Jan 222019
 


Fighter Tornado (foto:Common Wikipedia)

Menteri pertahanan Jerman Ursula von der Leyen beberapa bulan lalu pernah menyatakan bahwa penerus pesawat tempur Panavia Tornado Angkatan Udara Jerman akan diketahui pada akhir tahun 2018, tetapi sampai sejauh ini belum ada keputusan resmi pengganti Tornado.

Media Jerman melaporkan bahwa alasan masih tertundanya keputusan pengganti Tornado adalah karena keragu-raguan dari Kementerian Pertahanan Jerman, yang berusaha mengkompromikan kepentingan ekonomi, politik dan militer yang saling bertentangan.

Pesawat tempur Panavia Tornado telah beroperasi di Jerman sejak tahun 1980-an, dan direncanakan akan ditarik dari penugasannya pada tahun 2025. Ini berarti keputusan untuk memilih penggantinya harus segera diambil dengan cepat. Namun, ada banyak indikasi bahwa proses itu tidak akan mudah.

Di satu sisi, ada tekanan dari pabrikan pesawat Amerika Serikat yang melobi untuk pemilihan pesawat tempur dari AS, terlihat – pembelian pesawat tempur generasi lima F-35, merupakan opsi yang disukai oleh kalangan petinggi Angkatan Udara Jerman.

Namun, juga ada suara dari pabrikan Airbus, yang juga berusaha membuat kalangan pengambil keputusan untuk memilih Eurofighter Typhoon. Pemilihan Typhoon selain dapat mendukung industri Eropa juga sejalan dengan rencana penyatuan armada militer Eropa, yang bisa membantu penghematan anggaran, opsi ini tampaknya lebih disukai kepemimpinan Angkatan Bersenjata.

Angkatan Udara Jerman membutuhkan keputusan cepat pengganti Tornado, bukan hanya karena semakin mendekati berakhirnya masa operasional Tornado – namun kurangnya suku cadang dan biaya operasi yang sangat tinggi bukan hanya menjadikan terlambatnya program pelatihan pilot Angkatan Udara Jerman – juga menjadikan rendahnya tingkat kesiapan operasional Tornado.
Defence24

 Posted by on Januari 22, 2019

  One Response to “Tornado Jerman Masih Tak Tergantikan”

  1.  

    ujung2nya si amer tekan sana sini.
    msh ps takut jg sm si amer nih.