May 262014
 

JAKARTA – Usai kecolongan pembangunan mercusuar oleh Malaysia di Tanjung Datu, Sambas, Kalbar, Mabes TNI mengambil langkah lebih maju. Mabes TNI memastikan bakal membangun pangkalan AL (Lanal) di Tanjung Datu, untuk menggantikan pos AL Temajuk. Lanal itu nanti sekaligus untuk memperkuat pertahanan di kawasan Natuna.

Saat ini, TNI AL baru sebatas menyetop pembangunan mercusuar dan menyiagakan tiga kapal korvet yang berpatroli di sekitar kawasan tersebut. Kapal-kapal itu adalah KRI Senadi Senaputra, KRI Barakuda, dan KRI Madang. Induk pengawasan wilayah tanjung Datu adalah Lanal Pontianak yang membuat pos AL di kawasan Temajuk.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan,pihaknya sejak awal memang ingin membangun pangkalan AL di Tanjung Datu. Mengingat, kawasan tersebut merupakan grey area atau status quo yang rawan sengketa. Dengan adanya insiden Tanjung Datu, maka pembangunan lanal akan segera direalisasikan.

“Kami juga akan membangun air street, pangkalan udara. Satuan infanteri juga akan masuk di kawasan itu,” terang Moeldoko usai menginspeksi pasukan di Kolinlamil Jakarta kemarin. Rencananya, Rabu (28/5) mendatang pihaknya mengundang Gubernur Kalbar dan Bupati Sambas untuk mematangkan rencana pembangunan pangkalan militer.

Dalam pertemuan tersebut akan dirumuskan kebutuhan pertahanan di kawasan Tanjung Datu. Juga, kebutuhan personel maupun alutsista pendukung. Moeldoko menginginkan penempatan pasukan dalam jumlah besar, karena pangkalan tersebut tidak hanya untuk mempertahankan Tanjung Datu.

Moeldoko menuturkan, sengketa di Laut Tiongkok Selatan yang makin panas berpotensi besar berdampak ke Indonesia. Terutama, bagi kawasan Natuna. “Baik Natuna maupun Tanjung Datu itu nanti yang paling cepat kena impact situasi tersebut,” lanjut Doktor Ilmu Administrasi Universitas Indonesia itu.

Selain pembangunan Lanal, rencananya hari ini (26/05) Pihak Indonesia dan Malaysia akan bertemu di Jakarta untuk membahas persoalan Tanjung Datu. Moeldoko menuturkan, pihak Indonesia menghadirkan TNI dan Kementerian Pertahanan dalam pertemuan tersebut dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator.

Pokok bahasan dalam pertemuan itu adalah kesepakatan terkait posisi Indonesia dan Malaysia di Tanjung Datu. “Kalau itu dinyatakan grey area, jangan macam-macam, jangan berbuat aneh-aneh,” ucapnya. Perjanjian terkait kawasan tersebut sudah dibuat pada 1969. “Perjanjian sudah ada, hanya sekarang masalahnya komitmen yang tidak ada,” tambah Moeldoko.

Ketegangan di Tanjung Datu bermula saat Malaysia mulai membangun mercusuar di kawsan tersebut. Lokasi pembangunannya di perairan Indonesia, tepatnya pada titik koordinat 02.05.053 Lintang Utara-109.38.370 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 900 meter di depan patok SRTP 1 (patok 01) di Tanjung Datu.

Kawasan Tanjung Datu sendiri berada di ujung barat laut pulau Kalimantan. Jika dilihat di peta,bentuk Tanjung Datu menyerupai buntut yang mungil. Karena wilayahnya yang sempit, hingga saat ini kawasan tersbeut masih menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait pertemuan kedua negara hari ini, pihak Kemenlu irit bicara. Direktur Informasi Media Kemenlu Siti Sofiah hanya menuturkan bahwa hingga Minggu malam, pihaknya masih belum mendapat konfirmasi tentang pertemuan yang dimaksutkan oleh Moeldoko. “Belum ada konfirmasi. Besok (hari ini) saya infokan kalau ada ya,” ungkap Sofi melalui pesan singkatnya kemarin.

Sebelumnya, pihak Kemenlu memang berjanji untuk memfasilitasi Tim Teknis Delimitasi Batas Maritim Indonesia dan Malaysia untuk membahas masalah ini di Jakarta. Kemenlu juga telah menyampaikan protes yang disampaikan oleh TNI AL atas pembangunan mercusuar di Tanjung Datu tersebut pada Malaysia.

“Atas permintaan pihak Pemerintah RI, menurut laporan, Malaysia telah menghentikan kegiatan pembangunan tiang pancang rambu suar tersebut,” ujar Sofi pada Rabu (21/05) lalu. (jpnn.com)

  163 Responses to “Lanal di Tanjung Datu, Perkuat Pertahanan Natuna”

  1.  

    full armament ya bung PW ?

