TNI AU Proyeksikan Miliki 8 Skadron Pesawat Tempur di 2024

233
Pesawat Su-30 TNI AU (photo: TNI AU)

Jakarta, Jakartagreater.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) akan memiliki 8 skadron udara pesawat tempur pada tahun 2024, ujar Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

“Sesuai dengan perencanaan kekuatan materiil, kita berharap memiliki delapan Skadron Udara Tempur dengan kekuatan 16 pesawat dengan kesiapan masing-masing skadron udara rata-rata 80 persen,” ujar mantan Panglima Komando Operasi TNI-AU I (Pangkoopsau I) ini, dalam ceramah Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Kesatuan Komando TNI AU (Sekkau) Angkatan 103 TP 2018, Halim Perdanakusuma, Jakarta, dirilis ANTARA, Kamis, 7-6-2018.

Di Kampus Sekkau Lapangan Udara Halim Perdanakusuma itu, Kasau mengemukakan, dalam menghadapi tuntuan tugas ke depan yang makin kompleks, maka TNI AU akan terus melakukan pembangunan dan pengembangan kekuatan. Kebijakan pembangunan kekuatan Postur TNI AU tahun 2005 hingga 2024, menurut Kasau, antara lain perencanaan delapan Skadron Udara tempur.

Marsekal Yuyu mengemukakan, selain Skadon tempur, TNI AU juga akan memiliki 6 Skadron Udara angkut berat, sedang dan ringan, yang memiliki kekuatan per skadron udara sebanyak 16 pesawat. Keberadaan skadron ini untuk mendukung mobilitas pasukan dan logistik pada dual trouble spot.

“Untuk skadron angkut, TNI AU akan mengganti pesawat C-130B dengan pesawat angkut sekelas IL-76/A-400/C-17, dan sudah mengganti pesawat F-27 Fokker/CN-235 dengan pesawat sekelas atau diatas CN-295/C-27 Spartan, yang masing-masing skadron mempunyai tingkat kesiapan rata-rata 80 persen,” ujarnya.

Kasau juga menjelaskan wacana TNI untuk melaksanakan penggelaran Pangkalan TNI terpadu yang akan tersebar pada beberapa daerah, antara lain Natuna, Selaru, Morotai, Biak dan Merauke.

“Penggelaran benteng-benteng pertahanan terpadu tri matra tersebut, diwujudkan dalam upaya untuk memperkuat sistem pertahanan negara dalam mengantisipasi perkembangan ancaman yang terus meningkat,” ujar Marsekal Yuyu Sutisna.

Sekkau A-103 ini diikuti 57 perwira siswa (Pasis), yakni 50 Pasis TNI AU, 2 Pasis TNI AL, 1 pasis TNI AD, dan 4 Pasis mancanegara masing-masing seorang dari Filipina, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam.

71 KOMENTAR

    • Ya syukur lah kl indo bisa maju..
      Semua negara didunia kl dlm kondisi stabil jg smua dg sdrinya tambah maju..

      Jgn lupa majunya indo dah terukur akan bgtu bgtu aja krn yg dilakukan ya itu itu aja..
      Pencapain indo tertinggi msh tidak jauh dr bikin kerangka..

      Ha ha ha

        • Jng salah menterjahkannya ya..
          Saya bicara jujur berfakta..
          Kl 0 ya saya bilang nol..

          Oh para diaspora itu ya..
          Dah lama sekali pemikirian akan ajak mereka pulang..
          Justru pihak pemerintah bingung kl mereka mereka tanya stelh pulang mo ngapain..

          Faktanya sampai detik ini gmn dong..

          Ha ha ha

          • Ya ya ya… Fakta memang sampai detik ini beruk2 jaguh paling ahli buat alutsista buatan tempatan wkkkkkk….

          • Bkn bgtu malay lg senang menikmati kemakmuran..

            Selama msh enakkan pliara centeng ngapain susah susah…

            Ha ha ha

          • Wkkkkkk… Bener kata bung nuncaku nih… Bangsa tukang nyusu sampai kapan pun maunya di susu in terus ga ma mau susah berusaha sendiri, percuma lo punya otak kalau maunya cuman nyusu terus yee lon xixixi…

          • Owh iya silakan duduk di cafe sambil mikir negara lo yg bangkrap dan kismin karena najib wkkkkk… Tapi Lebih nikmat lagi kalau duduk di cafe sambil liat berita dalam negri sudah bisa jual alutsista buatan sendiri seperti ssv, Senapan SS, dan pesawat pt DI ke berbagai negara…

          • Ya ya ya..
            Banguslah..
            Smga hasil penjualan uangnya cukup wat kongkow di kafe sambil liat berita habis jualan pd ditangkepin ya..

