Jan 132016
 
Hercules C-130 TNI AU (photo: Jeff Pranada)

Hercules C-130 TNI AU (photo: Jeff Pranada)

Jakarta — Markas Besar TNI AU menandatangani 27 kontrak pengadaan barang untuk tahun anggaran 2016 senilai Rp 323 miliar.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan, kontrak dibuat di awal tahun, agar tidak terjadi pengerjaan lintas tahun untuk pengadaan dan bisa bekerja cepat.

Pengadaan kontrak di awal tahun, dinilai sangat penting bagi kegiatan operasional pesawat terbang TNI AU. Dulu paling cepat bulan Mei baru mulai pengadaan.

“Kontrak di awal tahun supaya ekonomi bergerak dan keberadaan suku cadang terdukung. Tidak sampai pertengahan tahun, seluruh kontrak selesai pada bulan Juni dengan belanja modal dan barang di atas Rp 7 triliun untuk TNI AU,” kata Marsekal Pertama Dwi Badarmanto dalam jumpa pers, Rabu (13/1/2016) di Cilangkap, Jakarta.

Kontrak yang ditandatangani antara lain, mencakup pengadaan suku cadang pesawat C-130, Super Puma, Pesawat latih, dan ada beberapa dukungan lain seperti alat pendidikan simulator.

Adapun untuk pengadaan barang dari luar negeri, kebijakannya berada di tangan Kementerian Pertahanan. Kontrak tahun ini pada akhir tahun tanggal 26 Desember harus sudah selesai pelaksanaannya.

Kontrak pengadaan barang TNI AU ini dilakukan bersama 24 perusahaan swasta : PT Erindo Mulia Pratama, PT Avindo, PT Karunia Jaya, CV Sumber Anugrah Angkasa, PT Mulindo Citra Pratama, PT Anugerah Jaya Bersama, PT Tiarangkasa, PT Duta Bangun Manunggal dan PT Nusantara Airparts.

Ada juga: PT Vas Aero Indonesia, PT Furaya Lancar Sentosa, PT Tirta Indo Sentosa, PT Askazam Putra Mandiri, PT Trinindo Karya Lumanda, PT Dharma Sanda, PT Eka Bina Sarana, PT Cipta Sarana Mas, PT Puri Adrian Perdana, PT Multikreasindo Lestari, PT Baiq Lafa Putra, PT Global Aero Sejahtera, PT Maju Abadi Senantiasa, PT Sigma Andalan Nusa dan PT Bumi Paradise.

Sumber : Kompas.com

Bagikan Artikel :

  19 Responses to “TNI AU Tanda Tangani Kontrak Suku Cadang Pesawat Hingga Simulator”

  1. Pertamax kah…..lanjutkan tni

    • Itu perusahaan kebanyakan hanya broker, System di Indonesia masih sangat buruk dalam hal membelanjakan uang negara. Apalagi militer nyaris tidak terjamah oleh pengawasan Dan penegakan hukum..

    • Lumayan sekarang semua departemen dephan, deppu, depkes, dan dep-dep lain jor-joran langsung belanja di awal tahun, gak seperti sebelumnya, ngendap dulu sampe triwulan ke-4 baru deh borong silpa supaya gak kelacak permainannya….go to good governance 😎

  2. Kapan SU 35 datang nie

  3. Masih setia dg makelar rupanya

  4. Masih setian dengan makelar rupanya

  5. Owh…blanja local content….
    Termasuk bom?

  6. TNI-AU sangat tertarik, tp kantong pemerintah masalahnya. Danain MEF saja sudah ngos-ngos an APBN kita.

    • Herky bukannya masuk dalam MEF?
      beli herky aja ngo2san apalgi beli A400? karena harus cash alias bayar di depan,..negara penjualnya lagi bangkrut,….akakakakak

      • @unoo
        Setau saya blm masuk MEF. Bahkan di MEF Renstra II (2015-2019) tidak ada pembelian Herky tertulis. Beli pesawat transport itu cukup mahal dan sepertinya bukan prioritas utaman Dephan dan TNI. Opini saya yah, Dephan dan TNI kemarin hanya lip service saja ke media krn lagi heboh berita Herky jatuh kemarin. Buktinya sekarang gak ada perkembangan apa2. Ini wajar krn TNI masih pede nerbangin Herky tua skrng karena pesawat itu memang bandel banget asal dirawat baik dan kita sudah kedatang 4 unit Herky (C-130 tipe H) hibah dari Pemerintah dan AU Australia, bagusnya pesawat2nya sudah diretrofit gratis sm Australia sebagai tanda itikad baik Australia ke Indonesia. Salam

  7. itu pt.bumi enterprise punya bakrie&bro kah? Bukannya tambang?

  8. Asidu semua. Agen surga dunia. Sotoy ah. Asal ada uang, apapun ada. Hahaha.

  9. bukan lagi maintenance di airod negeri jiran ya? hem, semoga suatu kemajuan juga. dulu ada kabar airbus juga melayani maintenance pesawat ini, semoga semakin kompetitif..
    salam tabik…

  10. Sambil belajar bikin suku cadang sendiri, kembangkan jadi ntar gak perlu ke negara asal buat beli atau overhaul suku cadang alutsista..
    Untung2, kita bisa jadi distributor suku cadang di negara2 asia tenggara, lumayan kan.

 Leave a Reply