Feb 182018
 

Jet tempur Sukhoi Su-35S Angkatan Udara Rusia. © Dmitry Terekhov (CC BY-SA 2.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharapkan dapat menyambut dua jet tempur Su-35 “Flanker-E” bersenjata lengkap dalam armada tempurnya pada bulan Oktober, setelah menandatangani kontrak pembelian jet tempur Rusia, seperti dilansir dari laman Arab News. (16/2/2018)

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen Totok Sugiharto mengkonfirmasi kepada media tersebut bahwa kontrak pembelian 11 pesawat tempur multiperan telah diteken di Jakarta pada tanggal 14 Februari 2018.

Laksda Agus Setiadji, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) di Kementerian Pertahanan telah mewakili pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia.

Dua pesawat tempur Su-35 pertama diperkirakan akan tiba pada awal Oktober, tutur Totok, untuk ambil bagian dalam parade perayaan hari ulang tahun TNI pada tanggal 5 Oktober 2018.

“Jet tempur Su-35 akan menggantikan armada tempur F5-E yang ada”, tambahnya.

Kontrak senilai $ 1,14 miliar tersebut diselesaikan setelah negosiasi dimulai pada 2017. Ini termasuk penandatanganan kesepakatan bilateral di Moskow pada bulan Agustus untuk barter dengan kopi, teh, minyak sawit, kakao, rempah-rempah dan juga turunan komoditasnya, ikan olahan dan tekstil serta produk pertahanan dari Indonesia dengan armada Sukhoi.

Informasi tentang kontrak pembelian Su-35 oleh Indonesia juga dirilis oleh voaindonesia.com, 17/2/2018.

Menurut voaindonesia.com, Indonesia telah menandatangani kontrak satu miliar dolar untuk membeli 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, ujar seorang pejabat, Sabtu (17/2/2018).

Kontrak yang ditanda-tangani wakil kedua negara di Jakarta, Rabu (14/2/2018), bernilai $1,14 miliar, kata juru bicara kementerian pertahanan Indonesia Totok Sugiharto.

“Dua pesawat Sukhoi akan diserahkan bulan Agustus tahun 2018,” katanya kepada AFP.

Imbal Dagang

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rostec, perusahaan negara Rusia yang akan menjadi badan yang mengimplementasikan proses imbal dagang tersebut.

Kesepakatan imbal dagang tersebut memungkinkan Indonesia membayar 50 persen dari nilai kontrak jet tempur Sukhoi dengan mengekspor komoditasnya senilai $ 570 juta, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di bulan Agustus dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

“Dengan kesepakatan barter ini, Indonesia bisa mengekspor lebih banyak komoditas yang sebelumnya telah kita ekspor, dan juga komoditas yang belum kita ekspor sebelumnya”, kata Enggartiasto.

Sesuai undang-undang industri pertahanan Indonesia, kontrak pengadaan peralatan utama sistem pertahanan dari produsen asing harus memenuhi persyaratan offset 35 persen.

Rusia telah mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan 35 persen offset dari total nilai kontrak dengan memberi pelatihan untuk pemeliharaan serta perbaikan armada Sukhoi kepada Indonesia.

Pada bulan Oktober 2018, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan sesuai permintaan dari TNI Angkatan Udara, bahwa jet tempur Su-35 tersebut akan dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, bom, peralatan pendukung darat, simulator, suku cadang dan mesin cadangan.

Sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan pendahulu Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo, Indonesia secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanannya untuk terus memodernisasi armada dan peralatan Angkatan Bersenjata yang sudah tua dan meremajakan industri pertahanannya.

Pengeluaran untuk belanja peralatan militer terebut bertujuan untuk memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) pada tahun 2024.

  307 Responses to “TNI Berharap Dua Su-35 Tiba Bulan Oktober”

  1.  

    Mantap nie bung joe, penjelasan nya gamblang, simple dan tepat.,.thx bung joe….harapan sy bung joe sering2 hadir di jkgr di wkt luang anda bung,,,trims

  2.  

    Ya sudah lah,,,ga usah diperpanjang,.

  3.  

    Ahh zon sotoy…Pak Jokowi tak tertandingi saat ini,,.malah sy usul Pak Jokowi menjabat sbg presiden seumur hidup,,,

  4.  

