Jan 082014
 
Pesawat F-5 Tiger TNI AU

Pesawat F-5 Tiger TNI AU

Kementerian Pertahanan berencana mengganti pesawat tempur TNI Angkatan Udara F-5 Tiger yang harus pensiun, dengan pesawat tempur baru yang jauh lebih canggih, salah satunya pesawat tempur SU-35 dari Rusia. “Ada beberapa usulan pesawat tempur yang masih dikaji, untuk memilih yang paling tepat. Apakah pesawat tempur dari Rusia, Amerika, Eropa atau dari negara lain,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai Rapim Kementerian Pertahanan, di Kantor Kemhan Jakarta, 7/1/2014.

Menurut Menteri Pertahanan, ada sekitar 5-6 usulan pengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang telah berusia 30 tahun tersebut. Purnomo Yusgiantoro meminta agar dilakukan pembobotan dan ditambah spesifikasi teknis, sehingga ditemukan pesawat yang tepat untuk gantikan F-5 Tiger. Dia berharap agar keputusan untuk memilih pesawat tempur pengganti itu segera diputuskan, agar pada rencana strategis (Renstra) II 2015-2020 dapat dilakukan pembeliann sehingga datang tepat pada waktunya.

“Saya berharap pesawat tempur yang canggih tersebut mampu membawa peluru kendali jarak jauh,” katanya.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, TNI AU telah membuat kajian untuk pesawat tempur pengganti F-5 Tiger, seperti Sukhoi SU-35, F-15, F-16 dan pesawat tempur buatan Swedia. “Kajian itu sedang kami pelajari, tergantung dari kemampuan keuangan negara,” katanya.

F-5E Tiger II

F-5 Tiger TNI AU

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menambahkan, TNI AU menginginkan satu skuadron (16 unit) dalam pengajuan pesawat tempur pengganti F-5 Tiger. “Kami ikuti renstra yang ada. Selanjutnya kami masih revisi sesuai arahan Panglima TNI dan Kemhan sesuai kemampuan negara untuk membuat masterlist,” katanya.

KSAU mengatakan, setiap Renstra ada pergantian pesawat yang tak layak, sehingga dilakukan modernisasi sesuai perkembangan teknologi.Β AntaraNews.com

  140 Responses to “TNI Cari Pengganti Pesawat Tempur F-5”

  1. Saya berharap kedepan pengganti F-5 Tiger TNI AU akan ditekankan pada kecepatannnya !! Karena F-5 sejatinya adalah pesawat intercept ??

    • dulu belinya gak mikir lho buat intercept
      Hanya untuk mengganti Avron sabree yang sudah rusak rusak terus
      apakah kita butuh interceptor dengan doktrin modern sekarang?

    • Saya punya pendapat yg sedikit berbeda…yg penting bukan semata-mata kecepatan tapi seberapa cepat pesawat tsb meninggalkan landasan utk menghadang pesawat musuh. Menurut pengamatan saya sbg org awam, F22 dan Eurofighter Typhoon memiliki kemampuan yg sangat baik dlm hal ini. Keduanya mampu menanjak vertikal dgn cepat setelah tinggal landas. Rafale dan Gripen memiliki kemampuan sedikit dibawahnya. F16, F15 dan Sukhoi series…. maaf saja, buruk dalam hal ini. Tiga pesawat terakhir cocok untuk patroli udara tapi tidak cocok utk melakukan intersepsi. Menurut saya, intersepsi -yg hanya terbang jika ada ancaman- lebih hemat dibandingkan patroli udara,tentu saja tidak perlu dgn interceptor murni tapi menggunakan pesawat multirole yg memiliki kemampuan intersepsi yg baik

      • Efisien dan hemat mana
        Interceptor pespur musuh dan pesawat mata mata lawan diketahui dengan jaringan Satuan radar GCI (Ground Control Interception dan Satuan radar EW (Early Warning)
        Terus dilock dengan systim SAM jarak jauh macam S300/S400 bila sudah terkunci pasti interceptor akan PANIK dan berusaha meninggalkan kedaulatan udara kita

        Kalau black fight pesawat sipil biasa diperingatkan lewat radio kalau bandel baru disergap oleh pespur medium

        • Benar sekali bung satrio, kalau doktrinnya adalah pertahanan terhadap pespur musuh, saya setuju dengan Satuan Radar GCI dan EWnya beserta system SAM S350 yg lebih utama. Karena akan sangat menimbulkan efek deteren pada pespur lawan. Ini jg pertimbangan sekutu utk tidak mudah memutuskan melakukan penyerangan terhadap Suriah.
          Sementara untuk pespur TNI pengganti F5, utk saat ini sekiranya cukup dengan Gripen saja namun tetap dilakukan penambahan Sukhoi family SU35 sebanyak 1 squadron, akan lebih mantap dan hemat anggaran sambil menunggu terealisasinya KFX/IFX 6 tahun kedepan….(kalau tidak molor…hehehe)…maaf kalu ada yg keliru

      • Pertama-tama Satuan radar dibenahi dulu, agar dapat beroperasi secara kontinyu menyambung terus.

        Kedua, KCR-40 diperbanyak (secepatnya), dan sudah dipersenjatai komplit, kemudian sebar ke Indonesia Timur.

        Ketiga, mendirikan Lanud Pespur di Indonesia Timur (lebih dekat untuk menghadapi ancaman dari selatan), masalah beli lagi pesawat F-16 bekas ngak masalah, yang penting banyak dulu.

        Keempat, Naikkan anggaran untuk patroli, dan jangan lagi “ngutang Pertamina”

        Kelima, Efisiensi Anggaran untuk mencegah dana bocor di lapangan

        Nah, kalau semuanya sudah, maka baru mikir Su-35 dan S-300, yang perlu diketahui, Indonesia sangat-sangat-sangat luas, sehingga penggunaan KCR-40 sangat amat diperlukan untuk mengamanan Laut, sedang di udara dengan kehadiran Lanud Pespur ditambah Sensing dari Radar sudah cukup mengurungkan niat musuh untuk melanggar perbatasan.

        Kemungkinan untuk perang sangat amat kecil terjadi, namun yang paling banyak/sering adalah pelanggaran Perbatasan dan Penjarahan hasil Laut

        • ok diluruskan aja semuanya dulu
          betul bung meleckteck radar dibenahi dulu saling terkoneksi dan tidak ada area yang blankspot (tidak tercover radar)

          Langkah selanjutnya baru mikir pembelian S300

          Bila ada yang black flight dan bisa terdeteksi radar dan dilock dengan S300 tapi masih tetep bandel masuk yaa tidak bisa langsung ditembak karena itu tindakan sembrono sama saja ngajak perang.
          HARUS menerbangkan pespur pencegat untuk scrambel mencari bogey tersebut untuk di IDENTIFIKASI secara visual
          bisa saja itu pespur yang lagi rusak sistim komunikasinya dan radarnya sehingga kesasar dan tidak bisa menjawab kontak radio
          dan biasanya pilot akan memberikan isyarat dengan tangan memberitahu kalau dia tidak bersenjata dan kesasar,,seperti mengangkat kedua tangannya
          sehingga bisa digiring untuk mendarat dilanud kita untuk diproses selanjutnya.

          Dalam saat kondisi perang pun ada aturan aturan internasional yang harus ditaati dan diatur didalam hukum humaniter

          • Ini menekankan kembali mengapa di jaman BVR sekarang kemampuan knife fight pesawat tempur masih dibutuhkan

            Kecuali di kondisi perang terbuka, dogfight tetap adalah satu kemungkinan besar jika skenario diatas (identifikasi visual) berekalasi menjadi pertempuran. Dan dalam situasi seperti diatas bahkan pesawat F16 akan punya keuntungan melawan F22 sekalipun

            Sebagai masyarakat awam saya sendiri cenderung emosionil dan terburu buru πŸ™‚ sementara Kemnhan dan TNI harus memikirkan sikon aktual dan strategi jangka panjang

  2. Saya kira GRIPEN lah yang paling cocok sebagai PENGGANTI F-5 sesuai dengan fungsinya,………….

    namun dikarenakan sekarang “TETANGGA” DARI SELATAN lagi ngak tahu diri, maka Su-35 bisa jadi pertimbangan nomer wahid.

    Disamping itu juga masalah BIAYA OPERASIONAL juga harus dihitung dengan maksimal, jangan sampai setelah kita beli, namun tidak bisa digunakan secara optimal karena biaya operasionalnya tidak mencukupi

    • saya setuju dengan pendapat bung melektech tentang gripen sebagai pengganti f-5. sedangkan pembelian su-35 memang bukan untuk mengganti f-5 melainkan sebagai penambahan satuan pemukul sekaligus peremajaan armada sukhoi jika upgrade su-27/30 tidak tersedia di kemudian hari.

      • Saya termasuk pengharap Gripen NG, tapi jadi agak pesimis dgn kabar potensi penawaran batch 2 F16. Idealnya Gripen NG > IFX untuk workhorse dan Su35 > Pak-fa sebagai pemukul kelas berat

        • sejak akhir 2012 sudah ada kabar penawaran f-16 batch 2 guna menghabiskan anggaran buat pengadaan pesawat berbusa tinggi. bahkan ditawarkan paket bundling dari kapal, uji coba f-18 dan mungkin f-15 bekas di tengah gurun. bahkan kalau tidak salah ada forum luar yang menyebut indonesia sebagai kolektor barang bekas. ya memang seperti itulah jika anggaran terbatas.

          • Nasib negara berkembang ya bgini gan πŸ˜€ tapi saya optimis keadaan akan membaik. Bagi saya yg paling top adalah niat pemerintah untuk menaikan anggaran hingga bisa mecapai 1.5% dari GDP. Anggaran pertahanan kita juga punya estimasi CAGR 8.38% dan 6.06% dari GDP (2011-2015).

            Berita batch 2 F16 memang pernah terdengar sebelumnya, dan kembali muncul belum lama ini, sepulang pak Pur dari US. Timing-nya bersamaan dgn issue Gripen

        • Setuju bung,lagian su 35 kan bukan specialis intersep,sedangkan f5 ini masuk kategori pesawat intersep.saya rasa gripen NG lebih oke lah kalo buat intersep ,tp su 35 nya tetep beli.kan beda fungsi.gripen medium su 35 premium alias pemukul kelas berat..

          • Gripen sebagai Jab yang sering keluar mencegah musuh masuk namun ga boros tenaga, Sukhoi jadi Hook yang mengancam walau diam di belakang. Analogi itu untuk menyikapi kebutuhan pesawat dgn deterrent tinggi dan sekaligus keterbatasan dana operasonal.

