Apr 102017
 

S-500 Prometey bukanlah satu-satunya sistem rudal generasi selanjutnya dari Rusia, itu dapat dilihat sebagai bagian seluruh rangkaian untuk menjadikan sistem pertahanan udara Rusia ke dalam ruang informasi tunggal, menurut jaringan berita Zvezda.

Awal pekan ini, Viktor Bondarev, kepala Angkatan Udara Rusia, mengatakan bahwa sistem pertahanan udara S-500 akan dimasukkan ke dalam layanan dalam waktu dekat.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yury Borisov mengatakan bahwa pada awal April tahun depan sistem rudal pertahanan udara dan angkasa S-500 akan mulai dikirimkan ke Angkatan Udara Rusia. Namun dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana tersebut.

“Sudah aman untuk mengatakan bahwa sekarang Rusia telah menciptakan sistem pertahanan udara multi-stage pertama di dunia, yang dipercaya akan melindungi negara Rusia dari serangan rudal besar-besaran”, menurut jaringan berita Zvezda.

Ditambahkan bahwa sistem S-500 akan menganalisis informasi serangan rudal yang diperoleh oleh satelit peringatan dini dan radar dibalik cakrawala (OTH – over-the-horizon), seperti Voronezh, sambil memilih target, dalam hal menentukan tingkat ancaman mereka, membuang target-target palsu pada jarak yang cukup jauh, memantau semua ini dan akhirnya mengenali semua jenis target dari berbagai sistem.

Yuri Borisov masih merahasiakan rincian dari karakteristik kinerja sistem S-500, para ahli menyebutkan bahwa sistem baru yang dirancang oleh Almaz Antey, memiliki jangkauan 600 kilometer (lebih dari 370 mil).

Sistem S-500 secara bersamaan dapat mencegat hingga 10 rudal balistik dan rudal hipersonik dengan kecepatan 7 kilometer per detik. Rudal ini mampu menembak target pada ketinggian hingga 200 kilometer (lebih dari 120 mil).

Sistem ini mampu secara efektif mencegat target berukuran kecil, rudal jelajah, pesawat terbang, helikopter dan kendaraan udara tak berawak, serta menghancurkan satelit bumi dengan orbit rendah, perangkat penghancur diruang angkasa dan persenjataan orbital lainnya.

“Yang terutama, S-500 dapat mencegat hulu ledak nuklir yang memasuki lapisan padat dari atmosfer dengan kecepatan hingga 10 km/detik (29 mach atau 36.000 km/jam)”, menurut laporan Zvezda

Sistem S-500 akan menjadi upgrade terbesar untuk sistem S-400 canggih yang sudah ada dalam pelayanan dengan Angkatan Bersenjata Rusia saat ini.

Dalam konteks ini, ahli militer Sebastien Roblin mengatakan bahwa secara keseluruhan, tampaknya desain sistem S-500 benar-benar difokuskan pada misi pertahanan rudal meskipun ada juga desas-desus yang menyebut bahwa S-500 akan lebih efektif terhadap pesawat siluman.

“Sudah jelas S-500 ini dimaksudkan sebagai sistem rudal anti balistik untuk pertahanan negara, dan bahwa jangkauan yang sangat panjang bisa membuatnya berguna pula untuk Anti Akses/Zona Larangan dan tugas anti satelit”, tulis Sebastien Roblin pada majalah National Interest.

“Hal ini membuktikan bahwa itu [S-500] dirancang untuk menjadi mobile dan sulit untuk dideteksi ataupun di hack, begitupula untuk menahan serangan yang menekan pertahanan udara”, tambahnya.

Ahli militer Rusia, Viktor Murakhovsky, pada bagian itu menyebut karakteristik sistem pertahanan udara S-500 tiada duanya.

“S-500 memiliki karakteristik mengalahkan dunia, ia dapat menyergap serangan senjata udara, serta rudal balistik, termasuk rudal balistik antar benua (ICBM). Selain itu, sistem tersebut menyediakan pertahanan ruang angkasa karena dapat menyerang target di dekat ruang angkasa, pada ketinggian hingga 200 kilometer (124 mil)”, katanya kepada situs berita Sputnik News.

