Feb 252014
 
Oerlikon_Skyguard_System_

Oerlikon Skyguard System

Jakarta : Wilayah Indonesia sangatlah luas dan obyek vital yang dilindungi juga cukup banyak.  Ke depan negara kita akan banyak memproduksi alat utama sistem senjata yang sangar, seperti: Kapal Selam (KS Changbogo), Pesawat Tempur (KFX/IFX), Tank Pindad, Roket/rudal dan lain-lain.

Indonesia memerlukan Sistem Pertahanan Udara nasional (Sishanudnas), demi menanggulangi ancaman udara, jika sewaktu-waktu terjadi perang. Sishanudnas harus dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil untuk melindungi obyek-obyek vital milik negara kita.

Penangkis Serangan Udara (PSU) atau Payung Udara (bahasa gaulnya warjag) sangat-sangatlah diperlukan. Kita pun selalu berharap agar pemerintah bisa membeli PSU jarak sedang, karena saat ini negara kita hanya memiliki PSU jarak pendek seperti Oerlikon, Starstreak, VL Mica dan lain-lain.

Kepala Staff Angkatan Udara, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan bahwa pada MEF renstra kedua negara kita merencanakan membeli PSU Jarak sedang. Berbagai sumber mengatakan HQ-16 dan BUK-M2E menjadi kandidat kuat pengisi PSU jarak sedang.

roket-kartika-1

Roket Kartika I yang sempat dikembangkan Dislitbang AU (photo: Berita HanKam)

Sekarang ada kabar baik untuk kita. Ternyata sudah beberapa tahun ini TNI AU melalui dislitbangnya bersama Lapan dan PT. Dahana telah mengembangkan PSU jarak sedang bahkan bisa jauh. Uji coba terus dilakukan hingga kini namun masih ada masalah pada Propelan. Seperti kata Kadispen TNI AU, Marsma TNI Hadi Tjahjanto.

“Jadi masih uji terus. Diharapkan 2 atau 3 tahun ke depan, PT Dahana dan juga Lapan sudah bisa membuat propelannya. Kalau nama rudal nunggu sudah jadi, nanti BUMN dengan Kemenhan yang ngasih nama rudalnya,”

Rudal PSU ini dikembangkan dari roket-roket karya anak bangsa yang telah berhasil terbang pada beberapa waktu lalu. Bisa jadi dari RX-420 yang bisa berdaya jangkau 100 km lebih. Apalagi kalau RX-550 sudah jadi mungkin bisa digunakan untuk PSU jarak jauh. (Semoga terwujud).

Maaf tulisan ini saya tidak menggiring teman-teman untuk tidak menyukai S-300 atau PSU lainnya. Saya cuma memberikan informasi terkait pengembangan karya anak bangsa. Saya juga selalu berharap TNI mengakusisi BUK M2E ke atas, agar segera memperkuat Sishanudnas.

Untuk Guidance atau teknologi maupun kerjasamanya saya belum mendapat informasi. Mungkin bung-bung Warjag bisa membantu. Salam kenal semuanya. (by Jalo).

Bagikan Artikel :

  44 Responses to “TNI AU, Lapan dan PT Dahana Kembangkan Rudal Penangkis Serangan Udara”

  1. smoga psu-nya di handle dlu sm yg lagi kuker ke china 😀

  2. Bung diego, mohon dimunculkan juga berita mwngenai prototype tank sbs milik pindad yg sdg di uji coba. Thx

  3. Nozel n propelan KrakatauSteel ga kepake ya.

  4. Ada yang tau gak ya kabar KRI Klewang ? Kok adem ayem ?

  5. S300, S350,S400 = FROM RUSIA WITH LOVE
    HQ-16 Dan DF21 ANTI Kapal Induk = from cina with love
    R HAN RX 550 = Apakah nanti jika jadi di kembangkan memakai dua teknologi diatas dengan cita rasa Indonesia.

  6. Balitbang – Jakarta, Balitbang Kemhan menerima paparan mengenai sistem kontrol guidance rudal dari PT. Infoglobal Teknologi Semesta di Lt.V Gd. Ir. H Djuanda Balitbang Kemhan, Rabu(30-01-2013). Acara dipimpin oleh Kabalitbang Kemhan dan dihadiri Ses Balitbang Kemhan, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan, PT. DI , LAPAN, PT. Pindad, PT. PAL , BPPT dan para Pejabat terkait.

