Sep 052018
 

Plh Danrem 091/Aji Surya Natakusuma Kolonel Inf Ruslan Effendy, pada Senin 4-9-2018 di Pos Gabungan Simanggaris Perbatasan RI-Malaysia, memimpin upacara pemberangkatan Patroli Terkordinasi Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif Raider 613/Raja Alam.

Samarinda, Jakartagreater.com – Patroli terkoordinasi merupakan wujud operasi terintegritasi antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Tentera Diraja Malaysia (TDM).

Kegiatan ini sebagai simbol kebersamaan juga merupakan bentuk aplikasi eratnya persahabatan antarkedua Angkatan Bersenjata (TNI AD dan TDM) dalam menjaga kedaulatan negara yang berbatasan darat serta berdampak positif untuk mengontrol aktivitas berbagai kegiatan ilegal, seperti, illegal logging, illegal minning, trafficking, pelintas batas, dan kriminalitas seperti penyeludupan Narkoba, yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan.

Pelaksana harian (Plh) Danrem 091/Aji Surya Natakusuma (ASN) Kolonel Inf Ruslan Effendy, pada Senin 4-9-2018 di Pos Gabungan Simanggaris Perbatasan RI-Malaysia, memimpin upacara pemberangkatan Patroli Terkordinasi Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif Raider 613/Raja Alam.

Hadir dalam upacara dari Delegasi Malaysia, Lt Kol Hj Mohd. Nizam Ketua Staf MK 5 Briged, Lt Kol Azmi Danyon 20 RAMD, Lt Kol Sukri Danyon 7 RAMD, Mej Mohd. Roslaini PS 2 Gerak MK 5 Briged (Kasi Ops), Mej Ismail PS 2 Risik MK 5 Briged (Kasi Intel), Mej Mohammed Hafeez Danki 20 RAMD, Mej Fadzlin MMLO Balikpapan, Kapt Kamarul MMLO Samarinda, Kapt Mohd. Shahrizal Adjutant 20 RAMD, dan Mayor Inf Ronaldo Konstantin ILO TNI Tawau.

Sedangkan Delegasi Indonesia Letkol Czi A. Abdillah (Dandim 0911/Nnk), Letkol Inf Fardin W (Dansatgas Yonif R 613/Rja), Mayor Laut Mustofa (Palaksa Lanal Nnk), Kapt Arm Patar Silalahi (Ws. Pasiops Rem 091/ASN) dan Para Pawira Staf Satgas Yonif R 613/Rja.

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, S.Sos dalam amanatnya mengatakan, patroli terkoordinasi ini selain untuk mengetahui batas-batas wilayah dengan adanya patroli patok batas, juga merupakan wahana untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan profesionalisme prajurit, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan jalinan persahabatan antar satuan kedua negara.

“Oleh karena itu, interaksi antar prajurit dalam kegiatan patroli terkoordinasi ini, merupakan sarana yang efektif dalam mewujudkan semangat kebersamaan, saling pengertian dan antar prajurit kedua negara,” ujarnya.

Kegiatan ini, menurutnya, juga dapat memberikan manfaat bagi kedua negara di wilayah yurisdiksi masing-masing, dalam upaya melakukan pencegahan terhadap kegiatan-kegiatan ilegal yang mungkin dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat kedua negara, sekaligus juga dapat mendorong terciptanya iklim yang kondusif di sepanjang perbatasan darat RI-Malaysia. (tniad.mil.id).

Berbagi

 Leave a Reply