Des 232014
 

Anggota TNI AL memantau penenggelaman kapal milik nelayan asing di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014). Sebanyak tiga kapal Vietnam yang ditangkap TNI AL ditenggelamkan sebagai sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap aksi pencurian ikan yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun per tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com — TNI menyatakan akan bersikap tegas dalam menertibkan kapal ilegal di perairan Indonesia. Namun, ketegasan tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang baik agar tidak melanggar hukum-hukum internasional.

“Prinsipnya TNI tidak ragu-ragu, TNI tidak mendua, TNI tidak main mata, TNI akan bersikap tegas, tetapi ketegasan itu tidak ngawur. Ketegasan itu terukur dengan baik agar pemerintah tidak mendapat komentar-komentar negatif dari luar,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/12/2014).

Moeldoko mengatakan, penangkapan kapal ilegal di perairan Indonesia memiliki proses yang tidak mudah. Terlebih saat ini kapal-kapal pencuri ikan tersebut memiliki sistem teknologi yang canggih sehingga TNI tidak bisa dengan mudah menangkap kapal-kapal tersebut.

“Saat kita mendeteksi ada kapal (ilegal), begitu kita bergeser ke sana, mereka sudah berpindah lagi di tempat lain. Ini karena sama-sama memiliki alat canggih,” kata Moeldoko.

Moeldoko menuturkan, Indonesia memiliki perairan yang sangat luas. Diperlukan ruang dan waktu untuk menyiapkan kekuatan dalam mengawasi dan menjangkau lokasi-lokasi yang dideteksi terdapat kapal ilegal. TNI juga tidak bisa begitu saja menurunkan pesawat tempur untuk melakukan penembakan terhadap kapal ilegal.

“Ada sebuah prosedur yang harus kita ikuti. Bukan kita tidak berani, tetapi itu ada aturan internasional yang diberlakukan. Kita bukan hidup di ruang hampa. Kita hidup di ruang yang penuh aturan. Kita tetap tegas, tapi tidak keluar dari aturan yang menjadi kesepakatan,” kata Moeldoko.

Moeldoko berjanji akan melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal asing dengan secepat-cepatnya. Namun, TNI juga akan tetap memperhatikan koridor-koridor hukum internasional demi menjaga nama baik Indonesia di mata dunia. (KOMPAS.com)

 

Bagikan:

  54 Responses to “TNI Ingin Tegas Tertibkan Kapal Ilegal, tetapi…”

  1.  

    siip

    •  

      Prosedur dah jelas jangan dibikin rumit,sama kapal pencuri ikan saja TNI AL sdh tampak loyo apalagi dg kapal perang musuh yg canggih…

      Sudah jangan banyak keluhan,kalau ga mampu mundur saja…masih banyak yg mau dan mampu melaksanakan perintah presiden tanpa keluhan dan brisik yg menujukan kelemahan kita..

      •  

        mungkin Presiden harus kasih perintah langsung…jangan lewat pers jadi akan bikin bingug anak buah, bikin bingung birokrasi dan bikin bingung garis komando……..

        kalo saya menjabat sebagai pimpinan di kapal perang….dengar perintah lewat media, tapi gak ada perintah resmi langsung…ya akan bingung…..

        Disinilah kemampuan Pimpinan tertinggi negara mengelola manajemen pemerintahan agar efektif untuk melaksanakan kebijakan…..jangan menyampaikan kebijakan kepada anak buah melalui jalur yang tidak tepat….

        Akibatnya ya seperti perintah tenggelamkan kapal ilegal ini….

  2.  

    Mantab

  3.  

    lantas ,yg dilakukan oleh negara orang lain terhadap laut dan nelayan kita gimana pak?

  4.  

    tapi?

  5.  

    Kita bukan hidup di ruang hampa….

