Apr 212017
 

Vietnam terus memperkuat militernya dengan membeli Kapal Selam Kilo (HQ-182 Hanoi).

Jakarta – Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI melaksanakan pertemuan dengan The Vietnam People’s Army (VPA) yang dipimpin oleh Deputy of Director General FRD MOD Vietnam, Major General Nguyen Dai Hoi beserta delapan orang delegasi VPA, bertempat di ruang rapat Puskersin TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (20/4/2017).

TNI-VPA Staff Meeting yang dipimpin langsung Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr.(Han), dihadiri oleh Staf Kementerian Pertahanan RI, Staf Mabes TNI (Intelijen, Operasi, Personel dan Logistik) serta Mabes Angkatan (AD, AL dan AU).

Dalam pertemuan ini, Kapuskersin TNI menyampaikan bahwa TNI-VPA Staff Meeting membahas dan merumuskan aturan kerja sama yang akan dilaksanakan (Terms of Reference), sebagai sarana meneruskan tradisi persahabatan, membangun dan meningkatkan kerja sama militer kedua negara, meningkatkan rasa saling percaya dan kapasitas kerja sama militer serta menciptakan perdamaian dan keamanan baik kedua negara maupun kawasan.

“Pertemuan TNI-VPA Staff Meeting bertujuan untuk meningkatkan kerja sama militer kedua Angkatan Bersenjata, agar tumbuh saling pengertian dan saling percaya,” kata Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono.

Pada kesempatan yang sama, Major General Nguyen Dai Hoi (Deputy of Director General FRD MOD Vietnam) selaku pimpinan delegasi dari VPA menyampaikan ucapan rasa terimakasih atas kebaikan dan keramah tamahan tuan rumah, mulai dari kedatangan delegasi VPA sampai dengan pelaksanaannya.

Puspen TNI

  40 Responses to “TNI Tingkatkan Kerjasama Militer dengan Vietnam”

  1. solar

  2. kilo nya nampak gahar

  3. Vietnam sudah punya S400 Triump ..?

  4. Apa ga ngiler tu tni liat dan naik diatas kilo milik vietnam? Makanya klo beli apa2 itu sekalian yg kuat, gahar dan sangar…indonesia terus beli ketengan, alutsista dr negara swedia lah, norwegia lah, finladia lah…negara macem apa itu…sdh terbukti, rusia adalah produsen alutsista canggih dan modern, msh mau berpaling ke yg lain?.. menhan yg aneh ya otomatis alutsista kita aneh2 jg…hadeccchhhh!!

    • Ngiler gimana ??…. tu personel TNI lagi ngecek, takutnya kilo Indonesia ketuker sama Vietcong….. xixi…

    • Bung Edo,

      Tapi beli dari Rusia nggak ada TOT nya tuh, gimana dong ?

      Jika hanya imbal beli saja, bagaimana industri pertahanan kita bisa mandiri ?

      Kita mau beli dari negara2 Nordic itu (Swedia, Norwegia, Finlandia) sebab mau meniru sistem pertahanannya. Mereka lebih bermurah hati dalam memberi TOT untuk kita.

      Perancis, Jerman, Spanyol, Belanda, Korsel, Turki udah terbukti pula beri TOT pada kita dengan cara lisensi, join produksi dll.

      USA juga sudah terkenal beri offset kepada kita. Offset yang diberikan juga tinggi, kita beli 1 skadron (12 unit) F16, kita dapat order pembuatan ratusan sirip F16 setara nilainya dengan satu setengah skuadron.

      Gahar saja tidak cukup. Sekali kena torpedo lenyaplah ratusan juta dolar.

      Jika Kilo seharga USD 300 – 400 juta per unit, uang sebanyak itu bisa kita buat midget seharga USD 20 juta per unit, bisa dapat 15 – 20 unit midget.

      Lebih ngeri mana, bertarung dengan 1 unit Kilo atau dikeroyok 15 – 20 midget ?

    • Bung Edo,

      Tapi beli dari Rusia nggak ada TOT nya tuh, gimana dong ?