    Mari Kita FlashBack Alutsista yang sudah datang maupun sudah action Lapangan ditubuh TNI

    6 Helikopter Caracal memperkuat TNI AU

    3 Apache datang, 5 lagi Maret 2018

    6 F16 Blok 52 Id datang, lengkap jadi 24 unit

    20 unit Artileri Swa Gerak sudah datang

    1 dari 11 unit Helikopter anti kapal selam Panther

    7 Hercules dari 9 yg dipesan dari Australia sudah datang

    PKR 10514 KRI 331 dan KRI 332 sudah operasional

    KRI Bimasuci buatan Spanyol sudah datang

    KRI Nagapasa403 sudah datang, 2 lagi menyusul

    Oerlikon Skyshield sudah disebar ke pangkalan udara

    MLRS Vampire sudah masuk arsenal Marinir

    Tank Pindad sudah berparade

    Panser Pandur II sudah unjuk diri

    Rudal Starstreak sudah disebar ke Obyek Vital

    M113 Arisgator sudah sampai

  5.  

    Program modernisasi militer Indonesia memasuki masa-masa paling menentukan, utamanya soal pengembangan kekuatan pasukan pemukulnya. Program 100 hari Panglima TNI dengan jelas akan memulai merealisasikan penyebaran dan pengembangan postur kekuatan angkatan bersenjata segala matra. Dan semuanya adalah serba tiga.

    Divisi pemukul strategis angkatan darat yang lebih dikenal dengan nama Kostrad akan mengembangkan diri menjadi tiga Divisi tempur modern dengan markas pusat Divisi III ada di Makassar sementara satu Brigade tempur Kostrad akan ditempatkan di Papua. Divisi yang sudah ada sampai saat ini, Divisi I bermarkas di Cilodong Jawa Barat dan Divisi II di Singosari Malang. Kekuatan pasukan pemukul elitenya diprediksi akan mencapai 50 ribu prajurit.

    Divisi Marinir yang lebih dikenal dengan Pasmar akan dikembangkan menjadi tiga Pasmar dimana Pasmar ketiga akan berpusat di Sorong Papua. Saat ini Pasmar I ada di Jakarta dan Pasmar II di Surabaya. Prediksi jumlah pasukan Marinir dengan tiga Pasmar berjumlah 35 ribu pasukan. Demikian juga dengan Armada ketiga yang sedang dikembangkan akan berpusat di Sorong. Saat ini ada dua Armada kekuatan TNI AL, Armada Barat di Jakarta dan Armada Timur di Surabaya.

    Martadinata Class
    Komando operasi angkatan udara tidak mau ketinggalan dengan membentuk Koopsau III di Biak. Pangkalan angkatan udara Biak secara infrastruktur sudah ready for use sebagai markas Koopsau III sekaligus home base jet tempur. Saat ini Koopsau I berkedudukan di Jakarta dan Koopsau II berada di Makassar. Jumlah pesawat tempur berbagai jenis yang dimiliki saat ini berjumlah 116 unit. Prediksi pesawat tempur sampai MEF ketiga adalah 180 unit.

    Yang menarik adalah 3 skadron jet tempur untuk TNI AU, tiga puluhan kapal perang untuk TNI AL dan tigaratusan Tank berbagai jenis yang dibutuhkan TNI AD. Dan yang juga tidak kalah penting adalah semua program hebat itu akan diselesaikan dalam serial MEF yang ketiga periode 2019-2024.

    Angkatan laut saat ini sedang mempersiapkan pembangunan tiga kapal selam lanjutan setelah tiga kapal selam Nagapasa Class selesai tahun ini. Sangat dimungkinkan serial kerjasama transfer teknologi PT PAL dengan Korsel akan terulang kembali. PT PAL saat ini juga sedang mempersiapkan pembangunan tiga Kapal Cepat Rudal, setelah sukses membangun kapal jenis yang sama “Sampari Class” sebanyak tiga unit serta persiapan kerjasama mempelajari Tot dari turkey dengan pengadaan 2 Unit Kapal Selam U-214.

    Setelah memproduksi tiga ratusan Panser Anoa berbagai versi PT PINDAD dalam program MEF ketiga juga direncanakan akan membangun tigaratusan Medium Tank Kaplan produksi bersama Turki dan Indonesia. PT Pindad telah banyak memproduksi berbagai jenis alutsista untuk TNI AD termasuk senjata organik perorangan yang membuat TNI AD selalu juara tak tergoyahkan dalam setiap lomba tembak militer tingkat dunia.

