Feb 132015
 

KKY_3161

TNI memiliki kepentingan yang sangat tinggi terhadap swasembada pangan, hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada saat menjadi salah satu panelis dalam Jakarta Food Security Summit-3 di ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2015). Jakarta Food Security Summit-3 mengambil tema “Kepastian Tata Ruang dan Ketersediaan lahan untuk Ketahanan Pangan”,

Panglima TNI mengatakan bahwa, TNI memiliki doktrin sistem pertahanan rakyat semesta. Saat negara ini diserang oleh negara lain maka seluruh sumber daya yang dimiliki kita mobilisasi untuk kepentingan perang dan sistem pertahanan yang disusun dengan sistem kompartemenisasi. Artinya apabila ada salah satu pulau diserang oleh lawan maka Pangdam setempat harus mempertahankan dirinya secara mandiri dan seluruh logistik juga harus dapat didukung secara mandiri.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, saat ini banyak orang di daerah perkotaan yang menuntut adanya swasembada pangan, tetapi apabila dibandingkan dengan masyarakat di pedesaan penduduknya tenang-tenang saja tidak meributkan mengenai swasembada pangan. Hal tersebut dikarenakan di desa bibit, pupuk, air dan lahan sulit. “Itu persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah. Kita sekarang berbicara swasembada pangan tetapi disisi lain kita juga menikmati import secara tenang-tenang saja,” kata Panglima TNI.

KKY_3144

Pada saat kunjungan kerja ke daerah-daerah, menurut Panglima TNI sering melihat kondisi petani di pedesaan saat ini seperti museum, dimana cangkul yang dimiliki sudah tua dan orang mengerjakannya juga sudah tua. Di sawah tidak terlihat adanya anak muda yang bekerja sebagai petani. Melihat kondisi di persawahan seperti itu yang membuat anak-anak muda tidak mau menjadi petani, apabila sepanjang stigma petani masih tetap seperti itu.

“Untuk itu, saya mengumpulkan anak-anak muda dari berbagai daerah, saya kumpulkan mahasiswa di beberapa kampus kemudian saya datangkan juga para praktisi yang sukses dan berhasil menanam padi 12 ton perhektar dan jagung 14 ton perhektar. Saya jembatani petani yang sudah tidak memiliki lahan dan modal untuk bertani sehingga dapat berkomunikasi dengan para mahasiswa yang penuh idealisme”, tutur Panglima TNI.
KKY_3141Dalam setiap kesempatan kunjungan di berbagai daerah, Panglima TNI selalu memberikan pengarahan kepada anggota TNI untuk lebih mengoptimalkan lahan yang dimiliki TNI baik di Batalyon-Batalyon maupun satuan lain agar ditanami sayuran atau dibuat kolam ikan. Sehingga para anggota dapat memenuhi kehidupan sehari-hari dan swasembada pangan sendiri. “Remunerasi yang diterima prajurit TNI sedikit, maka perlu memaksimalkan lahan yang ada di satuan tersebut, sehingga tidak perlu membeli kebutuhan untuk masak sehari-hari, “kata Jenderal TNI Moeldoko.

Seminar Jakarta Food Security Summit-3 tersebut dipandu oleh Rudyan Kopot dari Kadin Bagian Kehutanan dan menghadirkan beberapa panelis lainnya, antara lain; Basoeki Karyaatmadja Staf Ahli Menteri Kehutanan, Adang SAF Ahmad Sekretaris Dewan Sumber Daya Air, Sofyan Wanandi Ketua TIM Ahli Wapres dan Agus Purnomo Staf Ahli Presiden Bidang Perubahan Iklim.(Dispen TNI).

Autentikasi : Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

Bagikan :

  16 Responses to “TNI dan Pentingnya Swasembada Pangan”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    pak Jendral kok makin gendut yak 😀

  3.  

    Three

  4.  

    saat nya mekanisasi alat pertanian …
    bila pemerintah jeli byk anak bangsa sdh proven bikin alatnya,
    termasuk traktor tangan utk olah sawah teknologi rantai tank yg bisa panjat lahan tersering … original made in “anak bangsa”

  5.  

    Sip

  6.  

    Wes, ayo ngopi pak jendral, curhat2an hihihi

  7.  

    bukan anak muda ngaa mau bertani, udah lagu lama kalo aja musim tanam pupuk mahal, pupuk hilang dr pasar, bibit mahal tapi ngaa ada kualitas, irigasi ancur ancuran dan byk lagi, andai fasilitas memadai dan pemerintah betul” peduli dg masalah para petani, swasembada pangan di Indonesia ibarat semudah membalik telapak tangan

    •  

      Anak muda skarang lbih senang tawuran drpada turun ke sawah, lebih senang balap liar drpada nyangkul, lebih senang dangdutan mlm hari daripada turun ke laut, banyak jg yg lebih senang kerja di pabrik/ jadi buruh drpd bertani..
      5-10 tahun kedepan mgkin kita bsa swasembada pangan, tp seterusnya blum tentu, krn pd saat itu mgkn kita sdh kekurangan petani/nelayan..

  8.  

    pertamax

  9.  

    Tukang kompor!!
    Masih bagus jendral ini bicara rakyat dan yg gendut hanya perut saja, sedangkan jendral mb Bowo punya rekening gendut , itu yg ditolak arus bawah!?

  10.  

    ngomong opo to mbah bowo wi wes tuek meneng tuaapook lambemu lambe kok ngecemeh

  11.  

    Swasembada pangan bukan hanya penting tetapi mestinya suatu keharusan yang mutlak. Sudah saatnya tenaga dan pikiran segenap warga negara ini dicurahkan untuk memperhatikan sumber dasar penghidupan masyarakt indonesia seperti pertanian dan perikanan yang dianugerahkan oleh tuhan untuk bangsa ini sebagai kebutuhan primer yang paling mutlak utama.. seyogyanya potensi inilah yang mustinya dijadikan proyek utama negara sebagai sumber penghidupan kehidupan utama, sedangkan sda lainnya dijadikan penopangnya..
    bersyukurlah bangsa ini dikaruniai allah sda yang sangat melimpah bukan hanya untuk bangsa kita sendiri melainkan juga buat sebagian bangsa lainnya didunia..
    Penopang utama kemakmuran negeri ini adalah sektor pertaniannya..
    sudah bukan saatnya sektor pertanian dijadikan komoditi politik belaka..
    ingat : kata Tani adalah Meratani/ rata ( memberikan manfaat yang meRata ke seluruh lapisan masyarkat; mulai rakyat jelata sampai presiden ).
    merosotnya ketahanan pangan akan berdampak otomatis ketahanan nasional..

  12.  

    Mungkin mbah ini dukung KPK tapi pake majas Sarkasme… IMHO

 Leave a Reply