Feb 102018
 

Tim Gabungan Satgaskes TNI terus melakukan pendampingan terhadap pasien rawat jalan campak dan gizi buruk di pedalaman Asmat Papua.

Agats, Asmat, Jakartagreater.com – Tim Gabungan Satgaskes TNI terus melakukan pendampingan terhadap pasien rawat jalan campak dan gizi buruk di pedalaman Asmat. Disamping itu, apabila masih ada anak yang belum mendapat vaksin, maka akan segera divaksinasi. Sedangkan pasien yang kondisinya parah dan perlu penanganan khusus, akan segera dievakuasi ke RSUD Agats.

“Dengan adanya gelar komunikasi oleh Satkomlek TNI yang menghubungkan Posko Satgaskes TNI ke 23 distrik, dapat mempermudah dan mempercepat penyampaian informasi dan berita,” kata Komandan Tim Kesehatan (Dantimkes) TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT pada saat penjemputan pasien pada Jumat 9 Februari 2018 di Pelabuhan Yos Sudarso, Distrik Agats, Kabupaten Asmat.

Lebih lanjut Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi menyampaikan bahwa dari data yang masuk ke Posko Satgaskes TNI, hari ini telah dilakukan evakuasi terhadap 2 orang anak. Pertama, Sefania usia 6  berjenis kelamin perempuan, merupakan anak dari Bapak Daniel Ban dari Kampung Bine Distrik Atsy, dengan keluhan sesak nafas/curiga pneumonia.

Kedua, Joseph usia 6  bulan berjenis kelamin laki-laki, merupakan anak dari Bapak Andreas dari Kampung Baipinam Distrik Akats dengan diagnosa gizi buruk. “Saat ini, keduanya sudah ditangani di UGD RSUD Agats, Kabupaten Asmat,” ujar Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi .

Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi menuturkan bahwa dalam proses evakuasi terhadap pasien a.n Joseph dari Distrik Akats, terlihat suatu kerja sama dan sinergitas yang baik dilandasi semangat juang yang tinggi dari berbagai pihak baik dari TNI, Polri, Kemenkes RI maupun Pemda setempat.

Menurut Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, sejak berkurangnya jumlah kasus campak dan gizi buruk sehingga dicabutnya status KLB Asmat, Satgaskes TNI masih menemukan 1 atau 2 anak yang menderita Campak maupun gizi buruk, kondisi ini merupakan hal yang normal atau wajar.

“Tim Satgaskes TNI melakukan penanganan medis terhadap setiap kasus yang ditemukan secara cepat dan disertai pendampingan,” ucap Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi.

“Apabila masih ada warga yang anaknya belum mendapatkan vaksinasi campak supaya segera membawa anaknya ke Puskesmas terdekat. Begitu juga bila warga Asmat menderita sakit dianjurkan untuk segera berobat,” ujar Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi. (Pen Satgaskes TNI)

Bagikan Artikel :

  4 Responses to “TNI Percepat Proses Evakuasi Pasien ke RSUD Agats”

  1. Pemerintah melalui TNI-POLRI Sudah berjibaku menanggulangi wabah dsn tatap aja ada manusia2 kardus merecoki seperti wartawan BBC bahkan diberita sampe PBB akan menerjunkan personil atas dugaan pelanggaran dsn! Ada saja musang2 memanfaatkan situasi Papua untuk menekan RI.

    • Harusnya yg bertanggung jawab disini pemda Papua itu sendiri.. Dana yg digelontorkan pemerintah pusat tidak tersalurkan dgn baik oleh pemda yg seolah tutup mata.. Ini Teroris papua pd males turun gunung kalo udah ngeliat warga setempat susah begini..

  2. kita harus mengapresiasi beliau2 yg sdh berbuat,negara ini tanggung jawab bersama2,bg yg blm berbuat silakan membantuh pemerintah menyelesaikan apa2 masalah yg ada di negara kita.

  3. Seharusnya ini jadi perhatian pemerintah pusat,, terutama pemerintah daerah papua yg telah menerima APBD cukup besar.. Utk perekonomian warga pedalaman lebih diperhatikan..

    Lembaga pemerintah terkait dijalankan fungsinya utk penyuluhan mengenai pengelolaan pertanian yg lebih baik dan modern di pedalaman papua..

 Leave a Reply