratkan pertarungan antar kesatria, yg satu pake pedang yg lawan pake tombak. Secara logika pasti menang tombak krn lebih panjang jangkauannya. Tetapi pada saat bertarung pendekar pedang punya jurus menangkis sabetan sang tombak sambil melayangkan sabetan pedangnya ke arah lawan. Akhirnya tombak patah lawanpun roboh. Begitulah kemungkinannya.

      •  

        Dulu prnh dgr mantan Menhan pak pur bilang F16 tidak akan ditambah lagi, cukup F16 upgrade yg blok 52, kalo saya sih gausah bnyk cingcong, SU 35 1 SKA aja dulu..buat Herder…selanjutnya bertahap ambil Typhoon buat TOT..

  2.  

    Yo wis ndang dituku…

  3.  

    pertamax

  4.  

    Tes

  5.  

    Good

  6.  

    Bungkus …

  7.  

    mantap

  8.  

    sebagai masyarakat awam spintas ane merasa greget pengadaan alutsista saat ini kok stagnan yaa.. ato bahkan menurun jika dibanding dg era pemerintahan sebelumnya, meski anggaran pertahanan saat ini lebih besar dr tahun2 sbelumnya.. yaa smoga ini hanya perasaan pribadi sya sja.

    •  

      politik bung..salesnya pada langsung potong kompas jd masih rabun yang dipilih yang mana

    •  

      Sengaja Bung, Di aduk2 dulu sama Menhan, Krn ada persyaratan ToT di undang2 yg baru..,
      kalau menhan main tunjuk saja, dapet nya apa Ntar?. Nihil
      klo dgn strategi yg dijalankan saat ini, Pemerintah dapat menggali Offset Teknologi sebesar-besarnya dari persaingan2 antar sales, berlomba2 memberikan offset return Terbaik.
      dan klo offsetnya kecil, ya bye bye sajalah… , dlm memain kan strategi ini , modalnya “Sabar”.

    •  

      tunggu APBN 2015 – 2016 bln April

    •  

      Lah mau beli pake apa daun pisang. wong APBN nya aja baru disetujui bulan kemarin. apa langsung beli tanpa rencana yang baik. jaman Pak BY juga lama kok, baru di akhir pemerintahan pak By dateng alutsistanya.

    •  

      Greget yg gimana bung.? Kan ntuh duit buat bayar pesanan pemerintah yg lalu, alias tinggal bayar doank. Pemerintahan yg sekarang, belanjanya nunggu 2015-2016 dan MEF 2. Kalo sabaran dikit utk nunggu, kita akan tahu apa aja yg bakal dibeli pemerintah sekarang berkaitan dng program Poros Maritim Dunia. Semoga lebih dasyat lagi.

  9.  

    Ingin ingin ingin terus… kapan belinya . kasiaaan

  10.  

    MIMPI (anggung C sasmi)
    melayang jauh
    terbang tinggi, bersama mimpi
    terlelap dalam lautan (galau) emosi

    setelah aku sadar diri
    kau telah jauh pergi
    meninggalkan mimpi yang tiada bertepi
    ( OH my sukhoi 35 )

  11.  

    Gosip pespur lg…
    Barang laen kaga ada gosip yak?
    Macam brita penampakan kaprang kek…ato poto2 hevron tni au kek..
    Hehehe

  12.  

    Mak nyus…… berita SU35 sebelumnya dibanting disini, ayo siapa yg mau naikin lg artikel sukhoi nya

  13.  

    Kalau begitu beli typhoon satu skuadron dan su-35 dua skuadron secara bertahap,,,

    •  

      SETUJU bung Antasena, PT. DI aja minatnya join sama Typhoon kok…krn pengalaman join (sahabat lama) dengan CASA Spanyol dan Airbus, Typhoon memang mahal, lah joinnya aja sampe 4 negara, plus Indonesia kl beli minta TOT offset & Avionik..ilmu dan teknologi itu mahal…

  14.  

