Jun 072018
 

Pesawat Su-30 TNI AU (photo: TNI AU)

Jakarta, Jakartagreater.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) akan memiliki 8 skadron udara pesawat tempur pada tahun 2024, ujar Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

“Sesuai dengan perencanaan kekuatan materiil, kita berharap memiliki delapan Skadron Udara Tempur dengan kekuatan 16 pesawat dengan kesiapan masing-masing skadron udara rata-rata 80 persen,” ujar mantan Panglima Komando Operasi TNI-AU I (Pangkoopsau I) ini, dalam ceramah Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Kesatuan Komando TNI AU (Sekkau) Angkatan 103 TP 2018, Halim Perdanakusuma, Jakarta, dirilis ANTARA, Kamis, 7-6-2018.

Di Kampus Sekkau Lapangan Udara Halim Perdanakusuma itu, Kasau mengemukakan, dalam menghadapi tuntuan tugas ke depan yang makin kompleks, maka TNI AU akan terus melakukan pembangunan dan pengembangan kekuatan. Kebijakan pembangunan kekuatan Postur TNI AU tahun 2005 hingga 2024, menurut Kasau, antara lain perencanaan delapan Skadron Udara tempur.

Marsekal Yuyu mengemukakan, selain Skadon tempur, TNI AU juga akan memiliki 6 Skadron Udara angkut berat, sedang dan ringan, yang memiliki kekuatan per skadron udara sebanyak 16 pesawat. Keberadaan skadron ini untuk mendukung mobilitas pasukan dan logistik pada dual trouble spot.

“Untuk skadron angkut, TNI AU akan mengganti pesawat C-130B dengan pesawat angkut sekelas IL-76/A-400/C-17, dan sudah mengganti pesawat F-27 Fokker/CN-235 dengan pesawat sekelas atau diatas CN-295/C-27 Spartan, yang masing-masing skadron mempunyai tingkat kesiapan rata-rata 80 persen,” ujarnya.

Kasau juga menjelaskan wacana TNI untuk melaksanakan penggelaran Pangkalan TNI terpadu yang akan tersebar pada beberapa daerah, antara lain Natuna, Selaru, Morotai, Biak dan Merauke.

“Penggelaran benteng-benteng pertahanan terpadu tri matra tersebut, diwujudkan dalam upaya untuk memperkuat sistem pertahanan negara dalam mengantisipasi perkembangan ancaman yang terus meningkat,” ujar Marsekal Yuyu Sutisna.

Sekkau A-103 ini diikuti 57 perwira siswa (Pasis), yakni 50 Pasis TNI AU, 2 Pasis TNI AL, 1 pasis TNI AD, dan 4 Pasis mancanegara masing-masing seorang dari Filipina, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam.