Feb 122015
 
Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Jakarta – Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan Kementerian Pertahanan dan TNI mendapat tambahan dana Rp 4,725 triliun pada tahun ini. Hal Ini diputuskan dalam rapat Badan Anggaran DPR dengan Kementerian Keuangan yang membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015.

“Kami cukup senang dengan tambahan anggaran untuk pertahanan tersebut,” kata Mahfudz kepada Tempo, Rabu malam, 11 Februari 2015.

Meskipun tambahan anggaran itu lebih rendah dibanding permintaan Kementerian Pertahanan yang mencapai Rp 5,1 triliun.

Mahfudz mengaku belum tahu penggunaan tambahan anggaran itu. Menurut Mahfudz, Komisi I perlu menggelar rapat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, semua asisten perencanaan Panglima TNI, dan ketiga kepala staf matra TNI.

“Nanti akan diputuskan tambahan anggaran itu akan digunakan untuk apa, apakah beli alutsista atau yang lain.”

Dalam APBNP 2014, Kementerian Pertahanan dan TNI mendapatkan dana 83,3 triliun. Sedangkan berdasarkan APBN 2105, Kementerian Pertahanan dan TNI dapat anggaran Rp 96,9 triliun.

Anggaran itu digunakan untuk belanja pegawai dan pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan baru sesuai dengan program modernisasi terhadap TNI. (Tempo.co).


Sebelumnya, tanggal 6 Februari 2015. Panglima TNI mengatakan sedang menunggu finalisasi anggaran pertahanan, terkait penggantian jet tempur F-5 Tiger. Menurut Panglima, kepastian anggaran itu, setelah tanggal 12 Februari 2015. Baca: Nasib SU-35 setelah 12 Februari 2015

  113 Responses to “TNI Dapat Dana Tambahan Rp 4,725 Triliun”

  1.  

    Dana buat beli alutsista kepakai buat dana kampanye………………….!!!

    coba kalau di indonesia PARPOL nya cuma 2 atau 3 PARPOL……………….!!!

    Tidak seperti sekarang ini banyak tikus tikus yang jadi politikus….!!!

  2.  

    MANTAP….

  3.  

    Setuju sy ikut nyumbang

  4.  

    BIN kami tunggu aksimu.. Smua tergantung padamu.. Dan doa kami sll bersamamu

  5.  

    penggemar grippen, penggemar F16, penggemar,thypon, penggemar rafale, penggemar sukhoi, penggemar mig, penggemar pesawat lainnya….jangan saling jelek jelekin dong…..!!!, kita cari tahu dari user saja pilih mana….klo menurut gue sich setiap orang pengen sesuatu yg berbeda, demikian juga soal selera pesawat. pernyataan dari Panglima dan Kasau beliau2 ini ada kecenderungan memilih flangker family untuk mengisi skuad kelas berat menjadi 2 skuadron. nah untuk ganti F5 Tiger kayaknya akan pakai jenis baru rasanya tdk akan ke F16 krn jumlahnya sdh banyak (2 skuadron klo tdk salah ). lagi jika pakai F16 block 60 pun rasanya pesawat ini kelasnya masih dibawah F35. jd bisa mubazir pengadaannya…

  6.  

    Pada menghayal semua, ………….. ingat kesejahteraan prajurit seperti apa…… ??? lihat pegawai kelurahan/kecamatan DKI …………. !!!

  7.  

    Kalo saya mikir alangkah baiknya tambahan dana 4,725 T itu kita manfaatkan untuk kerjasama riset bikin Rudal dengan negara lain. Kita beli ilmu tidak bakal kurang nantinya bahkan bisa beranak pinak kalau kita kreatif .Sementara di belikan alutsista duit sekian dibelikan alutsista Value nya makin lama makin kurang.Bayangkan kalau kita bisa bikin rudal sendiri ,nggak bakalan pusing ada embargo, kalau expired bisa upgrade sendiri.Biaya pemeliharaan rudal rendah, tak butuh bbm.Punya deteren tinggi buat mengawal nkri.Iran ,korut tak punya pesawat yang gahar tapi punya rudal yang banyak ,nggak ada yang berani nyelonong ke wilayah mereka.

