Oct 062018
 

Surabaya, Jakartagreater.com –  Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman selaku Komandan Gartap III/Surabaya, memimpin jalannya upacara HUT TNI ke-73 yang diikuti 3.073 prajurit TNI-Polri dan elemen masyarakat, pada Jumat 5-10-2018 bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya.

Gubernur Jatim Dr. Soekarwo, S.H., M.Hum., Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M., Kapolda Jatim Irjen Pol Lucky Hermawan, Danlanud Kolonel Pnb Budi Ramelan, S.E., dan Perwira Tinggi TNI-Polri wilayah Jatim, mengikuti upacara parade dan defile HUT TNI, Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya.

Juga ribuan prajurit TNI wilayah Surabaya dari Gabungan Pamen dan Pama TNI, Kadet AAL, Pom TNI, Wan TNI, Divisi 2/Kostrad, Yonif 500/R, Yon Gabungan, Koarmada II, Pasmar 2, Kodiklatal, TNI AU, Polri, PNS TNI, Satpol PP SBY, Linmas SBY, Dishub SBY dan siswa Pramuka, mengikuti upacara parade dan defile HUT TNI.

Mengawali amanat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP., yang di bacakan Mayjen Arif menyampaikan bahwa, upacara HUT TNI ke- 73 ini dilaksanakan secara serentak dari Sabang sampai Merauke secara sederhana namun khidmat.

Pada kesempatan ini pula marilah kita sejenak memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok.

Semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara-saudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala. Semoga pula apa yang telah dilakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fisik maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut.

TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita.

“TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap apa yang dilaksanakan di lokasi bencana, baik pengerahan personel maupun Alutista, adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI”, ujar Panglima TNI.

Oleh karenanya sangat tepat apabila peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018 ini, mengambil tema “Profesionalisme TNI untuk Rakyat”. Tema singkat namun padat ini mengandung makna bahwa TNI yang senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara, adalah semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan TNI dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan.

TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah. Pada tahun 2018 ini TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti  :

  1. Kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat – Papua
  2. Letusan gunung Agung di Bali.
  3. Kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.
  4. Gempa bumi di Lombok.
  5. Sekarang ini gempa bumi di Palu.

Kekuatan TNI bersandar kepada rakyat, merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut serta bela negara.  Kedekatan dan kebersamaan TNI-Rakyat. Selama ini TNI telah dan akan terus memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara baik melalui Operasi Militer Perang (OMP) atau Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Khususnya dalam tugas Operasi Militer Selain Perang, berbagai tugas telah dilakukan oleh prajurit TNI di Jatim dengan baik yang melebihi panggilan tugas yang meliputi :

  1. Koarmada II tahun 2018, telah mengirimkan Satgas Operasi Bhakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya-67/2018 pimpinan Kolonel Laut (P) Kunto Tjahjono dengan KRI dr. Soeharso (SHS)-990 selama 17 hari melaksanakan bakti sosial dengan sasaran wilayah dampak gempa di Lombok diantaranya di Kecamatan Badas, di Pulau Moyo, di Pulau Bungin dan terakhir di Labuh Padi.
  2. Selain itu, KRI Layang-635, KRI Makassar-590, KRI Ahmad Yani-351 mendukung memberangkatkan bantuan, relawan dan keluarga para korban gempa serta tsunami ke Palu, Sulawesi Tengah melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Bantuan logistik untuk para korban terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan dan makanan bayi, tenda dan lainnya.
  3. TNI Angkatan Laut juga mengirimkan KRI Surabaya-591 untuk mendukung pengiriman bantuan korban gempa di Palu dari pangkalan Koarmada II.
  4. Dari jajaran Kodam V Brawijaya telah mengumpulkam bantuan baik di tingkat Korem sampai Kodim berupa logistik dan sebanyak kurang lebih 1.500 pasukan dikirim ke Palu untuk membantu proses evakuasi korban dampak gempa dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu.
  5. Sedangkan Lanud Muljono Surabaya di tahun 2018 telah memberangkatkan sejumlah bantuan dari mulai Sembako, pakaian, tenda, genset, terpal, selimut, makanan bayi dan lainnya untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi di Lombok.

(Dispen Koarmada II)

 Leave a Reply