    Acara dimulai dengan sambutan dari Kabalitbang Kemhan dan dilanjutkan paparan yang disampaikan oleh Direktur dari PT. Infoglobal Teknologi Semesta. Pembuatan Missile Guidance bertujuan untuk pengendalian Rudal RHAN-122 dan pengendalian ground to ground. Keunggulan dari aplikasi tersebuat antara lain : aplikasi mempunyai peta Indonesia beserta contour, dapat menghitung kemampuan daya dorong Missile untuk mencapai target dan membuat simulasi perjalanan Missile. Selesai paparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

    sumber : http://www.balitbang.kemhan.go.id

  7. nice info bung @Jalo

    Usul saya bagi pemerintah, untuk payung udara harus dapat prioritas beriringan dengan upaya kemandirian alutsista. dua2nya sama penting. Jangan sampai terlalu berambisi kemudian mengorbankan kualitas pertahanan udara kita.

    Beli produk mumpuni dan teruskan program riset dan kerjasama. Atau dibundling saja pembelian dan syarat ToT.

    Satu hal dengan produk Russia atau China, mereka ga terlalu butuh “pembeli” dan “mahal” harga ToT-nya, agak beda dengan produk barat yang industri persenjataan mereka punya daya tawar terhadap pemerintah mereka karena alasan ekonomi

    • Terima kasih Bung Now…

      Mudah2an pemerintah kita baca harapan bung Now itu…

      Mudah2an pemerintah kita juga memperhatikan masalah R&D ya bung…

      • Amin.
        Saya sangat mendukung R&D dalam negeri. Hanya saja jangan sampai kemampuan menjaga kedaulatan negara digantungkan pada hasil R&D itu 😀 apalagi budaya riset dan dukungan bagi riset di Indonesia masih sangat rendah. Saya berharap kemampuan payung udara kelas wahid bagi TNI, tapi secara bersamaan terus menjalankan program R&D. Yang satu (pengadaan alutsista luar negeri) tidak bisa menggantikan yang lain (riset dan pengembangan dalam negeri), dan sebaliknya

        • Yul benar bung, yg jelas porsi2 pembagian2 harus setara.. Nah untuk pengembangan itu seharusnya tugasnya kemenristek harus mendukung penuh…

          • Anggaran kemenristek sangat kecil Bung. Menurut saya, sebaiknya harus ada kolaborasi dengan kemendiknas. Dengan anggaran yang mencapai 20% dari APBN, kemendiknas seharusnya mampu menjadi salah satu tulang punggung R&D Nasional. Selain mampu mendorong penguasaan iptek, karya yang dihasilkan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara kita, bahkan jika sudah memasuki fase komersialisasi, akan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik.

          • Setuju bung Yayan, saya juga bingung anggaran 20% itu dipakai untuk apa aja ya…

            Di kemenristek banyak juga produk2 unggulankarya anak bangsa..

            Saya pernah bertemu dengan seorang peneliti yg curhat masalah birokrasi yg menghambat kemajuan pengembangan karya2 anak bangsa…

            Gara2 inilah banyak peneliti kita yg kabur ke luar negeri… Mereka selalu berharap bisa pulang dan memajukan industri tanah air…

          • Kemendiknas jangan diganggu deh, tapi harus dituntut dengan keras mengefektifkan alokasi yang 20% APBN itu dalam bentuk ranking dunia siswa kita.
            Dalam peringkat dunia kita hanya 1 tingkat di atas nomor buncit Peru, kalah sangat jauh dari Vietnam yang baru selesai perang mengusir AS tahun 1975, disaat mana kita telah 30 tahun merdeka…

          • Buseet, segitu miriiisnya dunia pendidikan kita…

  8. Saua sih yakinnya dalam satu dua tahun ini akan muncul rudal made in indonesia.teknologi guidance rudal sebenarnya sdh di kuasai namun seperti biasa,harus ada produk luar sbg makanan pembuka para pengambil kebijakan di parlemen supaya dipercaya.inget gak saat kita beli APC VAB supaya kita bs dipercaya untuk buat Anoa.nah saat ini kita pesan rudal cina sebagai selubung rudal nasional.masalah kita sebenarnya sistem yg terintegrasi (CMS) bukan rudalnya.tau tau dah kepasang aja tuh rudal rudal hadap laut dan hadap udara

    • Sebagus-bagusnya rencana …. tetap aja gak jalan jika gak ada dana yang memadai disediakan oleh negara.. Kasus RX-550 adalah buktinya ….