    Kalau aku sih YES buat Su-35, :mrgreen: supaya nanti bs gampang dpt Amur / PAKFA kakak :mrgreen:
    ayo buruan diteken kontraknya aduh bang :mrgreen:
    pgn liat proyek RI selanjutnya :mrgreen: LHD gt mudah2an hehe

  15.  

    Mama rosi..cpt bungkusin my AU dua skuad su35 , sblum tante rika yg dtng bawa f16 block plus plus itu

  16.  

    Lihat Russia tawarin gen 4.5 , saab tawarin gen 4.5, eurofighter tawarin gen 4.5. Perancis tawarin Gen 4.5. HANYA si ASU yg tawarin blok 52 yg masih gen 4.

    Itu bukti ASU sentimen sama indonesia.

    Jgn sekali kali belibarang si ASU lagi.

    •  

      Bung yang ditawarin russia gen 4++
      katanya gak boleh sebutin 4.5. smile emotion

    •  

      TNI dah ditawari F35 oleh Usa, bahkan sebelum Australia dan Singapure….dan Kedatangannya pun bisa dipercepat. Namun ditolak oleh TNI AU dan para FBM karena banyak kekurangannya. Singapura merasa tersinggung kenapa Indonesia dulu yg ditawari….bukan Singapure. AU Australi…nangis2 minta dibelikan pesawat yg lebih canggih dari Sukhoi ..Indonesia,…..karena dah merasa kalah dg Sukhoi…….

    •  

      Lho Mas , jangan sentimen ama Elang Botak ,
      Knalpotnya di pasangi NOZ bisa imbang loh ama pespur 4.5 bahkan 5

      yang penting buat srempet sana -sini black fight ok , dijamin pesawat gen4.5 keatas adem panas

      Ya karena teta**s

      dan yang pasti nanti minta rudal ini itu ditukar ma wilayah papua ( engga freeport lagi ), tambahan lagi

      edisi : termehek-mehek

  17.  

    Tolong jangan posting lagi soal rencana,kalo udah pasti beli dan barang udah datang baru posting lg, capek bacanya rencana mulu

  18.  

    Mantap

  19.  

    Soalnya kalo sudah dibeli jadi barang ghoib seperti yg sudah2, ramenya ya kalo masih akan.. akan beli

  20.  

    pesan semua sukoi aja. mulai su27 sampai su50.
    pasti saling melengkapi.

    •  

      setuju …..

      sukhoi 27/30 1 skadron ……….

      sukhoi 34 1 skadron ……… skadron tempur al / marinir

      sukhoi 35 1 skadron ……….

      sukhoi 47 . 1 skadron ………

      sukhoi pak fa 2 skadron ……….

  21.  

    Hoooaaammm…tidur aj..moga2 mimpi beli SU 35

  22.  

    idealnya kita punya series sukhoi ”

    – 1 skadron sukhoi 27/30
    – 1 skadron sukhoi 34 cocor bebek’
    – 1 skadron sukhoi 35
    – 2 sukhoi t-50 pakfa ………………..

    juga ditambah ifx // teknologi typhoon //gripen ng

    – 3 skadron ifx light fighter ….. ( teknologi griprn ++ )
    – 3 skadron ifx medium fighter …. ( teknologi typhoon ++ )

    ……. f-5 , hawk series … pensiun ….. super tucano ..? …… t-50i ……

  23.  

    Ada yang tahu, apakah rusia menawarkan SU 35 pada malon juga ga ya? Bukannya malon juga punya SU 30.

    •  

      russia tawarin kepada siapa saja. Australia dan korsel saja di tawarkan sukhoi.

    •  

      Yang terdengar rusia hanya baru menawarkan SU 35 baru pada cina, india, vietnam dan indonesia benarkah?

      •  

        Korsel di tawarin SU 35 dan kalau tidak salah PAK FA bung. coba cek ggogle deh.

