Oct 222015
 

pengadilan-militer

Reformasi di tubuh TNI perlu dilakukan. Saalah satunya adalah reformasi peradilan militer, sebagai agenda penting pada masa mendatang.
“Reformasi peradilan milter merupakan agenda penting ke depan buat TNI,” ujar Direktur Program Imparsial Al Araf di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Menurutnya, reformasi peradilan militer harus dilakukan karena hal tersebut adalah mandat dari rakyat. Hal ini termuat dalam TAP/MPR-RI/VI/2000 dan TAP/MPR-RI/VII/2000 yang di dalamnya memastikan bahwa proses peradilan militer harus direformasi.

Untuk mewujudkannya, perlu dilakukan Revisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer. Sehingga anggota militer melakukan tindak pidana umum, maka diadili di peradilan umum.

“Bukan di peradilan militer seperti yang selama ini terjadi. Ke depan harus begitu,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, karena UU Nomor 31 Tahun 1997 itu belum diubah, maka anggota militer melakukan tindak pidana umum diadilinya di peradilan militer.

  17 Responses to “TNI Perlu Reformasi Peradilan Militer”

    • Peradilan militer biasa nya tertutup untuk umum. Paman saya kena tipu sama oknum seorang anggota pasukan khusus di Cijantung. Entah kasus nya kelaut padahal sudah jelas orang nya bersalah dan beberapa teman militer sudah mengatakan kode khusus pd org tsb pemain lama, sering menipu. Polisi gk berani nanggkap karena militer bulan ranah nya. Tp entahlah kasus nya gk jelas

      • Asas persamaan dimuka hukum,seorang presiden aja yang notebene panglima tertinggi TNI sama statusnya dimata hukum,yang jadi pertanyaan knapa seolah olah TNI takut klo harus mengikuti sistem peradilan umum

  1. jadilah oplosan

  2. Ini orang kelewat pinter ya …

    Hoi pak kalau anggota militer disidang dipera?ilan umum itu sama aja seperti sipil dong. Yang punya hak2 macem politik …

    Itu mencederai reformasi dañ kenetralan Militer pak …

    Sudah bagus militer bner2 dikekang supaya netral dengan sistem yang ada seperti sekarang …

    Hebat ya ASU politik duit dan pahamnya udah merangsek ke institusi dan LSM ..

    Udah kayak gini msh mau nentang bela negara ?

    Otak udah keracunan budaya barat ya gitu dah … ini Indonesia bung yang terletak di benua sebelah timur, ber kiblatkan budaya timur …

    Jangan lupakan jati diri siapa kita, jangan lupa bangsa ini lahir dari tumpah darah dan semangat para pejuang …

    Jangan biarkan diri kita termakan pihak asing, kita ini bangsa berdaulat , jangan biarkan nasionalisme kalian tergadaikan dan terganti oleh paham liberal …

    Yakinlah kelak kita mampu mematahkan cengkraman asing dinegeri ini dan menjadi bangsa yang mampu berdaulat atas apa yang ada diseluruh bumi pertiwi ini ….

    MERDEKA !!!

    NKRI HARGA MATI !!!

    • Dia cm menyampaikan dan mengingatkan amanat rakyat yang tercantum dalam ketetapan MPR bung ..lagian kenapa mesti takut dengan peradilan umum…sistemnya udah terbuka kok siapa saja boleh memantau

    • Kita ga boleh tutup mata..
      Justru institusi yg paling mereformasi diri adalah TNI..dibandingkan dengan institusi lainya…

      Wujud TNI yg sekarang adalah hasil dari keberhasilan reformasi
      Apalagi yg dituntut dari TNI???

      • justru dengan dibawa kepengadilan umum Tni akan jadi lebih bagus,gak mungkin jika ada oknum tni Jd bandar narkoba trust ketangkap dibawa keep pengadilan militer APA hubungannya narkoba dengan militer ,INI kan pidana unum,begitu jug a membunuh,merampok jelas gak ada kaitannya dengan pekerjaan sebagai militer atau kaitannya dgn sapta marga,justru jika diberlakukan pidana umum Tni akan lebih propesional Dan bersih Dari oknum nakal,tentara bukan warga negara istimewa kok,,,semua,kalaupun terjadi perang rakyat jug a akan ikut,jadi kalau ada yang gaksuka berarti NTU orang gak pengen Tni bersih Dan propesional,

      • justru dengan dibawa kepengadilan umum Tni akan jadi lebih bagus,gak mungkin jika ada oknum tni Jd bandar narkoba trust ketangkap dibawa keep pengadilan militer APA hubungannya narkoba dengan militer ,INI kan pidana unum,begitu jug a membunuh,merampok jelas gak ada kaitannya dengan pekerjaan sebagai militer atau kaitannya dgn sapta marga,justru jika diberlakukan pidana umum Tni akan lebih propesional Dan bersih Dari oknum nakal,tentara bukan warga negara istimewa kok,,,semua,kalaupun terjadi perang rakyat jug a akan ikut,jadi kalau ada yang gaksuka berarti NTU orang gak pengen Tni bersih Dan propesional,