  2.  

    mbah bowo tambah geneter ni

  3.  

    MBAH BOWO TAMBAH NGUYUAN

  4.  

    jangan2 nanti kayak KS skorpeng jiran tuh..

  5.  

    Salam kenal semuanya, sy sebagai rakyat jelata sangat mendukung modersasi alusista TNI

  6.  

    kapal 878 bung…
    kl ga salah
    anti kapal selam…

  7.  

    bomnya katupat kandangan heheheh

  8.  

    Soal intip mengintip ane enggak mau ikutan deh soalnya takut timbilen.he..he..serahkan pada ahlinya.seru juga tuh kisah heroik tni dlm memppertahankan nkri diperbatasan.bisa lulus sensor enggak ya?colek bung nara!

  9.  

    Yah.. lagi-lagi tentang wilayah.. dan berkali-kali juga dan tak pernah lelah tuk sampaikan takkan sejengkal pun NKRI di biarkan terjamah tangan bangsa lain.. Ukurannya sudah jelas “harga mati”.. salut yang dilakukan Panglima TNI.. Perkuat semua wilayah yang rawan potensi pelanggaran, terutama pelanggaran batas wilayah.. serta jangan lupa pendekatan kesejahteraan bagi kawasan perbatasan juga harus dilakukan.. MERDEKA..

  10.  

    bagaimana hasil pertemuan delegasi RI dengan delegasi sonora hari ini… any surprise??

  11.  

    Ass wr wb,bung nara,saya di bhumi bung karno,minggu2 ini seperti yg di katakan bung Bento,sering sekali si Tukino and Si elang, berkelebatan di angkasa,apa ini persiapan latgap ato memang rutinitas biasa,soal e blitar kan deket ama abdul R.S dan IWJ,dulu kira2 2th lalu pernah nemuin pespur yg ekor/kepet nya dua,berkelebat di angkasa,sukhoi fam kah itu….???

  12.  

    Salam hangat bung-bung sekalian. Sungguh TNI saat ini responnya sangat cepat. Dlu Sipadan_Ligitan kmana aja. Apa dah suruh diem sama nyonya.

  13.  

    Mas @Diego dan admin jkgr lainnya, ada artikel menarik dari dephan perihal lontong, monggo diangkat jadi menu Warjag edisi berikutnya 😀

    Indonesia Berpeluang Dapatkan Kapal Selam Canggih Dari Perancis.

    Pemerintah Indonesia dan Perancis dalam suatu forum bilateral “Indonesian-French Defense SMEs Bilateral Forum (First Edition)” membahas kemungkinan Indonesia untuk mendapatkan kapal selam dengan teknologi yang sangat canggih (sophisticated). Hari pertama forum bilateral, Rabu (21/5), diisi dengan seminar tentang “Peluang Kerjasama Industri Pertahanan Indonesia-Perancis dan pembahasan atau diskusi mengenai kapal selam litoral dalam waktu bersamaan (paralel)”.

    Untuk itulah forum bilateral ini diselenggarakan untuk mengkaji dengan seksama segala kemungkinan teknologi kapal selam litoral ini dalam menutup celah pertahanan Indonesia yang berkaitan dengan peta dan kondisi perairan Indonesia. Apakah memang harus menggunakan kapal selam dalam menjaga laut dangkal atau cukup dengan sarana pertahanan yang lain?

    Mengingat dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan, pengetahuan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pemetaan laut adalah esensial. Bagaimana keadaan hidrografi, tingkat kedalaman, kuat dan arah arus setiap musim dan perubahannya harus dipelajari dengan seksama dalam konteks pertahanan.

    Hal ini akam melahirkan operation requirement baik untuk laut dangkal dan laut dalam. Misalnya laut yang dangkal akan menuntut kelincahan atau manuver dari kapal selam untuk menghindari pemantauan atau deteksi dari udara sehingga timbullah kekhususan operasional. Oleh karena itu maka dalam menghitung postur kemampuan perang tidak hanya berdasarkan kekuatan an sich tetapi juga berdasarkan kemampuan dan gelar.

    Sementara itu ketua delegasi Perancis Admiral (Navy) Jean Claudelle dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa Perancis merupakan salah satu negara di Eropa yang sangat mendukung industri pertahanan yang berdasarakan pada sistem pertahanan otonomi dan kedaulatan. Dalam 50 tahun terakhir ini bidang industri dan peralatan pertahanan serta persenjataan Perancis menjadi hal yang sangat penting.

    Hal ini memberikan peluang bagi pemerintah Perancis dan industri pertahanannya kemampuan untuk mengembangkan peralatan dan semua spesifikasi operasionalnya seperti untuk angkatan laut, angkatan udara, helikopter, satelit, missile antar negara dan antar benua.

