JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 172015
 
Penyerahan Meriam Howitzer KSAD Jenderal TNI Budiman (kedua kiri) didampingi Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Brigjen TNI Sonhadji (kiri) meninjau meriam Howitzer KH 179 berdiameter 155mm buatan Korea Selatan pada serah terima meriam tersebut di Lapangan Mabesad Jakarta, Selasa (6/5). KSAD menyerahkan 18 meriam senilai 944 juta dolar AS itu untuk memperkuat alutsista TNI AD yang akan ditempatkan di Batalyon Armed Aceh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Penyerahan Meriam Howitzer
KSAD Jenderal TNI Budiman (kedua kiri) didampingi Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Brigjen TNI Sonhadji (kiri) meninjau meriam Howitzer KH 179 berdiameter 155mm buatan Korea Selatan pada serah terima meriam tersebut di Lapangan Mabesad Jakarta, Selasa (6/5). KSAD menyerahkan 18 meriam senilai 944 juta dolar AS itu untuk memperkuat alutsista TNI AD yang akan ditempatkan di Batalyon Armed Aceh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Lumajang – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru berupa meriam Howitzer 155 mm KH-179 sebanyak 18 unit.

“Meriam ini buatan Korea tahun 2011. Termasuk baru, kami belum pernah memakai,” kata Komandan Pusat Persenjataan Artileri Medan Brigadir Jenderal Sonhaji, Selasa siang, 17 Maret 2015.

Meriam-meriam buatan Korea ini akan ditempatkan di tiga daerah untuk memperkuat pertahanan Indonesia. “Enam unit meriam kami tempatkan di Berau, Kalimantan Timur; enam di Ngabang, Kalimantan Barat; dan enam di Aceh,” kata Sonhaji.

Menurut Sonhaji, TNI AD memiliki meriam dengan keunggulan masing-masing. Howitzer 155 mm, misalnya, mempunyai daya jangkau hingga 30 kilometer karena kalibernya besar. TNI, kata dia, juga punya beberapa jenis meriam yang dapat dipakai di segala medan.

“Tergantung lapangannya. Kalau untuk medan seperti ini (pantai berbukit) bagusnya meriam tarik,” katanya. Howitzer sendiri, kata dia, sangat berguna digunakan untuk latihan bersama atau latihan gabungan. “Meriamnya di atas kendaraan, dipakai di medan yang lebih sulit, butuh kecepatan.”

TNI Angkatan Darat menggelar uji coba meriam Howitzer siang ini di Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Uji coba meriam ini dilakukan dengan menembakkan amunisi ke tiga sasaran dengan jarak jangkau yang berbeda.

Ada dua jenis amunisi yang ditembakkan, yakni high explosive dan rocket assisted projectile. Sasaran penembakan meriam adalah Dampar, yang berjarak 11 kilometer dari lokasi penembakan; Pandan Arum (18 kilometer); serta Pandan Wangi (30 kilometer). (TEMPO.CO)

TNI AD Uji Coba Meriam Howitzer 155 mm Buatan Korsel

TNI AD kembali melakukan uji coba alat utama sistem pertahanan (alutsista) di wilayah pesisir Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Setelah sebelumnya mengujicobakan peluru Munisi Kaliber Besar (MKB) 105 mm, kini diujicobakan lagi Meriam Howitzer 155 mm KH-179 buatan Korea Selatan.

Ujicoba yang dilaksanakan dalam bentuk demo alutsista ini, digelar Dirpalad TNI AD di areal pesisir Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari. Brigjend Sonhaji Komandan Pusat Artileri Medan TNI AD hadir langsung di acara ini bersama Brigjend Basuki Abdullah Dirpalad TNI AD.

Uji coba meriam keliber besar ini pun membuat sepanjang areal pesisir pantai selatan menjadi gegap gempita. Meriam ini berulang kali menembakkan amunisinya menuju target sasaran, dengan suara yang memekakkan telinga.

Brigjend Sonhaji Komandan Pusat Artileri Medan TNI AD kepada Sentral FM mengatakan, demo uji-coba alutsista ini merupakan kegiatan dari Dirpalad TNI AD. Dan, meriam yang diuji-cobakan merupakan alutsista terbaru yang diberi dari Korea Selatan.