            Jika melihat kebutuhan berdasarkan beban wilayah yang harus dijaga dan jumlah squadron pesawat tempur saat ini, ((24+10 )hibah+10) F16 dan (44?) Gripen bisa operasional bersamaan dgn 2-3 squadron Sukhoi. Namun jika melihat kemampuan pengadaan, biaya operasional dan commonality demi penyederhanaan logistik memang skenario itu terasa terlalu optimis

          • Pesawat multirole/omnirole menggerus pengembangan pesawat spesialis seperti pesawat intercept. Su35 dgn kecepatan 2.4 Mach bisa ditugaskan sebagai interceptor, payload dan range-nya yang besar bisa juga ditugaskan sebagai bomber, maneuverability dan persenjataan-nya bisa juga memerankan pesawat air superiority. Perbedaan “fungsi” hanya dibedakan pada persenjataan yang dibawanya. Saat ini, MRCA adalah solusi hemat bagi kebanyakan angkatan udara dunia, satu jenis pesawat untuk berbagai kebutuhan. Cmiiw

    • Kenapa tidak Rafale saja sebagai pengganti F-5 tiger ? Apakah teknologi Gripen lebih baik, atau karena pertimbangan biaya operasional yang lebih murah ?

      Sebagai seorang awam, SU-35 tetap lanjut sebagai kekuatan utama dan proses regenerasi keluarga sukhoi. Sudah banyak investasi yang dikeluarkan, sehingga sia-sia jika tidak diteruskan.

      Perbandingan ideal nya 1 keluarga sukhoi banding 3 pespur kelas medium (Rafale/Gripen).

  3. @Bung Nouw ,bung danu dan bung roger bung ruskye dan warjager lainnya monggo dibahas sekalian menquote jawaban bung nouw di diskusi di artikel SU 35 sudah mendekat yang sudah penuh diskusinya kita ganti disini saja

    Peta kekuatan pesawat tempur di kawasan kita
    Singapura: saat ini menggunakan F-15 SG (kode aslinya dari amerika adalah F-15 C/D) dan F-16 Block 52. kedepannya berencana membeli F-35 Lightning II.
    jadi peta pespur mereka kedepannya adalah F-35 Lightning II, F-15 SG (F-15 C/D) dan F-16 Block 52.

    Australia: saat ini menggunakan F-18 E/F SuperHornet dan F-18 B/D Hornet. berencana membeli EA-18 Growler Next Generation Jammer (NGJ) dan F-35 juga.
    jadi peta pespur mereka kedepannya adalah F-35 Lightning II, F-18 E/F SuperHornet dan F-18 B/D Hornet.dan EA-18 Growler Next Generation Jammer (NGJ)

    Malaysia : saat ini menggunakan F-18 B/D Hornet, Su-30 MKM dan Mig-29 Fulcrum yang akan pensiun. kedepannya berangan2 ingin membeli kandidatnya F-18 E/F SuperHornet, Rafale, EF Typhoon, JAS 39 Gripen, Su-35BM/S dan Su T-50 PakFa (hanya sayang khusus tuk malaysia rusia tidak akan menjual Su-35 dan Su T-50 nya ke malingsia alias ditolak rusia).
    jadi peta pespur mereka kedepannya adalah F-18 B/D Hornet, Su-30 MKM,Mig-29 Fulcrum mereka dan calon penggantinya

    Indonesia: saat ini menggunakan Su-27 Flanker-M, Su-30 MK, Su-30 MK2 dan F-16 setara Block 52. kedepannya membeli Su-35 BM/S, Su T-50 PakFa dan pengganti F 5 kandidat terkuat Gripen disusul EF Typhoon ,rafael dulu untuk EF Typhoon dan rafael masih dalam kajian tni au, apakah layak dibeli atau tidak. bila setaraf dengan F-33 (IFX) indonesia maka tidak akan dibeli, apabila mengungguli F-33 (IFX) maka akan dibeli.
    Selain berencana membeli, ternyata indonesia sedang mengerjakan membuat 2 tipe pesawat tempur yakni F-33 (kode lainnya adalah KFX/IFX yg bekerjasama dengan Korea Selatan) dan Srikandi (dikerjakan oleh PT DI sendiri).
    jadi peta pespur TNI AU kedepannya adalah Su T-50 PakFa, Su-35 BM/S, Su-27 Flanker-M, Su-30 MK, Su-30 MK2, IFX, Srikandi dan F-16 setara Block 52.

    Dimulai mengulas perbandingan dengan Singapura
    Sedikit gambaran bagaimana bila F 16 kita yang diretrofit dan yang hibah head on bertemu dengan F 15 SG.
    F 15SG singapore basisnya -15E, F-15E sendiri diOPTIMALKAN untuk serang darat dan kemampuan manuvernya tidak lebih baik atau malah di bawah F-15 seri pendahulunya karena bobotnya lebih berat dan drag lebih besar akibat CFT, perkuatan struktur, dan perlengkapan tambahan lainnya,
    Jadi kelebihan F-15SG mungkin di radar AESA dan Thrust mesin yang paling besar dibandingin rival2 sekelas,
    Kelemahan F-15 dari type A-D adalah combat radius yang relatif kecil yang akhirnya pengaruh ke mahalnya biaya operasional, ada data valid detail combat radius F-15A-D dengan berbagai konfigurasi, dibandingin sama europe 4.5G fighter dan Su-family dengan konfigurasi sama2 air superiority, full internal fuel tanpa external fuel tank, combat radius F-15 lebih kecil…

    Memang masalah combat radius ini dapat diatasi pada F-15E dengan menambah CFT sehingga kapasitas fuel lebih banyak, efek negatifnya dengan adanya CFT selain mempengaruhi kemampuan manuver, juga operational costnya lebih tinggi karena fuel yg dibutuhkan lebih banyak untuk mencapai combat radius maksimal,dan RCS nya lebih besar

    F-15 SG (C/D) singapura dibanding dgn F-16 hibah setara Block 52 indonesia yang membedakannya hanyalah teknologi yg dibenamkannya, walaupun secara teknologi kualitasnya sama.
    Agile Beam Radar yg dipunyai f-16 block 52 dengan APG-70 yg dipunyai F-15 SG, ternyata secara kualitasnya mereka relatif SEBANDING,, dengan radar agile beam ini, maka f-16 block 52 tni sudah bisa membawa fire-and-forget beyond visible range air-to-air missiles.

    Kita bandingkan juga armament pespur masing2. f-16 block 52 tni sudah mampu membawa misil (AIM-120, AIM-9, AGM-65, Kongsberg Penguin Mk3), bom (DASA DWS 39) dan canon (M61A1).
    sedangkan f-15 sg singapura hanya membawa misil (AIM-120, AIM-9, AIM-7) dan canon (M61). bila diadukan secara 1 vs 1, ya f-16 tni bisa menghajar f-15 sg asal joky bisa penggunaan f-16 secara maksimal.

    Tapi bila f-16 block 52 menghadapi f-15 J/D maka siap2lah wassalam f-16 block 52,
    karena f-15 J/D lebih mutakhir dibandingkan dengan f-16 block 52 dan f-15 SG dan type C/D.
    dan negara yg baru menggunakan dan mempunyai teknologi f-15 J/D adalah jepang dan amerika.
    Bisa jadi F 16 hibah bisa bersaing dengan f-16 singapura, f-15SG singapura, f-18 hornet malaysia dan australia. makanya singapura keberatan atas tindakan indonesia mengupgrade f-16 ini bila sampai ke block 52

    Dan jangan lupa F 16 DICIPTAKAN John Boyd untuk mendampingi/melindungi F15 dikarenakan bobotnya yang besar dan bertype multyrool/serang darat dibanding F16 yang lebih kecil dan lincah karena bertype Air superiority.
    Kalau keterangan Joky kita dengan F 16 hibah mereka tidak akan mundur bila ketemu F 15 SG apalagi diatas medan lautan
    Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang PERAWATAN ENERGY pada pertempuran pesawat tempur,yang bergantung pada pesawat yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang LEBIH BAIK.
    Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang,dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil.
    Boyd beranggapan pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik.
    Pada saat yang sama pengembangan F-111 menemui banyak masalah yang mengakibatkan pembatalannya dan muncullah desain baru F-14 Tomcat.Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat lincah dan gagalnya program F-111,dan muncullah pesawat rusia Mig 25 yang kemampuannya dibesar besarkan.Membuat angkatan udara sam memulai perancangan pesawat mereka sendiri yang akhirnya menghasilkan pesawat F-15 Eagle
    Pada saat pengembangan F15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti pesawat F-111 membuat Boyd Frustasi dan ia meyakinkan beberapa petinggi angkatan udara lain bahwa F-15 membutuhkan DUKUNGAN dari pesawat tempur yang lebih ringan
    Maka lahirlah pesawat F-16 ini
    Teori Energy–maneuverability John Boyd adalah membahas aircraft performance.yang berguna dalam menggambarkan Kinerja sebuah pesawat (terutama F15 dan F16) sebagai the total of kinetic and potential energies atau aircraft specific energy.
    ini berkaitan dengan the thrust,(daya dorong) weight,(berat) drag, wing area(daerah sayap) dan karakteristik penerbangan lainnya dari pesawat kedalam quantitative model.
    Hal ini memungkinkan combat capabilities (kemampuan tempur) untuk diprediksi dan diperbandingkan..
    Kalau mau njlimet kita bisa membandingkan kretria diatas pesawat F15 SG, F18 oz dan f16 kita.dan kenapa f16 berani doghfight denganF15 SG dan f18 oz
    Dan atas dasar teory ini menjadikan F16 menjadi pespur paling sukses didunia ini..

    F-16 diciptakan oleh General Dynamics sebagai pesawat tempur ringan dengan kemampuan olah gerak udara yang bagus dan juga mempunyai kemampuan serang darat. F-16 bisa terbang dengan kecepatan max sampai mach 2.0
    Mungkin ini yang jadi pertimbangan Petinggi TNI AU DULU memilih pesawat tempur F16 dalam arsenal kita.
    Bagaimana bila F 15 SG bertemu dangan Sukhoi Family saya rasa para Joky akan lebih confidence karena pesawat ini setara bahkan bisa lebih unggul karena kita mempunyai Sukhoi yang bertype air superiority yaitu SU 27 SK dan SKM.
    Sedangkan perbandingan F 35 dengan SU 35 sudah dibahas diwarjag (bisa dicopy paste oleh bung diego kalau dijadikan artikel:D)

    monggo ditambahkan warjager lainnya bagaimana bila menghadapi malaysia

    • Keterangan menarik bung @Satrio. Sebelumnya saya berasumsi aman bahwa pesawat F16 yg akan datang adalah setara F16 blok 32/32+. Apakah sudah ada rilis spesifikasi upgrade F16 untuk TNI? Saya ga ada narasumber bocoran, dan berdasarkan masukan beberapa bacaan kemudian setuju dgn prediksi aman blok 32. Namun Jika ternyata memang setara blok 52 maka prediksi memang akan lebih optimis. Terutama karena RSAF dan calon pangkalan F16 di Riau tidak jauh hingga masalah range/combat range bisa diabaikan.

