Sep 132017
 

Jakarta – Pasukan TNI yang bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar Narkoba jaringan berskala Internasional,  Selasa 27 Agustus 2017 yang masuk melalui jalur darat Entikong, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto, didampingi Kepala Badan Narkotika Negara (BNN), Dirjen Bea dan Cukai serta Deputi Pemberantasan Narkoba BNN , dalam Jumpa Pers  12-9-2017 di Gedung BNN, Jakarta.

Kapuspen TNI mengatakan personel TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tidak dilengkapi dengan anjing pelacak, akan tetapi TNI bekerjasama dengan BNN, Bea Cukai dan Kepolisian Daerah serta masyarakat setempat, untuk melaksanakan usaha-usaha pencegahan masuknya Narkoba ke wilayah Indonesia.

“Dengan perpaduan kemampuan dari tiap-tiap instansi gabungan yang ada (TNI, BNN, Bea Cukai dan Kepolisian) termasuk peran masyarakat yang begitu besar,  kita dapat mengungkap kasus Narkoba yang cukup besar,” kata Mayjen TNI Wuryanto.

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat gabungan yaitu Narkotika golongan 1 jenis Shabu Kristal seberat 10,39 kg, uang tunai Rp 1,65 Miliar, 12 Buku Tabungan, 3 Sepeda Motor, Sertifikat Rumah, Perhiasan, 11 unit Ponsel, dan Kartu Identitas para pelaku.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto

Kapuspen TNI mengharapkan peran serta masyarakat untuk bisa memberikan informasi sekecil apapun agar dapat mengungkap peredaran Narkoba lainnya. “Informasi itu sangat penting untuk dapat mengungkap dan mencegah peredaran Narkoba yang semakin marak dan membahayakan, sebab ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Kapuspen TNI menjelaskan dengan terungkapnya kasus Narkoba berskala internasional ini, tentu akan menjadi peringatan bagi bandar Narkoba untuk tidak memasukan barang-barang haram itu ke Indonesia. “Berdasarkan informasi yang sudah dirilis tahun 2016, sekitar 250 ton barang haram yang diperkirakan masuk ke Indonesia,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.

“Ini pasti menjadi skenario besar untuk menghancurkan Bangsa Indonesia yang luar biasa. TNI akan tetap menyokong kebijakan pemerintah untuk memerangi Narkoba, sebab TNI bagian dari komponen bangsa Indonesia harus turut dalam memerangi Narkoba, seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa sekarang ini Indonesia adalah darurat Narkoba,” sebut Mayjen TNI Wuryanto.

Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah membentuk Tim dan Staf Ahli Khusus serta sistem yang menangani masalah Narkoba, sebab kemungkinan jalan-jalan masuk ke Indonesia bukan melalui Bandara saja, tetapi kemungkinan jalan masuk lainnya akan ditempuh walaupun sangat sulit. (Puspen TNI).

  11 Responses to “TNI Ungkap Peredaran Narkoba di Perbatasan RI-Malaysia”

  1. ini dia virus paling berbahaya

    NARKOBA
    (narik kolor babe) upps salah

  2. TNI memang terbaik,,

  3. Apa musti lngsung di bikin mampus tuh orang2 sindikat narkoba…

  4. UH-60barusan jam10.15 wib lewat di atas cbadak

  5. habisin aja tuh anggota2 triad-triad

    bung petrus bangun dong pinoy aja belajar dari ilmu sampeyan bung

  6. “Pemerintah Tarik Utang Rp 11,7 T untuk Pengadaan Alutsista ” kelamaan kenapa nggak dulu “

  7. Sukses TNI,,semoga selalu bisa menjalankan tugas dgn sebaiknya.

  8. Narkoba sulit diberantas karena xxx bermain, sudah jd rahasia umum Narkoba sudah masuk kepelosok2 desa dan dusun, dmn aparat ikut masuk jaringan! Ntar klu sebut bgn dibilang hoax dan fitnah!

 Leave a Reply