  8.  

    Untuk smua rekan yg komen diatas sy punya sedikit gambaran (kebetulan sy pernah di bdn anggaran) dengan disetujuinya tambahan anggaran 4,7 oleh DPR maka dipastikan anggaran untuk pengadaan pesawat pengganti F5 sudah ada (semoga SU 35 yg dipilih) dan itu diperkirakan 1 skuadron penuh. Krn anggaran tambahan itu sejatinya hanya untuk tambahan anggaran yg nomenklatur dan by name nya sdh muncul dlm restra dephan yg jg sdh di ajukan saat RAPBN. Jd 4,7 T itu sifatnya hanya menambah anggaran yg sdh ada. Belum lg krn pengadaan barang trsb yg memakan waktu betahun2 tentu sj anggarannya bs multi years. Jadi saya optimis tdk lama lg impian kita mempunyai fighter SU 35 akan segera terwujud. ( smoga menhan setuju dng keinginan user yaitu panglima tni)

    •  

      Bung alden kalau anggaran pertahanan 100T, 40 % untuk alutsista berarti 40T / thn x 5 jadi kita ada 200T untuk belanja alutsista 5 thn kedepan?

      kalau seandainya begitu bukanya kita bisa beli 1 skd Su35, 3 amur, 2 skd gripen ng / typhoon, S400, destoyer dll dalam 5 thn ini??

      •  

        Sy rasa kalau belanja langsung ( belanja barang dan jasa dan belanja modal) tidak sampai 40% dari anggaran trsbt. Di departemen manapun belanja tidak langsung ( belanja pegawai) pasti jauh lebih tinggi daripada belanja langsung. Jadi asumsinya di buat 30% ya berarti tinggal dibagi ke 3 matra untuk belanja alutsista sesuai rentra mrka masing2.

  9.  

    sudah menjadi topik hangat pembicaraan Dunia, plus dgn adanya dana tambahan, semangkin besar harapan akan SU-35, ………. eeeh gak taunya yg dibeli F-16 ………. sakiiit nya tuh di …….. !!!

  10.  

    mudah2an ga dikorupsi dan impian bangsa ini untuk memiliki pesawat yang memiliki efek deterent yg besar (SU35) bisa terkabul,,,,amiiin

  11.  

    bung Danu kok gak pernah komen ya?

  12.  

    buat apa beli pesawat tempur kalo cuma 16 biji. negara lain beli 100 biji lebih optimal beli arhanud aja yg buaayaak biar nembakin pesawat yg masuk udara RI kayak S300, BUK atau NASAM lebih evektif evisien bisa bikin wilayah larangan terbang..

  13.  

    Trus kalo SU-35 ntuh bodong, ngapain dibeli TNI ..tong.? Nape loe kagak ke mabes TNI aje ngasi tau tuh sukhoi tak bagus.
    Secara ilmu entekan lebih paham nih ketimbang usernya, mumpung tuh barang blom kebeli. Tapi apa iya usernya mau dengar omongan ente.
    Karepmu lah..DON..DON…

  14.  

    Bung doni cepret.. analisimu kren banget..
    Wau mancapp…
    hahaha
    Terjun ke lcs ja sana..

  15.  

    saya sangat memfavoritkan su-35 dari rusia; tapi kok perasaan ini ”mengatakan” bahwa yang akan dibeli adalah f-16 blok 52+/60. Semoga mendapatkan pilihan yang terbaik dan pembentukan 2 skuadron tempur untuk wilayah timur tetap dilanjutkan (32 unit f-16 blok 52id/up grade dari blok 30+ pun tidak masalah kok)

    •  

      pilihan yg terbaik bung dr segi keseragaman dg 34 pesawat yg sdh ada,, umur pesawat yg bs diperpanjang,, kemampuan utk bs di upgrade,,tingkat kesiapan,, ongkos maintenance dan kesesuaian dg sistem radar kita,,

  16.  