      Mengenai Malaysia saya baca Najib menyatakan minat pada Pak-fa, namun Rosoboronexport malah menyodorkan opsi S-35. Mungkin pihak Russia tau PM cuma basa basi karena factanya program pengganti MIG29 on hold sampai setidaknya tahun 2015. Jadi, setahu saya bukan ditolak, lagipula Malaysia dan Indonesia sama2 konsumen penting alutsista di kawasan. Apalagi jika menimbang persaingan industri persenjataan Russia dgn produsen barat di kawasan ini. Asia tenggara walau volume belanjanya kecil namun mempunyai supplier yang sangat beragam, US, Amerika Selatan, EU, Russia, China dan bahkan beberapa Industri lokal seperti Pindad, PT.DI dengan ST Kinetics sebagai pemain besarnya. Jadi menurut saya tidak mungkin menolak permintaan Malaysia pada Su-35. Kendalanya bagi Malaysia -saat ini- adalah anggaran pertahanan yang menurun. Mengingat persaingan MY-Sing maka kedatangan F35 di RSAF akan membuat pilihan Malaysia-pun menjadi terbatas πŸ™‚ Kemungkian (setelah ada dana) mereka akan kembali melirik produk US atau Russia, dalam hal ini tebakan aman ada pada F18-Growler dan Su35 dengan Gripen NG sebagai kuda hitam

      Malaysia sedang diet alutsista. Karena Thai, Sing dan kita sedang modernisasi militer dgn agresif kelihatannya mereka akan segera tertinggal di kawasan. Dan walau dengan Malaysia yang paling rame, saya sendiri melihat ancaman lebih besar datang dari China dan Australia. Jika dgn Australia terjadi eskalasi militer maka US akan masuk dan artinya juga Singapura. Intinya, yang harus diperhitungkan adalah Australia dan Singapura, sedangkan Malaysia bisa dianggap no contest sampai ada kejelasan mengenai kelanjutan modernisasi militer mereka.

    • Mantap analisa DANLANUD yg satu ini……

    • analisa yg menarik bung satrio, ada beberapa point yg ingin saya tanyakan.

      apa benar F 16 hibah kita setara dengan blok 52 mas.?krna yg banyak diberitakan kemungkinan hanya setara blok 32,apalagi mas sendiri mengakui bahwa singapura mengajukan protes kalau sampai F 16 kita diretrofit menjadi setara 52. kalau singapura protes maka australia pun pasti ngikut protes disinilah saya menjadi tidak yakin bahwa amerika akaan mengizinkan kita untuk mendapatkan F 16 setara blok 52 dan tidak menghiraukan curhatan sekutunya.

      saya baru dengar masalah srikandi mas, pesawat ini pengembanganx akan diarahkan kemana mas.?jika ifx banyak yg mengatakan akan diarahkan untuk mengisi pespur kelas medium,apakah srikandi akan diarahkan ke kelas low atau ke kelas high mengganti sukhoi family (kalau beneran srikandi terwujud kemungkinan menurut saya akan mengisi kelas low)

      untuk pengganti F 5 sendiri saya sebenarnya lebih sreg ke grippen karena menurut banyak pengamat ongkosx lebih murah, tapi kalau harus memilih salah satu antara grippen dan su 35 maka saya akan memilih SU 35,untuk f 16 blok 60 ataupun f 35 saya tidak ingin karena kita rawan embargo dari amerika jgn sampai kejadian embargo terhadap F 16 terulang lagi.

      monggo bung Satrio kalau ingin memberikan bocorannya (terutama masalah srikandi). hehehe

    • bung satrio saya mau tanya F16 hibah kita pastinya blok berapa…
      ada yang bilang cuma blok 25, ada juga yang bilang blok 32 trus sampean bilang blok 52… yang bener yang mana

      • Yang dihibahkan F 16 block 25 milik US guardian yang pernah diretrofit
        DPR meluluskan ngambil hibah asal diretrofit/upgrade menjadi F 16 block 52
        Karena kendala teknis dan anggaran (seperti yang sudah ane posting kemarin) Airframe F 16 hanya bisa diupgrade sampai block 32 ++saja
        Menjadi Block 32++ atau setara dengan block 52
        karena dengan block 52 aslinya hanya beda sedikit di avionik dan mesinnya saja.
        Armament sudah sama.
        jelas yaa

        • Bung @Satrio, apa radar F16 TNI nanti setara blok 52? karena dari blok 32 ke 52 ada blok 40/42, sedangkan 32++ saya asumsikan perantara antara 32 dan 40/42. imo- dalam pertempuran udara faktor2 yang menentukan adalah radar, AAM BVR serta performa pesawat untuk pertempuran jarak jauh, dan agility/maneuverability, AAM jarak dekat/cannon, skill pilot untuk dogfight

          • block 32 dan 40 itu sama saja hanya beda dimesin yang 32mesin memakai prodoksi Part and Whitney dan yang 40 itu memakai mesin general elctrick
            Demikan juga dengan block 52 dan 60
            Untuk engine F16 block 25 aslinya memakai mesin Part and whitney F100 PW-220 SAMA dengan mesin f15 OCU kita dengan daya dorong 23.770 lbf (105,7 kN)
            Fersi awal block 32 juga memakai mesin ini dengan peningkatan Digital Electronic Engine Control (DEEC)

            Sedangkan untuk F16 block 32 sudah memakai mesin F100-PW220/220E adalah hasil dari program USAF’s Alternate Fighter Engine (AFE) program (AFE) yang ddikenal sebagai “the Great Engine War”(“Mesin Perang Besar”),dengan kemampuan thrust maksimal 23.770 lbf (105,7 kN)
            Untuk block 30 dan block 40 mesinnya disuplai oleh General electrik

            Seangkan untuk block 52 memakai mesin F 100-pw 229 dengan daya dorong maksimal 29.160 lbf (129,4 kN)

            Untuk block 50 memakai mesin GE type F110-GE-129 dengan daya dorong maksimal 29.588 lbf (131,6 kN)
            Untuk block 60 milik Uni Emirat Arab didukung oleh mesin General Electric F110-GE-132 turbofan,dengan daya dorong maksimum 32.500 lbf (144,6 kN),
            Mesin tertinggi yang dikembangkan untuk F-16
            hibah dikasih mesin 52 atau 60 gak muat airframenya dan perlu pembesaran air intake

            Radar kan sudah saya bilang memakai 32 artian setara blok 52 tidak dengan radar dan mesinnya,
            radar standard dari F-16 Block 52 adalah AN/APG-68 V(5), walaupun ada beberapa F-16 Block 52++ seperti F-16 AU Singapura, Polandia, Yunani, dll yang sudah menggunakan radar AN/APG-68 V(9) yang lebih canggih.

            Radar standard dari F-16 Block 25 adalah AN/APG-68 V(1). Namun tidak ada kepastian apakah radar F-16 Block 25 ANG USAF ini sudah di upgrade sebelumnya atau tidak.
            Seperti kita ketahui bahwa kualitas radar yang digunakan oleh USAF biasanya lebih baik dari yang standardnya. Misalkan kita asumsikan bahwa semua F-16 Block 25 yang dihibahkan tersebut radarnya sudah pernah di upgrade sebelumnya sebelum dihibahkan ke TNI AU. Kalau diupgrade maka paling tidak radarnya adalah AN/APG-68 V(2). Nah kalau radar ini dibandingkan dengan radar standard F-16 Block 52 yaitu AN/APG-68 V(5), tentunya radar F-16 Block 52 masih lebih canggih dan lebih baik kualitasnya daripada radar F-16 yang akan di hibahkan ke Indonesia. Lebih canggih dalam pengertian adalah keluaran terbaru pasti lebih baik dari keluaran sebelumnya
            Namun, radar hibah ini masih relative setara dengan radard standard F-16 Block 30/32 dan Block 40/42.

            Karena dalam press releasenya tidak disebutkan pasti jenis radarnya berkaitan dengan kerahasian biar gak pada komplain

          • I see, lengkap sekali bung, thanks. Saya juga pernah nyari2 info spesifikasi F16 hibah terutama dari segi radar dan EW tapi ga dapet, namun logikanya jika TNI beli AAM AIM120 tentu radarnya pesawat pembawanya juga harus menyesuaikan

          • Kalau debat ama ente dan bung danu dan bung melecteck harus lengkap
            karena nanti timbul debat bertele tele seperti yang sudah sudah
            hehehehe
            becanda bung now gak pakai down ‘
            eh hari ini sudah minum obat cacing belum hehehehe

          • Om nowyou…
            AS telah mengupgrade komunikasi radio skadron F-16 yang bertugas di Afganistan tahun 2010, dengan mencantolkan antena pada hidung pesawat.
            Afganistan adalah negeri berbukit-bukit / bergunung-gunung yang menyebabkan supir F-16 sering kehilangan kontak dengan pangkalan dan mengurangi keakuratan radar yang diusung pesawat.

            Jika kemampuan radar berkurang didaerah pegunungan yang jauh, maka biasanya sang supir F-16 akan berkomunikasi radio dengan pangkalan untuk meminta tambahan informasi, tetapi komunikasi radio ini akan mematikan jalur komunikasi dengan elemen lain dalam peperangan tsb, misalnya dengan pilot laen yang “beyond line of sight”, personil di pegunungan atau tempat2 laen yang sukar dijangkau radio.

            Dengan mencantolkan antena di hidung maka, supir F-16:
            -komunikasi dengan pasukan darat tetap dapat berlangsung, baik maarinir, pasukan koalisi langsung, atau dengan personil yang berada jauh di daerah pegunungan.
            -bicara dengan markas komando yang lokasinya “over the horizon” ataupun dengan markas di belahan bumi lain.
            -bicara dengan pesawat AWACS
            di saat bersamaan.
            antena yang ditambahkan adalah antena dengan frekuensi “secure line” yang langsung terkoneksi dengan satelit.
            Sehingga dengan komunikasi ini, range radar yang semula dimiliki oleh F-16 lawas akan meningkat secara berlipat-lipat ganda.
            (http://www.hill.af.mil/news/story_print.asp?id=123185112)

            Dan akhirnya kita harus merubah mindset kita mengenai kemampuan radar pespur2 F-16 yang dimiliki AS, bukan ratusan kilometer lagi, tapi sudah mencakup bumi.. akibat komunikasinya ini.

