TNI Diperkuat Lima Drone Baru

50
115
UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)
UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

Jakarta – Pertahanan militer Indonesia kini diperkuat oleh 5 pesawat tanpa awak atau Drone yang baru saja datang. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyebut Drone tersebut merupakan impor dari luar negeri.

“Ada Drone baru yang baru datang kita. Import dari luar, ada 5,” ungkap Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2014).

Meski begitu, Jenderal Bintang 4 itu belum mau menjelaskan dari mana asal Drone tersebut maupun spesifikasinya. Ia hanya memastikan, pesawat tanpa awak yang baru dimiliki TNI itu bukanlah buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang saat ini juga tengah memproduksi Drone bekerja sama dengan BPPT.

“Bukan dalam negeri, dari luar. Kita sekarang sedang belajar untuk pengendalian itu,” jelas Jenderal Moeldoko singkat.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebelumnya berencana menempatkan Drone buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) untuk mejaga wilayah perbatasan Indonesia. Menyambut rencana Ryamizard dengan baik, Moeldoko pun mengatakan armada itu bisa melengkapi Drone yang baru saja datang.

“Bisa juga akan ditambahkan, tapi kita sebetulnya sudah punya,” tutup Moeldoko. (Detik.com).

50 KOMENTAR

    • Horen ini ada masalah nya kalau gak percaya tanya aje turkis ia pak turkis aje penah guankan ia dan ia penah jatuh di tukis menghadapi masalah system ia kendilian. Dan ketika perancis mahu beli horen ia penah jatuh di isreal ketika perancis mahu menbelinya .perancis hanya pakai dua horen itu gak mahu memakai nya . Di iran sudah banyak kali jamming eletonik horen dan sudah tembak jatuh . Yg lebih bahaya jamming iran mampu mendapat uva percuma dari musuh ia pak . Saya nasihat kan lebih baik bangun uva sendrir supaya ia tak mudah jamming eletonik nya

        • @system baru,
          welcome to the community..salam kenal dari tetangga..
          Pembelian Heron menurut pendapat saya hanyalah sebagai upaya untuk menguasai UAV yg lebih advance, dikarenakan untuk UAV semacam Global hawk selain US tidak akan mudah menjualnya, juga terlalu mahal. Sedangkan kami di Indonesia sedang tahap pengembangan UAV jarak menengah.. Jadi, pembelian Heron selain sebagai kebutuhan, juga sebagai upaya penguasaan system UAV yg lebih sophisticated…

          Maaf, cuma analisa tukang pijet keliling…

    • Memang bukan bung ! , ini ekspresi jengkeL saya yg katanya Lebih fokus ke DALM NEGRI Eeeeh Ternayata Luar Negri , Yaaa beginiLah mentaL ESEMKA (TampiLan Luarnya aja daLam negri tau deh JEROAN nya ) , P 8 Poseidon mirip CN235 MPA kita yaah kayaknya , AwaL muLanya sy pikir GLOBAL HAWK bin GLOBAL WARMING atawa TriTon THE Toronton :mrgreen: , Karya pak Tetuko juga Hebat , Tapi di sini sy coba berpikir positif mungkin ada nuansa poLitis untuk menjaga perasaan hati dan situasi kawasan yang sedang memanas ?? Heron ini memang meng herankan karna apakah dari negara Harom bin izroiL atau ASU dan apakah PINOY yang mendapat Lisensi dari izroiL , Hmmmm apakah ini saLah satu hadiah dari kerjasama Lavi , siapa tau Bung Satrio bisa menambahkan???

      • Sepertinya, kita pesan UAV ini sebelum UAV wulung di ujicoba,
        Pesanan nya udah lama,,
        Pinoy kyk nya belum mampu membuat UAV sekelas heron deh,,
        Klo ga salah pinoy hanya perantara aja, karena kita tidak punya hubungan diplomasi dgn israel,
        UAV milik pinoy, msh dibawah wulung

      • Pak, situasinya berbeda, yang itu pesanan pak BY tahun lalu. Bapak jangan ngedumel ga jelas nyalahin pemerintahan yang baru berjalan sekian hari ini. memang pesan barang gituan hari ini pesan langsung dikirm? trus duit yang buat bayar budgetnya dari mana? semua ada prosesnya. Setiap pemerintahan itu ada plus minusnya, tapi semua kembali untuk kemajuan bangsa ini. Semoga kedepan dengan pimpinan yang baru ini, kemadirian di segala bidang bisa lebih dimaksimalkan. Salam INDONESIA RAYA.

  1. Heron? Apa karena dari Israel (walaupun lewat Filipina) jadi terkesan di rahasiakan.
    TNI mungkin berfikir 4 Heron tidak cukup (memang ada Wulung tapi daya jelajahnya masih terbatas) jadi dilakukan penambahan, sehingga sekarang ada 9 unit. Sekalian buat dipelajari

  2. Nah lho drone datang bak siluman tiba2 nongol sepertinya ini sudah dibeli diam2 sm pemerintah terdahulu, jd sekarang pd ngarep aja mudah2an ada alutsista baru yg sudah dibeli namun tdk dipublish tiba2 nongol….semoga SU 35, typhoon dan kilo jg ikutan nyembul