    Parade HUT TNI
    Angkatan udara membutuhkan tambahan tiga skadron tempur dengan harapan terbesar ada di jet tempur paling menggiurkan 46 unit F-16 Viper. Kedatangan Menhan AS beberapa waktu lalu di Jakarta mengisyaratkan kuat kita akan segera mendapatkannya..
    serta kelanjutan kerjasama dengan pihak rusia adanya penambahan kekuatan pesawat tempur 15-18 Unit Su-35. Kekuatan pukul TNI AU saat ini ada di 8 skadron pesawat tempur. Sementara itu tambahan tiga radar militer diprediksi akan tiba dalam sisa waktu MEF jilid dua saat ini.

    Pembentukan armada ketiga TNI AL membutuhkan sebaran kapal perang berbagai jenis. Dari jumlah 150 kapal perang berbagai jenis yang dimiliki saat ini, angkatan laut Indonesia akan menambah paling sedikit 30 kapal perang baru. Sampai selesainya MEF ketiga nanti jumlah KRI akan mencapai 180 unit KRI.

    Mulai tahun ini program sebaran kapal perang RI dialokasikan untuk 14 pangkalan angkatan laut (Lantamal). Dengan asumsi setiap Lantamal disediakan 3-4 kapal perang berkualifikasi patroli maka ada sekitar 50 KRI disebar di seluruh Lantamal. Ini adalah strategi untuk gerak cepat armada mengantisipasi pelanggaran teritori laut.

    Penambahan jumlah armada kapal perang TNI AL bisa tercapai karena dua pertiga kapal perang yang dibutuhkan itu bisa dibuat di PT PAL dan galangan kapal swasta nasional lainnya. Sementara sepertiganya dilakukan melalui kerjasama produksi dengan pihak luar atau membeli utuh untuk kapal perang berkualifikasi Destroyer.

    Kita meyakini di babak-babak akhir pemerintahan saat ini selama satu tahun ke depan akan banyak kontrak pangadaan alutsista skala besar. Dan barangnya akan datang pada saat MEF ketiga berlangsung. Misalnya kontrak pengadaan kapal perang jenis perusak kawal rudal, kapal selam, jet tempur, radar, uac/ucav, tank amfibi dan lain-lain. Ini yang paling realistis.
    Serta kejutan yang lebih hebat misalnya kontrak pengadaan 2 kapal perang jenis Destroyer.

    Perjalanan MEF kita adalah pola ukur hitung untuk menyelesaikan perkuatan TNI yang selama puluhan tahun kurang mendapat perhatian. Dampaknya kita sudah tertinggal jauh dengan militer jiran. Oleh sebab itu diniscayakan dengan terus memompakan anggaran pertahanan yang besar dalam program MEF berkesinambungan ketertinggalan itu bisa disejajarkan.

    •  

      Mantappppp bung joe, penjelasan yg panjang, padat dan berisi…paten kaliii,,..tp sayang bung, pemilihan destroyer nya DZP class, warjag ingin nya sih Admiral Gorskov bung joe,..

      •  

        menggiurkan bung Seven soalnya ada Tot Destroyernya…

        saya malah condong ke Rusia untuk Kapal Perang…tapi ya sudahlah Bung klo utk Kapal Perang mainannya dari teknologi Barat..
        kecuali Marinir ama Heavy Fighter khusus papa bear..
        pengujian satelit dan teknologi Nuklir Condong ke papa bear juga…

        semoga kedepannya alutsista kita bisa bekerja sama dengan papa bear dengan ruang lingkup yang lebih luas… 😀

        •  

          Amin bung joe…salam sukses selalu bung,.,

        •  

          Thanks bung Joe infonya dah bisa si babarkan di Warjager.. saya mewakili Warjager sangat berterima kasih atas semua infonya. 🙂

          oh iya bung Joe, di Biak jadikan sebagai Tempat Spaceship kita meluncur?
          soalnya jika liat latihan di Biak kemarin kayaknya liat kondisi di lapangan sana…