        Australia pernah di tawari SU30 . nih quatation dari wikipedia :

        “…At the 1996 Seoul Air Show, Russia submitted the Su-35 (Su-27M) and Su-37 for South Korea’s F-X procurement programme, a 40-aircraft requirement to replace the Republic of Korea Air Force’s F-4D/Es, RF-4Cs, and F-5E/Fs. The Su-35 competed against the Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon, and F-15K Slam Eagle.[128] The proposed Su-35 featured a phased grid radar and AL-31FP vectoring-thrust engines; final assembly would have taken place in South Korea, the offer included a full technology transfer. The US$5 billion contract may have been partially financed through a debt-reduction deal on money Russia owed to South Korea.[129][130] The Su-35 was reportedly the cheapest aircraft to purchase and maintain, however it was eliminated early in the bidding process, along with the Typhoon. The F-15K, viewed as the competition’s front-runner due to South Korea’s ties with the United States, was chosen in 2002. Reports have claimed that, had South Korea not chosen the F-15K, the United States would have refused to integrate American weapons on the selected aircraft.[128][131][132]

        In 2002, Sukhoi offered Su-30 family aircraft to Australia, including the Su-35.[133][134] However Australia opted for the F-35 to replace the F-111 and F/A-18. Russia has offered the Su-35 to India, Malaysia, Algeria and Greece;[135][136] no firm contracts have materialised, with the first three countries having been occupied with other fighter projects and unlikely to procure the modernized Su-35.[69] In 2010, Libya was expected to sign a contract for twelve Su-35s as part of a bigger military transaction that would have included S-300PMU-2 surface-to-air missiles, Kilo-class submarines, and T-90 tanks.[137] The civil war in Libya and the resulting military intervention caused Rosoboronexport to miss out on US$4 billion in arranged contracts as they were never signed.[138][139]…..”

  24.  

    Beritanya membosankan…..

  25.  

    11 skadron tempur :

    – 1 skadron sukhoi 27/30
    – 1,5 skadron sukhoi 35 ( pengganti f-5 )
    – 2 skadron f-16 setera block 52
    – 2 skadron hawk series
    – 3 skadron typhoon
    – 1 skadron t-50i golden eagle
    – 0,5 skadron super tucano…?

  26.  

    efek gentarnya su35 buat ronda typon

  27.  

    pasang rudal nuklir….RI dijamin aman sentausa.

  28.  

    TNI AU membutuhkan jenis pesawat tempur yang heavy fighter (pesawat tempur berat). TNI AU tak menunjuk langsung merek pesawat tempur yang diinginkan. Namun, faktor kebiasaan di mana banyak pilot TNI AU telah terbiasa dengan jenis pesawat tertentu perlu menjadi pertimbangan dalam pembelian pesawat itu. β€œKita juga butuh pesawat yang mampu mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarak jauh dengan generasi baru, yaitu generasi 4,5,” kata Hadi.

    Hmm… sangat jelas sekali pilihan TNI-AU sebagai end user, dan saya rasa user lebih tahu apa yang dibutuhkan. Jadi sebaiknya yang dibeli ya jangan yang lain-lain πŸ™‚

    •  

      Kalau itumah jelas Su 35 dan F 15 doang yang termasuk heavy fighter dan yang lain bukan, kecuali typhoon yang medium heavy. Dan jelas tak mungkin kita ditawarin F 15, tinggal Su 35 dan typhoon kalau begitu. Tapi kalau Tni ingin nya heavy fighter murni seperti dalam kasus ini jelas mereka pilih Su 35.

  29.  

    Berita membosankan..semoga pemerintah mengambil pilihan yang tepat…produk rusia pilihan bijak minim kepentingan politik..berharap kedepan bisa produksi sendiri..mandiri cara terbaik mengangkat harga diri.

  30.  

    Setuju bung cepot..untuk besar kita butuh nuklir…negara miskin punya nuklir kayak korut tak ada yang berani ganggu..bagaimana jika kita yang punya???…

  31.  

    Saya sependapat dengan Bung AruL,,beritanya diulang ulang terus, sampek mblenger

  32.  

    Anggaran yg sedikit dimanfaatkan utk 3 matra. Pola pikir yg hrs di ubah pemerintah. Seharusnya dalam satu tahun anggaran lebih difokuskan utk 1 matra, kemudian matra lain di tahun selanjutnya. Agar ketika pembelian, kita dapat melakukan pemborongan persenjataan sebagai syarat alih tekhnologi yg diterapkan berbagai produsen senjata. Dengan demikian, dalam 3 tahun, indo bs memiliki list persenjataan yg berkelas dan jumlah yg besar, dan tentunya jaminan utk dapat memproduksi senjata senjata tersebut. Maka dalam jangka waktu 10-20 tahun, indo sdh mjd negara produsen persenjataan rendah menengah bahkan kelas berat. SARAN

    •  

      Dalam peperangan juga tdk semudah yg anda ucap bung.. indo skrg dlm baik darat laut udara sdh bs dikatakan ” lumayan “. saran 1 tahun 1 matra tentunya dgn memikirkan kondisi yg ada. Strategi apa yg diutamakan, apakah defence atau kekuatan penyerang. Tdk smua pesawat stealth bs lolos dr radar, kita bs mengutamakan radar dan rudal pertahanan jika skenario perang yg anda sebut segera tjd, baik rudal anti kapal atau pesawat yg berbasis di darat. Saran yg Saya ucapkan agar peralatan yg dibeli oleh indo bkn peralatan rongsokan krn trbatas dana disebabkan pembagian 3 matra, dan tentunya kedepannya indo dapat memproduksi alat perang sendiri.

      •  

        Gawat?? Anak tiri? Bersatu padu? Mikirmu bung. Coba sebutkan negara pd saat skrg ini yg memiliki pertahanan darat spt s-300, atau sekedar diisukan memiliki s-300 yg berani di serang negara lain? Cthny iran dan suriah. Negara sekelas amerika menghampiri pinggiran lautnya saja tdk berani. Positif thinking bung. Saran saya agar indo bs memproduksi alat tempur mandiri dan bs memiliki peralatan tsb dalam jumlah besar. Tdk spt skrg ini, mayoritas peralatan modern ada di pulau jawa, sedangkan peralatan usang digeser ke pulau lain. Indo bukan hny pulau jawa, papua sana jg butuh peralatan sekelas. Liat skrg, hny bs beli bbrp biji, awalny wacana di luar p jawa, namun tetap saja. Bny prusahaan alutsista diluar negeri yg memberi syarat tot, namun membeli dalam jumlah besar. Mana lebih bangga mndengar indo beli s-35 dr rusia dibanding indo beli pswt tmpur dr pt di? Jika membeli dr luar, persenjataan yg kita beli cenderung diketahui luar. Namun jika dibuat di dalam negeri maka anda bs menyimpulkan sendiri. Dgn kondisi indo yg skrg saja sdh cukup membuat negara sebesar dan sekuat amerika berpikir sejuta kali utk menyerang. Sdh saatnya pny peralatan dlm jlh besar dan bs produksi sendiri.

  33.  

    Kalo saya pikir sih memang efek gentar perlu tapi Yg lebih penting lagi adalah tot. Kalau tot dari berita sebelumnya adalah typhoon tot mesin yg dibutuhkan oleh ifx dan gripen yg 100 persen walau sepertinya agak mengambang karena kalau sudah 100 persen kita bisa langsung membuat gripen saja sendiri? Dan F 16 dan Su 35 (yg akhirnya akan berani memberikan tot dari berita bulan kemarin) yg belum diketahui tot nya. Jadi memang gentar perlu tapi, menurut saya kita harus lebih mengedepankan kemampuan kemandirian kita untuk masa depan ( jadi Tot tetap urutan pertama ).

  34.  

    Bisa nggak ya, judulnya diganti. “kaming sun”, konvoi 2 antonov menggendong 6 pesawat SU-35 dan 2 pesawat SU-34 full missile menuju makassar sebagai pengiriman tahap 1.

  35.  

    “Keunggulan Eurofighter adalah mesinnya seumur hidup, tak perlu mengganti mesin. ?Pesawat lain perlu mengganti dua atau tiga kali,” weleh bahasa marketingnya itu loh wah banget, Berarti ini bahasa halusnya silahkan beli tpi jangan digunakan utk macem2 ya tongkrongin aja Shelternya ntar pasti awet mesin gak perlu ganti2 kyak yg lain.
    Ya terserah lah pemerintah maunya apa yg mo diakuisisi, dana sudah ada, barang tinggal pilih kok malah lama slogannya kan Makin cepat Makin baik

  36.  