          • Bung @Satrio, he he he.., tidak selalu begitu.
            Saya belum mengkonsumsi obat cacing, tapi sudah dapet tips obat dari rekan kita yang sepertinya sangat berpengalaman dalam mengatasi cacingan, mungkin karena penderita kambuhan :mrgreen:

            Bung @desperado, akhirnya TNI juga akan mengerah kesana, terutama dengan rencana percepatan pembelian satelit militer. Saya cukup optimis, Jika MBT, Freegate, MLRS, KS dan pesawat 4++ dll adalah 40% MEF, maka MEF 100% terlihat cerah dan akan membanggakan. Amin

    • Saya kan bilangnya kita mesti punya plan B untuk kemandirian pespur kita
      tidak terlalu bergantung dengan KFX/IFX ..plan B itu kita namai srikandi saja

      desain dan mesin dan avionik akan terus berkembang sesuai dengan kerjasama yang didapatkan dari negara negara yang memasok alutsista ke kita

      Tetapi anda coba googling adakan PT DI dan dibantu LIPI dan lembaga lain untuk membuat pesawat IFX lain diluar kerjasama dengan Korea ?
      nahh ini yang rada di keep informasinya
      Silahkan mencari dan gogling dan menyatukan puzel puzel informasinya
      Jangan minta info matang saja gak cerdas itu namanya
      hehehehe

      • hehehe nggak minta info matang sih…
        cuma meluruskan saja karena tadinya saya kira srikandi yg dimaksud itu srikandi yg dulu itu…
        πŸ™‚

      • idealnya plan-B bukan desain pespur lagi, tapi riset radarnya, syukur2 ada technological breakthrough dan lebih canggih darii AESA (kita sering mencatatkan sukses dalam hal ini -mungkin karena biasa kepepet sejak sekolah, mau gak mau harus think-outside-the-box agar survive)

        jika IFX sukses, radar sukses, alhamdulillah dapat durian runtuh
        IFX macet, radar sukes, aneka pespur kita punya radar ajaib yang orang lain gak tahu spec-nya, lumayan
        IFX macet, radar mangkrak, well, sh*t happens πŸ™

        • Yang pasti PLAN B itu
          Gimana cari MERAKIT jadi tukang jahit memadukan airframe,avionik,mesin dan persenjataan baik dari block barat maupun block timur untuk menjadi pespur dalam kemandirain Indonesia

          Jadi penjahit itu gak gampang kebetulan korea sudah bisa dengan menjahit T 50 dan kapal selam makanya kita bingin belajar disana yang merakit semua teknologinya dari block barat

          Kenapa ngicer gripen yaa karena itu Saab adalah salah satu penjahit yang bisa merakit dan memadukan dari block barat maupun dari block timur,

          Yang penting bisa dulu setelah itu baru memikirkan gimana bikin sucadnya sendiri dan R/D avionik dan mesinnya
          seperti yang dilakukan BJ habiebie di PT DI dalam membangun N 250 .
          dengan moto
          MEMULAI DARI AKHIR DAN MENGAKHIRI DARI AWAL
          pernah dijelasin ama bung wh disini

        • Maksudnya plan-B adalah jaring pengaman. Daripada ikut kursus jahit di dua tempat, mending satu jahit, satu bordir.

          Gagal satu, masih bisa usaha di bidang lain.

          Tidak terasa 38 tahun berlalu sejak awal jaman pak BJ dan kita jalan di tempat (di AKHIR) terus, CN-35, N-250 / 270, sekarang N-219 plus IFX, Gandiwa, Srikandi(?).
          Belum ada satu langkah kearah AWAL.

        • Sepertinya konsep pak BJ masih tinggal konsep, belum dijabarkan ke dalam roadmap. Tanpa roadmap jadi muter2 terus jalannya…

          Sebagai bandingan, dalam waktu 77 tahun Svenska Aeroplan AB / SAAB telah menjadi konglomerat teknologi dengan kelompok produk:

          >airframe structure

          >ground combat weapons, missile systems, torpedoes, sensor systems, unmanned underwater vehicles

          >airborne, ground based and naval radars

          >defence solutions, training + simulation (termasuk AEWC)

        • Eh, masih ada N-30 dan LSX ?

          Asli jalan di tempat, tanahnya mulai ambles tuh…

      • memang ada kemungkinan PT DI tengah mengembangkan plan B untuk mengantisipasi mandeknya IFX,ini bisa dilihat dari beberapa pemberitaan diawal” ketika proyek KFX ditangguhkan sementara waktu.

        saya setuju dengan filosofi berawal diakhir dan berakhir diawal, namun filosofi ini menurut saya juga harus ditopang dengan kebijakan pemerintah yg kuat untuk memaksimalkan karya anak negeri, sebagai contoh mas satrio menyebutkan kalau LIPI sudah mampu membuat radar maritim namun sampai sekarang belum diaplikasikan, contoh lain Pindad punya banyak prototype yg sampe sekarang belum di produksi massal.

  4. Dalam hal DOG-FIGHT saya jamin kita menang telak, Skill dan Nyali kita besar (Bonek)

    Namun ELEKTRONIKA kita lemah, Pada saat ini semakin banyak negara di dunia menyadari kenyataan terhadap keunggulan dari peperangan elektronika (EW) yang akhirnya Semakin besar ketergantungan pada spectrum elektromagnetik sebagai sarana komunikasi, deteksi sasaran dan pengendalian senjata secara virtual

    Peristiwa Pulau Bawean adalah contoh nyata penggunaan EW, beberapa media mengatakan semua perangkat avionic F-16 kita kacau, itu tidak benar, namun hanya radar yang kacau dalam pembacaan, sehingga memaksa pilot F-16 kita mematikan Radarnya, yang artinya hanya memakai VISUAL saja.

    Namun tiada gading yang tak retak, demikian juga semua perangkat EW supercanggih juga mempunyai kelemahan, dengan suatu taktik tertentu, kita dengan mudah mengelabuhinya,

    Pertempuran Lembah Beka’a 9 Juni 1982 antara Syria dan Israel, Pihak Israel akhirnya tahu kelemahan Situs SAM Syria Hanya butuh Trik sederhana namun Canggih, SAM syria Lumpuh

    Salah satu contoh Telephon Umum Kartu Magnet yang dulu pernah dipakai Telkom, ngak butuh berangkat canggih, Hanya butuh PENITI saja, Telephon Umum Kartu Magnet itu ngak berkutik alias BOBOL

  5. alangkah baiknya F-5tiger di ganti dg SU-35,
    kalaupun di ganti dg F-15,F-16,hornet,Rafael,thypon itu kayaknya kurang AFDHOL,(itu rawan emmbargo) apalagi 2020 IfX akan mulai di luncurkan(dg catatan bila berhasil), dan juga ifx bisa menggantikan F-5 sbgai medium nya,,dan SU-35 sbgai interceptor nya,saya kira sementara bertahan dulu dg F-16 & Hawk 100/200 ,

    kalau pun indonesia ambil F-35, sama saja bohong karena dari segi lokasi kita di himmpit oleh anak”nya USa. Pastilah kita dapat teknologi yg tidak sebanding pula dg F-35 milik mereka, apalgi F-35 perlu adanya tanki tambahan yg bl di tambahin tanki nya itu bisa mengurangi silumanya.

    Untuk rafael kita tau bahwa rafael pesawat 4+(konon ktanya) dengan spare part yg sgt muahal dan baru prancis yg gunakanya dan skrg di tmbh india,
    sama spt thypon.. Kita sudah terkena efek embargo ktika operasi seroja99 yg dilakukan penunda an pengiriman spare partnya…,

    nah untuk grippen kita boleh ambil kesimpulan sprti bung @melektech akan ttp ttg di timur mulai uji nyali dg NKRI jadi pilihan yg tepat Su-35/pakfa, asal jangan JF-7.. πŸ˜› πŸ˜› he…he..he

    kesimpulan saya Su-35/pakfa mjd prioritas utama pengganti SU-35,dan IFx mjd generasi berikutnya di tahun 2020.mmeskipun kita tau sekali melaut perjam nya alphard melayang. Beda dg gripen dan F-16,tapi apa boleh buat krn F-35 sudah muncul sbgai lawan tandin Su-27/30…NKRI harus selangkah lebih maju,tapi jangan pernah melupakan pertahanan udara jarak menengah/jauh ,sbgai panah untuk mengusir burung” besi yg nylonong masuk se enaknya,

    Bung @satrio..
    Kalao boleh tanya kenapa malaysia tidak boleh beli SU-35/pakfa..?
    Padahal mereka sempat tertarik untuk memmbelinya?

    • gak boleh ama rusia
      ini serius
      Mungkin mereka punya pertimbangan tersendiri.
      kira kira apa hayo

      • SU 30 MKMnya belum lunas……makanya spare partnya MIG 29 di boikot dan Suca Sukhoi suruh beli ke Cina….

      • untuk grippen nanti sja dlu , krna sudah ada f16 , lagian grippen juga rawan embargo serta kemampuannya yg tdk lebih dri f-16 kita dan f/50 korea , mngkin efek deterjennya biasa saja..fokuskan dlu untuk pengadaan su35

      • Bung @Satrio,permintaan Indonesia kah? dengan konsekuensi Indonesia akan memprioritaskan produk Russia untuk modernisasi militernya dgn nilai yg bisa mencover potensi pembelian oleh Malaysia. Cuma nebak2 :mrgreen:

        • bukan bung now. kita bukanlah type orang yang hatinya berbulu. tetapi keraguan teknologi mereka jatuh ke tangan yang salah. bisa jadi mereka boleh beli su-35 tetapi dengan skema seperti konfigurasi mkm mereka sekarang. contoh adanya berita tentang us mempelajari perangkat “SAP” mereka.

          • Bisa jadi, ga terpikir sebelumnya.

            Sepintas saya pikir berita ketertarikan US atas Knirti SAP Su30MKM itu wajar, tapi sekarang dipikir lagi mengapa Su30MKM memang bisa diartikan Malaysia memberi akses bagi US untuk mempelajari teknolog Russia

        • @nowyoudont

          NO BUNTUT BERAPA NENG YANG AKAN KELUAR MINGGU DEPAN….:))
          mudah2an tebakan ente benar…:)).
          cuma nanya..

          • BUNG@ OKE LAH maaf saya sudah tidak nyaman dengan kehadiran anda di WARJAG ini !!!
            sudi lah kiranya anda merubah cara anda dalam berkomentar
            atau silahkan anda keluar saja karna saya yakin warjag tidak cocok dengan besic anda masih banyak blok pengamat militer yang lain mungkai disana anda lebih cocok

            DENGAN HORMAT SAYA MEMINTA KEPADA BUNG DIEGO AGAR oke lah ID nya di blokir saja dari WARJAG ini

            * terimakasih *

          • @borneo

            ampunnnn…bang…ampunnnnnn
            sembah sujut dan cium kaki

          • cium pipi aja -lebih ampuh bagi cewek…

      • karena malaysia adalah agen

    • @p a t e c h

      nah untuk grippen kita boleh ambil kesimpulan sprti bung @melektech akan ttp ttg di timur mulai uji nyali dg NKRI jadi pilihan yg tepat Su-35/pakfa, asal jangan JF-7
      MAKSUD NA JF 17..THUNDER ….(kurang 1 ketikannya)

      • udah berhenti jadi sales JF 17 ya bung..? apa kabar emak ente di pakistan.? hehehe

        • Maafkanlah dia, karena dia tahu kalau dia sering ngawur… hahahaha……. hehehee..

