Nov 202014
 
Pesawat Hawk TNI AU

Pesawat Hawk TNI AU

Jakarta – Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menerima kunjungan Kasau Thailand Air Chief Marshal Treetod Sonjace, di Mabesau Cinglangkap, Jakarta (18/11). Kunjungan kehormatan ini, dimaksudkan untuk memperkenalkan diri berkaitan sebagai Kasau Thailand yang baru dan mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI AU dengan Angkatan Udara Thailand.

Soal hubungan baik ini memang bukan basa basi belaka. Ada kisah menarik bagaimana TNI dan Thailand sama-sama memperdaya Amerika Serikat.

Saat itu Indonesia baru saja membeli 32 unit pesawat tempur Hawk 109/209 dari British Aerospace. Pesawat itu secara bertahap diterbangkan dari London ke Indonesia.

Pada periode 1990an, Indonesia masih diembargo oleh Amerika Serikat terkait kasus di Timor Timur. Padahal sebagian komponen pesawat Hawk ini dipasok oleh perusahaan AS. Sesuai aturan di Amerika, sekecil apapun komponen alutsista buatan AS harus sepengetahuan Pentagon jika berpindah tangan.

AS pun menggunakan pengaruhnya untuk menekan Inggris. Tiga pesawat Hawk dari London yang terbang menuju Indonesia harus berbalik arah menuju Bangkok, Thailand. Sebenarnya pesawat itu sudah mencapai Singapura dan sebentar lagi masuk wilayah udara Indonesia.

Hal ini dikisahkan dalam buku Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi, Pengabdian Alumni Akabri Pertama 1970 yang diterbitkan Kata Hasta Pustaka tahun 2012.

Di Bangkok, tiga pesawat ini ditahan dan tidak boleh dikirimkan ke Indonesia. Situasi ini sangat buruk untuk Indonesia. Sudah belim mahal-mahal, malah kena embargo dan ditahan.

Maka pendekatan diplomasi dan intelijen dilakukan untuk melobi pejabat Thailand. Dua perwira tinggi TNI dikirim untuk membebaskan tiga pesawat tempur itu. Dir B Bais ABRI Brigjen Harianto Imam Santosa dan Aspam Kasau Marsda Tjutju Djuanda dikirim ke negeri Gajah Putih tersebut.

Pihak Thailand tak mudah melepaskan tiga pesawat itu karena ditekan Amerika Serikat. Apalagi pemerintah AS sudah mengirim permintaan resmi melalui nota diplomatik. Thailand adalah sekutu AS di Asia Tenggara selain Filipina.

Namun di sisi lain, pejabat militer Thailand juga punya hubungan pribadi yang sangat baik dengan para petinggi TNI. Akhirnya terciptalah kesepakatan unik yang cerdik yang menguntungkan Indonesia dan Thailand.

Suatu hari, ketiga pesawat jet tempur tersebut diberi ‘izin khusus’ untuk pemanasan di udara. Hal ini wajar karena pesawat sudah lama ditahan di pangkalan udara Thailand. Izin yang diberikan khusus untuk terbang di sekitar Laut China Selatan.

Pesawat pun disiapkan. Begitu izin diberikan, wuuuuzzzzz!! Pesawat langsung mengangkasa.

Namun ketiga pesawat itu tak menuju Laut China Selatan. Mereka malah menuju Pangkalan Udara Supadio di Pontianak. Ketiganya mendarat dengan selamat di wilayah Indonesia.

Pihak Thailand ‘pura-pura’ mengajukan protes atas pelanggaran tersebut. Namun pemerintah Indonesia juga ‘pura-pura’ tak terkait dengan pelarian pesawat Hawk itu.

Lucunya lagi pihak Pentagon juga ‘pura-pura tidak tahu’ atas kejadian itu. Rupanya sebenarnya mereka bersimpati pada Indonesia. Namun pihak AS terpaksa menjalankan tekanan politik dari pihak Kementerian Luar Negeri dan Kongres.

Kisah penyelamatan berakhir lucu dan unik ini berakhir. Hawk-Hawk dari Inggris ini masih memperkuat TNI AU sampai sekarang. (Merdeka.com).

Bagikan Artikel :

  48 Responses to “TNI Bebaskan Jet Tempur ke Thailand”

  1. Solaarrrr… :mrgreen: :mrred:

  2. Selmat pagi

  3. Wah ada cerita tersendiri ternyata dibalik pembebasan 3 pesawat itu..

  4. Saya mojok saja ikutan pura pura tdk tahu..

  5. Baru tau kalo thailand itu sahabat karib INDONESIA:-D slamat pagi warjager

  6. Hawk200/100 harga panavia tornado..
    Hihihiiiiii

  7. unik unik unik

  8. Saya juga pura pura tak tahu

  9. Saya pura2 dak baca xixixi lanjutkan

  10. mana ada as simpati sama kita , yang ada mereka malah pesta kali !

  11. sejak jaman perang kemerdekaan thailand sudah banyak membantu indonesia. pun sebaliknya ASEAN sesuai dengan lambangnya senernya serumpun meski berbeda karna pengaruh internasional.. terutama barat.

    ngupi dulu. cuaca mendung seperti hati saya rakyat jelata yang sedang mendung.
    tiga bidak sakti tak mampu mengobati. salam persatuan.

