Sep 292014
 

https://i0.wp.com/tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2014-09/P1300349.jpg?resize=463%2C347

Dua pesawat F-16 C 52ID TNI AU pengiriman tahap kedua sudah mendarat dengan selamat di Lanud Iswahjudi Madiun pada hari Sabtu (27/9) siang pukul 11.18 WIB setelah meninggalkan Andersen AFB Guam tepat 5 jam 18 menit sebelumnya.  Kedua pesawat diawaki penerbang dari Tucson Air National Guard dengan nomer ekor TS-1641 dan TS-1643. Kedua pesawat  F-16 C lepas landas dari Andersen AFB Hawaii pukul 11.00 waktu setempat (06.00 WIB) selanjutnya terbang dikawal pesawat tanker KC-10 sampai Laut Jawa. Dan akhirnya  pada leg leg terakhir tanggal 27 September kedua pesawat mendarat pada pukul 11.18 WIB  di lanud Iswahjudi Madiun dan  langsung diparkir di hanggar Skadron Udara 3.

Perjalanan ditempuh dengan ketinggian 25.000 kaki pada kecepatan 0.8 MN (Mach Number) atau sekitar 480 KTAS (Knots True Air Speed) melewati Samudera Pasifik yang tenang sebelum memasuki wilayah Indonesia. Selama perjalanan dilaksanakan air to air refueling dg pesawat KC-10 dari Travis dengan lima kali pengisian bahan bakar di udara.

Pesawat touchdown di RW 17 Lanud Iswahjudi pada pkl 11.18 WIB dan langsung menuju Hanggar Skadron Udara 3 “The Dragon Nest”.Kedua penerbang diterima oleh Komandan Lanud Iswahjudi yang didampingi segenap pejabat lanud lainnya disamping para penerbang dari berbagai skadron tempur yang berkumpul di Lanud Iswahjudi. Pesawat-pesawat terbaru ini rencananya akan memperkuat  formasi Fly Past untuk  memeriahkan HUT TNI ke-69 pada tanggal 7 Oktober 2014 di Surabaya

Kedua pesawat memulai perjalanan panjang melintasi separuh bumi, dengan berangkat dari Hill AFB Utah pada hari Senin (22/9) pukul 11.20 waktu setempat dan terbang melintasi Samudera Pasifik selama enam jam dengan lima kali air refueling berhasil mendarat di Hickham AFB Hawaii pada pukul 13.05. Selanjutnya para awak pesawat istirahat sehari Hawaii sebelum melanjutkan perjalanan menuju Andersen AFB Guam.  pada hari Rabu (24/9).  Kedua pesawat F-16 C lepas landas dari Hickham AFB Hawaii pukul 11.06 waktu setempat (04.06 WIB) dengan dikawal pesawat tanker KC-10 dan delapan jam kemudian pada pukul 14.55 siang waktu Guam mendarat di Andersen AFB.

Kedatangan kedua [esawat merupakan bagian dari Proyek “Peace Bima Sena II” yaitu pengadaan 24 pesawat F16 C/D-52ID. Seluruh pesawat yang aslinya pesawat F-16 C/D block 25 menjalani upgrading dan refurbished rangka “airframe” disamping  modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.

Rangka pesawat diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi atau diganti menjadi baru dan mission computer canggih baru sebagai otak pesawat  ditambahkan agar lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat dan ampuh.

Pelaksanaan regenerasi meliputi structural/airframe upgrade pesawat hingga mencapai masa usia pakai (service life) optimal. Tidak hanya itu, seluruh mesin pesawat  tipe   F100-PW-220/E  telah menjalani  upgrade menjadi baru kembali, khususnya dengan pemasangan system DEEC (Digital Electronic Engine Computer) baru dan Augmentor Engine baru yang usia pakainnya dua kali lebih lama. Dan yang terpenting modernisasi avionic pesawat akan meningkatkan kemampuan menjadi setara dengan F-16 block 52.