      • kalau proyeknya reliable pasti di carikan.seperti radio isotop batan.apalagi ini krusial buat pertahanan negara.emang skrang bkn prioritas.tp kalo dah menjanjikan tnggal perintahkan DI untuk buat line produksi.presiden pasti bs potong kompas membiayai lewat bank bank pemerintah seperti pembiayaan KCR.

    • Saya pernah bilang, rasanya ada yang disembunyikan .. biasa untuk kepentingan strategi. Disamarkan dengan heboh tarik ulur rudal koko panda. Eh, tahu2 nanti muncul .. hhehe. Dan jangan2 RX 550 sudah ok, tapi disinformasi dengan kabar nozel belum beres dll. hheheh … Semoga memang semua sedang hamil tua … hhehe.

  9. Semoga pengembangannya bisa didukung oleh kita semua. Kemandirian hrs dipunyai bangsa indonesia. Karya anak bangsa bisa dipadukan dgn produk luar tapi hrs yg lbh canggih utk saling melengkapi satu sama lain misalnya produk luar yg lbh canggih ditaro utk melindungi objek2 vital, atau bisa jg dgn sistim pertahanan udara berlapis.

  10. S-300, S-400,S-500, beli aja dri RUSIA kita tingal pencet tobolnya sukur sukur kita dapat TOTnya

  11. maju terus tni ku,perbanyak rudal sebagai pelengkap priority celah udara.

    berharap sekali
    maaf cucu lancang

  12. bung@arta
    tni penuh misteri
    tipe S mungkin antara ada n tiada cuma tni yang tahu
    konsumsi publik paling kaya tipe R n C

    hehe
    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  13. seri s kayaknya blom ada dah………..
    klo payung udara uda ada uji coba th kmaren di garut hasilnya lumayan 75%

  14. Tidak perlu yang gede-gede dulu lah, yang penting rudalnya bisa nitik.

  15. karya anak negeri memang hrus diutamakan, tapi juga jgn sampe mengorbakan keamanan negara. kalo bisa pembelian alutsista dari luar yg sudah terbukti kemampuannya juga hrus tetap dilakukan, dan tentunya diiringi dengan kemampuan bangsa negeri kita membuat alutsista tersebut.

  16. maju lapan indonesia

  17. Baca judul beritanya kenapa kok di benak saya penangkis serangan udara yg long range yahh… ahh mgkn hanya perasaan saja. Habisnya ga pernah kedengeran hawa2nya mau beli medium or long range SAM sihh..
    OOT dikit tentang PENDIDIKAN yg di bahas diatas.. memang miris pendidikan di negeri ini… ingat saat seorang anak sma di belahan utara indonesia ini.. lbh hapal merk alat kontrasepsi dibandingkan ibukota propinsi nya sendiri.. boro2 mau ditanya nama wapres.. pertanyaannya kok bisaa yahh naik kelass… sayang saya cm bs komentar dan geleng2 kepala.. sayang sekali saya tdk bs berbuat apa2 cuma komentar doank bisanya…

  18. Untuk sukhoi kalau gak salah sudah ada kerjasama dalam maintenance facility center…

    Untuk antariksa pengajuan ratifikasi sudah dilakukan sejak Agustus 2009 dan telah terbit Perpres No. 1 tahun 2010…

    Berita ini juga salah satu bentuk kerjasamanya, semoga cepeet realisasinya ya..

  19. Apa kabar….Roket Kartika. Lapan dan Kemenhan buat Roket antar Benua. S300/400, Buk m2e, pantsir wajib di miliki RI.

  20. mimpi untu-mu mronggoosss….. klo g tahu g usah kekeen cangkemm…!!!!!!!

  21. law mau di genkot dunia pendidikan di indonesia bsok2 kenaikan gaji guru jd 10 juta biar orang pinter mau jd guru bukan jd dokter or pilot. HAM untuk dunia pendidikan di hapus kan beri otoritas kepada guru.

  22. S60

 Leave a Reply