  6.  

    kerugian 300 triliun, yg masuk kantong oknum brp persen ya?? kalo smua ditenggelemin bs berkurang tuh pemasukan

    •  

      yg namanya hukum pasti sudah melalui proses dan prosedur, bukankah dua kali penenggelaman kapal ilegal fishing sudah ditentukan pengadilan setempat,?? itu berarti sudah melalui proses hukum,,yg diinginkan rakyat itu adalah kesatuan2 yg dipercaya untuk menangani ilegal fishing jangan pernah mengeluh ini dan itu, berusahalah semaksimal mungkin menangkap maling2 ikan itu, lalu proses hukumnya diserahkan kepengadilan setempat,,,

    •  

      Walau kita bisa menahan rugi 300 itu , apa kita bisa menggunakan 300 itu ke pendapantan negara? kita ngak punya kapal pengakapan ikan dibawah BUMN, paling2 kapal ikan rakyat, mending selain ditengelamkan kapal yang bagus dijadiin satuan kapal BUMN buat menambang ikan yang 300 itu selain menambah lapangan kerja juga surplus buat pemerintah ^

      •  

        setidaknya para nelayan lokal akan dapat hasil tambahan karena ga perlu bersaing dgn kapal asing dan tanpa khawatir mendapat ancaman para nelayan asing,,jika ilegal fishing ini berhasil ditangani, pemerintah pasti akan memikirkan bagaimana cara mengelolanya,,,

  7.  

    Percuma……digaji…rakyat…kalo gak bisa melindungi..rakyatnya, mendingan jadi tukang becak pak…!

    •  

      Maaf bung…kalo komen jangan asal….ada aturan hukum internasional yg hrs ditaati…ini bukan seperti nangkep preman atau gepeng….nangkep mrk pun ada aturan hukum yg hrs dipatuhi aparat…mikir….

      •  

        Kalau nggak sanggup, mengundurkan diri saja, masih banyak orang2 hebat di tni

        Kalau oknum yg banyak alasan itu artinya nggak siap.
        Perintah presiden sudah JELAS, tinggal tni yang cari seribu cara supaya bisa dilakukan secara bersih bukan mengatakan tunggu, nanti, atapun takut hukum internasional

        Jangan sampai akibat dipimpin oknum kalau disuruh perang, banyak alasan “pak presiden alusista kita nggk ada bbmnya, kita nyerah saja” kan lucu

  8.  

    banyak kapal ilegal brani mencuri di indonesia..krn mereka sudah membayar ke oknum (ga smua loh).. solusiny gmn ya? percuma pemimpiny teriak2.. urusan perut lebih utama

  9.  

    Kita akan…..tapi…..kita akan..tapi….kita ….akan…tapi….1000x…hadehh…

  10.  

    Sepakattttttt jendraL…..

  11.  

    Wujudkan dulu ucapan tersebut dgn kerja yg nyata Panglima…. Klo alasan2 yg menjadi wujud kerja dr pelaksanaan perintah presiden, ya wajar klo mentri kelautan & perikanan jd aneh pikirannya (mau ngandalin tentara asing yg mau ngobok2 Indonesia).

  12.  

    Sikaaaatttt…

  13.  

    Kattt……!!!!

  14.  

    banyak mengeluh mulai dari bbm, kapal perang, minta pesawat amfibi dan banyak argumen atau alasan lainnya. Perintah dai Panglima Tertinggi harus dijalankan bukan hanya dikeluhkan kurang ini itu..dan tumpas juga oknum2 aparat yang main mata dengan para pencuri/maling ikan dan pelanggar kedaulatan negara ini..
    Kalau TNI nya banyak mengeluh, bagaimana ingin jadi BIG BROTHER di kawasan kalau gitu..

    •  

      Sungguh berbeda jauh dengan Panglima Soedirman, jenderal sekarang banyak mengeluh, kata siap komandan hanya didepan dibelakang main mata dan takut perutnya mengecil

      •  

        itulah jaman sekarang, banyak para petinggi militer yang mementingkan dirinya daripada kepentingan negara
        malah saya lebih salut kepada prajurit yang menjaga perbatasan di pulau terluar atau pedalaman kalimantan dan papua, meskipun mereka penuh kekurangan namun para prajurit tetap menjaga kedaulatan bangsa ini dengan jiwa dan raganya..
        Dan pertanyaannya bagaimana dengan para petinggi militernya apakah mereka memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan para prajurit di perbatasan atau pulau terluar

      •  

        tahukah anda bung.apa yg di katakan Jenderal Sudirman?
        “bahwa satu-satunya hak milik Nasional/Republik yang masih utuh tidak berubah ubah,meskipun harus mengalami segala macam persoalan dan perubahan hanyalah Angkatan Perang Republik Indonesia(TNI)”
        jadi membawa ASU untuk mengobok2 laut kita tuh bagaimana?
        serta pemesanan KSAL seperti kfc itu bagaimana?
        jangan terbawa permainan ular bung.

