Feb 272015
 

image

(Puspen TNI). TNI akan mendukung sepenuhnya pemberantasan Illegal Mining yang dilakukan para spekulan dan telah merugikan pendapatan negara di sektor energi. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat menerima paparan tentang eksploitasi tanpa ijin (Illegal Mining) di Blok Cepu oleh Direktur Hulu Pertamina Bapak Syamsu Alam dan Presiden Direktur Pertamina EP Adriansyah, bertempat di ruang rapat Paripurna Mabes TNI Cilangkap, Kamis (26/2/2015).

Dukungan ini sesuai dengan salah satu tugas TNI adalah menjaga kedaulatan, termasuk kedaulatan bidang energi. Dengan berkurangnya Illegal Mining, maka diharapkan pendapatan negara akan meningkat dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

image

Panglima TNI juga mengatakan bahwa, kerja sama antara TNI dan Pertamina sudah berlangsung dengan baik, demikian juga dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara TNI dengan Pertamina yang bertujuan untuk dijadikan sebagai pedoman kedua belah pihak dalam mengimplementasikan rencana kerja sama tersebut.

Berdasarkan pengalaman, TNI pernah berhasil menangani kegiatan eksploitasi tanpa ijin (Illegal Mining) baik yang dilakukan di wilayah Plaju Sumatera Selatan maupun penambangan emas di wilayah Kepulauan Buru, semuanya dapat diselesaikan bersama dan diterima dengan baik.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Pertamina merupakan Obyek Vital Nasional yang perlu dilindungi keberadaannya, demikian juga dengan kedaulatan energi, bahkan TNI saat itu turut serta dalam melahirkan berdirinya Pertamina. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penguasa Perang Pusat No. PRT/PM/017/1957 Tanggal 15 Oktober 1957, dari PT. TMSU (Tambang Minyak Sumatera Utara) dirubah menjadi PT PERMINA (Perusahaan Minyak Nasional).

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kasum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi, S.E.,M.M., Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, para Asisten Panglima TNI, Kabais TNI Mayjen TNI Moh. Erwin Syafitri, Kababinkum TNI Mayjen TNI S. Supriyatna, SH.,M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, para Asops Angkatan, Pangdam IV/Dip dan Pangdam V/Brw serta para Direksi Pertamina EP dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Authentikasi : Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya

Bagikan :

  14 Responses to “TNI Dukung Pemberantasan Illegal Mining”

  1.  

    Habisi

  2.  

    uno..

  3.  

    Stuju..TNI memang perlu membantu pengawasan di dlm pertamina..untuk mengurangi penyimpangan oleh oknum2 di lapangan..

  4.  

    Kami rakyat sebetulnya menuntut negara dalam hal ini pemerintah untuk menjalankan amanah UUD 1945 pasal 33, tambang emas, minyak, gas, batu bara, laut dan isinya dikelola betul betul oleh negara untuk kemakmuran rakyat kini semua yang di harapkan rakyat sebagiannya sudah dikelola asing, masyarakat sudah tidak di berikan haknya dengan mencabut subsidi subsidi tapi dengan asing di beri kemudahan untuk mengeruk dan mengambil dengan dalih investasi harusnya apapun kerjasamanya bagi hasilnya 50:50, maaf komentarnya rakyat biasa.

    Salam NKRI

  5.  

    TNI mampu menjaga keamanan obyek vital..tingkatkan lagii Pak..jgn sampai tjd sabotase oleh luar negeri yg merugikan negara..

  6.  

    Gitu donk ahh…

  7.  

    Maknyus

  8.  

    BERANTAS MAPIA MIGAS BOS

  9.  

    Kalau opini saya ya penginnya sempurna

    Dikelola Indonesia
    Diawasi Indonesia
    Dijualnya jg untuk Indonesia
    Disejahterakan ya Indonesia

    Z…
    Minyak.Emas.tambang
    (duit gede smuatuh)
    klo udah ktmu
    duit
    Duit
    Duit

    bisa digoyang itu smua
    Wah2

    smoga dgn TNI
    Pengawasan
    Akan jadi lebih baik kedepannya…

    untuk Indonesia

  10.  

    Utk tambang emas lbh baik dtertibkn sj.
    Klu dberantas, lalu pngelolaanya dserahkn ke perusahaan asing, itu justru menyalahi aturan. sbb yg makmur justru rakyat negri asing. Cukuplah kasus Preeport dan Newmont jd pelajaran.
    Kt jgn punya anggapan rakyat RI ga mampu kelolanya. sbb nyatanya mrk mampu mengeksploitasi wlu dgn peralatan seadanya.
    Tinggal dtertibkn sj & BUMN sbg leadernya, agar kerusakan lingkungan bs diminimalisir.
    Mrk rakyat kt & mrk butuh kemakmuran.
    Katanya ingin memakmurkan mrk.

  11.  

    Saya sedih melihat saudara saudaraku penambang minyak tradisional peninggalan.belanda di hutan hutan pegunungan Bojonegoro.. mereka menjual minyak ke Pertamina kadang dihargai sangat murah sehingga kadang mendapat uang amat sangat pas pasan.., tapi kalo dijual diluar pertamina banyak oknum yang bermain, banyak aparat yang kadang jadi beking bila setoran lancar, bila setoran seret maka akan di grebek.. banyak aparat yang jadi preman jalanan yang menarik upeti para pengojek minyak mentah yang dimasukkan jerigen yang diangkut menggunakan sepeda motor menuju penadah..
    Sungguh ironi sekali.. hasil alam ini untuk sebenarnya untuk siapa??

    •  

      Yah memang kasihan ,bila kita berkendara di sumatra,banyak rakyar sejahtera dulunya sebelum penambang emas rakyar di larang. Tuduhan merusak sungai,pencemaran dan di uber uber.Giliran perusahaan besar yang lakukan kayak Freeport di biarkan. Miris masak nggak ada solusi untuk rakyat sendiri.Bukankan tugas negara memakmurkan rakyatnya.Kalau dibilang merusak lingkungan ,ayo bina mereka bagaimana menambang yang benar,kasih modal dan bimbingan. Bukannya melarang tapi tak ada solusi.Akibatnya banyak pengangguran dan kejahatan. Kalau kita tenggok di berita televisi, di Amerika banyak penambang tradisional ,pake alat berat sama dengan di Indonesia,tapi tidak di kategorikan merusak lingkungan. Ayo anggota dpr/dprd jalan jalan ke Amerika. Tiru bagaimana mereka menanggani hal yang sama dengan Indonesia.

  12.  

    KERAS……

  13.  

    Seharusnya TNI juga mendukung pengambilalihan PT. FreePort untuk di jadikan BUMN ………. !!!

 Leave a Reply