Upgrade pesawat F-16 C/D 52ID ini yang meliputi Modernisasi dan upgrade avionic dan engine pesawat dilaksanakan untuk  meningkatkan kemampuan menjadi setara dengan F-16 block 50/ 52, khususnya dengan pemasangan “otak dan syaraf” baru  pesawat yaitu  Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang juga dipakai Block 52+, demikian pula radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan kemampuan sesuai system baru yang dipasang. Juga Improved Modem Data Link 16 untuk komunikasi data canggih,  Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS dan berguna untuk penembakan JDAM (Bomb GPS),  Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/anti rudal. Sedangkan kemampuan radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan agar mampu mendukung peralatan dan system baru yang dipasang.

Pesawat ini cukup handal dalam pertempuran udara  karena disamping lincah maka  F-16 C/D 52ID TNI AU juga juga dilengkapi senjata canggih rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C untuk scenario pertempuran “Beyond Visual Range”.  Untuk menyerang sasaran permukaan pesawat dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar),  Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Dilengkapi navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening, memungkinkan pesawat untuk operasi tempur malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

Kemampuan sistem avionic canggih dan senjata udara modern serta keunggulan daya jangkau operasi pesawat ini memungkinkan untuk menghadang setiap penerbangan gelap atau menghantam sasaran permukaan,  baik di luar atau dalam wilayah kedaulatan kita, pada saat siang atau malam hari tanpa kesulitan.

TNI Angkatan Udara merencanakan armada baru F-16 C/D 52ID ini akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Diharapkan pada saat pesawat tempur masa depan IFX sudah siap dioperasikan maka Pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID niscaya akan sangat membantu memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU agar mampu mengungguli kekuatan udara para pesaing negara kita.    Pesawat-pesawat canggih ini akan  menambah kekuatan tempur  TNI Angkatan Udara sebagai tulang punggung Air Power (Kekuatan Dirgantara) kita demi  menjaga Keamanan Nasional Indonesia. (tni-au.mil.id)

 Posted by on September 29, 2014  Tagged with:

  153 Responses to “TNI AU Menerima F-16 C 52ID Gelombang Kedua”

  1.  

    Iya bung sdh kok.. maksud sy td sy lbh milih b3li ini f16 hibah berbayar drpada beli sukhoi baru apalg klo tdk bersenjata. Kalo anggarannya ada ya silahkan atuh beli sukhoi eebanyakn2nya..

  2.  

    Betul bung

  3.  

    mbak bowoni kowe sopo? mbak bowoni kowe kuwi sopo? mbak bowoni kowe sopo? kunyukkk kowe kuwi sopo? kunyukkk kowe kuwi sopo?

  4.  

    Udah dateng lagi…wah sama dengan kedatangan 2 KRI MRLF yg terakhir..ini juga datang 2 F-16 juga tanpa pemberitaan media massa tau-tau dah dateng aja ada apa nih…btw rute terbangnya kok beda ma yg pertama dateng yg lalu lewat alaska ini potong kompas lewat samudra pasifik?

  5.  

    udah lah, buat apa coba berdebat kusir gitu.
    kalo kalian mmng ingin seperti yg klian harapkan, jadi lah org yg menyuarakan’a. klo bsa ngmng lngsung sma panglima atw menteri perthanan. OOoo
    jadi stay cool ambil hikmah’a dan resapi makna artikel it, sspuh mngkin ngasih clue gtu, tpi klian’a lngsng ng gudge.
    bagi sspuh bung @Nara, @Jalo, @Gue, and other, bagi yg bkin rusuh d kick ajha dri warjag. maaf klo mnggurui.
    “NKRI Harga mati”

  6.  