    Seperti diketahui kekuatan persenjataan dan pertahanan Perancis saat ini tersebar di Afrika Selatan, Mali, Guinea dan benua Afrika secara otonom dengan mitra atau partner Perancis tanpa melibatkan kekuatan besar atau super power lainnya. Kemampuan ini menjadi suatu hal yang unik di benua Eropa. Diharapkan hal ini dapat menarik Indonesia sebagai partner Perancis yang menganggap kedaulatan wilayah sebagai sesuatu yang penting.

    Seminar yang diselenggarakan Kemhan RI dan The French Defense Procurement Agency (DGA) diikuti oleh berbagai perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan Perancis seperti Airbus Helicopters, DCNS, EADS, MBDA Missile Systems, Thales dan perusahaan terkemuka Perancis lainnya. Pada hari kedua rangkaian kegiatan, Kamis (22/5), delegasi peserta dari Perancis bertolak ke Bandung untuk mengunjungi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.

    http://www.dmc.kemhan.go.id/post-indonesia-berpeluang-untuk-dapatkan-kapal-selam-canggih-dari-perancis-.html

    •  

      HAAAAH!!!. Kapal selam litoral dengan teknologi yang sangat canggih (sophisticated).
      Yang di bawah inikah??. Bung Nara & Bung PS mohon pencerahannya:

  14.  

    Mantap panglima TNI kita…btw jngan hanya di LCS saja yg diperhatikan..sebelah selatan kita jga hrus kita perhatikan krn Ausiie kyak nya adem ayem aja tpi kenyataan nti tetap cari gara2 ke kita

  15.  

    maju terus Indonesiaku!!!!!

  16.  

    jkgr emang hebat…

  17.  

    Permisi agan” semua… saya jadi tergelitik ngliat komen’ agan ttg layangan yang nyelip d juanda hehehe.. ane org sby, rumah ane dket juanda.. kapan hari tanggal 24-25 kalo gak salah.. ane nyetir lewat jembatan layang waru… waktu itu ane sekilas ngeliat manuver layangan.. entah itu layang komersil ato emang “layangan” .. seinget ane itu warna, warnanya kyk abu2 (maklum ane ngliat sekilas smbil nyetir.. gak fokus hehehe)

  18.  

    Bung Nar,itu komposisi 7 pesawatnya dari jenis apa aja? mohon pencerahannya?

  19.  

    Siap2 begadang nunggu artikel HIU KENCANA jilid 8 di realese om admin..

  20.  

    Nih jatahnya bung Erich buat jawabnya 🙂

  21.  

    Waktu msh kerja di nunukan tepatnya disimanggaris th. 2011- 2012 sering bgt liat dilangit kampung kanduangan sekitar jam 18.00wita ada kelip lampu…kata tmn2 itu milik si malay…tp setelah liat komentar disini,aq jd bertanya2 jangan2 itu TNI AU…coz sering klo dibandara Tarakan liat penampakan ajaib…tp yg sering Mi-17 + barang ajaib…itu pesawat patroli apa tempur…maklum anak desa blm bs bedain..

  22.  

    harapan kpd panglima, seyogyanya grey area utara, timur dan tenggara segera diinventarisir utk dibuat semacam pos2 pengawasan shg konflik ke depan sudah bisa diantisipasi seawal mungkin.

  23.  

    jgn cm rencana..yg penting itu realisasinya,apalagi menyangkut hal2 yg bersifat strategis!
    klo dlm kehidupan terlalu byk rencana,umumnya berakhir dgn kegagalan(mdh2an tdk)..
    tidak perlu lah kita berteriak lantang untuk melakukan yang terbaik..tp tak satupun yg tampak di depan mata,Jgn sampai “tong kosong nyaring bunyinya” atau “besar pasak daripada tiang”

  24.  

    Mantab artikelnya bung PD

  25.  

    Banyak alesan semuanya !!!! MBAH NYURUH PERANG YA PERANG !!!!

    BAGAIMANA NEGERI INI BISA DIHORMATI DAN DISEGANI JIKA TIDAK BERPERANG !!!!

    Amerika serikat siap membantu kmita, vietnam dan filiphina memohon uluran bantuan tangan kita, masak kita diam saja !!!

  26.  

    berapa lama mau dijagain? paling hangat hangat tahi ayam

  27.  

    Bersama Rakyat TNI Kuat . Lanjutkan.. !

  28.  

    pembangunan perbatasan berarti sangat dekat dengan kemampuan gubernur mengelola daerah tersebut. Kalau saya baca di media mengenai perbatasan, mereka selalu tunjuk jarinya ke pusat, lalu apa fungsi pemerintahan daerah tersebut? apa harus jadi presiden dulu baru bisa beresin perbatasan? lool

    Saya sangat penasaran kualitas gubernur di daerah yang bebatasan dengan negara lain.. sptnya ini harus dicermati

 Leave a Reply