            Ha ha ha

          • Owh tentu lebih dari cukup… Bahkan cukup untuk di sumbangkan ke Tabung Harapan malaysia buat membantu negara kismin wkkkkkk…. Sementara itu di Seberang Rumah sakit pun akan di untungkan juga karena banyak para beruk terkena stroke stelah membaca berita itu di karenakan iri hati dan dengki wkkkk… Yah begitulah bangsa tukang nyusu xixixi…

          • depazito…. bagus berperan watak, …. sama sama WNI ,,,,Seperti halya mbah bowo dulu ,,,,, hanya bedanya depozito ala malaysia ,,,,, mbah bowo ala pro Pla ,,,,,, dialog warjager jadi seruuu ,,,,,,, sukses mas jalo, pemilik blog ini ,,,,,,,,,, met berpuasa sobat semua ,,,,

          • 12 m.? 40 m.?
            Tp kok yg 40 m gak bisa beli alutsista baru ya.? Alutsistanya sdh tua loyo kaya chipeng bongkok tua yg lg narik riksaw ya.?
            Sekali lg logika chipeng yg kusut spt mie tiaw basinya…wekwekweekkkk

          • Dpaz, KBH dan Agato….rada2 mirip kelakuannya….biarlah mereka itu koplak sejati forever, memang orang-orang koplak itu di sayang bully dan yang koplak paling bergembira kalau di bully…lancrutkan !

          • Kwokwokwok… Ngitung nya masih dibohongi world bank, itu untuk ngitung garis perekonomian masyarakat, fakta asli adalah Indonesia punya 3500 triliun pertahun lah, belajar lagi ya dek biar tidak jadi Malo*n chipeng

            😎

  1. Guru di sana dulu kerja dibayar..
    Dulu memang malay banyak mendatang tki bersertifikat guru..
    Lalu salahnya dimn..
    Maluinya dimn…
    Jelknya dimn..

    Sampai skrgpun malay masih mendatangan dosen dosen dr negara lain..

    Coba chek indek pendidikan indo dg malay..
    Jauh sekalee bu dhe..

    Indek pendidikan indo bisa bisa msh klh dg philipin dan vietnam lo..

    Gak penting proses yg penting hasil..
    Yg di nikmati tu hasilnya..

    Harusnya indo berterimakasih pd usa dan jg jepang..
    Just luck…

    Ha ha ha

  2. tambahan 3 skuadron viper ngk dihitung kali ya..??? 2 skuadron sukhoi, 2 skuadron F-16 C/D, 3 skuadton F-16 E/F, 2 skuadron pengganti hawk, 1 skuadron baru di Natuna. Mumpung AS sedang baik dengan kita.. sekalian borong tambahan ATGM Javellin 300 unit 50 peluncur, Hellfire 250 unit, AMRAAM 200 unit.

  3. 8 skuadron tempur ?

    Kita sekarang punya :
    1 skuadron Sukhoi
    2 skuadron F16
    2 skuadron hawk yang mau diganti
    1 skuadron golden eagle
    1 skuadron super tucano
    1 skuadron F5 yang mau diganti

    1+2+2+1+1+1 = 8

    Sudah 8 skuadron tuh ?

    Bukankah dulu direncanakan 11 skuadron tempur dan bukankah sekarang sudah ada rencana untuk tambah 3 skuadron lagi sehingga jadi 11 skuadron ?

    Ataukah fungsi skuadron akan mengalami perubahan ?

    Kemungkinan skuadron super tucano bakal diubah jadi skuadron taktis ?

    Kemungkinan 2 skuadron hawk atau penggantinya dan 1 skuadron golden eagle bakal diubah menjadi skuadron buru sergap ?

  4. Lihat itu pengganti C130B direncanakan salah satu dari IL76/A400m/C17

    IL76 payload 42 ton / 48 ton / 60 ton (tergantung varian)

    A400m payload 37 ton

    C17 payload 77,5 ton

    Kapasitas paling besar adalah C17 globe master !

    Gue jagoin C17 globemaster kalo gitu.

  5. Mantaab, para perancang strategi militer nampaknya sdh pada turun gunung semua ini.

    Di sisi barat samudera hindia ada yg bantu melindungi, di timur pasifik jg sdh terbantu, maka penguatan ada di wilayah utara sisi LCS dan wilayah selatan utk ausie, kalo bisa satuan rudal jangkauan 450 km utk sisi utara, dan satuan rudal jangkauan 750 km utk sisi selatan.