    Menurut penerawangan saya

    Dari bintang

    Langit

    Dan kupu kupu

    Memberikan

    Tanda

    Yg

    Dibeli nantinya adalah…..

    ….

    ….

    SU35

  37.  

    sukhoi 35 sudah dibeli …hehehe

  38.  

    aq pilih opsi lain MIG 35 gemana ? seng penting 35 mau su 35 mahal mau f35 mahal plus dilarang pye tetep35 to?

  39.  

    uda pernah dibahas kynya, kok sekarang diulang lg yah

  40.  

    perasaan gw denger wacana ini sudah dari tahun 2011 tpi sampai skrng masih sma saja blum jelas keputusan yg mw di ambil yg mana,.
    “sungguh memalukan” mw beli pesawat beberapa biji sja mikir’a sampai bertahun” ky mu ngeborong ratusan pesawat sja :b

    gwa sbg orang awam sja pu’a logika gne biar beli pesawat super canggih sekalipun klo beli’a cma beberapa biji doank yc kagak ngaruh ap” cma bisa dipake bwt nakut”in nyamuk doank karena nanti jika terjdi perang pesawat musuh yg dteng bkn cuma 1 or 2 pesawat tpi puluhan pesawat blum lgi rudal” balistik yg bakal pda berseliweran ap mungkin hy dgn mengandalkan beberapa pesawat sja itu smw bisa ditangkis..

  41.  

    klo menurut gw lgy klo negeri ini ingin di segani lupakan beli pesawat canggih klo jumlah’a tdk memadai lebih baik borong rudal” jarak jauh beli puluhan baterai sam jarak menengah-jauh dgn begitu negara lain akan berpikir dulu untuk memasuki wilayah udara qt..
    Nah setelah qt pu’a pertahanan yg kokoh baru qt beli pespur canggih untuk memukul balik serangan itu

  42.  

    Pasti SU35 udah kebeli… Cuman di rahasiain aja biar gk ketauan.. Lagian F35 cuma pesawat bomber malah jadi fighter…. Berdasar pengalamman di ACE COMBAT series F35 pergerakannya berat banget lemot poll…. Mending sukhoi yang lincah kontrol nya gampang bgt…. Dilawan pake SU30 udah mretel tuh si f35

  43.  

    Sukhoi su35 istikomah bos

  44.  

    Terlalu byk rencana atau akan pantas Malaysia menjuluki indon negeri akan

  45.  

    Ktanya nunggu tgl 12 februari bos
    La ini sdh bln maret….
    Bikin ngarep trus

  46.  

    bener mungkin kalo di gudangin atau buat pajangan, giliran mau digunakan perang malah ga boleh atau diembargo, modar plus rugi bandar jadinya

  47.  

    maaf oot, kakak” dan om” mohon pencerahan rencana 11 ska itu hanya utk TNI AU saja ato gabungan dari 3 matra dan TNI sdh punya brp pangkalan udara utama? soalnya klo lihat berita beberapa minggu ini koq byk penyebaran klrg flanker meskipun hanya beberapa, dan yg blm byk diulas ttg pangkalan udara dan pelabuhan di wilayah timur khususnya papua.

  48.  

    mending Pak…kita beli 1 skuadron Su 35 + 1 skuadron Typhon ToT…sambil menyelam minum air….pasti efek gentar,,,,buat merinding tetangga Malingsia…….

  49.  

    bungkus SU35 2 Skuadron langsung

  50.  

    Dari kemaren meng ngimpi

    Gek ndang dituku Rasah kokean Uwus-Uwus

    Arep SU-35, Typhoon, Jas 39, F16 sak karepmu waton ora di korupsi

  51.  

    SU-35 josss !!!

  52.  

    Paling penting adalah payung udara….S-TELUNGATUS atau S-PATANGATUS Terserah yang penting S-….

    Taruh di perbatasan………sambildi Acungin ke arah tetangga……..pasti ada efek nya.

    Minimal SHOCK TERAPI…….!!!!!