        • @RUSKYE
          ohhh elo…kalah yang debat di sebelah … ..emak gw jangan di bawa 2 gw gigit loe….
          @ desperado
          kata2 itu gw hanya seperti satrio

          loe berdua ngak berbobot ahh

          • “kata2 itu gw hanya seperti satrio”

            maksudnya opo toh…???
            ngomongk aja gak jelas… udah hus…. balik sana lagi ke ES DE… ato ke play ground. belajar grammar indonesia… atao kalau mau, bung Ruskye bisa ngasih les private belajar bahasa indonesia yang baek dan benar….. mau..????

    • kalau soal gripen ada yang bilang tidak punya reverser dorong dan biarpun mengadopsi sistem canards pengereman kurang efektif,mungkin yang menjadi the 2nd option untuk gripen karena persoalan tidak semua landasan kita max takeoff,sorry kalau salah masih belajar.hehe

      http://planes.findthebest.com/compare/207-214/Saab-Gripen-vs-Sukhoi-Su-35#rows=r-8%3A%3AMilitary+Use

      • Mengingat biaya operasionalnya yang bahkan jauh lebih rendah daripada sesama single engine saya kira itu konsekuensi yang wajar. Sukhoi adalah produk Russia yang ngejar performa dan tidak menjadikan efisiensi bahan bakar sebagai prioritas, Saya kira cruising tanpa perlu afterburner Sukhoi itu juga demi ngejar jarak, bukan ngejar penghematan

        bisa tolong diperjelas maksudnya mengenai landasan max takeoff? biasanya istilah max takeoff berhubungan dgn berat/beban, sedang Gripen pesawat tempur ringan. Kelebihan lainnya pesawat ini bisa Takeoff dan landing di lintasan yang relatif pendek

        • yups koreksi benar kata bung danu maksd saya panjang landasan kita.kalau soal pengereman ini yang saya tanyakan ada yg bilang msh kurang efektif ada juga yang bilang kebalikannya.maklum awam
          kalau untuk efisiensi dana+mengejar AESA grippen ok lah,tapi kalau untuk meneruskan keturunan+superiority su-35BM atau pakfa sekalian.tapi semua tergantung dana yang kita punya,ancaman kedepan + dinamika politik kedepan.
          saya cuma belajar mencari perbandingan..hehe,mklum yang namanya barang dagangan berhak mengklaim apa saja,

      • Mungkin maksudnya: tidak semua [panjang] landasan kita [dapat menunjang] max takeoff [weight Gripen] ?

        Just because an aircraft is certified for a particular Maximum Takeoff Weight doesn’t mean that the aircraft can always takeoff at this maximum weight. Many individual factors are to be considered for an aircraft to be determined safe to takeoff at any particular weight. A pilot still needs to compute takeoff and climb performance, which is largely dependent on these variables:

        Runway length and surface: An aircraft loaded to its maximum takeoff weight might require a long runway, and the same aircraft may not be able to take off on a shorter runway under certain conditions.

        Elevation:
        Temperature:
        Density Altitude:
        Runway gradient:
        Wind strength:
        Obstacles during departure:

  6. Menyambung pendapat dan komen saya di SU 35 makin mendekat,nomor 44, tentangg anggaran pada MEF II.

    Kalau menurut saya, ambil saja sekalian.:

    1. Gripen NG sebanyak 44 unit, sekalian TOT., Nilai +/- Rp. 44 trilyun (4,4 milyar dollar) untuk
    operasional dan keperluan intersept. (harga, ada sumber mengatakan 60 jt US$, ada jg yang 125 jt
    US$)
    2. Ambil juga 2 (dua) skuadron (32 unit) su 35 BM, nilai = 25.6 Trilyun. (2,5 milyar dollar) untuk
    deteren.
    3. Jgn lupa bungkus juga F 35. khusus yang bisa vertikal landing sebanyak 3 skuadron, supaya bisa
    TOT khusus vertikal Landingnya. (kalau boleh). senilai 48 Trilyun / 4,8 US$. Supaya amrik tdk
    ngambek. dan dpt teknonolgi vertikal Landing. Supaya bisa diterapkan di IFX kita, dan jg di Gripen.

    Kenapa kita perlu verikal landing??, karena secara geo strategi kia sangat sempurna untuk vertikal landing, supaya bisa menerapkan sistem gerilya dgn pespur. belasan ribu pulau kecil, lautan luas dan wilayah yg luas, membuat musuh berpikir ribuan kali untuk mencari pesawat kita yg tersembunyi di mana-mana.

    Adapun Total anggaran dari tiga jenis pespur ini adalah. Rp. 117 Trilyun, = US$ 11.7 milyard.
    Anggaran yg sudah diributkan adalah US$ 25 milyard, berarti masih sisa banyak.
    Sedangkan seharusnya untuk MEF II sebesar US$ 45 Milyard, sebagai mana pendapat saya pada su 35 BM makin mendekat. nomor 44.

  7. “BERNYALI”…cakap pak cik sapio terlalu hiperbola, latihan tempur pakai playstation saje sudah takabur….apalagi dah beli simulator pasti cakap satu pilot indo bisa kalahkan 10 pilot malaysia
    ingat yg terjadi di bawean pilot indo mendadak katarak smua hahahh hehhehe hoohoho…
    fasisme indo terlalu banyak memakan korban,lebih baik sejahtrakan rakyat yg miskin dahulu…dari pade melirik istri tetangga…
    Damai itu indah

    • Lho kok hiperbola TERGUNCANG yaa …coba beri analisa dong pak cik
      Bagaimana pilot malaysia dengan pespurnya bisa menghadapi pespur Indonesia dan pilotnya.

      Dan anda mengatakan pilot indonesia mendadak katarak saat insiden bawean ngikut kata kata bung meleckteck apa anda tau kronologinya??
      coba jelaskan disini kronologinya saya pingin tau

      • Sudahlah bung Satrio, biarin aja, emang kualitas pilot kita masih kalah jauh kok dari pilot jaguh.
        Mereka bisa sangat tepat sekali menembak pohon sawit padahal ditengah kerimbunan kebun yang lebat….
        Mereka mampu melakukan akrobatik dan manuver “eject kat hanggar” sesuatu yang jangankan team jupiter kita, bahkan blue angels dan thunderbird atau silver arrows juga belum mampu melatih gerakannya sampai sekarang…
        Yang lebih menakjubkan adalah, mereka mampu menciptakan efek “fighter aircraft without engine”, karena enginenya bisa terbang mendahului pesawat entah kemana….

        Dari kemampuan-kemampuan diatas, memang pilot-pilot bajaj kita belum mampu meniru, paling cuma bisa menikung tajam di puteran pak ogah….

    • pal cik masih tegoncang kasus masa lalu desember 2010 BAE 146-200…?

    • pa cik berang dng indo, soalnya malon tak ade harapan nak beli pakfa dari bang putin. Nak beli F35 tak beduit….mahal, bise tak sanggop bayar hutang negare

    • sebenernya ngadepi usa pakai pesawatnya dia itu bunuh diri, ane malah salut sama jokinya yg tetap berani ngadepi

    • haha.. emek… emek..
      nampak x nyamar jadi malonnya…
      engga ada malon yang bilang damai itu indah.
      engga ada isitilah seperti itu di malon mek….

  8. β€œSaya berharap pesawat tempur yang canggih tersebut mampu membawa peluru kendali jarak jauh,” katanya.
    —————
    Maksud beliauw apa ya? Setahu saya jangkauan rudal udara ke udara yg dibawa F16, F15, Su-35 relatif sama dan itu masuk kategori rudal jarak pendek dan menengah. Apakah yg dimaksud adalah rudal ultra long range spt Vympel R-37 (kode NATO: AA-X-13/AA-13 Arrow)? Sepanjang yg saya tahu, rudal ini hanya bisa dibawa oleh Mig-31

  9. Saya semakin yakin dgn info yg saya dapat jauh2 hari ttg opsi pembelian SU35 dan Gripen msg2 1 ska di MEF thp2 nanti. sepertinya saya sdh ksh info utk para warjager mengenai opsi pembelian alutsista tsb di thread “Pesawat T50 korea selatan untuk Irak” dan info tsb smkn valid dgn ke inginan panglima TNI utk mengakuisisi SU35. opsi pembelian gripen jg saya sngt se 7, krn gripen jg dilengkapi dgn paket AEW&C yg bs dicangkok ke CN295 kita srt plus UAV. berita baiknya saab jg bersedia krjsm dlm ToT utk pengembangan pespur kita kdpn jk kfx/ifx gak jls pengembangannya krn US pst gak ingin pespur krjsm kita dgn korea lbh canggih dibanding F35. utk pembelian F35 sbnyk 3 ska senilai 4,8 T utk skln mndptkn teknologi VTOL sepertinya gak perlulah sampai mengeluarkan dana sbsr itu utk pespur F35 yg msh mature dan VTOL yg tdk urgent kedepannya. mending dana tsb dibelikan payung udara S350/HQ9 di pulau terluar bagian timur dan selatan serta utara mwpn radar aktif/pasif atw sekelas Vostok E dan ketinggalan bukmina dan pak pansir yg kudu lbh diperbanyak utk backup baterei rudal SAM dan kota2 bsr srt obvit kita sprt kilang BBM, lapter, puskom,pabrik alutsista dan istana presiden.

    • Untuk VTOL, apakah harus F35? Bisa aja kita beli murah Sea Harrier yang udah gak operasional itu, toh yang mau dipelajari cuma Thrust Vectoring yang bisa 90 derajat itu aja, sedangkan engine tentu sesuai perkembangan program ifx nanti….apa gak begitu bung Pedro?

  10. Klo mau nerusin KFX, opsi paling masuk akal pengganti F-5 adalah nambah F-16 lagi. Untuk penyederhanaan logistik sebaiknya ngambil yg sama dengan hibah kemarin. Masalah performance, meskipun spec dibawah punya S’pore, nyatanya Men Behind the Gun kita lebih baik. Ngambil Gripen percuma klo masih ngelanjutin KFX, kedepannya bakalan nggak sinkron dgn banyak jenis Fighter yg harusnya bisa disederhanakan. Gripen masih opsi terbaik jika proyek KFX batal/tak sesuai apa yg diharapkan. Bukan masalah performa (klo diadu sama F-16 block 52 masih kalah/ lha iya wong light diadu sama medium) tapi lebih ke keuntungan ToT yg akan didapat sebagai bekal kemandirian bikin pespur sendiri (seperti mimpi kita selama ini).

    Meskipun kehadiran Su-35 adalah mutlak (sebagai lawan sepadan F-35 dan penerus gen Flanker), tapi klo bicara pengganti F-5, F-16c/d sudah cukup sebelum digusur IFX/KFX. Alur cerita klo judulnya pengganti F-5 yg gini, kecuali klo persyaratan ditambah menjadi “Harus kapabel menghadapi aset selatan kita” maka cerita ini akan berubah. Klo memang kejadiannya seperti ini maka sebenarnya ceritanya sudah bisa ditebak, proses pilah pilih ini sebenrnya cuman basa-basi karena juaranya tentu Su-35. Cerita akuisi-nya menjadi menarik karena jika terjadi maka kita akan punya 2 squadron Heavy Fighter. Menariknya kenapa, karena penempatannya yg diselatan Indonesia sudah pasti menggelisahkan tetangga selatan kita. Efeknya diantara dua, pertama semakin memanaskan situasi politik diantara dua negara bertetangga, atau malah yg kedua mendinginkan suasana karena tercapainya kesetimbangan kekuatan antara utara-selatan (bisa dilihat dari kasus kita dengan Malaysia).