        •  

          @bung joe

          Salam kenal om…

          Kalo dapet LCF sih oke banget, tapi feeling saya kita pake frigat “M Class replacement” (sama dengan AL belanda&belgia yg akan mengganti M Class frigat mereka)…mengingat kemampuan keuangan kita dan anggaran yg tersedia utk mengupgrade perangkat lunak pada kaprang scr berkesinambungan, plus kemungkinan kalo kita beli M Clss replacement kita dapet bonus beberapa dari 4 unit M Class lama milik belanda dan belgia

    •  

      Destroyer Please……

    •  

      kalo yg hrg nya bersaing tapi bejibun armament nya … Sejong Korsel kelas destroyer mirip light cruiser

    •  

      Aamin

    •  

      @Bung Joe : bolehkah di bagi knp dr ketiga matra yang ada saat ini baik utk divisi pemukul darat dan laut, komando armada laut dan udara 1 dan 2 terpusat di jawa? Klu yg ke 3 akan di bgn di wilayah timur apakah ke depan nya utk yg 1 dan 2 akan memungkinkan jg akan di lakukan pergeseran base sesuai pembagian wilayah kita spt zona wkt yaitu bara,t tengah dan timur? Mohon pencerahan nya.

  6.  

    ngerihhhhhh kaliiiii ……

  7.  

    udah scrol dari no satu ampe 190 ko ga ada si carin komen ?

  8.  

    Offset 35% kok malah dibahas ngalor ngidul ngibul.
    Perawatan dan pelatihan tentulah satu paket dng pengadaannya.
    Pengadaan pespur itu sifatnya like specialis. Utk pelatihan pilot dilakukan sebelum tibanya pedawat. Ingat pengadaan awal F-16 thn 80 an. Krn gak mungkin pesawatnya sdh ada baru melatih pilotnya. Lha klo ada perang, pesawat baru datang pilot baru latihan, bisa gagap2 nanti dipecundangi pilot musuh.

    Kalo urusan pelatihan perawatan berjalan bersamaan dng proses pembuatan unitnya sendiri, diharapkan pesawat datang sekaligus buat praktek pengenalan maintenance. Demikian jg suku cadang datang bersamaan satu paket dng unitnya.

    Urusan pembayaran sudah diatur oleh bank penjamin. Barang dibayar lunas oleh bank, yg beli nyicil ke bank penjamin sesuai tenggang waktu yg disepakati. Pespur gak pake bpkb utk ditahan sampe lunas….xixixi

    Kalo pihak penjual melakukan wanprestasi, maka ada abritase international yg nyelesaikan. Jd gak ada itu uang ditahan sampe nanti selesai offset diberikan. Gak sama dng beli motor kreditan ente2 semua yg pake nahan bpkb. Kok jd ngaco semua gitu.

    •  

      Yang 35% itu sebetulnya ToT apa Offset sih Bung Ruskye, yg bener yg mana???

      •  

        35% offset itu sudah termasuk
        – ToT,
        – Investasi rusia yang ditempatkan di indonesia (industri militer),
        – membuat pabrik sparepart atau bantuan memasarkan produk militer rusia.

        35% dari $1.140 adalah $ 399 juta.
        399 juta dibagi 3 masing2 point diatas bisa dapat $ 133 juta

        maka rusia bisa memberikan :
        – Transfer teknologi yg setara dengan $133 juta
        – investasi atau menggandeng industri lokal indonesia dengan mengucurkan dana setara dengan $133 juta.
        – membuat pabrik sparepart dan membuka cabang di indonesia dengan mengucurkan dana setara dengan $133 juta.

        •  

          Pihak perwakilan Sukhoi berencana membuka bengkel di Indonesia, mungkin itu adalah bagian diantara hasil pembelian SU-35.
          Indonesia sangat di untungkan jika rencana ini terwujud, karena bengkel Sukhoi di Indonesia ini akan melayani kawasan Asia Pasifik.

