Dec 292014
 
Rudal  Jarak medium udara ke udara R-27 produksi Ukraina

Rudal Jarak medium udara ke udara R-27 produksi Ukroboronprom, Ukraina

Delegasi Staf Umum dan Angkatan Udara Republik Indonesia mengunjungi perusahaan Ukroboronprom yang akrab dengan produk Aviation, roket dan radar artileri serta sektor industri pertahanan Ukraina.

Ya, orang Indonesia mengunjungi SJSHC “Art”, perisahaan yang mengkhususkan diri dalam memproduksi rudal udara, peralatan pesawat dan peralatan khusus. Perhatian mereka terfokus pada rudal “udara ke udara”, yang dapat diterapkan ke angkatan udara Indonesia.

Mitra potensial Indonesia ini, tertarik dengan pengenalan atas teknologi militer Ukraina, dan ingin membangun fasilitas produksi bersama dalam sebuah perusahaan khusus.

Radar “Kolchuga” dan sistem lain dari jenis radar ini ditunjukkan kepada mereka yang berkunjung ke Perusahaan Ikra. Perusahaan ini merupakan perusahaan milik negara yang fokus pada “Penelitian dan Kompleks Produksi” “di Kiev.

image

The vehicle-mounted passive electronic long range monitoring radar system KOLCHUGA

Indonesia juga mengunjungi “Zaporozhye State Aircraft Repair Plant” MiGremont yang memodernisasi dan perbaikan MiG-25, Su-27, Su-17, Su-25, Su-17 dan semua modifikasinya, komponen dan sistemnya.

“Ukroboronprom” menegaskan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam tender penyediaan peralatan, termasuk radar untuk Angkatan Udara kebutuhan Indonesia.

Selama ini “Ukroboronprom” telah bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Perusahaan ini telah menyelesaikan beberapa kontrak – ke negara-negara Asia untuk memasok peralatan lapis baja dan penerbangan, dan layanan untuk memperbaiki dan meng-upgrade senjata. (Ukroboronprom.com.ua).

Bagikan Artikel :

  70 Responses to “TNI AU Tertarik dengan Rudal dan Radar Ukraina”

  1. bungkus.. :mrgreen:

  2. semoga kerjasama ini terealisasi..

  3. 4x kah

  4. yang dikejar apanya ni yah oleh indonesia

    1.ToT nya..?
    2.Alusista nya
    3.Murah harga nya

    kenapa ga langsung ke sumber nya yaitu Rusia,karena sejak konflik ukraina-rusia, militer ukraina tidak terlihat “mampu” menahan lepas nya crimea. dan jika memang teknologi nya bagus atau lebih bagus dari rusia , harus nya ada sedikit perlawanan dari pemerintah ukraina 🙂 , seperti cina yang tidak tanggung tanggung langsung “belajar” copi paste alusista dari rusia dan amerika ,sebut saja untuk pesawat, kapal laut, rudal, satelit,roket

    OOT ofice boy..

    • Betul. TNI AU rada-rada ambigu dalam membuat keputusan. Ukraina negara yang hampir collapse karena korupsi, bayar gas ke Russia aja gak mampu, sekarang mau jual teknologi ke kita apa mampu mereka menyelesaikan pekerjaan nya?
      Jangan-jangan di tengah jalan harus berhenti karena sesuatu hal seperti *perang sipil macam Syria atau Libya. Sekarang saja Russia sudah merevisi doktrin militer dimana mereka meletakkan NATO sebagai top threat karena NATO semakin mendekat ke garis batas Russia.

    • *Bukan keputusan kali ya, tapi cara pikir nya susah dimengerti.

