Sep 042018
 

Map of the Kuril islands and adjacent Hokkaido and Kamchatka. (photo: Researchgate.net – Modified from Wikimedia Commons)

Tokyo, Jakartagreater.com – Pemerintah Jepang akan terus berusaha menyelesaikan masalah teritorial dengan Rusia dan menandatangani perjanjian damai atas dasar pendekatan yang akan diterima kedua pihak, ujar Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga kepada wartawan pada konferensi pers reguler, Senin 3-9-2018 di Tokyo, dirilis TASS.

“Kami akan berusaha menyelesaikan masalah teritorial dan menandatangani perjanjian damai berdasarkan ide yang berorientasi masa depan, yang menurutnya Jepang dan Rusia akhirnya akan dapat menemukan opsi yang akan diterima oleh kedua pihak,” ujar Yoshihide Suga .

Yoshihide Suga menekankan bahwa fakta bahwa Rusia “meningkatkan kehadiran militernya di empat pulau Utara” bertentangan dengan sikap Jepang. “Dengan menggunakan berbagai peluang, kami mengeluarkan protes tentang keadaan tersebut.

Untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, perlu untuk menyelesaikan masalah wilayah Utara (itulah yang Jepang sebut Kepulauan Kuril Selatan Rusia – TASS) secara umum,” kata Yoshihide Suga.

Rusia dan Jepang telah dalam pembicaraan untuk menandatangani perjanjian damai sejak pertengahan abad ke-20. Batu sandungan utama untuk mencapai ini adalah kepemilikan Kepulauan Kuril Selatan. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Kepulauan Kuril dimasukkan ke dalam Uni Soviet. Namun, kepemilikan Iturup, Kunashir, Shikotan Islands dan Kepulauan Habomai sedang ditantang oleh Jepang.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan beberapa kali bahwa kedaulatan Rusia atas pulau-pulau itu tidak diragukan lagi. Pada tahun 1956, Uni Soviet dan Jepang menandatangani deklarasi bersama untuk menghentikan keadaan perang, tetapi tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani sejauh ini.

Bagikan: