Oct 212016
 

panglima-tni

Pulau-Pulau terluar merupakan serambi depan bangsa Indonesia, dan bukan lagi sekedar halaman belakang. Hal ini dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media di Makodam XIII/Merdeka Manado, usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat meresmikan tiga Bandar Udara di Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, (19/10/2016).

“Pembangunan prioritas pulau terluar yang sedang dan akan dilaksanakan, meliputi: Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Kota Saumlaki), Pulau Selaru, Pulau Morotai, Pulau Biak dan Kabupaten Merauke,” tegas Panglima TNI.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pembangunan pulau terluar menjadi salah satu bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan pedoman guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan perannya sebagai alat pertahanan negara.

Terkait pembangunan Bandar Udara di Miangas, Panglima TNI mengatakan Bandar Udara tersebut salah satunya untuk menghidupkan dan meningkatkan kembali perekonomian di daerah-daerah terpencil serta sebagai promisi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bandar Udara Miangas memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter dan dapat didarati pesawat sejenis ATR- 72, dilengkapi dengan runway strip 1.400 meter x 150 meter dan Apron 130 meter x 65 meter yang mampu menampung tiga unit pesawat dan memiliki gedung terminal seluas 356 m2.

Menara suar di ujung selatan Pulau Selaru.

Menara suar di ujung selatan Pulau Selaru.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmanyo beberapa waktu lalu juga mengatakan, TNI akan menambah kemampuan dan kekuatan di Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku dengan membangun dan memperpanjang landasan aju bagi pesawat militer.

“Pembangunan pulau terluar bersifat strategis sebagai bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan pedoman, untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan peran TNI sebagai alat pertahanan negara,” ujarnya.

Berbagi

  19 Responses to “TNI Bangun Landasan Aju di Pulau Selaru”

  1.  

    🙂

  2.  

    ??

  3.  

    Lanjutkan

  4.  

    jg tempatkan senjata anti serangan udara dan rudal anti pesawat di setiap pangkalan yg dekat perbatasan pak..

  5.  

    Saya lebih setuju disebut pulau terdepan, bukan terluar.

  6.  

    Seharusnya pulau rote dl pak yg di perkuat, utk pulau selaru bukan pulau trluar kita, pulau rote lah yg paling ujung selatan, utk selatan pulau yg harus dijadikan serambi depan negara kita adalah merauke, selaru, rote, ntt, ntb, benoa, banyuwangi, yogyakarta, pangandaran, ujung kulon dan cilegon atau selat sunda….

    •  

      selaru dekat obyek vital blok masela, terdekat dgn darwin aussie. paling selatan memang p rote. tp bukan yg terluar krn wilayah teritori aussie masuk ke arah arafura

  7.  

    Pulau selaru, berbatasan dengan asutralia. Deket blok masela kita.

  8.  

    Selaru jadi pangkalan aju ya ?

    Good job.

    Tempatkan 1 flight (4 unit) pespur Gripen C/D atau NG atau IFX di situ, plus 1 unit chinook / AW 101 untuk bantuan logistiknya.

    Cukup untuk jaga kedaulatan RI di blok Masela.

    •  

      FA-50 ?

      Coba search lagi, saat berkunjung ke Korsel, Pak Menhan RR pernah meninjau pembuatan FA-50 untuk Indonesia.

      Gripen ? Saat landasan di Selaru jadi maka baru akan dipesan sebagai penambahan skuadron. Itu kalo jadi. Peluang Gripen masih ada sebagai penambahan skuadron.

  9.  

    Pulau Miangas ada bandara.

    Pulau ini ada di sebelah utara Sulawesi.

    Dan pulau ini juga berbatasan dengan Filipina.

    Good job juga.

    Selain jadi bandara bisa juga jadi pangkalan aju untuk pespur kita.

    Bisa ditempatkan 1 flight (4 unit) FA-50 kita plus C295 untuk logistiknya.

  10.  

    Pembangunan prioritas : Natuna, Yamdena, Selaru, Morotai, Biak, Merauke.

    Jadi Yamdena, Selaru, Morotai, Biak dan Merauke akan disejajarkan dengan Natuna dalam hal konsentrasi penempatan alutsista dan pasukan.

    Disejajarkan berarti kurang lebih sama dengan Natuna.

    Di Natuna ada apa saja ?

    Landasan pesawat, apron, hangar dan bunker untuk 5 unit Sukhoi.

    Penangkis serangan udara, hanud titik dan hanud jarak sedang.

    Detasemen rudal.

    Apache dan MBT serta MLRS dan meriam 155 mm.

    KRI 7 unit dan kapal selam.

    1 batalyon mekanis.

    1 kompi Paskhas dan 1 kompi marinir.

    Total personel 2000 orang.

    Bayangkan jika Yamdena, Selaru, Morotai, Biak serta Merauke punya alutsista seperti Natuna.

    Terlebih Morotai dan Biak punya lebih dari 1 runway. Kelihatannya pespur yang akan ditempatkan di situ lebih dari Natuna. Bisa jadi Morotai dan Biak akan dibuat jadi seperti Tarakan (lanud tipe B) dengan minimum penempatan masing2 1 skuadron pespur komposit.

    Merauke sudah punya lantamal sendiri dan juga lanudnya sudah tipe B. Merauke kemungkinan besar akan jadi 2 atau 3 kali lebih besar dari Natuna. Merauke bisa jadi akan jadi pangkalan paling sedikit 1 skuadron pespur komposit.
    Dan Merauke pun punya Lantamal sendiri sehingga akan bisa jadi rumah dari 14 KRI dan paling sedikit 2 kapal selam. Di Merauke mungkin akan ditempatkan 1 batalyon mekanis, 1 batalyon kavaleri, 1 batalyon paskhas dan 1 brigade marinir. Total 6000 personel.

    Jika ada 1 skuadron komposit maka hanudnya pun juga komposit biar musuh bingung.

    xixixixixi

  11.  

    ..ideal nya memang harus Seperti ini ..
    Ada pangkalan militer dengan fasilitas lengkap …
    Beserta Alutsista nya ..

  12.  

    Tes

  13.  

    bangun pangkalan jangan tanggung2 dan bangun juga sarana prasarana untuk wisata dengan sungguh2 seperti rencana, cari investor untuk kembangkan supaya para wisatawan gampang kunjungi tempat tsb, kalau pangkalan terluar ramai, tentara tidak jenuh, kesepian dan bosan

  14.  

    Bangganya punya TNI…

 Leave a Reply