    Apapun yg akan dipilih, ane kira sudah/sedang dipertimbangkan secara matang. Kita di Warjag sebatas pengamat amatiran atau malah cuman sekadar military enthusiast yg sudah barang tentu lebih ngawur dalam opini masing2 dibanding mereka user dan pengambil kebijakan yg pasti lebih hati2 dalam pengambilan keputusan. Ok, lanjutkan diskusinya…

  11. Saya jawab satu satu disini aja yaa anggap aja multyquote
    @Bung Fadil
    F 16 kita setara block 52 jadi 32++ dari basic block 25,,punya kita malah block 15,.
    Srikandi ada kok kalau mau googlig saya analisis saja bukan tukang bocorin:)D
    Analisa saya pemerintah mempunyai plant B tuk proyek Pespur nasional jadi tidak mengandalkan IFX saja ,,,dan bagaimana bentuk proyeknya bla bla bla sensor.,
    Pengganti F 5
    memang kalau sesuai angaran ya milihnya gripen dengan pembelian multy year dan multy renstra sekalian jumlah banyak tuk mengambil offshet dan TOT mendukung kemandirian plan B diatas,
    Sedangkan SU 35 adalah penambahan sukhoi heavy fighter,
    @Bung dawala
    Warjager ane bukan danlanud itu hanya olok olokan saya diwarung sebelah yang suka ditongkrongin juga sama bung dawala

    @Bung Now
    Kenapa malaysia akan diotolak pendapat bung alugoro yang paling tepat
    selain itu melihat readynes pesawat MKM yang kurang karena gado gado Avioniknya dan jokynya yang kurang kredibel mengakibatkan pamor sukhoi bisa jeblok :)D

    @Bung Loai
    Tidak semua avionik pesawat bisa meluncurkan rudal BVR jarak jauh
    Contohnya rudal R-27 semua Fulcrum dan Flanker sdh bisa bawa. Tetapi kalau yg R-77 hanya Fulcrum dan Flanker varian tertentu saja yang bisa bawa, mungkin pengaruh ke radar nya CMIIW

  12. Bung Satrio, senang sekali bila membaca koment dan ulasan-ulasan anda, jadi membuat saya penasaran. maaf kalau boleh bertanya apakah bung satrio seorang pilot tempur, atau memang bung satrio adalah salah satu anggota TIM-nya pak pur????

  13. @bung wie. alasan sebenarnya knp kita ttp melanjutkan skema penambahan 24 unit F16 blok 32++ yah krn kita kudu melanjutkan inventaris pespur F16 kita terdahulu trmsk jg dgn simulatornya dan jg krn pilot2 kita sdh terbiasa dan pengalaman menerbangkannya dan jg krn sedikitnya pespur kita dibanding tetangga. jd mw tdk mw dan jg krn bujukan dan tawaran US utk mengambil hibah F16 bekas skln jg kita tdk mw uncle sam ngobok2 politik dan ekonomi kita kedepan. dan jg US tau klw kita msh kekurangan pespur di kawasan regional dan cenderung melirik pespur saingannya papa bear. dan satu lg US sngt faham akn kelemahan petinggi kita yg doyan barang2 second, hehehe.. tp klw bung bilang F16 refurbish kita lbh unggul dari gripen krn F16 msk kelas medium dan gripen light, maka otomatis gripen gak berkutik menghadapi F16 sepertinya tdk jg. kalau saya lbh memandang dari sbrp canggih radarnya dan apa yg digotongnya dbndg krn dia trmsk di kelas apa? kalau saya melihat spek dan teknologi gripen baik dari kelengkapan persenjataan, radar,datalink mwpn counter EW nya sdh lbh canggih termasuk jg manuverebilitas jg lbh baik gripen dbndg F16. Mgkn krn gripen pespur generasi baru mk kekurangan yg ada dari F16 sdh diakomodir di gripen. begitu jg dgn opsi rudal yg bs dicangkokan ke gripen ternyata lbh lengkap dari berbagai jenis mwpn negara pembuat, tdk hny monopoli produk US sj sprt F16 yg lbh sdkt pilihan, kbykn cm cocok dgn rudal2 bwtn US dan itupun dibatasi hny rudal2 jarak dkt. rawan banget dgn embargo baik dari pesawat mwpn senjatanya. dgn semua kekurangan dan kelebihannya antara F16 dan gripen. alasan plg masuk akal saya, knp kita ttp menerima tawaran hibah tsb ya, sesuai komen saya dr awal, krn kita sdh punya F16 sebelumnya dan msh krg banyak dan jg pilot2 kita sdh terbiasa menggunakannya srt dihantui logistik nightmare alias efek samping dari jurus gado2. Jd bkn krn F16 lbh unggul dari gripen. maaf klw komen saya salah bung..

    • Ane mbandingin Gripen sama F-16 blok 52 kok, bukan sama F-16 c/d, coba dibaca lagi deh. Masalah skill pilot emang sudah terbukti dalam berbagai latihan bersama, jadi ane putuskan bahwa “men behind the gun” kita lebih unggul. Dalam satu sesi latihan Hawk kita bisa ngunci F-16-nya S’pore, klo bukan Pilot-nya hebat, apalagi coba. Ane blas nggak under estimate Gripen, lha wong sebelum artikel ini ane malah nyales Gripen kok. Bagi ane Gripen itu Light sweet tralala, karena performanya hampir menyamai Medium fighter terbaru. Makanya ane rekomendasikan dibeli dengan syarat ToT jika dan hanya jika proyek KFX gagal. Karena proyek positif lanjut, maka ane menawarkan untuk menambah F-16 lagi karena faktor commonality dan familiarisasi (busyet ane kena wabah Vicky). Jika kita tetap menambah F-16 dan tetap membeli Gripen, bagi ane itu bikin problem baru (logistik nightmare) dimasa depan, karena akan terlalu banyak tipe Fighter yg harusnya bisa disederhanakan. Gitu maksud ane gan…

      • bung wie, ada komen soal budget 2015 K/IFX yang $ 25 juta ? πŸ˜€

        apa $ 5 juta lebih baik dipakai beli yang lain ?

        • He he, usd 5 jeti klo dibeliin krupuk dapet berapa truk ya bang..

          Ane juga heran budget-nya kok irit banget ya. Duit segitu palingan buat bikin gambar ama mockup doang. Klo boleh ambil kesimpulan, pemerintah Korsel masih belum mau support penuh sampe permasalahan dari siapa akan dapat ToT jelas. Positif thinking ajalah ane, udah capek negatif thinking ama ni proyek. Nggak muluk2 lah, klo beneran bisa jadi Gen 4+ aja dah bersukur banget ane..

  14. baru mendengar ttg projek Srikandi, dimhn ad yg berkenan mengupasny lebih tajam..

  15. Alangkah baiknya dari generasi sukhoi 35 untuk pengganti F5 tiger TNI AU lebih focus terhadap generasi sukhoi…kalau mleset lagi …terima rongsokan dari amrik f15,f16 atau f18…?

  16. Taurus 350 jangkauannya +/-500 km tp itu rudal dari udara kepermukaan. dan bisa dibawa typhoon dan gripen dan itu buatan swedia dan inggris. gak tau jg sih kemauan petinggi kita mintanya rudal jarak jauh yg gmn? air to air apa air to surface. cm mintanya yg long range.. klw R77 kalau saya gak salah jarak jangkaunya mencapai 80 km, sdg yg R77M1 jaraknya mencapai 160 km. dan setau saya rudal long range air to air terjauh yg saya ketahui adalah NOVATOR K100 si pembunuh AWACS. baik R77 dan R77M1 mwpn novator k100 opsi peluncurannya menggunakan pespur mikoyan family dan flanker family sprt SU27 dan 30 mk kita, tp utk meluncurkan novator flanker kita yg ada blm memungkinkan utk itu dan perlu upgrade sistem lg sprt miliknya SU india. yg sdh plug in play utk meluncurkan novator hny SU35 dan pakfa srt SU35. dan dgn isyarat tak tersurat tsb bsr kemungkinan sebagian SU35 akn mampir lbh cpt dari jadwal. boleh percaya boleh jg tidak. namanya jg teka teki, teka teko.. hehehe..

  17. Mohon Maaf para suhu warjager…. ane penasaran nih… mo tanya aja apa bener tuh proyek Srikandi dari Bhassboll Industrues Surabaya Aviation bener bener nyata ato emang ini masih top secret ? kabarnya dah ada test flight nya ya ? Mohon pencerahan dari para suhu….

    • Ente mending tanya ke warung sebelah biar dapet “Pencerahan”…

      • warung sebelah itu warung apa.?..hehehe

      • Aku sih kayaknya lebih banyak dapet pencerahan di sini Wie…… lebih mendetail dan mendalam soal pembahasannya… tp tdk bertele tele …. makanya aku lebih seneng nongkrong disini meskipun sebagai silent reader aja…. πŸ™‚

      • Aku sih lebih senengnya pencerahan suhu disini Wie…. lebih berbobot dengan ulasannya disertai dengan data yang mungkin lebih akurat. Penjelasannya membuat wawasan kita semakin bertambah….. meskipun saya termasuk salah satu silent reader aja….. πŸ™‚ Mohon kepada para suhu warjager untuk nge share infonya ya…..

  18. Sebagai orang awam saya setuju F5 tiger di ganti SU 35 sementara peran di ganti dg F16 tapi yg blok 52 atau ekuivalen dg punya tetangga dan di perbanyak , jg perlu penambahan pangkalan udara di selatan yg dg UZ biar brebes mili keringatnya sama dengkol nya ngogel..

    Dan usul Indonesia untuk mempertahankan NKRI nya perlu menganut korut dalam persenjataan yaitu ( ICBM berhulu ledak nuklir ) secara rahasia selain , punya pembangki listrik tenaga nuklir sudah wajib. biar gak brar pet yg ini gak rahasia ( di tenderkan saja )

    Sehingga BBM bisa di cadangkan gak kepake buat listrik.

    Perlu perlindungan Alutsista + comando secara rahasia misal di taruh di dalam gunung indonesia banyak gunung..

    Klo begini baru indonesia JAYA ..