Bagikan Artikel:

  28 Responses to “Top Secret: “Kenapa Sistem Rudal Prometey Rusia Terbaik?””

  1. PERTAMAX LAGI

    • Apanya yang superior ?
      Pangkalan suriah di serang S-300/400 diam saja, padahal menurut jangkauannya masih mampu mencegat Tomahawk
      Para ahli dunia sekarang meragukan kemampuannya, benar benar besar mulut

      • Masih bung, masuk jangkauan S400.

        https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/04/09/43/1195480/misteri-s-400-rusia-tak-cegat-59-rudal-tomahawk-as-penghajar-suriah-6Q4.jpg

        Tapi entah kenapa tdk dicegat. Mungkin meskipun dicegat, tetap Romahawk akan mendarat mulus, karna jumlah yg ditembakan itu 59, sedangkan 1 paket S400 biasanya hanya memiliki 12 peluncur

      • Kalo analisis ngikutin emosi begitu memang .. kalo pemain strategis gak begitu liatnya .. hubungan RUS dengan Arabsaudi dan turki juga ketengangan di eropa timur akan naik ke skala yg bisa merugikan RUS dari segi keuangan yang sedang modernisasi peralatan militer. Kemudian resiko menangkis serangan US menggunakan aset untuk perlindungan aset tempur RUS akan meningkatkan resiko kehilangan aset didarat, oleh serangan US, pemberontak, ISIS dan kehilangan kendali atas udara perbatasan turki. Yang paling fesible adalah menjamming dan memastikan rudal yang masuk jauh dari landasan dan mengarahkan ke serangan ke aset sedang maintenance. Terbukti dalam 24 jam Lanud suriah kembali beroperasi. Saya lihat opsi yang terbaik n meminimalisasi kerugian dan menjauhkan kerugian yang lebih besar RUS menang dalam fase ini

        • Tomahawk memang bukan buat merusak landas pacu…tapi menghancurkan sasaran terpilih spt hangar, pos radar, shelter komando-kendali, penyimpanan bbm dll.

          Untuk menghentikan operasional bandara, mau gak mau harus dg pengeboman konvensional menggunakan bom penjebol landas pacu sepeti durandall atau bom sejenis

      • hati-hati kalau koment bung, di iyakan saja biar pada seneng dari pada kena buli jamaah rusial wal stlongiah :D :D :D

      • rusia yg super cerdas,,melihat kesempatan ini untuk menguji tameng rudal nya dan terbukti efektip merontok kan rudal tomahawk amerika,,tp rusia yg cerdas sekali lagi,,,membiarkan sebagian rudal jatuh di bandara ter sebut untuk membuka mata dunia,,dan menelanjangi kedok amerika,,,,,rusia bisa saja menagkis semua tomahawk yg di luncur kan,,dan dg skenario ini trum,,amerika di kecam habis2an oleh pendukung nya…kehancuran yg di dpt oleh tomahak,,tidak lah sebanding dg biaya peluncuran rudal ter sebut….pbb,,ter belah antara pendukung dan pencaci kebijakan amerika…..isis yg sengaja di manfaatkan amerika,,telah ber koordinasi dan saat serangan ter jadi terois kembali menyerang palmyra..jika isis berhasil mengguling kan assad,,maka,,giliran ISIS yg akan di gebuk amerika,,,,

        @konkam nih komen orang yg sepemikiran sama ane, ga kaya lu yg sempit ….. (isi sendiri lah :v)

  2. Ah, rusia besak kelakar bae…

  3. Subuhan trs turu maning. Biar gak dimarahin mbah bowo.

  4. Kemampuan itu didapat dari pengalaman yang diasah terus-menerus.

  5. Kita harus belajar pada ahlinya . .

  6. Jepang adalah contoh bangsa yang berhasil mengejar ketertinggalan teknologi dng sifat dan karakter yg gigih (dulu).

  7. Itulah yg juga dilakukan Cina saat ini . .

  8. belajar dari serangan Tomahawk Suriah, diperlukan teknologi rudal yg mampu menghantam puluhan rudal dg satu rudal..

  9. kalau bau rusky strong kebanyakan lama2 sangit dan eneg juga
    sekali2 ahli militer negar lain napa yg memberi komentar

    xaxaxa

  10. Masih dengan pertahanan udara berlapis..menandakan belom bisa mendeteksi siluman..karena belom pernah berhadapan secara langsung..diberita sebelumnya russia kan mengaktifkan S400,S300,BUK secara 24 jam..dngan alasan untuk menjaga dari hujan rudal..tapi sesungguhnya hanya mengetest..sistem mana yg akan melihat siluman duluan..lantas berapa ratus rudal yg akqn ditembakan untuk menghancurkan..sistem terpadu dari SAM long+medium+short apakah berhasil rudalnya?..apakah herhasil SAMnya?….wuiiih…betapa mahalnya…perlindungam udara jika harus mengikuti aturan tersebut..berapa tingkatan yg harus dipenuhi?..tapi semua demi suatu kesalamatan sebuah nyawa…betapa berharganya nyawa…paling tidak negara kita sekarang sudah berusaha menata,mengisi,menguatkan pertahanan dengan rule MEF…mari kita kawal MEF broo!!…semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberi keselamatan untuk tanah air kita…tanah air indonesia….AAMIIN!!…

  11. pertagas

  12. Belum bs dikatakan terbaik bila blm diuji cobakan dgn rudal dan pespur AS dan NATO!

 Leave a Reply