  53.  

    salam warjager semua
    nitip komen ya…
    saya pribadi lebih seneng kita ambil thypon dgn ofsetnya untuk pt di
    pertimbangan saya, di masa damai spt saat ini kesempatan kita untuk me-reverse engineering tehnologi tinggi macam pespur canggih.
    biaya pembelian awal memang lebih mahal dari su35, tapi jika kelak kita bisa dapat merakit sendiri maka kita akan dpt cost yg lebih murah dan tentunya kwantitas yg lebih banyak.
    su35 adalh pespur idaman, tapi kita tak akan bisa maju2 kalo hanya bisa beli aja. di banding gripen menurut saya thypon lebih strategis krn kelak kalo ifx berhasil maka kita bisa mengakomodasi 2 lini produksi sekaligus untuk heavy dan light/medium fighter.

    ancaman embargo dan jsf f35?
    saya meyakini tak akan ada lagi embargo militer barat pd kita, karena kita terlalu penting untuk ekonomi mereka. ingat memoratorium penangkapan ikan oleh bu susi telah membuat komoditas ikan laut langka si pasar internasional, gimana sektor yg lain kalo kita mau.
    australi dan spore bukan ancaman bagi kita, ini keyakinan kita. jsf f35 mereka bukan untuk mengancam kita. australi terlalu tergantuk kpd kita tanpa mereka sadari atau tidak. konyol kalo mereka mau macam2 dgn kita. kita mampu memblokade jalur distribusi mereka kalo kita mau, ini akan mematikan ekonomi mereka.
    spore jg sama. mereka tak akan berani mengancam kita. saya yakin mereka sadar “emerging force” kita tak akn mampu mereka hadang. soon or later, kita akan lebih besar dari mereka. baru2 ini spore begitu kawatir dgn pelemahan rupiah karena itu berimbas bagi sektor pariwisata mereka. ternyata masyarakat kita penyumbang terbesar sektor wisata bagi mereka.
    nah lebih masuk akal bg mereka untuk menjaga hubungan baik dgn indonesia dari pada perang yg mempertaruhkan ekonomi mereka dgn cost yg lebih besar.

    siapa ancaman kita?
    cina lah ancaman kita, di sisi militer cina mulai merangsek ke wilayah kita. saya memprediksi persinggungan kita dgn cina akan terjadi di kep natuna yg kaya akan sumber daya laut dan energi. kapal cina akan masuk ki zee kita dan kita akan menindak mereka. dan cina tak akan mau mengalah begitu saja.
    untuk menghadapi cina bukan sekedar kwalitas alutsista saja yg diperlukan, namun kwantitas jg sangat penting. jalan supaya kita mampu mencapainya ya reverse engineering tadi yg jatuhnya thypon lah yg lebih masuk akal.
    dah ini aja komen saya

  54.  

    Jangan mau beli typhoon… Negara Nato itu semena2… Tingkat Inteligennya tinngi Negara2 Five Eyes

    Jangan percaya yg namanya TOT… Russia sahabat jaman bahelak dulu masih ragu kasi tot… apalagi negara2 barat yg mayoritas kristennn ini…

    Sudah ambil yg baik Beli Su35

    •  

      komen macam apa ini bawa2 agama segala. apa hubungannya agama sama teknologi. mau ngomong mikir dulu, cari argumen yg logis baru tulis.

    •  

      bung admin…salam kenal…selama ini saya cuman SR…utk kali ini saya mohon buat bung Diego / admin agar di tertibkan komen yang mengandung sara seperti @pioner

  55.  

    sorry ikut nimbrung akhir2 ini stasiun TV *NE sering bnget nayangin kehebatan F35 sama rafale, apalagi td mlm skitar jam 1 an, lmayan lama durasinya,,trutama pas bagian F35b yg bisa landing vertikal,,kaya nya brt niat bnget spya Indonesia beli pespurnya

  56.  

    Kan rusia ksh tot bisa bisa mesin ifx pake mesin sukhoi hayo gimana

  57.  

    KOk malah f-16 block 52 di sebut2 lagi …………. hadeuuuh ……. !!!

 Leave a Reply