  19. knapa malay ga bisa dapet pakfa ato su-35???
    ya bener kata bung satrio kredibilitas itu harus dijaga sama pedagang kaya rusia,,ya klo sampe anjlok gara2 user/pembeli kaya malay bisa ga laku tuh dagangan..masa lawan geriliyawan pake flanker dikeluarin segala, tambah ga ada yang mati pula..
    kedua masalah politik,,secara tidak langsung malay adalah bagian dari rumpun strategi ala keroyokan yang diusung nato,,masa iya rusia mau ngasih andalan air superiority nya ke musuh (secara tdk langsung) yang notabene us juga masi nerka2 kemampuan sebenarnya dari pakfa,,dan ini merupakan masalah blind spot us untuk produk warsawa..

    dan inilah yang jadi keuntungan indonesia,,sebagai bangsa pengusung politik bebas aktif setra gerakan non blok,,juga punya sejarah besar dengan rusia,,..maka ga salah dong klo negara beruang merah nawarin SAM s-300 nya buat kita,ato kilo/amur class bahkan bukan tdk mungkin untuk pakfa dan su 35,,yang untuk negara lain tidak diberikannya.
    ditambah RI bisa menjaga kredibelitas dagangannya.
    rusky tau mereka masih bisa masuk sebagai partner sejati sekaligus melebarkan sayap pakta warsawanya di indonesia,,sambil berharap negri kaya sumber daya ini makin merapat ke pelukan beruang merah..saat itu terjadi bukan hanya oztrali yang panas dingin, bahkan paman sam dan china sekalipun ikut merasa gerah,,,

    “Bagi rusia indonesia bukan sekedar urusan berdangang”

  20. waduh, berarti yang punya block 15 predikatnya apa ya ?

  21. ngasal njeplak..

  22. Ma’f saya new bie
    calon pengganti F 5 nya mending Su 35 aja brooo…….
    dinamika kawasan sepertinya untuk tahun-tahun berikutnya sudah memakai pespur Gen 5…..
    Sehingga kita lebih siap minimal sebagai penyeimbang kawasan… sampai dengan Su T 50 Pakfa ny rusia sudah masuk NKRI……

    mohon koreksi…….

  23. Ya sudah…jangan berantem. Saya usulkan utk beli Shenyang J-5 dan Chandu J-7 utk menggantikan F-16

  24. Ya sudah…jangan berantem. Saya usulkan utk beli Shenyang J-5 dan Chandu J-7 utk menggantikan F-16

  25. Jawabannya sudah bisa ditebak: Su-35. Menhan menginginkan pesawat yang bisa membawa rudal jarak jauh. Beli pesawat dari Barat, meskipun bisa menembakkan rudal jarak jauh, tapi tetap akan kesulitan membeli rudalnya.

    Su-35 satu-satunya yang bisa gelut dengan F-35 dengan kans menang besar. Australia butuh 100 F-35 untuk menandingi Sukhoi Indonesia. Radar F-35 sudah jelas jauh dibawah jangkauan radar keluarga Flanker, sehingga F-35 akan keduluan dihancurkan Sukhoi. Apalagi speed F-35 “cuman” 1.4 Mach sementara Su-35 2.6 Mach.
    Fuel F-35 juga menjadi masalah sehingga jangkauannya terbatas. Hidup F-35 praktis tergantung pesawat induk AEW&C dan pesawat tanker. Selain itu, F-35 juga hanya mampu membawa 4 rudal jarak jauh BVR, sementara Su-35 cs memiliki 12 hardpoint untuk menenteng segala jenis 12 rudal jarak jauh BVR. Ada yang bilang Flanker pesawat yang suka rewel termasuk mesinnya. Namun harga Su-35 yang hampir sepertiga F-35 menjadikannya lebih cost effective.

    Selain untuk melumat F-35 juga untuk menjatuhkan pesawat AEW&C & tanker yang terbang jauh di belakang F-35. Su-35 juga akan siap melindungi KS Kilo cs terhadap musuh dari udara dan permukaan laut. Brahmos sudah ditest ditembakkan dari Su-34, dan menyusul Su-35.

    Menhan ingin pesawat yang bisa menembakkan rudal jarak jauh.

  26. Kalau diteliti spec dan bandingkan dgn SU-35, secara logis yg paling cocok adalah Rafale. Tapi mengingat politik (embargo) dan ekonomi (mahal) ya sudah SU-35 saja…
    Heran Aussie nggak pilih ini mungkin sudah keblondrok telanjur beli F-35, combat radius Rafale lebih besar dari SU-35. Pesawat yg sangat efisien desainnya = heavy fighter.

    • Barang bagus tapi mahal buat kantong cekak kaya kita bang. Perkiraan harga untuk India sekitar USD 85m, itu juga belinya grosiran. Klo ngeteng kemungkinan masih dikisaran USD 100m, terlalu mahal untuk ukuran Indo yg masih suka barang bekas. Masalah performa nggak usah diragukan, karena satu2nya yg terbukti bisa ngalahin Raptor meski dalam latihan. Bagi ane, Indonesia ngakuisisi nih barang = ngimpi…

      • @bung wie
        sebenarnya kita disiscount habis habisan dengan TOT dan ofshet yang menggiurkan berkenaan radar RBE 2 dan avionik spectra dan mesin snecma untuk program IFX
        asal belinya 4 ska,
        Spectra itu compatibel dengan sukhoi series lhoo
        tapi yaa itu mahalnya harga sparepart dan ongkos operasionalnya mendekati sukhoi heavy fighter padahal kita butuhnya medium dan low closs
        Dan juga tidak bisa menjajikan teknologi koneksitas alutsista antar matra
        cmiiw

      • O gitu ya bang.. Sebenernya nih barang tipe kita banget loh, omnirole malah nggak multirole lagi. Pengembangannya juga termasuk sukses dan di bagi menjadi varian sederhana namun tetap multi fungsi. Very recommended menurut ane malah, klo beneran mo ngasih ToT/offset blak-blakan kaya Gripen. Gimana nggak, satu jenis pesawat ini bisa mengisi seluruh fungsi tugas squadron fighter di Indonesia. Klo punya nih pesawat artinya no more plengker, no more palkon, Gripen kelaut aja. Kira2 menurut bang Satrio kans Rafale disini kedepan gimana bang, apa tetep akan ditendang dari persaingan sales seperti ramalan ane…

        • sepertinya begitu
          karena tidak bisa menjajikan teknologi yang menghubungkan alutsista lintas matra.

          Jujur saya suka rafael walau agak cantik
          kalau flankerkan gagah,
          tetapi karena konsepnya heavy,medium dan light (niru USAF) untuk mengcover terytory yang luas jadi tidak bisa memakai pespur satu roll saja walaupun omnyrool yang cocoknya untuk type negara continental
          jadi kemedium kemahalan
          Kalau India pastinya cocok itu type rafaele

    • Kekurangan Rafale untuk memungkinkan dipilih bukan karena kemampuan teknis, tapi harga. 2 Unit Rafale bisa dapat 3 unit Flanker.Sedang bagi Australia F35 adalah pilihan politis karena kedekatan dengan US. Yang menarik lembaga think tank independen dan media Australia banyak yang condong ke Su35, alasannya fungsi dan harga
      Pilihan RAAF pada F35 ada bagusnya juga buat TNI dgn rencana mendatangkan Su35, jika mereka pilih Rafale maka bisa lebih membahayakan karena kemampuan teknis pesawat itu sendiri dan kemampuan aggaran Australia sendiri yang bisa mendatangkan rafale dgn jumlah banyak. RAAF berencana mendatangkan 72 unit F35, jika beralih ke Rafale mereka bisa dapat 140 unit atau 7-8 squadron Rafale. Bayangkan efeknya bagi TNI AU πŸ™‚ strategi lebih terbatas daripada harus menghadapi F35

      • Klo diadu pun sama F-35 mutlak ane pegang Rafale. Koki Prancis itu klo bikin makanan pasti punya cita rasa tinggi, sama klo mereka bikin barang juga gitu. Cuma ya itu, klo mau ke restoran Prancis kudu bawa duit lebih. Ane mbayangin Indonesia itu seperti laki2 sederhana yg sebenernya lumayan punya uang, kebetulan lagi laper mampir di resto Prancis. Setelah liat daftar harga jadi keder, sayang duit trus ngacir belok kanan nyari warteg…

        • Pulang dari warteg keracunan. Kemudian harus berobat dengan biaya 10 kali lipat biaya makan di resto Perancis :mrgreen:

          So many things to buy so little money. Kita sudah mulai berpikir kualitas ketika kuantitas masih kurang jauh. Kita pengen baju yang lebih bagus tapi ga punya celana. Saat ini biarlah sederhana tapi lengkap baju celana. Ada rezeki lain waktu bisa ditingkatkan. Konon rencananya begitu πŸ™‚

          • Nggak lah klo keracunan, soalnya biarpun agak basi sayurnya dah diangetin dulu, dia cuman bayar ongkos ngangetin sayur doang. Palingan mules doang itu.. Ha ha ha…

            I see koq bro. Tapi gimanapun juga pemerintah harus kita apresiasi, ditengah keterbatasan masih ada jalan buat modernisasi, meskipun mikir bagi2 anggaran pusing tujuh keliling. Moga2 kedepan anggaran tambah berlipat2 biar nggak beli sayur basi lagi…

          • wkwkwkwk…..masak emak gw nyang lagi sibuk masak di wartegnya dilibatin ngurus pespur…gimane nih abang???

  27. knp ga diganti pesawat bomber su 34,, kalo yang dicari untuk menembakkan rudaljarak jauh,, tp su 35 juga tetep beli utk tambahan 1skuadron, su 27,su30mk dan su 30mk2.
    jadi ada 2 skuadron pesawat mutlirull nya + 1 skoadron pesawat bomber

  28. Masih bingung dgn Batasan alokasi anggaran MEF..tadi gue berasumsi MEF ini melulu hanya pengadan dan modernisasi Alutsista termasuk Infrastruktur manufacturing (KS, IFX, P-100), bbrpa artikel lain malah mencampur dgn anggaran Reguler (gaji, Renumerasi, pemeliharaan..dll), kesannya campur aduk.

    mohon pencerahannya..trims.

  29. Penggantinya mutlak harus pespur yg punya peluang utk hadapi pespur gen 5.Jadi Gripen,F-18 dan F-16 block 50 belum masuk daftar.kandidatnya cuma su 35 ato f-15 semi siluman

  30. Jawabannya sudah bisa ditebak. The winner is …. Su-35. Menhan menginginkan pesawat yang bisa membawa rudal jarak jauh. RI beli pesawat dari Barat, meskipun bisa menembakkan rudal jarak jauh, tapi tetap saja tidak mudah mendapatkan rudalnya.