      Jika hanya imbal beli saja, bagaimana industri pertahanan kita bisa mandiri ?

      Kita mau beli dari negara2 Nordic itu (Swedia, Norwegia, Finlandia) sebab mau meniru sistem pertahanannya. Mereka lebih bermurah hati dalam memberi TOT untuk kita.

      Perancis, Jerman, Spanyol, Belanda, Korsel, Turki udah terbukti pula beri TOT pada kita dengan cara lisensi, join produksi dll.

      USA juga sudah terkenal beri offset kepada kita. Offset yang diberikan juga tinggi, kita beli 1 skadron (12 unit) F16, kita dapat order pembuatan ratusan sirip F16 setara nilainya dengan satu setengah skuadron.

      Gahar saja tidak cukup. Sekali kena torpedo lenyaplah ratusan juta dolar.

      Jika Kilo seharga USD 300 – 400 juta per unit, uang sebanyak itu bisa kita buat midget seharga USD 20 juta per unit, bisa dapat 15 – 20 unit midget.

      Lebih ngeri mana, bertarung dengan 1 unit Kilo atau dikeroyok 15 – 20 midget ?

      Xixixi

  5. kerja sama militer, emm jgn2 mau ambil kilo yg dititpin neh, Vietnam kyknya kelebihan kiloan dah…. hahahaha, ngarep.com.

  6. lah bukannya kita dah punya kilo 2 biji yang 636 dari 2012…..????

  7. SENJATA INDON MEMALUKAN 😛 WAKWAKWAK

  8. Baguslah kerjasama dg Vietnam, karena secara teknologi Vietnam lbh “jaguh” ketimbang tetangga sebelah yg sdg kebingungan dg MIG29 nya, belum lagi kapal silem Scorpenenya msh diuji sana-sini blm berani berlayar jauh.

    Kerjasama pertahanan dg Vietnam, minimal TNI bisa berlatih bersama dan menguji keunggulan perangkat perang canggih milik Vietnam, kasel Kilo atau keluarga SU-30 MK2. Asal jgn keseringan latihan perang hutan, anti gerilya, raid atau komando melulu, nanti yg bertambah ilmu malah serdadu Vietnam…

    • latihan perang hutan, anti gerilya, raid atau komando melulu, nanti yg bertambah ilmu malah serdadu Vietnam…

      perasaan mereka juga udah jago

      • Betul, mereka adalah “master” di bidang tsb

      • Benar mereka memang sdh jago, namun mereka pernah mengalami kesulitan menghadapi (Rambo), padahal doi cuma sendirian ..

        Untuk perang gerilya memang Vietnam dan Indonesia yg paling kaya pengalaman dikawasan. Indonesia dari sejak perang Diponegoro sampai jendral AH Nasution membukukan “pokok-pokok perang gerilya” yg patut menjadi cerita sejarah perang gerilya. Dalam taktik komando paska PD II KOPASSUS menambah pengalaman dg operasi komando pembebasan sandera didalam pesawat Garuda Woyla serta pembebasan sandera Ekspedisi Lorenz tahun 1996 di pegunungan Mapenduma, Papua. Operasi Mapenduma mendapat perhatian dunia internasional karena sebagian tersandera adalah warga negara asing, selain itu operasi ini terbilang unik dan jarang karena lokasi penyanderaan didalam rimba Papua. Adalah hal yg sulit mengikuti serta mendeteksi posisi penyandra dan tersandra yg berada didalam rimba dan selalu berpindah posisi, perlu pendekatan teknologi penginderaan. Konon KOPASSUS sampai menyewa semacam drone pengintai milik Singapura ..

  9. Indonesia banyak ks nya di produksi di palembang

  10. Banyak negara kerjasama militer dgn Indonesia ini menunjukkan Kualitas TNI dimata dunia, bagaimana dgn laskar hentak2 bumi tetangga kita yg konon katanya terjaguh sekawasan ya?

  11. Test…

  12. Test

  13. Lagi mau blajar operasikan Kilo 😀

 Leave a Reply