          •  

            kalo cuman bengkel (pusat layanan teknis sukhoi) di gong kedak malaysia bukannya sudah ada ya?

            mohon pencerahannya…

          •  

            Vietnam kalau tidak salah menggandeng Ukraina…
            Saya rasa akan berbeda jika yang dikelola Indonesia benar2 resmi dan mendapatkan lisensi langsung dari Russia… tentu saja level pekerjaan dan kualitasnya akan lebih tinggi atau hampir mendekati kemampuan negara pembuatnya…
            Pada level ini, maka perbaikan bisa seperti yang dilakukan Belarusia, dimana level perawatan berat dan upgrade bisa dilakukan, pasti akan sangat fantastis…
            Masing2 negara pasti memiliki layanan servis, Indonesia juga memiliki seperti yang di Makasar dan Madiun… saya rasa ini levelnya lain, mungkin levelnya memang sudah lebih kelas berat, sehingga tidak lagi perlu mengirim ke Russia/Belarusia untuk melakukan perawatan berat…

          •  

            bung wangsakencana, pihak rusia sudah memutuskan hanya memberikan pelatihan dan perawatan (mungkin maksudnya garansi produk), tidak ada ToT dan tidak ada pabrik sparepart, juga tidak ada konten lokal, atau menggunakan material lokal.

            jadi 3 poin diatas sudah ditolak oleh rusia, sebagai gantinya diberikan pelatihan dan perawatan.

            lebih jelas baca juga komennya bung ruske yg bilang tidak ada ToT, dsb.

          •  

            bung migrusia, ya memang ada MRO di gong kedak, malaysia, tapi sebatas MRO, bagus atau tidaknya saya kurang paham, mungkin bung migrusia perlu menanyakan langsung kepada AU malaysia sendiri.

            untuk MRO mungkin nanti indonesia akan bisa melakukan MRO di dalam negeri seandainya kerusakan pesawat tidak terlalu parah, kalau parah mungkin harus pulang kampung. ini karena offset yg 35% itu.

            kalau pabrik sparepart tidak ada, MRO(bengkel) dgn pabrik sparepart beda ya jangan disamakan.

            selain itu MRO bisa bekerja 100% rasanya mustahil karena amerika juga mepet rusia dengan ketat, jadi mustahil bisa 100%

      •  

        UU nya sdh jelas, jika tidak bisa TOT maka dlm bentuk imbal dagang dng offset sebesar 35% bung.
        Offsetnya dlm bentuk perawatan dan training maintenance. Harusnya jika kondisi umum kita beli alat jg keluar biaya utk kursus pemeliharaan serta perawatan alat. Tp yg ini kursusnya kita tdk bayar, melainkan dikasi secara cuma2 oleh rusia, termasuk perawatan berkala alat jarena diikat dng offset tadi. Jd bukan TOT. Tp paket perawatan dan kursus pemeliharaan alat kasarnya spt itu. Lumayan besar itu biaya perawatan dan training pemeliharaan bung.

    •  

      wwwkkkkk………..ya udah bang ruske jelasin ke warjager…..sungguh saya ga tega ngomong yg sebenarnya……….

    •  

      Ngalor ngidul gimana ?

      Lha wong dari tadi kita itu bicara ngetan ngulon kok dibilang ngalor ngidul.

      Ruskye, Ruskye ini lho, udah nyrundul nuduh ngalor ngidul lagi.

      Piye toh ?

      Xixixixixi

    •  

      Mau tanya Bung Ruskye, kalo latihan pilot transfer alih pesawat itu normalnya berapa jam terbang atau berapa tahun???

  9.  

    F16 kita baru di upgrade bung, apanya yg udah uzur??? yg bacht terakhir aja baru dikirim bbrp bln lalu…kemungkinan IFX akan dijadi skadron baru.,.

  10.  

    Ha ha ha…emang bruce lee loncat? ha ha ha…loncat2 kyk cebong bung…ha ha ha…

  11.  

    Jiahhhhhh….menehhh loncat2…piye iki jkgr, formil udah ga diurus lg kek nya…komen loncat2 didiemin…ha ha ha…

  12.  

    Mana ada kodok suka loncat2, itu krn emang takdir nya, coba aja tanya dr hati kodok paling dalam, mana suka dia loncat2, capek pastinya,,,pst inginnya jalan normal spt manusia,.,,,begitu pula dgn cebong, klo lg goog mood ya pat jingkrak2 lah mrk.,,loncat2 kegirangan,,xixxi

  13.  

    Terasa seperti dulu lagi,,kebanjiran komen, bisa bisa pecah rekor lagi.

  14.  

    Teast. ….!!! ?

  15.  

    Bung @joe apakah ada kabar tentang penggantian klewang yang terbakar dulu?
    Dan bagai mana kelanjutan proses yang pemesanan 3 unit. Apakah dibatalkan atau cuma ditunda samapai batas waktu yang tidak di tentukan?? Mohon pencerahannya. ?

 Leave a Reply