    Su-35 satu-satunya yang bisa gelut dengan F-35 dengan kans menang besar. Australia butuh 100 F-35 untuk menghadapi musuh dari utara dgn tulang punggung keluarga Flanker. Radar F-35 sudah jelas dibawah jangkauan radar keluarga Flanker, sehingga F-35 akan keduluan dideteksi dan dihancurkan Sukhoi. Apalagi speed F-35 “cuman” 1.4 Mach sementara Su-35 2.6 Mach.
    Fuel F-35 juga menjadi masalah sehingga jangkauannya terbatas. Hidup F-35 praktis bergantung kepada pesawat induk AEW&C dan pesawat tanker. Selain itu, F-35 juga hanya mampu membawa 4 rudal jarak jauh BVR, sementara Su-35 cs memiliki 12 titik untuk menenteng 12 rudal jarak jauh BVR segala jenis. Ada yang bilang Flanker pesawat yang suka rewel termasuk mesinnya. Namun harga Su-35 yang hampir sepertiga F-35 dgn kemampuannya yang “wah”, menjadikannya sangat menarik.

    Selain untuk melumat F-35 juga untuk menjatuhkan pesawat AEW&C & tanker yang terbang jauh di belakang F-35. Su-35 juga bisa diharapkan untuk melindungi KS Kilo cs terhadap musuh dari udara dan permukaan laut. Ya, Kilo cs memang harus punya sesuatu yang bisa diandalkan selalu siap dengan cepat menghajar musuh dari udara.
    Brahmos sudah ditest ditembakkan dari Su-34, dan menyusul Su-35.

    Tidak sekedar simulatornya. Sebaiknya RI meminta lisensi Russia untuk bisa merakit di PT DI. Karena keluarga besar Flanker naga-naganya akan dijadikan tulang punggung fighter kelas berat (MTOW 35 ton). Tidak elok kalau yang namanya tulang punggung masih mengandalkan pihak luar (Russia) dalam hal perawatan berat dan spare parts. Yang namanya tulang punggung harus memiliki physical availability yang tinggi. Siap menjaga ibu pertiwi kapanpun, dimanapun, termasuk dalam perang yang berlarut.

    Menhan ingin pesawat yang bisa menembakkan rudal jarak jauh.

  31. Markas F-5 Di Lanud Iswahyudi Madiun, klo penggantinya nanti SU-35, markasnya di Iswahyudi Madiun ato akan gabung SU 27 n SU 30 di Makasar ya?

  32. Fotonya F5 bagus-bagus nggak pernah lihat di majalah dan tempat lain sebelunya. Dan menurut saya F5 ini modelnya lebih bagus dari Hawk sebab bagus banget super keren seperti F104 dan nggak membosankan

    Mau tanya, 5 rudal yang digondol F5 di foto paling atas itu apa yah?

    Terima kasih.

  33. KALAU PANGLIMA TNI SUDAH KEPINCUT SI UHUK .., YANG LAEN CUMA PAJANGAN DI LIST SAJA..HIHI.. :mrgreen:

    • betuuuuuul………………. mungkin sebagai pendamping tender hi hi h…
      Lha dari TNI AU rekomendasi sukoi, dari Panglima TNI juga, dari mbah pur juga mengarah kesitu, tinggal tunggu apa lagi……:

      “Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menginginkan Sukhoi SU-35 sebagai pengganti F-5 Tiger. Menurut dia, pesawat buatan Rusia itu punya efek gentar yang tinggi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Sedangkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ingin Angkatan Udara punya pesawat tempur canggih yang mampu menggendong rudal jarak jauh, seperti Brahmos buatan India.”

      Siapa lagi ya ….. yg pengin buat Indonesia tersinggung dan marah, pasti deh Indonesia akan cepat mengakusisi alutsista yang ceeetaaaaaar , gitu lho….

      Klo gripen menurut saya , khusus klo ada deal mengarah opsi B: klo KFX batal maka IFX lanjut dgn menggandeng SAAB dgn akusisi gripen………..
      Silahkan klo comment yg lain….

      • @ bung gw.

        su 35 boleh lah…untuk pengganti f5.itu baik…
        TETAPI untuk pengganti kfx…
        pastilah yang paling baik dan canggih adalah
        jf 17 block 2 dan jf 17 block 3
        oopss ada yang marah nanti nih…:)).

  34. JF-17 juga gpp dibeli…(kalo kelebihan duit).. buat DECOY πŸ˜€

  35. @ donnie

    don jangan gitu dong…..:((
    gw sedih nih…. masa cuma buat decoy…

    bila INDONESIA ingin maju dan AMAN….sekali lagi berlindunglah dengan PAKISTAN
    jf 17 itu wajib di beli MINIMAL SEBAGAI BATU LONCATAN UNTUK KEMANDIRIAN,lalu setelah bisa di gabungkan dengan otaknya HABIBIE…jadi deh MADE IN INDONESIA
    dan ingat JANGAN BELI LANGSUNG KE RUSIA,CHINA,..beli jf 17 block 2 atw block 3 yang di rakit di PAKISTAN..!
    siapa yang tak mau su 35,greapen,f35..dll
    tetapi ingat MUSUH INDONESIA SEKARANG DAN MASA YANG AKAN DATANG ADALAH NEGARA2 PEMILIK HAK VETO,..
    BILA ANDA MASIH INGIN MELIHAT NEGARA NKRI YANG UTUH….! UNTUK KEDEPANNYA MAKA BELAJARLAH KE PAKISTAN…
    KENAPA KE PAKISTAN KARENA INDONESIA DAN PAKISTAN MAYORITAS PENDUDUKNYA KEPERCAYAANNYA SAMA…!
    TURKY,IRAN,AZERBAIJAN,IRAK ,ARAB SAUDI,SERBIA,,DLL SEMUA BERGABUNG DENGAN PAKISTAN,…PADAHAL TURKY.MESIR ADALAH SEKUTU USA DAN MEREKA MEMILIKI ALUT SISTA YANG JAUH LEBIH CANGGIH DARI INDONESIA…..
    APAKAH MEREKA BODOH…?? BERGABUNG DENGAN MADE IN PAKISTAN,…?!
    KALAU DENGAN INDIA…? LEBIH BAIK JANGAN KERJA SAMA DGN INDIA
    KARENA MEREKA ( INDIA) SIAP MENGHAJAR INDONESIA…! INI ADALAH MUSUH YANG TERSAMAR..’KARENA INDIA SANGAT JELAS INGIN MENGUASAI SAMUDRA BAGIAN SELATAN..DAN ITU PANGKALANNYA DI ANDAMAN…SANGAT DEKAT DENGAN SUMATRA..MALAHAN INDIA TEMPATKAN SU 30 MKI…,BAHKAN DENGAN ARMADA KAPAL INDUKNYA SIAP MENYAPU JAKARTA ,MELALUI PANTAI SELATAN..! apalagi dulu jaman sukarno india pernah sakit hati, karena indonesia membantu pakistan dengan kapal selamnya.
    MAU SU 35, BAGUS TUH,MAU GRIPEN ,JUGA BAGUS…TAPI INGAT…ADA CHIP YANG HARUS DI LEPAS…DAN INDONESIA BELUM BISA MELEPASKAN ITU,…!
    SANGAT JELAS SEKALI HAMPIR SEMUA KOMENTATOR MENYERET INDONESIA KE PIHAK TIMUR…! SANGATJELAS..! DENGAN ALASAN BAHAYA DARI SELATAN,..!
    TETAPI ANDA HARUS INGAT…INDONESIA DENGAN TNI NYA BER USAHA TIDAK MEMIHAK BLOCK BARAT ATW TIMUR…LIHAT SAJA APACHE DI BELI,RUDAL STARTREK ,ORLIKON JUGA DI BELI,CORVET JUGA..DARI INGGRIS DAN BELANDA…DGN TOT..YANG HANYA SEKEDAR SAJA..
    BILA INDONESIA BEGINI TERUS,…JUJUR JEBOL INI KANTONG INDONESIA…
    KARENA NEGARA 2 PEMILIK HAK VETO “SANGAT MENGINGINKAN HAL INI” AGAR SENJATANYA LAKU…DAN NEGARA2 LAIN TAK BOLEH MANDIRI BERALUT SISTA..!
    LIHAT KOREA…BILA INDONESIA MAU BELI/KERJA SAMA ALUTSISTA ,MAKA KORSEL HARUS MINTA IZIN KE USA, DEMIKIAN JUGA DENGAN KFX…
    JANGANLAH KESALAHAN2 DIBUAT LAGI…CONTOHNYA CORVET BELANDA,KFX,KS U209 FOTO COPI,TUKANO,(baru beli 2 minggu rusak tak ada spare part), dll…dll..dll
    SAYA PRIBADI SANGAT MENGANJURKAN AGAR INDONESIA MEMPERERAT KERJASAMA PERTAHANAN DAN KEAMANAN DENGAN PAKISTAN…:)).
    BILA INDONESIA MASIH INGIN MEMPERTAHANKAN ZERO ENEMY..DAN BERMAIN CANTIK..TAK KE BARAT DAN KETIMUR..
    ada yang bilang juga bila 2 gajah bertarung maka yang di tengah2nya (indonesia) akan hancur..
    makanya indonesia harus keluar dari gelanggang perseteruan USA CS DENGAN CHINA CS..
    rangkulah negara miskin tetapi sesungguhnya BESAR yaitu PAKISTAN
    karena pakistan memiliki BOM NUKLIR …!
    mengenai jf17 block 3 ..percayalah bahwa lebih canggih dari KFX yang selesainya hanya mimpi2 sekitar 2030-2040…itu juga harus izin USA…dan rentan EMBARGO ..juga gripen, f15 ,f 16, dll
    jf 17 block 2 ,sudah berproduksi sedangkan jf 17 block 3 mulai thn 2016..(BEBAS EMBARGO)
    sekali lagi @bung donny…tujuan jf 17 itu hanya batu loncatan untuk RUDAL ,bahkan nuke….
    mudah 2 an anda paham…..HE HE HE
    SANTAI AJA BRO..
    PEACE

  36. ada pemeo :

    Indonesia nguber KFX/IFX Korsel tentu ada yg cari lebih dari sekedar JF-17, sekaligus tidak menutup pintu buat alternatif lain, kita percayakan z kepada mereka yg mengambil kebijakan tentu dgn kajian yg lebih mendalam, karena mereka profesi ya untuk itu.
    TNI itu maunya yg Hi-end …ga tau knapa tuh, πŸ˜€

    bagi Indonesia teknologi nuklir Pakistan masih dianggap muda.
    Jika lapan sudah mahir dlm masalah MEMANDU, keberadaan ICBM hanya masalah waktu bagi Indonesia.
    Material stealth jika diterapkan dalam Missile gimana ya…keren ga.?? πŸ˜€

    • koq bisa ya sampe ada militer yang ingin alutsista hi-end produk produsen mapan? hmm…. aneh :mrgreen:

    • masalah pemadu itu (c 705)china sudah janji…katanya..ohh..katanya..katanya. dan katanya.harus bayar royaliti,sedangkan china sendiri tukang fotokopi dari rusia
      INGAT PROPELAN ROKET INDONESIA…??..nah kenapa china ingin sekali…????:))

  37. Peace means our weapon is bigger and lethal πŸ˜€

  38. sukro ma sorabi….dong…

 Leave a Reply