    • saya +in bung, no.4 mo beli semua pabrik alutsistanya, antonov, dll no.5 mo selamatkan wanita & anak2 yg tak berdosa no.6 meibi semua perkiraan qta di atas sudah terjadi

    • Tidak aneh karena masih banyak antek2 ASU di tubuh TNI, sekarang TNI hanya menjalankan skenario ASU

    • justru rusia masih pake beberapa teknologi tinggi dari ukraina buat supply senjata mereka…

      kalo russia itu terkenal pelit dengan masalah tot …..

      dan disinilah kita harus melihat peluang. ukraina itu punya teknologi tinggi yg gak kalah sama russia. contoh amunisi falarick cocok tuh untuk tank medium pindad

    • Karena Ukraina yg mau berbagi teknologi Rantis 8×8, itu Rusia di lobby sampai sekarang gak mau bagi. Tim kita belajar peroketan juga, yg banyak memberikan ilmu itu bukan China atau Rusia, tapi Ukraina. Kita gak butuh Rusia dan China, kita butuh negara yg mau membantu kita mandiri.

    • Betul bnget bung jalo, kita butuh kemandirian. Kita tidak butuh rusia atau cina, kalau mereka jual mahal kita cari yg lain msh bnyk kok, semoga kerjasama saling menguntungkan antara indonesia dan ukraina segera terwujud. Amiiin…..

  5. Ada yg ga beres dengan petinggi/pejabat militer kita, giliran Ukraina mau bergabung jadi anggota NATO, malah kita mau borong alutsistanya. Apa ga takut barangnya sudah di titipi sesuatu oleh ASU dan Sekutunya?

  6. nyimak aja..

  7. Sepertinya Indonesia sedang memanfaatkan krisis di Ukraina. Perang saudara pasti telah menguras biaya yang cukup besar. Bisa dipastikan Ukraina membutuhkan banyak uang. Lalu, Indonesia datang melirik teknologinya dengan harapan dijual murah sekaligus TOT karena mereka saat ini membutuhkan banyak uang. Pendapat pedagang beras, maaf kalau salah.

  8. ToT = wajib,… Titik

  9. kalau barangya bagus murah dan mudah dioprasikan, dan murah perawatannya gak papa, yang penting TOT nya

  10. Masuknya Ukraine ke Nato….mungkin ini ada acara lelang2.
    pastinya ukraina kedepannya menggunakan sistem alutsista Nato.

    apakah ini menolong Rusia agar persenjataan produksinya di Ukraina tidak jatuh ke Nato atau justru ngeledek Rusia sendiri..??

    alamat su-35s dipersulit dunx…

  11. tak ada salahnya jika memang yg dikejar adalah TOTnya, dengan catatan kesepakatan yg di ambil benar2 menguasai teknik rudal dan perawatannya, karena selama ini konon indonesia memang belum menguasai sestem pemandunya, dan mungkin malah teknik rudal udara ke udara ini justru indonesia sama sekali belum menguasai dari dasar, karena dgn swedia katanya tot rudal permukaan ke udara, dan dgn tiongkok sampai sekarang ga ada kabarnya, jadi saya rasa kerjasama ini sangat penting bagi indonesia mengingat kebutuhan perang sesungguhnya adalah senjata yg terus mencukupi kebutuhan tiap angkatan,,mudah-mudahan serius dan sukses,,,

  12. Trik pedagang nih…beli disaat lagi BU (butuh uang) diskonnye gede”an cing…blm ada plus-plusnye..hehehe gpp klo murah sih borong dah..!!! Tapi liat” dulu uncle bear ntar angry bird ngga tuh..ntar susah dah beli su35 nye..

    ….NKRI HARGA MATI….

  13. Yang pasti, China memiliki radar pasif yang mampu mendeteksi F-22 dan F-35 dengan menggunakan teknologi yang dibeli dari Ukraina dan dikembangkan sendiri. Begitu juga dengan F-117 Stealth yang jatuh kena tembak dalam konflik Balkan, juga konon dilacak menggunakan radar pasif buatan Ukraina. saya yakin TNI tahu hal ini. Nah, kalau sudah begini, kenapa tidak dicoba juga oleh TNI membeli teknologi Ukraina.