“Kalau kita (TNI AD) membeli alutsista, pasti akan diuji prima untuk menguji presisisnya, jarak capainya. Komponen yang ada di meriam itu sendiri, bagaimana mekaniknya, ada perubahan nggak atau ada kerusakan tidak,” katanya.

Uji coba ini, masih kata Jenderal berbintang satu ini, dilakukan dengan tahap pertama berjarak 11 kilometer. Dalam jarak ini, meriam tersebut dinilai lulus uji presisi.

“Kita memberikan satu toleransi 1 persen maksimal presisinya. Setelah diujicoba, ternyata kurang dari 1 persen sehingga lulus,” paparnya.

Sedangkan untuk uji coba tahap kedua dan ketiga, akan dilaksanakan uji jarak dengan jarak tembak 18 kilometer dan 30 kilometer. Dengan jarak sejauh ini, apakah amunisi yang ditembakkan dari meriam Howitser baru ini sampai ke sasaran atau tidak.

“Dalam uji jarak ini, nyampai apa nggak dengan jarak sejauh itu. Kalau kemudian di jarak itu amunisi melebihi dari jarak tembak yang telah ditentukan, maka lebih bagus. Akan tetapi kalau jangkauan tembaknya kurang dari target jarak yang telah ditentukan, maka belum lulus,” terangnya.

Meriam Howitzer 155 mm KH-179 Buatan Korsel yang diuji-cobakan hari ini, masih menurut Brigjend TNI Sonhaji, merupakan alutsista baru buatan Tahun 2011. Dan sebelumnya TNI AD belum pernah mempergunakan meriam tersebut dalam sistem persenjataannya. ?Meriam ini masih baru dan TNI belum pernah mempergunakannya,? ujarnya.

Kelebihan dari meriam ini, ungkap Perwira Tinggi TNI AD dengan satu bintang ini, dari sisi jarak lebih jauh dibandingkan meriam yang sudah dimiliki. Selain itu, karena kalibernya lebih besar, maka jarak tembaknya akan lebih jauh. Kemudian, TNI memiliki beberapa jenis meriam yang menjadi alutsista andalannya.

“Sehingga, TNI punya banyak pilihan. Kalau meriam Howitzer 155 mm KH-179 ini bagus untuk medan seperti di pesisir selatan Lumajang ini. Karena meriam ini bisa ditarik. Kita juga punya meriam kaliber 155 mm lainnya. Namun, operasionalnya gerak sendiri. Jadi, meriamnya diatas kendaraan dan dipakai di medan yang lebih sulit dan membutuhkan kecepatan,” paparnya.(suarasurabaya.net)

Berbagi

  37 Responses to “TNI Tempatkan 6 Meriam Howitzer di Perbatasan Malaysia”

  1.  

    Lanjut…..

  2.  

    Mantap… Tambah terus pak Alutsistanya

  3.  

    Ooh buat perbatasan ya xixixi…

  4.  

    “18 meriam senilai 944 juta dolar AS…” – @USD 52.45 juta/unit….weleh.. weleh.. weleh…hampir Rp700M/unitnya???? Lebih baik beli pespur. Mudah2an harganya salah ketik.

  5.  

    Mahal amat yah hargax, 944 jta us dollar untuk 18 meriam …

  6.  

    Oh jadi meriam gede yang papasan pas naik bis dipasuruan meriam ini toh, pantes gede bngt

  7.  

    Trims utk bpk panglima yg sdh mau dengar suara dari warjager, smakin gahar alutsista TNI. Yon Armed di Ngabang saat ini menggunakan meriam kaliber 105 mm, dgn jarak capai max 12 km, kesulitan yg dihadapi skrg adlh medan utk latihan tembak tdk ada, kmrn aja numpang di lahan perkebunan sawit… apalagi dgn meriam baru dgn jarak yg lbh jauh…..?? Ancooree…

  8.  

    mantabbbbbb….semoga s 400 nantinya nyusul

  9.  

    Sekalian astros taruh disitu jendral.Klo prajurit mo ngetes tembak biarin aja.Mo lihat yg dites mbalas nggak.

  10.  

    mantabbbbbb….semoga s 400 nantinya nyusul

  11.  

    Memang sudah waktunya pintu utara diperkuat terus baik matra laut, darat, maupun udara mengingat Laut China Selatan sangat rawan konflik……. tapi jangan sampai kecolongan dari pintu selatan dan pintu timur laut.

