Jul 272017
 

ilustrasi : Excavator Pindad (Kementerian BUMN)

Mukomuko – Korps Zeni TNI AD akan menambah peralatan 8 Excavator untuk mempercepat pencetakan sawah baru di 607 Hektare lahan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

“Sekarang ini kami telah mempunyaii 11 unit alat berat milik pengusaha di Mukomuko, rencananya kita akan menambah 8 unit alat berat lagi,” ujar Letkol CZI Ferizal Mirza dari Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat,pada Rabu 26 Juli 2017 di Mukomuko.

Kementerian Pertanian menggandeng TNI AD untuk mencetak sawah baru seluas 1.106 Hektare di Kabupaten Mukomuko.

Dari lahan perkebunan kelapa sawit, karet dan rawa seluas 1.106 Hektare itu yang dicetak menjadi sawah baru, seluas 607 Hektare ditangani oleh Korps Zeni TNI AD, sisanya oleh Markas Komando Rayon Militer Bengkulu.

Letkol CZI Ferizal Mirza menuturkan, sebanyak 11 alat berat kepunyaan pengusaha lokal disewa untuk merobohkan pohon kelapa sawit di lahan yang dicetak menjadi sawah baru.

“Korps Zeni TNI AD mempunyai alat berat, tetapi tidak mungkin dibawa ke Mukomuko sebab biaya operasionalnya tinggi, sehingga kami menyewa alat berat kepunyaan pengusaha lokal,” kata Letkol CZI Ferizal Mirza, dilansir Antara, 26-7-2017.

Letkol CZI Ferizal Mirza menyatakan, saat ini Zeni TNI AD sudah menyelesaikan pencetakan sawah baru seluas sekitar 70-80 Hektare. Sedangkan Makorem baru akan melaksanakan pencetakan sawah.

Anggaran mencetak sawah sebesar Rp16 juta per Hektare. Anggaran sebesar itu untuk menyewa alat berat merobohkan pohon kelapa sawit di lahan yang dicetak menjadi sawah baru.

Letkol CZI Ferizal Mirza menargetkan, pencetakan sawah baru di lahan seluas 607 Hektare kepunyaan petani daerah itu selesai akhir November tahun 2017.

TNI-Nagam Raya Kontrak Kerja Perluasan sawah

TNI Komando Resort Militer (Korem) 012/ Teuku Umar menandatangani kontrak swakelola perluasan sawah baru seluas 354 Hektare senilai Rp5,6 miliar dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Penandatanganan kontrak dilakukan Komandan Korem 012 Teuku Umar, Kolonel Inf Nefra Firdaus bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Nagan Raya, Ali Basyah, pada Rabu 26 Juli 2017 di Makorem 012 Teuku Umar, Alu Penyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Diharapkan Distanbun Aceh bisa segera memproses Revisi DIPA dan POKnya, sebab untuk Kabupaten Nagan Raya awalnya tidak mendapatkan alokasi perluasan sawah, tetapi sebab mempertimbangkan beberapa hal sehingga ada relokasi dari beberapa Kabupaten lain.

Danrem Kolonel Inf Nefra Firdaus menjelaskan, kegiatan tersebut adalah tindaklanjut dari nota kesepakatan Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Kepala Staf Angkatan Darat pada Tahun 2015.

Kemudian oleh Kodam Iskandar Muda (IM) juga menindak lanjuti melalui Kerjasama antara Kepala Dinas Pertanian dan Perekebunan Aceh dengan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda pada 4 Januari 2017  mengeai kegiatan perluasan sawah di Provinsi Aceh.

Kolonel Inf Nefra Firdaus berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, maka proses kegiatan perluasan sawah baru bisa terlaksana dengan bagus, sesuai harapan dan tujuan pemerintah dalam menyokong perwujudan Indonesia swasembada pangan.

“Hasilnya dapat langsung digunakan oleh petani, semua itu tergantung pada bagaimana seluruh instansi terkait dan Dandim 0116/ Nagan Raya selaku Kepala Pelaksana Lapangan dapat mengoptimalkan semua sumber daya yang ada diwilayahnya,”ujar Kolonel Inf Nefra Firdaus.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Nagan Raya, Ali Basyah, menambahkan, kontrak kerja yang sudah ditandatangani itu diantaranya melaksanakan land clearing, landa leveling, pengolahan tanah dan pembuatan pematang.

“Sementara untuk saprodi seperti bibit padi dan pupuk merupakan kegiatan terpisah bukan bagian dari perluasan sawah baru,”jelas Komandan Korem 012 Teuku Umar Kolonel Inf Nefra Firdaus .

Dalam penandatanganan kontrak swakelola perluasan sawah ini juga dihadiri oleh Dandim 0116/Nagan Raya, Kasiter Korem 012/TU, Pasiter Kodim 0116/Nagan Raya, dan Kabid Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman Distanak Nagan Raya.

 

Bagikan:

  10 Responses to “TNI Tambah Excavator untuk Cepat Cetak Sawah”

  1.  

    baiknya ditambah traktor raksasa buat sekalian olah tanah biar gemburrr …

    •  

      Kalo utk gemburkan tanah gak perlu yg raksasa boss. mubazir nanti. Yg diperlukan itu zat utk menormalkan kembali kesuburan tanah yg sdh bertahun2 digunakan perkebunan kelapa sawit yg menguras unsur hara dan air tanah tersebut.
      Itu sebabnya sekarang banyak penolakan terhadap pembukaan perkebunan kelapa sawit, tanahnya akan gersang. Karena disamping kuat menyerap unsur hara jg kuat menyerap air. Utk mengembalikan kondisi tanah menjadi subur dan memulihkan kelembaban kembali itulah diperlukan teknologinya. Agar lahan bisa digunakan dalam waktu singkat utk persawahan.

      •  

        siaaappp bang …
        lahan ratusan hektar tanahnya wajib digaru & dibalik minimal dalam 30 cm buat netralisir hama dalam tanah … perlu traktor besar.
        kalo buat pH tanah biar netral bisa pakai kaptan, bang ruskye kalo butuh banyak … sy bisa siapkan, harga khusus buat sesama warjag.
        salam

    •  

      Gak kedengeran lagi perkembangan excava 200 buatan Pindad.. setelah Silmy cabut.. tuh program kayak nguap gitu ya…

  2.  

    Kalo sistem pertanian masih tradisonal ya sama aja…..

  3.  

    Waaah,traktornya merk PIndad yaa!! Kereenn!!

    Kebijakan Swasembada pangan pak jokowi wajib terus di laksanakan!!

 Leave a Reply