Jan 032015
 
Prajurit TNI AU memandu Sukhoi SU30 yang melaksanakan latihan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, (28/10/2014). Tiga unit pesawat tempur Sukhoi SU30 dan satu unit SU27 melakukan misi latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) Tutuka XXXVIII yang dipusatkan di wilayah Dumai, Riau. (Antara Foto/Joko Sulistyo)

Prajurit TNI AU memandu Sukhoi SU30 yang melaksanakan latihan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, (28/10/2014). Tiga unit pesawat tempur Sukhoi SU30 dan satu unit SU27 melakukan misi latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) Tutuka XXXVIII yang dipusatkan di wilayah Dumai, Riau. (Antara Foto/Joko Sulistyo)

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Agus Supriatna mengatakakan, TNI AU bakal melakukan peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Rencana itu akan direalisasikan sebagai program prioritas satuannya.

“Insya Allah sudah baca mungkin di renstra (rencana strategis) ya. Kami rencana mau ganti F5, juga mau datang pesawat-pesawat, helikopter, dan ada juga Hercules yang dari Australia. Mudah-mudahan ke depan,” ujar Agus setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut Agus, pemutakhiran alutsista tidak bisa diperjuangkan sendiri. Dibutuhkan bantuan dari publik agar urgensi dapat didengar cepat oleh pemerintah.

“Semua tidak bisa kalau dari media saja. Bantuan media sudah pasti. Kalau media bicara pasti didukung oleh pemerintah,” katanya.

Agus sebelumnya menjelaskan, pihaknya membutuhkan radar yang bekerja baik agar tidak akan ada pesawat yang masuk ke wilayah Indonesia sembarangan.

“Baru masuk sebentar sudah di-intercept, force down oleh kita. Itu nanti akan dilihat dari kekuatan radar dan pesawat-pesawat tempur,” ujarnya.

Selain radar, TNI AU juga membutuhkan penambahan unit pesawat angkut.

Untuk mengamankan wilayah udara, kata Agus, TNI AU akan fokus pada wilayah perbatasan terutama di sebelah utara dan selatan. Sebanyak 12 radar dibutuhkan TNI AU untuk pengamanan wilayah udara.

Terkait pengadaan alutsista, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Ismono Wijayanto sebelumnya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi. Ismono menyebut, Kementerian Pertahanan bersama KPK akan membuat nota kesepahaman untuk pengawasan.

Nota kesepahaman dengan KPK diharapkan dapat membuat pengadaan alutsista terbuka dan dapat dikontrol publik. Karena sebagaimana temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelumnya, pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu pos yang rentan korupsi. (CNN Indonesia).

  114 Responses to “TNI AU Segera Remajakan Sistem Pertahanan”

  1.  

    alutisista ex soviet / russia sebenarnya gak di embargo….tapi lebih krn rejim suharto yg mengganti sukarno di paksa US utk menggudangkan seluruh senjata ex soviet….termasuk yg tergahar di jamannya misalnya bomber TU16 dan Kapal Penjelajah KRI Irian 16,000 ton yang legendaris itu…..dan di ganti dengan sista ex US / barat

  2.  

    BAGAIMANA KELANJUTAN PEMBERANTASAN ILEGAL FISHING ……????
    Kok sepi gak ada yang ditenggelamkan lagi ??? ………… atau cukup sampai disini saja ???

    •  

      tempo hari gue mengajak untuk memperhatikan pemberitaan media dari tgl 1-5 Jan 2015..

      jika ilegal fishing terus dikaji dan dibahas = konsisten.
      JIka meredup…. nah kira2 apa tuh .?
      😀

      •  

        Bung donnie, dipantau terus…
        Harusnya bersyukur, saat ini nelayan kita sudah enakan dalam melaut, lihat di era sebelumnya, dibanding kapal asing nelayan kita yg suka dikejar2 aparat sendiri.

      •  

        Ooohh iya tambahan,

        Pemerintah pun berencana untuk mendeklarasikan 1000 Desa Inovasi Nelayan yang akan dibangun dalam 1000 hari, bersama Kementerian Riset Teknologi (Ristek) dan Perguruan Tinggi (Dikti) Mungkinkah? Ini bukan mustahil untuk dilakukan.

        Bahkan sebuah program yang dimotori Kementerian Ristek dan Dikti telah menjajaki pembangunan Desa Inovasi Nelayan sejak November 2014 lalu. Adalah Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, wilayah yang menjadi fokus desa inovasi percontohan.

        Desa inovatif merupakan desa yang penduduknya memiliki kemampuan (individual skill) dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengelola lingkungan tempat tinggalnya, mampu diwujudkan melalui individu dan keluarga sebagai pilar utama yang merupakan basis pembangunan.

        Konsep desa inovasi sesungguhnya berakar pada pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan potensi desa dan kearifan lokal dengan cara kreatif dan inovatif untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

        Program yang melibatkan seluruh unsur termasuk kelembagaan desa dan stakeholders terkait, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, pihak swasta, lembaga keuangan dan pasar, diharapkan memberi stimulus dari rencana besar untuk membangun 1000 desa inovasi lainnya.

        Secara operasional, agar konsep pembangunan terpadu dalam mewujudkan desa inovatif dapat berjalan dengan baik, diperlukan usaha yang intensif dengan tujuan dan kecenderungan memberikan fokus perhatian kepada kelompok maupun daerah tertentu, melalui penyampaian pelayanan, bantuan, dan informasi kepada masyarakat desa.

        Dalam empat tahun ke depan, pemerintah pun berencana membentuk 1.000 Desa Inovasi Nelayan serupa. Melalui Desa Inovasi Nelayan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah strategis dengan memanfaatkan teknologi dibidang perikanan dan kelautan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

        http://ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/15193

    •  

      Mungkin karena cuaca buruk jadi belum ada nelayan yg melaut dan lagi pula kita sedang berduka, fokus lagi kepada kasus pesawat AirAsia. Pemberantasan jalan terus kok, kata siapa sampai disini?

      http://www.kkp.go.id/index.php/tablet/arsip/c/11101/Peringatan-Dini-EARLY-WARNING-Gelombang-Tinggi-Tanggal-31-Desember-2014-02-Januari-2015/?category_id=

      Untuk penenggelaman nunggu inkrah dari pengadilan dulu broo, jangan ujuk2 main hakim sendiri.

  3.  

    kabar baik, f-35 masih akan delay hingga 2019, cukup waktu untuk akuisisi su-35 dan bagi aces tni-au untuk berlatih dengan su-35 hingga mahir,

    http://www.dailytech.com/Report+Air+Forces+Spoiled+F35+Superjet+Has+No+Code+to+Shoot+Its+Gun/article37043.htm

    •  

      itu delaynya…kan masalah ketidak mampuan membawa canon 30 mm.

      memang jadi mati kutu kalau dog fight dg SU 27/30. soalnya dia hanya mampu membawa 2 missil udara ke udara doang. kalau habis ta cuman jadi sitting duck di udara.

      kalau yang mau diserahkan ke aussie kayaknya tetap di tahun 2015.

  4.  

    ga gentar!!..SU 30 kita pake radar nidji biar radar samson ga akan mempan.

 Leave a Reply