  14. Beli Alutista ke Ukraina apa nggak mengurangi agregat point kepercayaan Papa Bear ke Indonesia. Apa sudah dipikir-pikir benar2 dampaknya. Lha wong dua negara ini baru musuhan, ibarat tetanggaan baru Jutekkan. Nonblok sih nonblok, tapi perlu dipikirkan perasaan di pihak yang lain.Kalau yang dikejar hanya murah, tot-nya saja, tanpa memikirkan perasaan sakitnya di om Ruskie .gimana coba.

  15. Kesempatan cari TOT dengan harga murah. Kalo Russia gak mungkin kasih TOT, pihak barat juga gak jelas Dan tulus kasih TOT. Mungkin Ukraina ini bisa dijadikan alternatif

  16. Yang pasti ini bisikan ASU ke TNI untuk tidak beli Alutsista Rusia kemudian dialihkan ke Ukraina dukungan NATO yang sedang berseteru dengan Rusia. Dasar TNI antek ASU

    • undang2 yg mengharuskan pembelian alutsista harus d sertai TOT,makanya TNI tdk bisa sembarang borong alutsista..
      Sedangkan negara membutuhkan barang yg gahar,canggih,tp DPR gk mau klo tanpa TOT sesuai undang2.
      Masalah nya negara tujuan belanja alutsista TNI pelit/gk mau berbagi ilmu,
      D snilah letak dilema TNI kita.

  17. Setuju koment Bung Donnie,,,

  18. Hmm..! gimana ya?…ah’! nyimak dulu aja.( sbl pegang pala ndiri, bingung”)hi,hi,hi…

  19. apapun alasannya, bagi saya yg penting indonesia maju dan mandiri dalam teknologi, terutama rudal ataupun radar pasif, jika memang hanya dengan cara tot ini untuk mempercepat kemandirian bangsa, kenapa tidak ? teknologi ukraina tidak jauh dgn teknologi rusia,,
    swedia juga negara nato, tapi faktanya kita juga menjalin kerjasama dalam teknologi senjata, justru dgn kerjasama teknologi rudal dgn ukraina ini, mudah-mudahan rusia merasa tersaingi dan mengajak kerjasama dgn indonesia dalam pembuatan teknologi rudal yakhont, semoga,,,

  20. Untuk kemajuan alutsista INDONESIA tercinta berkawan dengan DEDEMIT sekalipun akan dilakukan.
    why not?

    • Gw suka gaya loe broo……….. rusia klo pelit tot kelaut aje………

      • @sufi ,
        endak juga kok bung ,
        sesuai babaran di edisi forum sebelah
        Indonesia mitra dagang terbesar rusia , tentunya Indonesia juga paham edisi >> Ane beli banyak , Kortingan Ente kasih apa ?? ,

        cuman TOT tidak selalu dibabar dimari , yg ada hanya TOT barat dan penampilan KS cuman 2 saja …

        Biasa, dis informasi , decoy ……
        menghindari pantauan Asing

        kedua , strategi beli ukraina sangat jitu ane maksut, mereka tentu butuh dana banyak, dan Indonesia pelaku sebagai buyer…
        tentu saja Politik 3 ragam class ex Inggris Terulang di jaman Pak PY,SS,Moel

        kalau tidak salah sudah dibahas mengapa RI ngotot beli 3 Ragam class cikal bakal KRI TOM,UH,JOHN LIE
        dari segi teknis, tehnologi,politik, serta diplomatik

        yang akhirnya banyak negara sadar…. mereka menyesal tidak jadi ambil Ragam Class tersebut

        kurang lebihnya siakan ditambahi dan dikoreksi

  21. Apapun alasannya yang penting ToT gak peduli itu ukraina kek, cina kek… yang penting ToT

  22. Jangan ragu2 bungkus kalau rusia ma cina pelit tot< kesempatan ga dateng 2x. berankat

  23. Semoga segera ada realisasinya, kebanyakan negara maju emang pelit tot jd langkah menggandeng ukraina yg lg bth biaya perang adalah langkah cerdas yg hrs segera di tindak lanjuti dlm bentuk join produc demi kemandirian bangsa, indonesia hrs pintar2 memanfaatkan situasi di ukraina. Kemandirian adalah harga mati. JAYALAH INDONESIA.

