JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 222014
 
Pasukan TNI Kodam Iskandar Muda saat defile pasukan pada upacara peringatan HUT Ke-69 TNI di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Selasa (7/10/2014).

Pasukan TNI Kodam Iskandar Muda saat defile pasukan pada upacara peringatan HUT Ke-69 TNI di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Selasa (7/10/2014).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko sedang mengupayakan agar TNI menjadi kekuatan terbesar atau “Big Brother” di ASEAN. Hal tersebut dalam rangka memajukan ketertiban kawasan atau regional order di kawasan Asia Tenggara.

“Kita sudah memiliki suatu forum antara Panglima bersenjata di kawasan ASEAN. Di situ Panglima TNI membawa misi yang kuat agar TNI menjadi Big Brother di kawasan ASEAN,” ujar Moeldoko dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Moeldoko menuturkan, negara-negara di kawasan ASEAN telah mengakui kebesaran dan kekuatan TNI. Ke depannya, jika TNI menjadi Big Brother di kawasan ASEAN, akan ada tantangan selanjutnya bagi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam menyongsong Asia Pasifik sebagai kawasan abad 21 dan pusat grativasi dunia.

Moeldoko mengatakan, dirinya telah melihat perkembangan di Kawasan Asia Pasifik, salah satunya di Laut China selatan. Dia mengaku telah telah berkomunikasi dengan Panglima Angkatan Bersenjata China, dan meminta agar pembangunan kekuatan China di wilayah Laut China Selatan tidak menimbulkan distabilitas di kawasan ASEAN.

“Ini adalah suara Panglima di ASEAN. Ini saya endorse ke China,” kata Moeldoko.

Moeldoko kemudian mengaitkan dengan kebijakan China tentang jalur sutera maritim. Dia mengatakan, saat ini Indonesia sedang mencari peluang dan titik singgung yang bisa memberi keuntungan baik bagi Indonesia maupun China.

“Satu sisi, Indonesia dengan poros maritim dan China memikirkan jalur sutera maritim. Di mana titik singgungnya dan kira-kira peluang dan opportunity kita ada di mana. Sehingga kebijakan itu nantinya bisa menguntungkan kedua belah pihak,” kata Moeldoko. (KOMPAS.com)

 

Berbagi

  50 Responses to “TNI Ingin Jadi “Big Brother” di ASEAN”

  1.  

    RI harus berperan aktif dan senatiasa memajukan militer dan ekonominya agar betul-betul menjadi kekuatan ril paling disegani di Asia Tenggara

    •  

      RI paling berprospek menjadi pemimpin Asia Tenggara. Penting untuk menambah alutsista gaharnya, tapi lebih penting lagi adalah mendorong kemandirian dalam pengadaan alutsista. Hayo Jokowi-JK percepat penguasaan teknologi serta tingkatkan dana riset dan pengadaan/produksi sendiri berbagai alutsista. Khusus untuk mendukung kedaulatan maritim (menghancur illegal fishing misalnya), segera kucurkan dana untuk produksi “Kapal Bersayap” dan/atau produksi bersama pesawat amfibi PTDI dengan “Dornier” (?). Bukankah beberapa produk sejenis sudah diuji-coba? Kapan lagi? Beri kesempatan produk bersma dalam negeri daripada beli dari luar.

  2.  

    Hebat euy…Indonesia disegani di kawasan ASEAN

  3.  

    RI harus berperan aktif dan senatiasa memajukan militer dan ekonominya agar betul-betul menjadi kekuatan ril paling disegani di Asia Tenggara.

  4.  

    Maju terus TNI jadi Panglima Asia Tenggara

  5.  

    klau mau di hormati , contoh kebijakan luar negri jaman suharto , cuma NYENGIR doang jendral satu itu , 1 asean manggut2 bilang ENJE pak.

  6.  

    Solution Indonesia

    NKRI BISA

  7.  

    moeldoko..calon putin nya Indonesia.
    the great general.

  8.  

    Semoga….
    Talk less,do more..
    Go a head..
    Do now…
    Jalesveva jayamahe..

  9.  

    Jadikan TNI jadi pengayom bangsa2 di ASEAN.

  10.  

    USA—–Paman Sam
    JEPANG —— Sodara Tua
    INDONESIA———–“Big Brother”

    Teyuussss…..

  11.  

    cita2nya bagus pak panglima tapi kalo lihat peralatan dan alutsistanya kayanya masih jauh deh kalo mau jadi big brother asean, liat vietnam dan singapur alutsistanya segabreng kita masih jauhlah…!

  12.  

    Nanti Malaysia jadi little sister

  13.  

    Test Absen

  14.  

    Alutsista GAHARnya di PERBANYAK pak..baik produksi LOKAL maupun LUAR..

  15.  

    Bagaimana kapal destroyer, pesawat tempur heavy, kapal LHD apalagi minim kapal selam, belum lagi anggaran terbatas.. Tolong pak panglima fokus dulu itu baru deh jadi big brother

  16.  

