JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 072015
 
image

Radar MSSR

Jakarta – TNI Angkatan Udara (AU) akan memperkuat alat utama sistem persenjataannya (alutsista) demi menjaga keamanan negara. Untuk itu TNI berencana terus mempercanggih radar untuk mendeteksi setiap pesawat yang masuk wilayah Indonesia.

“Semua untuk angkatan udara prioritas terutama radar-radarnya,” kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya Agus Supriatna usai dilantik di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (2/1/2014).

Menurut KSAU, jika radar-radar TNI AU canggih maka setiap pesawat yang mencoba masuk langit Indonesia akan diketahui.

“Baru masuk sebentar, (pesawat asing) sudah diintersep. Itu nanti akan dilihat dari kekuatan radar dan pesawat-pesawat tempur,” tuturnya.

Selain radar, dia menginginkan adanya penambahan pesawat angkut. Pesawat jenis itu akan digunakan untuk penanganan bencana alam.

“Tidak lupa juga pesawat angkut. Kalau ada bencana alam jelas kita harus banyak membantu,” katanya. (Sindonews.com).


MFCR-MEADS-International

Radar MSSR mobile

 

TNI-AU akan memperoleh dua Radar Secondary Surveillance (SSR) MSSR 2000-I buatan Airbus Defence and Space untuk melengkapi unit pengawasan udara mobile, yang dioperasikan TNI-AU. Radar diharapkan tiba di Indonesia awal 2015. Radar MSSR-2000-I disimpan di satu kotak dan dapat plug-in dengan antena delapan meter (26 kaki), dan seluruh sistem terhubung ke kontrol lalu lintas udara atau jaringan pertahanan udara terpadu, dengan menggunakan protokol data radar ASTERIX (All Purpose Structured Eurocontrol Surveillance Information Exchange).

Kemampuan radar Ultra High Frequency (UHF/300 megahertz to three gigahertz) MSSR-2000-I ini, memiliki jangkauan hingga 331 nautical miles (613 kilometres), dapat mendeteksi 1500 target dalam radius 360 derajat, 400 target untuk radius 45 derajat dan 110 target di segmen 3.5 derajat.

Ada Enam jenis radar yang masuk ke MSSR-2000-I family: MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 500 Watt and MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 1500 Watt single chain systems, the MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 2000 Watt variant, dan MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 500 Watt Dual Redundant radar. Produk terakhir ini dilengkapi two of the single chain 500 Watt interrogators, sementara MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 1500 Watt Dual Redundant radar along with the MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 2000 Watt Dual Redundant system memiliki dua 2000 Watt single chain interrogators.

Mode-5/Mode-S merupakan jenis terbaru yang dilengkapi protokol air traffic control transponder untuk pesawat militer (standar NATO) dan sipil (ICAO) dengan data 24-bit. (asianmilitaryreview.com).


image

Radar MSSR di pangkalan udara militer Portugal

SBL Star Technology telah memberikan kontrak kepada Airbus Defence and Space untuk memasok radar bagi TNI Angkatan Udara. Sesuai dengan kontrak, perusahaan akan memberikan dua radar monopulse secondary surveillance (MSSR 2000 I) untuk integrasi pengawasan udara dan pelacakan tracking system yang dioperasikan oleh TNI AU.

Radar MSSR 2000-I diharapkan mampu meningkatkan kontrol lalu lintas udara dan pertahanan udara serta kemampuan angkatan udara atas wilayah yang memiliki 15.000 pulau.

Kepala Bidang Electronis Bussiness Airbus Defence and Space, Thomas Muller mengatakan: “Pihak pengendali lalu lintas udara di seluruh dunia terus menghadapi peningkatan kepadatan lalu lintas udara sipil, bersama dengan lalu lintas udara militer. Situasi ini membutuhkan sistem kinerja tinggi untuk menjamin keamanan, pertukaran data yang komprehensif dan alokasi yang efisien dari wilayah udara,”.

“Sistem kami telah dioperasikan oleh sekitar 30 negara, yang membuktikan kemampuan yang handal dan memberi solusi”.

Radar mengirimkan sinyal interogasi sesuai dengan standar terbaru Mode S, yang aman dalam memandu semua pesawat di wilayah jangkauan dan memisahkan kebutuhan target individu yang diakuisisi oleh radar.

Radar ini bisa digunakan untuk mode identifikasi teman-atau-musuh otomatis (IFF) di bidang militer, secara otomatis yang juga diperkenalkan di semua negara NATO.

Radar ini digunakan oleh: Jerman, Perancis dan kapal Angkatan laut Inggris, dan oleh Austria, Portugal, Bulgaria dan Filipina untuk tujuan pengendalian lalu lintas udara sipil. Nilai kontrak tetap dirahasiakanndanndijadwalkan selesai pada awal 2015. (airforce-technology.com).

Berbagi

  69 Responses to “TNI AU Memperkuat Radar Pesawat”

  1.  

    met pagi

  2.  