    • kalau memang badan TNI itu bersih mengapa harus takut bila diperiksa oleh KPK?
      mengapa harus takut di adili di pengadilan umum bila tindak pidana yang dilakukan tidak ada sangkut pautnya dengan perintah komandan demi melindungi negara?
      ingat yang membuat negara kita merdeka dari penjajah tidak hanya jasa TNI saja, jadi jangan terlalu mendewakan TNI

  3. jalankan saja undang – undang nya pak kok repot loh TNI mah kagax bakalan takut kok mau sidang dimana pun kan tunduk dan patuh pada pimpinan, khusunya demi kepentingan NKRI kenapa musti takut jika melakukan tindak pidana umum oknum TNI di peradilan umum tergantung perintah – bawahan cuma bisa menjawab : siap dilaksanakan –

  4. Yahhh… imparsial yang ngoceh koq dimuat… gimana sih Admin ini ? Seharusnya dari dulu lembaga semacam imparsial (pembawa sial), kontras dll jangan dibiarkan hidup di NKRI… mereka gak beda dengan pengkhianat negara Indonesia dan pengkhianat bangsa Indonesia…dan sebaiknya inteljen kita harus berani mengungkapkan mereka itu sesungguhnya siapa dan dibayar oleh siapa ? OK ! NKRI harga mati !!!

  5. Bung Admin.. tolong ya berita ttg imparsial atau kontras sebaiknya jangan dimuat ya…thanks

  6. nggak masalah, asal polisi juga direformasi dulu jadi lembaga sipil yang kekuasaannnya tidal terbatas. paling tidak polri di bawah kemendagri, biar selevel sama satpol pp gitu,,,,,,gue tahu deh maunya imparsial melemahkan mental prajurit tni biar makin takut sama polri,

  7. Heran di negara ini Tentaranya ngebet mau ikut campur tugas Polisi. makanya ngga maju maju bangsa ini selama Tentaranya merasa jadi WNI kelas 1.
    Polri dibawah kementerian adalah keinginan sifat tamak TNI yang haus akan kekuasaan dan tanpa malu selalu dihembuskan TNI.
    Bisakah TNI melihat lembaga superbody yang mereka agungkan semua berada langsung dibawah presiden, seperti jabatan Menkopolhukam, Menhan, Panglima TNI, Kepala BIN dan belum lagi jatah pensiunan Jenderal TNI yang jadi menteri.
    Kenapa kok TNI masih saja iri lihat Polri sekarang langsung dibawah presiden?
    Boro-boro menangani masalah ancaman teroris dan ancaman musuh dari luar, bila TNI dan Polri saja masih sering bentrok dan rebutan jatah keamanan yang jelas itu sebenarnya ranah Polri menjaga kamtibmas/kamdagri.
    TNI jelas takut bila ada pihak yang mendorong ke peradilan umum, saking takutnya dibuatlah seperti komentar di atas pengalihan isu dari TNI yang ingin menempatkan Polri dibawah kementerian.
    Cuma di negeri Indonesia ini Tentaranya merasa warga negara kelas 1 dan selalu merasa lebih dari sipil.
    Faktanya memang begitu!

  8. Heran di negara ini Tentaranya ngebet mau ikut campur tugas Polisi. makanya ngga maju maju bangsa ini selama Tentaranya merasa jadi WNI kelas 1.
    Polri dibawah kementerian adalah keinginan sifat tamak TNI yang haus akan kekuasaan dan tanpa malu selalu dihembuskan TNI.
    Bisakah TNI melihat lembaga superbody yang mereka agungkan semua berada langsung dibawah presiden, seperti jabatan Menkopolhukam, Menhan, Panglima TNI, Kepala BIN dan belum lagi jatah pensiunan Jenderal TNI yang jadi menteri.
    Kenapa kok TNI masih saja iri lihat Polri sekarang langsung dibawah presiden?
    Boro-boro menangani masalah ancaman teroris dan ancaman musuh dari luar, bila TNI dan Polri saja masih sering bentrok dan rebutan jatah keamanan yang jelas itu sebenarnya ranah Polri menjaga kamtibmas/kamdagri.
    TNI jelas takut bila ada pihak yang mendorong ke peradilan umum, saking takutnya dibuatlah seperti komentar di atas pengalihan isu dari TNI yang ingin menempatkan Polri dibawah kementerian.
    Cuma di negeri Indonesia ini Tentaranya merasa warga negara kelas 1 dan selalu merasa lebih dari sipil.
    Faktanya memang begitu!!!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)