    Fokuskan pekembangan Industri Pertahanan (InHan) Dalam Negeri jangan lupa pak Moel… Benahi tuh “maklar/mafia/tikus” yang menghambat InHan…eeeeitt jgn lupa… Clean Military…Militer yang bebas Korupsi, Kolusi, Nepotisme… Benahi moral dan kesejahteraan para perwira dan prajuritnya juga….
    INDONESIA BISA…. Salam bung yayan…. artikel hebat itu… Wajib di baca para pengambil kebijkakan di negeri ini.
    AYO PARA ILMUWAN2 DI LUAR NEGERI BALIK KE NKRI… BERSATULAH BANGUN NEGERI INI… BIKIN FORUM (WADAH) PARA ILMUWAN LUAR NEGERI BIKIN BEBERAPA KONSEP DI BIDAN EKONOMI DAN TEKNOLOGI DAN TEMUI SEGERA SEGERA PAK JOKOWI… JABARKAN KESALAHAN DAN KELEMAHAN NEGERI INI … PASTI DAN PASTI BELIAU AKAN MEMPERHATIKANNYA. JANGAN MELULU IMPORT..IMPORT…BERAS IMPORT, KEDELAI IMPORT, DAGING IMPORT, SUSU IMPORT, MINYAK IMPORT…NEGERI YANG ANEH BIN AJAIB INDONESIAKU INI…

  17.  

    Hahaha…itu tau..iklan rokok semua..
    Tp gx papa ko klo emang baik mah..viss.

  18.  

    kalau memang faktanya bisa, punya kemampuan untuk menjadi the big brother, rakyat pasti sangat mendukung,, tapi benarkah TNI sudah layak menjadi the big brother asean.,saya tidak meragukan kemampuan TNI, tapi selesaikan dulu masalah2 yg ada di dalam negeri secara tuntas, terlebih masalah ditubuh TNI itu sendiri. sehingga kami tidak pernah lagi mendengar keluhan2 para jenderal,,,

  19.  

    Amin…semoga segera terwujud

  20.  

    Jgn memuji diri.Buat yg terbaik,tunjukkan kalau kita pantas untuk itu.

  21.  

    selain militer yang kuat sebagai daya penggentar, kekuatan ekonomi dan diplomasi yang hebat tentu sangat berpengaruh dalam pergaulan berbangsa , di era soekarno sejarah mencatat bagaimana perjuangan diplomasi bangsa indonesia mampu mempengaruhi opini dunia untuk menekan belanda bahkan menjadi inspirasi bangsa asia dan afrika untuk merdeka dengan menempatkan soekarno sebagai tokoh sentral yang sangat di segani bangsa2 di dunia pun termasuk as dan uni sovyet tercatat juga nama2 seoerti adam malik,agus salim dll
    era soeharto ada ali alatas menlu 4priode, berdirinya organisasi ASEAN ,APEC dan kemudian deklarasi juanda yang mampu memposisikan indonesia sebagai negara kepulauan UNCLOS dan ZEE semua dengan kekuatan diplomasi, kemudian setelah era reformasi indonesia lebih di sibukkan dengan urusan internal dalam negeri sendiri dan mencatatkan sejarah dengan lepasnya timur – timur, selanjutnya era sby indonesia mampu berperan sebagai penengah dalam berbagai konflik di berbagai belahan dunia ,menyelesaikan sengketa perbatasan dengan negara tetangga dll ada nilai tersendiri buat pak marty natalegawa, dan akhirnya sekarang era pak jokowi ???/
    dengan visi poros maritimnya semoga mampu mencatatkan sejarahnya sendiri dengan menjadikan indonesia yang jauh lebih baik lagi,,,,indonesia yang di segani secara militer, kuat secara ekonomi,dan tangguh dalam diplomasi ,indonesia big brother asean bahkan police of asean tentu menjadi keinginan kita semua……amiin,

  22.  

    muantap.

  23.  

    Wuiih…serem tu penampilan pasukannya. TNI emang mantappp!!!!

  24.  

    Ingin jadi big brother kalau cadangan bbm saja hanya cukup untuk 23 hari dan masih didikte negara makelar minyak seperti singapura mana bisa?

    http://www.bphmigas.go.id/id/publikasi/berita/877-indonesia-harus-punya-cadangan-bbm-nasional.html

  25.  

    Panglima TNI kali ini punya VISI & gagasan yg jauh ke depan & itu sejalan dgn visinya presiden yg baru juga, POROS MARITIM DUNIA. MANTAP !

    Indonesia memang sudah sewajarnya memimpin MILITER di kawasan ASEAN, melihat populasi & luas wilayahnya, tidak utk siapa2 tetapi utk kepentingan Indonesia yg lebih luas.
    Dengan begitu mengurangi campur tangan negara2 di luar kawasan ini spt AS, yg terkesan hanya utk kepentingan mereka sdri & menciptakan saling curiga antar negara ASEAN.

  26.  

    Seharusnya RI bukan hanya mampu mimpin ASEAN tapi harus jadi pemimpin dunia seperti era Sukarno. Pemimpin Amerika dan Eropa sudah tidak dapat dipercaya karena mereka memiliki watak penjajah sampai kapanpun. RI harus segera menyelesaikan masalah korupsi sampai ke akar2nya, masalah separatis di Maluku, Ambon dan Papua. RI harus menjadi juru damai dunia karena RI tidak banyak kepentingan untuk menjajah, menjadi pendamai di Asia Tenggah (negara2 Arab) habisi pengaruh ASU dan Eropa. Selesaikan separatisme Muslim di negara2 mayoritas nonmuslim, seperti Thailand, Filipina, Checnya dll. supaya mereka tidak diperalat oleh ASU untuk diadu dombakan. Persatuan, perdamaian, kemerdekaan, keadilan sosial, kesetaraan dan persamaan hak di PBB harus diperjuangkan RI. PBB jangan dijadikan kaki tangan ASU uuntuk menekan negara2 yang tidak tunduk pada hegemoni idiologi ASU.

 Leave a Reply