Jul 262017
 

UAV Aerostar TNI AU (istimewa)

Tarakan – TNI AU menempatkan pesawat tanpa awak (drone) di wilayah perbatasan untuk memperkuat pengawasan. Dua drone ditempatkan di Pulau Natuna perbatasan Indonesia dengan Laut China Selatan dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara perbatasan RI-Malaysia.

Komandan Pangkalan TNI AU Kota Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto di Tarakan melalui pesan tertulisnya, Selasa, 25-7-2017 mengatakan, penguatan pengawasan pertahanan udara NKRI di wilayah perbatasan atau pulau terluar sudah menjadi instruksi Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Instruksi yang diterima sejak sebulan lalu, kata dia, sebagai bentuk antisipasi ancaman dari luar yang masuk melalui pintu perbatasan dengan negara lainnya.

TNI AU juga menempatkan pesawat “drone” di Lanud Tarakan untuk dioperasikan mengawasi wilayah udara perbatasan dengan Malaysia.

Penempatan pesawat “drone” di Lanud Tarakan membuktikan, daerah itu menjadi pangkalan Aju secara otomatis meningkatkan operasi pengawasan perbatasan yang signifikan.

Untuk mendukung maksimalisasi pengoperasian pesawat “drone” itu, TNI AU bekerja sama dengan Pemkot Tarakan membuat masterplan pembangunan fasilitas pertahanan.

Hanya saja, jumlah personil masih kurang dimana saat ini baru 30 persen dari jumlah kebutuhan yang sebenarnya.

Pesawat “drone” di Kota Tarakan itu memiliki kemampuan terbang selama 24 jam hingga 36 jam dengan jangkauan hingga 2.000 kilo meter, dilansir ANTARA.

Bagikan:

  9 Responses to “TNI AU Tempatkan Drone di Tarakan dan Natuna”

  1.  

    Setunggal

  2.  

    di tunggu drone yg lebih besar lg kapasitas nya

  3.  

    Nah gini baru bener
    Jangan pas udah kebobolan baru naruh

  4.  

    China jg menempatkan Drone nya di laut cina selatan. Berarti nanti bakal bertemu dng Drone TNI yg ditugaskan di Natuna. Drone TNI vs Drone china. Pertempuran drone sepertinya. Blom lg melibatkan drone singapura.

  5.  

    Paling kalo ketemu saling sapa. Drone china sapa rone indonesia : kecil amat loh…. Itumah maenan anak gue dirumah…..

  6.  

    Pakai buatan dalam negeri /bppt Saja jgn import jd bebas dr kemungkinan disadap…

  7.  

    tni au punya drone apa aja ampe skr kaga jelas..berapa unit juga kaga jelas…tapi masi mending drpd su35 yang terlunta lunta..hehehehe

  8.  

    Lama jg ya terbangnya… jangkauannya jg jauh… kayaknya teknologi sorael itu yg d gunakan… kalo memang UAV Aerostar yg d pake… keamanannya lbh bisa d andalkan… kecuali dr negara yg punya hubungan baek dg sirael…

 Leave a Reply