  15.  

    Ikan lgi ikan lgi..ssah bner beresinya..negara sbesar indonesia…??? PNG bakar kpal nelayan kta dan nelayanya suruh brenang ampe pindah alam gmna…? PNG lbih brani apa lbih ngawur tuh urusin maling ikan..emoticon ksks habis kontrak apa ya ko ilang..hee

  16.  

    biasa makan uang tip dari nelayan asing jadinya ya kegigit lidah gitu….

  17.  

    para jenderanya pd gendut, tp kasian prajurit penjaga perbatasan yg kurus kering, penngabdian para prajurit yg tulus di nodai tindakan korup oleh sebagian oknum yg lain termasuk para petingginya.

  18.  

    memang sungguh menyedihkan bila ada kejahatan dinegeri ini tetapi hukum internasiaonal yang menjadi hakimnya.lalu buat apa para jaksa,pengadilan,penjara dan aparatnya !!!seharusnya hukum berlaku adil pada para penjahat asing,baik maling ikan,pengedar narkotik atao yang lainnya karena pada dasarnya semua sama2 penjahat.apakah demi kebersamaan,tao harmonisan antar bangsa ta slayaknya keadilan negeri ini dikorbankan.karena negeri inilah yang menjadi korbannya……..

  19.  

    Seandainya Jendral Sudirman masih hidup, melihat juniornya seperti ini……

  20.  

    Yakin aja klo AL bs mnjalankan perintah presiden.
    Petinggi TNI sdh benar melakukan semua brdsrkn peraturan hukum yg berlaku. Sebab., beliau-beliau sedang memberi contoh ke anak buah..untuk taat hukum jg bahwa dlm keadaan tekanan yg hebat TNI tetap brjln dlm koridor hukum.
    Anak buah akan memperhatikan dan mencontoh beliau2.

    Ada kekurangan ya shrsnya bs dimaklumi. Krn lautan Indonesia ini sedemikian luas.
    Klo selama ini ada yg main mata dgn pelanggar hukum pasti suatu saat akan apes jg. Seperti tupai yg pandai lompatpun bs terpeleset jg klo pas hari naasnya..

  21.  

    Adakh yg bsa share soal hukum kelautan scra nasional/intrnsional yg kata panglima tdak mudah mmproses soal maling ikan..mkasih..laut2 kta ndiri..maling ya ttep maling.. Ribet amat..kpan negara bsar ini bsar pula deterentnya..

  22.  

    buat aja pangkalan di perbatasan. sehingga mudah merondanya karena gerbangnya sudah dijaga, jadi laut kita aman.

  23.  

    Panglima Besar Bpk. Jendral Suedirman waktu mau berangkat perang istri beliau dng rela menjual perhiasan untuk gerilya. Untuk sekarang tidal harus spt ITU. Tetapi paling tidal semangat Bpk. Jendral suedirman yg harus dicontoh. Dng segala keterbatasan tetap menjaga NKRI…

  24.  

    masih bingung saya dgn negara ini,,coba d pikir: laut kan laut kita,apa yg ad milik kita,kita wajib melindungi,
    Tp ketika ad pencuri masuk dan mengambil milik kita,merugikan triliunan rupiah,,masa kita harus sopan sama pencuri.logikanya gimana ya..sampai2 TNI aj mikir 2 kali brtindak tegas.
    misalkan tengah malam ad org asing masuk lompat pagar rumah,belum ambil aj pasti udah kita teriakin maliiinggg…..10x,klo k tangkap jgn tanya nasibnya.

  25.  

    mantap pak moel , setuju saya , beda memang , orang yg terbiasa disiplin dan mengerti strategi dengan orang yg di latih sama hollywood cuma bisa acting doang di layar kaca.

