TNI AU Kembangkan 12 Radar Perkuat Pertahanan

6
87
Radar Weibel TNI AU (Casper Klynge – @DubesDenmark)

Sleman – TNI Angkatan Udara akan menambah 12 radar untuk memperkuat pertahanan udara di Indonesia yang akan ditempatkan di wilayah Jawa dan wilayah timur Indonesia.

“Dengan adanya penambahan radar ini, nantinya jumlah radar yang kita miliki menjadi 32 radar. Seebelumnya sudah ada 20 radar,” kata KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai pelantikan Gubernur AAU di Sleman, Yogyakarta, 12/8/2017 kepada Sindonews.com.

Kerjasama Radar dengan UGM

Penambahan radar akan dilakukan dalam tiga tahap, dimana pada tahap awal ada penambahan empat radar. Penambahan 12 radar TNI AU akan melibatkan peneliti dari UGM melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara TNI AU dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kampus UGM Yogyakarta, 7/8/2017 oleh Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan Rektor UGM Prof Ir. Panut Mulyono, M.Eng. D.Eng.

Penandatanganan MOU ini untuk menguatkan MOU yang sudah ada, sehingga seluruh kerjasama yang ada akan berjalan dengan lebih baik. Saat ini ada 17 Perwira TNI AU yang sedang menempuh pendidikan S-2 dan S-3 di UGM di berbagai bidang keilmuan.

Rektor UGM Prof Ir. Panut Mulyono, M.Eng. D.Eng. menyatakan kerjasama TNI AU dengan UGM sudah berjalan lama. Dengan MOU ini dharapkan kerjasama dapat ditingkatkan di berbagai kegiatan. “Banyak hal yang dapat dikerjakan di Perguran Tinggi, misalnya dibidang radar, monitoring, pesawat, dan juga intelijen”, ujar Rektor UGM.

Dengan telah terpasangnya radar baru di Satrad 215 Congot, Kulonprogo Yogyakarta,  para mahasiswa dapat bergabung untuk bisa mengembangkan kemampuan radar tersebut.  kerjasama ini sangat penting untuk bisa mengembangkan tugas-tugas membantu program pemerintah khususnya yang terkait dengan pengamanan wilayah Yogyakarta dari ancaman udara di bagian selatan selatan, utara, barat, maupun timur.

“Saya menilai kerjasama ini sangat penting untuk kedua belah pihak, baik UGM maupun TNI AU untuk dapat berkolaboasi mengembangkan teknologi radar di Congot” ujar Rektor UGM yang dirilis TNI-AU.mil.id, 7/8/2017.

Radar Weibel TNI AU di Congot

Satuan Radar 215 Congot TNI AU, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menggunakan Radar canggih Weibel MR II buatan Denmark.

“Kami mulai melakukan instalasi Radar Weible MR II,” ujar Komandan Satradar 215 Congot, Mayor Lek Joko Dwi Maryanto di Kulon Progo, Jumat, 21/7/2017.

Radar Weible bersifat multi fungsi. Selain sebagai secondary surveillance radar (SSR), juga mampu melakukan “tracking”, dan tidak semua radar memiliki kemampuan itu. Pesawat yang mematikan transponder juga akan terdeksi.

“Radar Weibel ini memiliki kemampuan ‘tracking’ sejauh 600 kilometer,” ujarnya, kepada Antara.

Radar Weibel juga memiliki fungsi menangkap dan mengidentifikasi target bergerak di wilayah udara yang terbang tanpa transponder dengan jarak sejauh 150 nautical mill atau 300 kilometer dari radius melingkar.

Radar ini bisa mendeteksi infiltrasi atau pesawat dengan sengaja terbang melewati batas wilayah udara NKRI dengan mematikan transponder,” katanya.

Radar Weibel akan mengantikan radar lama jenis Radar Plessey AWS II produksi 1962 buatan Prancis yang sudah mulai mengalami degradasi dan penurunan kemampuan.

6 KOMENTAR

  1. Waspadai Christmas island yg cuma berjarak 350km klo ke pulau Jawa. Jet tempur kecepatan 1,5 mach bsa smpe dgn cepat.. Kembangin radar radius endusnya jd 1000km biar kedeteksi semua.. Butuh 8radar klo daya endusnya 1000km. Tapi ya harus adany dukungan S-400 Russia butuh 9 serta NASAMS dari Norwegia butuh 14 .