    Saatnya membuka bidang studi baru, Reverse Engineering biar bisa membuat perisai udara sendiri. Saya ingin menekankan kepada penelitian secara terus-menerus (berkesinambungan). Produk dalam negeri walau masih tertinggal patut untuk dihargai dan terus dikembangkan. Agak mustahil jika kita langsung bisa membuat sekelas buatan US atau Rusia. Namun, kita perlu menciptakan “bayi-bayi” teknologi baru khususnya dalam dunia militer karena banyak dari kita yang mengaku cinta kepada militer. Saya mau bertanya, secara de facto dan de jure, India dan China merdeka lebih cepat mana daripada Indonesia? India telah mampu membuat Tejas. China bahkan telah “menggila” di Asia, bahkan melampaui Jepang dan Korea dalam militer. Negara perlu melakukan terobosan baru terkait riset dan teknologi terutama untuk militer dan ruang angkasa. Berikan beasiswa kepada mahasiswa ber-IQ tinggi untuk membuat sebuah sistem baru dalam teknologi. Banyak anak bangsa yang pandai. Jangan sampai mereka semua hanya bekerja untuk perusahaan asing dan hanya menjadi karyawan. Kita sebagai warga negara yang baik tentunya harus mengapresiasi semua produk lokal, bahkan kalau boleh dikatakan “seremeh apapun itu”. Misalnya saja, kursi bambu di negeri kita kurang banyak dihargai, tetapi di China sangat banyak peminatnya. Amerika sebenarnya mengajarkan kepada kita ideologi kebebasan untuk selalu bebas dalam berkarya dan berinovasi. Melakukan di luar apa yang biasa orang-orang biasa pikirkan. Tentunya kebebasan yang berada di dalam aturan. Dulu Malaysia mengimpor guru dari kita, tetapi sekarang mereka telah mampu memiliki tower yang pernah menjadi yang tertinggi di dunia. Kita memiliki GBK yang sangat megah puluhan tahun silam. Lantas sekarang, bisakah kita membuat apapun itu, dari bidang apapun itu yang puluhan kali lebih megah daripada GBK? Pertanyaan ini untuk saya sendiri dan kita semua. Tunjukkan kita bisa membuat mesin sendiri, khususnya untuk militer tanpa mengimpor. Tunjukan di abad 21 ini Indonesia telah memasuki masa teknologi modern di mana kita sendiri yang menemukan, merancang, dan memproduksinya. Terima kasih.

  17.  

    tu duuit tambahan …klu gk si sam mrika yng dpt..psti bro bruang…dengan adanya perang …maka banyak rakyt suatu negara bsa mkn… Ok lh klu bro bruang mskipun sbg empu pembuat senjata tpi untk mdptkn pmbli..dia msh mngedpnkn sopn sntun berdunia.
    Nah yg si sam amrik …Empu.yg satu ini kerjanya slalu mncri kwsan org bduit..nh dsna dia mulai nebar bibit ..supaya org2 pnas satu sma lain..klu sdh mndptkn suhu.yg ckup..mka amrik mulai nawarin perlngkpn buat kelahi..klu gk gni snjta buatanya gk lku…dlu timur tengah bos2 minyk di adu dmba..sampai tmr tngh gosong kyk skrng.. timteng udh gk kuat. bli snjta..skrng org2 kya ada di kwsn pasifik sni..dn sdh mulai kmakn umpn amrik dan cina. ..
    Hanya dengan banyaknya orng perang Empu pmbuat snjta bisa mkn .
    Tapi gk Pa2lh Su35 tu hrs ada buat nyucuk pntat tetangga.