    Setiap pilihan pasti ada pro dan kontra.. Karena komentar tidak pakai modal.. Kalau pun yang kontra di taruh di tempat para pemikir2 kebijakan blm tentu bisa berbuat yg lebih baik.. Paling juga gak teko mikir.. Aku percaya apa pun kebijakan para sang pemikir penjaga NKRI itu adalah yg terbaik dan sudah di pertimbangkan sisi positip negatip nya.. Dan keputusan yg di ambil itu adalah yg terbaik untuk negeri ini..
    Maaf kalau salah cm tukang tunggu parkir
    NKRI HARGA MATI

  7.  

    Saya terrmasuk penikmat coto makassar, minggu kemarin habis semangkok lengkap sama ketupatnya hehe …

    Menurut saya sih nggak tepat dan nggak mungkinlah ambil F-18 .. Kelasnya kan sama dengan F-16, mendingan nambah F-16 tentu dgn rasa semaknyus coto makassar. Repot spare partnya kalau kebanyakan variasi pesawat padahal kelas dan deterennya tidak jauh beda. Availability pilot juga jauh lebih baik kalau pswtnya tidak terlalu bervariasi

  8.  

    gk usah muluk2 lah bung kalo gk bisa SU 35
    27 dan 30 aja diperbanyak jd 40an pesawat juga mantep bung
    ama hibah 30 f16 aja kalah bergizi ama beli 16 su 27 dan 30
    hehe

  9.  

    ga usah main korek lah bung . musim kemarau ni..slam

  10.  

    24+6 dengan budget yg hanya buat 6 pesawat…. thats cool bung
    Plan kita tidak berhebti sampe f16 doanh…tapi masih ada kelanjutannya..
    Tujuan awal bagaimana bisa nelindungi nkri dengan limited budget…dimana 2020 kita berencana sudah tervang dgn ifx….so??
    Lanjut….

  11.  

    Pembelian alutsista dari ASu khususnya, tidak masalah sepanjang sesuai dengan keinginan TNI, tetapi ASu tidak berhak ikut campur urusan dalam negeri NKRI, ASu tidak berhak mengatur RI dengan ketentun & syarat2 tertentu untuk kepentingan ASu.
    Bagi RI jangan mau alutsistanya diposisikan dibawah level alat tempur negara2 kawan ASu …… gitu aja kok repot !!!

  12.  

    kirain cewek yg bening2 td bung joe yg bening2

  13.  

    elang hibah ini msh bagus,amerika memang menyimpannya sebagai cadangan digurun bukan berarti sdh dibuang atau sdh tdk terpakai lagi.sewaktu waktu diperlukan akan dipergunakan lagi.jadi f 16 ini bukan rongsokan yg tdk berguna.toh oleh kita digunakan sebagai pesawat patroli dan stop gap sambil menunggu kfx jadi.jka kfx jadi kita dapat mengupgradenya atau mempensiunkanya.jadi sabar ya…

  14.  

    semua yg diperlihatkan Blue Angel benar apa adanya..sudah berulang kali saya katakan negri upil bak simalakama di kemudian hari..bila petinggi TNI tidak bisa mengantisipasi gejolak tentara boy band yg sering diremehkan oleh para warjagger disini..TNI sekarang hanya dibuai oleh mainan alutsista eropa dan asu yg hanya kelas menengah..rencanakan jendral A sampai Z harus berfikir zig-zag untuk pengadaan alutsista dan bisa mengantisipasi (membuat DOT* pergerakan pasukan boyband si Upil ).

  15.  

    Mmmm. Buat stockgab, cukup 40-50 aja ya. Mohon pejelasan, seadainnya ada 40 f 16, 15 F 15 full armed dibandingkan dengan 20 SU 27 dan 7 SU 30 full armed, gahar mana? Pasti tetangga akan gusar klo SU fam yg terbang….., mohon maaf jika salah, moga sehat2 semua dan salam NKRI

  16.  

    semua pespur oke, yang penting ABG (Asal Bukan Gripen), pespur unyil

 Leave a Reply