  12. Kejadian menyakitkan ini supaya menjadi pelajaran berharga yg sangat penting dan jangan dilupakan, begitulah kalo beli slutsista dari ASu dkk.
    Saatnya sekarang berkiblat ke Rusia, jangan sampai SU-35SI, SU-34 fullback dll gagal dibeli, demikian juga dengan S-300 gladiator exs Rusia, ditunggu kedatangannya th 2014 ini juga !!!

  13. SR deh. sambil sarapan.

  14. Jadi engga sabar nunggu pesawat ifx, tpi mesin katanya bakal pake buatan eropa apa engga ribet nanti kalo mrk embargo lgi

    http://k-military.blogspot.com/

  15. He he he , akankah……oh…….akankah :mrgreen: 😉

  16. empat jempol untuk intelejen Indonesia 😀

  17. Berbagai jenis pespur lalu lalang di langit bekasi.

  18. Thailand pura2, Indonesia pura2… lucunya pentagon jg kura2 dalam perahu…mereka terpaksa embargo krn tekanan kemenlu ama parlemen…hmmmm dimana-mana parlemen mmg brengkessss

  19. Diplomasi akhirnya adalah senjata sebenar-benarnya…. 😀

  20. kisah perjuangan dan persahabatan yang menggelitik tapi mengharukan

  21. Konon sama kisahnya dgn komponen F-16. AS jual ke Thai dan tentu saja tidak ada aturan yg melarang Thai menjualnya lagi ke Indonesia. Semua tutup mata, pura2 tidak tahu.
    Melihat case2 tersebut, jika Indonesia membeli pesawat buatan barat, maka kemungkinan besar yg dipilih adalah yg sama seperti yg digunakan Thai (lempar LPG 3 kg).
    Btw hubungan baik antara Indonesia dan Thai sudah berlangsung berabad-abad dimulai dari kerajaan “kembar” Srivijaya dan Siam. Cmiiw.

  22. begitulah kalo belanja alutsista dari barat….tapi herman kok ga kapok ya..???!! mikir…..

  23. https://www.youtube.com/watch?v=ySdTsUUow_E

    amerika kita setrika

    inggris kita linggis..

  24. dlm politik tak ada teman abadi….

  25. kisah ini semoga menambah lagi referensi bagi pengambil keputusan di pemerintah & TNI, bahwa membeli alutsista dari barat (AS & Sekutunya) sarat dgn resiko & melecehkan kedaulatan sbg bangsa & negara, perlahan kita harus mandiri & meninggalkan ketergantungan dari barat, jika semau komponen bangsa mau bersatu pasti bisa, tdk ada yg mustahil….

  26. Wah Gripen titip dipromosikan gak ya ma Kasau Thailand waktu kemari…ya itung2 jadi marketingnya SAAB

  27. Ikut nyimak gan._

  28. etho-ethoke ra reti artikel iki. ra moco juga. salam ethok-ethok (pura-pura).

  29. Hawk itu jenis helikopter yah bung…

    (pura pura ga ngeh)

  30. Amerika memang ular kepala dua, siapapun negara akan diembargo bila kepentingannya tdk dipenuhi atau keadaan saat itu menguntungkannya utk menerapkan strategi pada saat itu balkanisasi indonesia. Padahal indonesia jaman suharto berkiblat ke amerika.

    Betapa hegemoninya amerika pada saat itu yg bisa membuat negara lain tunduk kpd kepentingannya dalam hal ini inggris dan thailand. Padahal transaksi jual beli kita dengan inggris tsb sudah dibayar dan sudah ada kontrak utk itu, tapi inggris bisa tunduk kpd amerika dan melanggar kontrak yg sudah ada. Menurut saya seharusnya indonesia pd saat itu menuntut inggris ke pengadilan internasional krn sdh melanggar kontrak yg sdh ada. Dengan thailand, kita sdh ribuan tahun sdh berhubungan dgn thailand sejak jaman sriwijaya dan singosari, betapa lama kita berhubungan baik dgn thailand, tapi bisa juga thailand tunduk kpd amerika apalagi thailand adlh tetangga kita dan sesama anggota ASEAN.

    Dalam hal ini kita harus belajar dari pengalaman, dalam berhubungan dengan negara2 di dunia siapa lawan dan kawan. Untuk bisa maju dan diganggu oleh negara lain, kita terlebih dulu hrs kuat scr ekonomi, militer, dan bersatu.

  31. Kalau pesawat tersebut mendarat di malaysia bagaimana ya? Apakah saudara serumpun kita itu juga mau membantu, dengan pura-pura menyuruh pergi pesawat tersebut atau jangan-jangan malah diembat sendiri, lalu dikasih nama pakai bahasa melayu EMPRIT 109/209 bukan HAWK 109/209.

  32. Makanya …Jangan percaya pada USA Dan sekutu dekat nya itu….semoga pemerintah Dan petinggi TNI Tidak banyak berhubungan dgn mereka..jaga Jarak.. nanti mereka yang mendekati kita.

 Leave a Reply