  26.  

    Bantingan nih? Gara2 dianggap gak nurut…. btw, gw suka kata2 om moeldoko “Kita bukan hidup di ruang hampa. Kita hidup di ruang yang penuh aturan. Kita tetap tegas, tapi tidak keluar dari aturan yang menjadi kesepakatan”

  27.  

    Yg merugikan keuangan negara itu tetap hrs dibuktikan, itu namanya hukum, itu yg dimaksud proses hukum. Kalo terbukti baru dihukum. KPK tugasnya bukan mengaudit, tapi menyelidiki & menyidik kasus korupsi, yg mengaudit itu BPK & BPKP. Kalo komen itu mikirnya pake otak, bukan pake dengkul

  28.  

    Razia Tikus tikus Di Tunuh TNI AL kita jgn mau jadi beking menjual bangsa

    •  

      yg bawah sibuk nangkap, giliran sdh ditangkap ternyata sdh dibeking sama yg atas akhirnya dilepas lg, pasti ada banyak cara untuk permainan oknum ntah skala kecil atau besar dan dgn berbagai alasan ini itu

  29.  

    mw nangkep ikan.? sini bayar dl biar aman kita sama2 senang..
    kl skrg pilih bayar atau gue ledakin kapal loe spt kapal viet n thai kmaren.? hayo pilih mana.?

  30.  

    TNI AL sementara di BKO kan ke BAKAMLA utk membersihkan kapal dan nelayan asing yg seenaknya menerobos, masuk, mengacak-acak dan mencuri ikan di wilayah teritorial NKRI. Karena ini merupakan kedaulatan dan kehormatan NKRI. Kalau kapal asing dan nelayan asingnya sudah bersih, serahkan kembali ke BAKAMLA. maaf ini hanya pendapat orang awam saja.

  31.  

    kalau panglima mu bilang nyebur ya nyebur! kalo bilang lompat ya lompat! kalo bilang amankan ya amankan! ga usah bilang ba bi bu be bo.

  32.  

    Komennya pada alay bin lebay…

  33.  

    bagaimana dengan alasan kekurangan BBM dan suku cadang nya pak ???

  34.  

    ngga usah ngeles, Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata, perintahnya adalah KOMANDO….laksanakan !.

    urusan hukum2 Int’l itu tanggung jawab presiden, presiden punya para penasihat hukum, beliau yg akan menjawab & bertanggung jawab di dunia Int’l…
    tidak mau melakasanakan perintah, minggir, …..beri jalan kepada yg lain yg mau melaksanakan perintah….SIMPLE KAN ?…

    •  

      simple sih simple, tapi ada aturannya bung….disitulah kualitas pemimpin dilihat..

      Disinilah kemampuan Pimpinan tertinggi negara mengelola manajemen pemerintahan agar efektif untuk melaksanakan kebijakan…..jangan menyampaikan kebijakan kepada anak buah melalui jalur yang tidak tepat….melalui media misalnya dan yakin itu akan didengar anak buahnya untuk dilaksanakan….ya berabe..

      hal tersebut akan bikin bingung garis birokrasi, garis komando…bisa berantakan komunikasi organisasi yang ada….ini yang harus disadari oleh pemimpin tertinggi..

      Akibatnya ya seperti perintah tenggelamkan kapal ilegal ini….

  35.  

    adalah gak mungkin jika saya, sebagai panglima AL, menjalankan perintah tenggelamkan kapal ilegal fishing tanpa mendapatkan perintah dari jalur resmi……hanya dengar di media saja, tentu tidak akan saya jalankan….

  36.  

    perang kagak ada, disuruh ngamankan laut ba bi bu, apa tuh kapal perang dan alutsista TNI cuma buat pameran doank..AS aja ngamankan lautnya ampe ngeluarin kapal induknya, jenderal kita ini gila tanda kehormatan negara lain, kemaren aja kasal dapat tanda kehormatan dari malaysia dengan bangganya apa dia tidak merasa miris jutaan Ton ikan di curi oleh malaysia dan di ekspor ke singapura dan hongkong, harus dikembalikan lagi nih jiwa patriotisme dalam diri para jenderal2 ini

 Leave a Reply