  24. Ukraina memang pny teknologi yg gak kalah dg rusia, klo ada yg meragukan teknologi ukraina berarti harus bnyak membaca lg, TOT harga mati bwt kemandirian industri dlm negeri.

  25. ini ane demen link tersebut ,
    susuai dengan Jati diri bangsa ,

    Ayo Pak Joko , kerahkan aset bangsa ….
    Pak RR , anda menolak bantuan asing sudah tepat ….., mohon di ingat sumpah prajurit TNI , andalah purn salah satunya ..
    bung Dejakul ….. anda pun sudah tepat kasih link ini , terima kasih

  26. Bawa sj ilmuwan2 roket, rudal, dan radar Ukraina kesini dgn ikatan kontrak, syukur kemudian mau menetap disini selamanya.
    Suruh mrk membuat roket/rudal jarak jauh smp icbm dr mulai penyiapan bahan utk mmbuat tabung & nosel yg mampu menahan panas tinggi smp bs terbang. Dgn bgt puluhan ilmuwan kita bisa belajar sambil praktek.
    Bukankah cara ini lbh hemat dan praktis?
    Setelah itu, kt berinovasi utk membuat roket yg bs menjangkau bulan.
    Amerika saja dulu awal2nya memboyong para ilmuwan2 jerman.

  27. Ikut Urun rembug…Satu hal yg harus diingat adalah bhw saat ini masih terjadi perang antara Militer Ukraina melawan separatis,,dari laporan bhw begitu banyak Pesawat tempur Ukraini menjadi sasaran empuk rudal2 para separatis, termasuk dg riudal short range, sudah ada infonya kan bgmn pespur Ukraina dgn berbagai tipe buatan Rusia/Soviet MiG-25,MIG 29, Su-27, Su-24, Su-25 rontok ditangan para separatis,,ini bukankah mengindikasikan bhw teknologi radar & rudal Ukraina blm mumpuni??!!..lbh baik radar & rudalnya dari Swedia, Rusia, China, atau jika terpaksa skl dr Perancis

  28. Yang pelit ToT ke laut aja, Indonesia pernah dua kali lumpuh gara2 beli sista gak mikir ToT (dari barat dan timur)

  29. Kalau mereka pelit wajar bung ,mereka habis duit banyak dan waktu yg cukup lama untuk mengembangkannya.

    • Kalau kita minta ToT juga wajar, agar kelak kita bisa ngembangin sista sendiri….. Ada yg mau ToT kenapa harus milih yang pelit ToT

      • lah makanya ternyata masih banyak yang rusian minded, apapun yang berasal dari rusia selalu dianggap seterong tak terkalahkan walaupun tanpa tot sekalipun, bukanya ane anti rusia tapi melihat barang yang sudah jadi macam CN-series, anoa, ss-series, banda aceh class dll, itu bukan produk rusia, belon CMI belgia, ks cangbogo nantinya dan pkr sigma class yang sedang digarap, beli yang punya deteren emang penting tapi deteren yg lebih berbusa adalah jika bisa buat sendiri

  30. ass… salam kenal smua,,,,, maaf lancang,,,, mudah2n tidak ada hambatan lg krjsma dg ukrna,,,, lanjutkn proses tot rudal yg dl terkendala krisis ukraina,,,, krisis d ukraina sy pikir itu adl dari politik AS, aplg ukrna mo gbung nato, ud jlas negara2 nato ingin mempelajari teknologi dri negara block timur khususx dr rusia,,,,

 Leave a Reply