Jun 072017
 

Satelit BRI BriSat (Arianespace)

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sepakat mengalokasikan empat slot transponder (transmitter responder) di satelit BRIsat untuk kepentingan lima instansi pemerintah dan lembaga negara.

Lima lembaga yang terlibat dalam penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan transponder BRIsat di Gedung BRI 1, Jakarta, Rabu, 7/6/2017 adalah Mabes TNI, Polri, BIN, Kementerian Keuangan, dan Badan Keamanan Laut.

Penandatanganan kesepakatan ini dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Direktur Utama BRI Suprajarto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Sekretaris Utama BIN Zaelani, dan Sekretaris Utama Bakamla Laksda TNI Agus Setiadji.

Transponder yang dialokasiakan BRI kepada instansi dan lembaga merupakan hasil evaluasi dari Kominfo dalam rangka kepentingan pihak-pihak yang memanfaatkan transponder.

Rudiantara menceritakan empat transponder yang dialokasikan tersebut sempat menjadi rebutan, termasuk di internal Kominfo.

“Prioritasnya kepada kementerian dan lembaga yang paling membutuhkan di antara yang membutuhkan. Ini kemudian diprioritaskan untuk kepentingan ‘security’ (keamanan),” ucap Rudiantara, dilansir ANTARA, 7/6/2017.

Satelit BRI BriSat (Arianespace)

Ia menjelaskan slot transponder satelit BRIsat akan dimanfaatkan untuk menunjang akses data komunikasi dan konferensi video, terutama di daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal).

BRIsat secara keseluruhan memiliki 45 transponder, terdiri dari 36 c-band dan sembilan ku-band. Empat transponder yang dialokasikan bagi pemerintah terdiri dari dua c-band dan dua ku-band, masing-masing setara 36 megahertz (MHz).

Jangka waktu kerja sama pemanfaatan transponder BRIsat berlaku sejak perjanjian ditandatangani, yaitu pada 7 Juni 2017, sampai berakhirnya operasional BRIsat.

Sementara itu, Suprajarto berharap transponder BRIsat dapat mengoptimalkan kinerja kementerian dan lembaga negara yang terlibat.

“Kerja sama ini merupakan wujud komitmen BRI untuk bersinergi menyukseskan kepentingan pemerintah,” kata Suprajarto.

  11 Responses to “TNI, Polri, BIN, Bakamla, Gunakan Satelit BRIsat”

  1.  

    Hmmm…. Sudah kuduga

    •  

      Dari awal beli emang agak gimana gitu meskipun alasannya untuk mengcover pelosok negeri, karna jumlah transponder yang dimiliki ada banyak. Ealahhh ternyata buat rame-rame tohhhh. Josss

  2.  

    Pertamax

  3.  

    rawan sadap.. smoga tni .. segera meluncurkan satelitnya sendiri..

  4.  

    Tapi Satelit Militernya tetep jalan terus kan..???

  5.  

    dan memang sudah jamak kog….bilangnya satelite sipil…tapi ada slot dialokasikan untuk keperluan militer….
    dan lapan sudah buat yang micro-satelite…untuk orbit LEO …sdh cukup mantap..meskipun bilangnya untuk pantauan kebakaran dan illegal fishing…tetep buat militer ada…heuhehe

  6.  

    cuma melongo
    lhoh kok bisa bakamla tetap dikasih
    jangan jangan nanti selotnya ditaruh
    ah entahlah itu urusannya yang tinggi tinggi

  7.  

    Ada lima lembaga Mabes TNI, Polri, BIN, Kementerian Keuangan, dan Badan Keamanan Laut dalam 4 transponder berarti dalam 1 transponder ada yg dual operator.
    Kalau dilihat secara umum 5 lembaga tsb sangat sangat perlu..
    Tp disitu ada BIN, yg harusnya menjadi sumber mata telinga 3 Instansi (Bakamla, TNI, Polri) walaupun BIN berada langsung dibawah Perintah Presiden tp kalau ada nota kerjasama tentu gampang,
    Semoga bijak.

  8.  

    Sedari awal sudah diprediksi bakal dibuat Militer selagi menunggu Satelit Militer mengorbit! Mantap! :2thumbup