    •  

      natuna stanby ( 4 sukhoi 35 + 4 F-16 block 52 + 1 CN 235 mpa + 1 CN 212 MPA )….+… ( 1 figat, 3 korvet , 4 kcr 60, ) ….. prajurit 1 batalyon marinir ………

      •  

        Natuna itu memang pintu terluar kita di barat laut/utara om gajah sura, di belakang pintu terluar tersebut masih harus dilapis-lapis lagi, agar ancaman negara manapun dari utara sungkan berbuat usil di halaman kita. Di Pontianak dan Medan/Pekanbaru perlu tambahan pesawat tempur dan kapal perang yang stand by.

  12.  

    K9 thunder ikut nyusul…

  13.  

    wah.. meriamnya ternyata sekon yah.. buatan 2011.. tp ga pa pa.. murah meriah dan hasilnya cuman meleset 1 persen.. pesen lg tni.. yg banyak.. bravi tni…

  14.  

    lho kok sekon to wong belum lama ini lihat di monas masih kinyis kinyis kok.

  15.  

    Howitzer plus sama 1000 roket Rhan 122 produksi LAPAN siap ditempatkan di perbatasan

    mantab……

    •  

      – R-han 122-B … yang jarak hingga 30 km ….. buat latihan nanti saat nenggelemin kapal pencuri ..ikan .
      – kalau bisa sih dibuat versi truck dengan 40 louncer MLRS unit 400

  16.  

    mantap…lanjut pembeliannya pak

  17.  

    Harganya mungkin salah

  18.  

    Apa cuma sy…yg ngerasa aneh…klw 6 ditaro di armed aceh…hhmm… klw dkalimantan ok. mendingan yg d aaceh dtaro di batam,papua,atw ntt

  19.  

    Ini berarti bukan enam tp ke18nya dihadapin kemalaysia dhonk…

  20.  

    Ma Lie senut senut dah tuh.. Wkwkwk..

  21.  

    maaf bung pitik, saya reply di sini. Mengenai sejumlah sekian yang 6 itu serta latihan uji yang ‘awal’ itu pada meriam kh179 patut disangsikan.
    saya menyatakan hal tersebut berdasar percakapan dengan regu artileri dari kostrad jember pada perhelatan hari tni ke 69. beliau menyatakan setelah acara tersebut meriam kh 178, kh 179 plus tank scorpion akan dikirim ke kalimantan. berikutnya laporan pandangan mata jumlah meriam kh 178 pada acara tersebut mencapai – 24 unit (cmiiw) mohon dikoreksi pada foto artikel terdahulu, demikian juga meriam kh 179 nya sejumlah – 24 unit. tank scorpion sendiri hari h-1 telah dikelupas tanda insignia kereguannya, jadi semakin benar tank-tank kostrad ini akan berpindah.
    ditambahkan pula, peralatan ini tidak berpindah sendiri, enlist yang diajukan pada regu artileri kostrad tersebut ialah perpindahan beserta personel penggunanya.
    imho, jadi berkaitan misal dengan jumlah leopard penempatan di bangil sejumlah 8 itu, yang katanya awalnya cuma empat plus keadaan di lapangan, menunjukkan anggaran hut tni yang wah itu sebenarnya digunakan pula untuk pendistribusian alpur kita ke daerah-daerah tujuan.
    imho…cmiiw…salam tabik…rekan-rekan..

  22.  

    tadi saya liat alutsista pas perjalanan dari jember menuju surbaya, ada 3 meriam yang dibawa dengan 3 truk pengangkut alat berat + 3 truk komando + 1 truk amunisi.
    Ngebut banget nyetirnya kaya lagi ngejar setoran

  23.  

    kalo saya lebih suka beli pertahanan anti kapal udara/laut

  24.  

    Singapore have more Crazy High Tech .. Malaysia have more suificent much enought .. Better than indonesian .. Malaysia ada Paladin n Caesar jauh lebih banyak Quantity nya .. Manakala meriam2 lagi banyak sedangkan wilayah malaysia dan singapura kecil sedikit ??? Ni malaysia sudah beli 8 Unit MD530G generasi ketiga , untuk permulaan sebelom 22unit lagi .. Kenapa indonesia tidak membeli attack heli class ringan ? Takut tidak mampu membeli Apache ? Apache itu pun tidak upgrade Mcm Gatling Gun 70mm misile Radar Google lagi zzzz

 Leave a Reply