    Perkuat juga tiang tiangnya pak

    •  

      numpang bung mw muncrat….

      gmn dgn radar bwt dlm negri?
      klo menurt sy sich mending pakai bwt dlm negri klo memang memadai tpi klo ada yg lebih canggih terpaksa kita bli dri luar negri, emang mw kita pke radar bwt negri tpi pesawat abbot wara wiri dilangit kita karena radar kita g’ bs mendeteksi pesawat siluman?

      arhanud jga mesti diperkuat ingat peristiwa bawean wajib s-300,bu minah, patshir, meski kita tw pemerintah memprioritaskan alutsista bergerak tpi lapis ke2 jg diperhatikan.

    •  

      selain radar udara juga radar maritim bwt memantau dinatun, selat malaka, ambalat, pasifik ,samudra hindia dan diselatan bwt memantau kangguru ama gerak gerik di p.cocos.

      skli lgi rudal pertahanan udara diperkuat bwt jaga-jaga klo pespur kita uda tekor kehabisan rudal impor atau uda pada dirontokin ama musuh karena jumlahnya sedikit.

  3.  

    ketiga

  4.  

    pesawat yang buat intersep juga hrusnya, kalo perlu rudal pertahanan udara juga diperkuat

  5.  

    idea yg bagus,tapi perlu di tambah juga pesawat tempur nya biar kalau ada yg masuk secara ilegal terus di cegat walau pun dari segala sudut

  6.  

    Radar nya harus didukung Fighter Intercept yang Canggih juga….jadi gak ada yg berani masuk ke wilayah udara NKRI…

  7.  

    Menurut saya mendingan difokuskan disini….
    Saat ini kan sudah ada tim konsorsium radar nasional….

    PT. LAPI Paparkan Radar Dihadapan Panglima TNI

    (Puspen TNI). Tim PT. Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Divusi yang dipimpin oleh Direktur Utama (Dirut) Ir. Akhmad Hadiyan Lukita memaparkan tentang Radar dihadapan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bertempat di Ruang Rapat Panglima TNI Jl. Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, Jum’at (2/1/2015).

    Hadir pada kesempatan tersebut, Kasum TNI Marsdya TNI Agus Supriyatna, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, para Asisten Panglima TNI, Pangkohanudnas Marsda TNI Hadiyan S. serta Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.

    Kepala Bagian Radar PT. LAPI Divusi Ir. Riza Satria Perdana mengatakan, PT. LAPI Divusi berdiri tahun 2004 dan merupakan bagian perusahaan di bawah Satuan Usaha Komersial ITB bergerak di bidang teknologi informasi yang salah satunya adalah Radar.

    Dikatakan, sebelumnya bekerjasama dengan Pangkohanudnas telah mengadakan penelitian di Satrad 232 Dumai yang meliputi pengamatan alur data di Cabin, pengamatan system software air scan, pengamatan latihan intercept di Operasi Cabin serta pemahaman dokumentasi Radar.

    “PT. LAPI Divusi berupaya memodernisasi kemampuan Radar terutama Early Warning dengan focus software Radar, nilai tambahnya adalah menurunkan biaya operasional serta meningkatkan kemandirian karya anak bangsa terhadap sistem Radar”, ungkapnya.

    Menanggapi paparan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyatakan, dalam rangka perbaikan Radar PT. LAPI Divusi harus mengadakan riset dan membuat grand design serta berkolaborasi dengan TNI dalam hal ini penelitian dan pengembangan (Litbang). Untuk itu, perlu menempatkan Liason Officer ke PT. LAPI Divusi sehingga mengetahui perkembangannya.

    Ditegaskan Jenderal TNI Moeldoko bahwa TNI mendukung karya anak bangsa di bidang alat utama sistem senjata (alutsista), oleh karena itu harus dilaksanakan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan sehingga upaya perbaikan tersebut mampu meningkatkan kemampuan Radar secara terus menerus.

    http://www.tniad.mil.id/index.php/2015/01/pt-lapi-paparkan-radar-dihadapan-panglima-tni/

    Saya tunggu janjinya….

  8.  

    Perbanyak Radar di Wilayah Timur Indonesia yg bnyk bolong2.

    •  

      Indonesia Timur : paling tidak kurang 1 SatRad di Lombok/ Sumbawa.
      Jawa Selatan : paling tidak kurang 3 SatRad di Pel. Ratu, Pangandaran dan Pacitan.
      Indonesia Barat : radar SatRad Natuna diganti dengan yg lebih jauh jangkauannya.

      •  

        Betul bung Antonov..riskan rasanya dng radar yg ada dng adanya penumpukan Marinir ASU di Darwin & Pembelian pesawat F 35 AUSIE rasanya kita perlu Penguatan Radar & Pesawat untk Imbanginya..rasanya Penambahan Radar dan Pembelian Pesawat SU 35 (pengganti F 5) rasanya solusi yg bijaksana..:)

        •  

          setuju ….. 2015 – 2019 setidaknya ada penambahan 3 skadron tempur ( pengganti F-5 dan hawk series )

          – 1 skadron sukhoi 35
          – 2 skadron typhoon-i

          •  

            Memang ada wacana kedepan TNI AU secara bertahap akan menghilangkan Pesawat Light (Hawk)..jadi yg ada hanya Pesawat Medium & Havy Fighther..mungkin yg medium di isi IFX/Gripen/Typhoon untk Hevy Fighther Sukhoi Family..:)

          •  

            atau :

            – 1 skadron sukhoi – 35 bm
            – 1 skadron sukhoi – 34 cocor bebek
            – 1 skadron f-16 block 60

      •  

        maaf… dengar dengar pesawat F-35 sudah tidak siluman lagi jika diindra dengan radar composit Low band, Medium Band, dan High Band ……………

        dari frequensi rendah, medium , hingga frequensi diatas 300 Ghz ……

  9.  

    Radar di publish,nilai kontrak di rahasiakan (goib)????,..kok kebalik ya?. biasanya jumlah goib2,barang (kemampuan di goibkan) lalu harga di publish. Stragi/strategis(?) ….lagu baru nungkus lama kah?

  10.  

    Saya lebih salut kalau tni su pakai radar indra yang sudah terkenal itu,karya putra Indonesia yg terkenal dijepang, kalau saya tidak salah, atau sekalian aja pakai satelit nya prof Jasophat ahli satelit Indonesia yg dijepang.

  11.  

    ojo asal njeplak tho…

  12.  

    semoga tahun 2015-2019 TNI akan semakin maju, dan canggih alutsitanya….

  13.  

    gimana mau tertarik brg lokal??gak dpt fullus yg menggiurkan,

  14.  

    di tempat radar juga harus dipasang rudal darat ke udara (anti pesawat)

  15.  

    selain pengadaan radar,pemerintah jg harus menghadirkan pespur kelas herder,sbg lawan tanding yg sepadan F-35 milik bibi ausie dan raja singa.
    Mnurut saya hanya SU 35/COCOR BEBEK yg bisa meladeni.
    Klo gripen masih d bawah f-35,

  16.  

    Sabar dan tabah menunggu, apa aja yg jadi dibeli, moga bukan sekedar wacana2 doang………….., moga sehat2 semua

  17.  

    Apapun progamnya saya dukung – Maju nkri

  18.  

    wiss… pokok’e wajib

    – 1 skadron sukhoi-35 bm ( 2015 – 2016 )

    – 2 skadron typhoon ( 2016 – 2019 )

  19.  

    Nah ini dia KASAU yang sadar harus mulai dari mana.
    Mulai dari perbanyak radar, kalau radar sudah mumpuni kemudian perbanyak SAM.
    SAM macam Bastion P(hoaxnya uda dimari) diperbanyak, jadi kalo ada layangan tetangga yg sengaja ngetes ya tinggal di lock dulu…..dijamin kalo kena lock, si pilot uda doa dluan baru cikar kanan.hahay.

  20.  

    Radar maritim juga perlu, dari pada patrol gak karuan ngabisin BBM, mending pantau dulu via satelit dan radar

  21.  

    Indonesia itu besar, TNI itu kuat jangan anggap remeh wahai anak bangsa, ingat subsidi BBM sudah NOL dan anggaran sudah tidak terbebani subsidi BBM dan bukan ga mungkin dialihkan ke Alutsista canggih sesuai janji Pak Presiden yang akan memperkuat pertahanan 2 % dari APBN walau pertumbuhan belum sampai 7 %.

  22.  

    punya radar yg canggih harus dong..masak kita harus kecolongan mulu,keliatan sekali kelemahan kita…indonesia ini negri yg luar biasa luasnya,harus kita jaga dgn serius..tentunya ya harus di dukung dgn peralatan yg hebat dan di kendalikan org2 yg hebat pula..baru bs menjadi indonesia hebat

  23.  

    lanjutkan…..!!!!

  24.  

    Kalau pesawat tempur harganya kira-kira USD 60-100 juta per biji. Kalau radar ginian harganya berapa sih kira-kira? USD 100 jutaan per biji?

    Terima kasih.

  25.  

    Vietnam … catet neh !!!
    beli 12 biji SU30MKI total US$600juta
    beli 6 biji Kilo submarine total USD$2milyar

    semua harga dipublish resmi kagak pake rahasia”an … knape sih harga beli nya kudu pake jurus ghoib mlulu, ntar kuitansi nya beli 2 yg dateng cuman siji … siji lg titip di pabrik nya biar ber anak pinak kaleee …

  26.  

    Jangan Rasis mas

  27.  

    Tapi menurut saya indonesia..pancen oye…dg suasana damai…amann..terimaksih TNI..berbrapa tahun ini…negara2 tetangga tidak ngeyel lagi…berarti negara tetangga mikirrrrrr……ada apa dgn indonesia…heee…

  28.  

    gak usah beli dr luar kalo dananya masi di korup, dan jgn bicara prof kalo mci bekerja di negara orang

  29.  

    Radar diperbanyak sehingga tidak ada wilyayah udara NKRI yang bolong, tapi pespurnya yang itu itu saja, ………. apa bisa tercover ……… ??? ……. kapan nambah pespur gahar ???

 Leave a Reply