ToT Rheinmetall: Leopard 2, Marder hingga Wiesel 2

39
228
IFV Marder
IFV Marder

Salah satu syarat untuk pemenuhan kebutuhan ALUTSISTA dari Produsen Asing adalah adanya keharusan Transfer of Tecnology (TOT), hal ini dimaksudkan agar tercapai kemandirian pembuatan ALUTSISTA pada produsen khususnya BUMN Strategis milik Bangsa Indonesia seperti PT. PAL dan PT. PINDAD. TOT seringkali sulit didapatkan dikarenakan jumlah pembelian yang sedikit, Kerahasiaan/Kualitas Tinggi Teknologi yang terkandung pada alutsista dimaksud (HiTech).

Namun sesungguhnya terdapat salah satu cara untuk dapat membuat Alutsista yang mematikan (Lethal), multi fungsi, ringan dan berbiaya murah serta mudah mendapatkan sumber komponennya. Saat ini PINDAD sudah mengembangkan prototype tank/panser ringan dan saat pameran INDO DEFENCE 2014 panser dimaksud telah dipamerkan dan dilengkapi dengan peluncur Rudal.

Rheinmetall selaku salah satu penyedia/pemasok Alutsista telah memasok Tank LEOPARD 2, MARDER dan saat pameran INDO DEFENCE 2014 menampilkan kendaraan pengangkut lapis baja ringan WIESEL 2. Wiesel 2 yang dioperasionalkan oleh 2 s/d 3 personil ini lebih murah dan lebih ringan dari MARDER dan dengan anggaran pengadaan Alustsita yang tidak terlalu besar sebaiknya di MEF 2 mulai dibeli dalam jumlah yang banyak dan bisa alokasikan ke Pos Militer terdepan.

Kendaraan ringan WIESEL 2 ini sangat cocok untuk Pasukan LINUD (AIRBORNE INFANTRY), PASKHAS dan KOPASSUS karena bentuknya yang mungil dan ringan maka dapat dimasukkan ke dalam Hercules ataupun Heli angkut seperti Chinook yang kabarnya akan dibeli. Adapun sekilas perbedaan spesifikasi produk Rheinmetall tersebut sebagai berikut :

Spesifikasi Tank Leopard 2 Marder 2 Wiesel 2 SBS Pindad
Berat (ton) 62,3 37,4 4,78 13,0
Panjang (m) 9,97 6,79 4,78 5,68
Lebar (m) 3,75 3,24 1,87 2,77
Tinggi (m) 3,00 2,98 2,17 1,97
Maks. Jumlah Crew 3 7 3 10
Wiesel 2 Lightweight Armoured Mortar
Wiesel 2 Lightweight Armoured Mortar (photo: Ayoeng).
Prototype Tank SBS PINDAD dengan Peluncur Rudal
Prototype Tank SBS PINDAD dengan Peluncur Rudal (photo: Ayoeng).

Berikut Varian WIESEL 2 :

Wiesel 2 Lightweight Armoured Mortar
Wiesel 2 Lightweight Armoured Mortar
WIESEL 2 Versi Pos Komando
WIESEL 2 Versi Pos Komando
WIESEL 2 Versi Otomatic Canon dengan Rheinmetall Canon Rh202 20 mm
WIESEL 2 Versi Otomatic Canon dengan Rheinmetall Canon Rh202 20 mm
WIESEL 2 Versi Radar
WIESEL 2 Versi Radar

image013

image015

Penulis : Ayoeng – JKGR Biro Jambi


Sumber :

– Wikipedia
– Pameran INDO DEFENCE 2014 stan Rheinmetall

 

39 KOMENTAR

    • Hmmmm ArtikeL di atas juduLnya membuat saya bertanya – tanya “MASAK IYA SIH KITA DIKASIH TOT LEOPARD2” yang setau saya hanya perawatan dan sedikit iLmu untuk pengecekan pendingin atau AC daLam Tank LEOPARD2, kaLau AMUNISI LEOPARD2 memang iya , Oh iya biLa betuL kabar Anginnya kita dapat BLueprint MARDER yang diceritakan sy berharap Untuk medium TANK merujuk ke marder saja , Naaaah kaLau untuk LiGHT TANK atau TANK RINGAN usahakan RheimetaL mau mengembangkan wieseL 3 yang merujuk ke TANK AMX 13 yang sudah DIRETROFIT atau merujuk ke TANK SCORPION Kita itu kan Lebih keren !!!

  1. Assalamuaaikum wr.wb.
    anaknya bung ayoeng ya πŸ˜€
    semoga menjadi anak yang soleh πŸ˜‰
    serta kelak menjadi orang yang di sayang oleh allah SWT, orang tua, bangsa dan negara, serta masyarakat sekitar πŸ˜‰

    kalau salah ya maaf πŸ˜€
    maaf kalau oot πŸ˜€

  2. Kalo cuma wiesel, mendingan ga usah deh. Lebih baik konsentrasi mengembangkan Anoa dan Badak. Kalau memang mau ambil paket ToT dari Rheinmetall, lebih baik ambil system autokanon. Ada 2 yg bisa kita ambil:
    1.) Rheinmetall RMK30 yang nantinya bisa dipasang di Anoa, Badak, atau Tank SBS.
    2.) GDM-008 Millenium: Ini bisa dipasang di kapal2 TNI

    Saya rasa itu lebih bermanfaat

  3. Anak kecil yg digendong itu betul anak saya.
    Wiesel 2 ini memang ringan dan cocok buat pasukan serbu gerak cepat “Assault Airborne” karena disamping kemampuan offroad juga mampu menenteng senjata mematikan dan beda kelas dengan Tank AMX 13 yang lebih berat dan susah dibawa untuk dropping dari udara. Spesifikasi AMX 13 bobot tempur rata2 14,5 ton Panjang 4,88 m, Lebar 2,53m, tinggi 2,35m dengan crew maksimal 3 personil.
    Wiesel 2 oleh oleh infanteri Bundeswehr sudah sering teruji di medan tempur di UNOSOM II, IFOR, SFOR, KFOR, TFH, ISAF.
    Untuk alutsista ringan angkut pasukan TNI pernah juga mengoperasikan Steyr Puch Haflinger karena kemampuan offroadnya untuk mendukung operasi TRIKORA dan DWIKORA dan saat itu tahun 1960-1970 indonesia mengimpor 1.500 unit Haflinger utuh dan 500 unit dalam bentuk suku cadang.
    Manager Program Rheinmetall Jerman, Michael Kerwin pernah mengatakan bahwa Indonesia dan Jerman (Rheinmetall) sempat sepakat untuk memproduksi kendaraan lapis baja Wiesel 2 di Indonesia. Namun upaya itu terganjal lisensi ekspor yang keluar terlambat, berikut petikannya : “The company plans to bring the Wiesel 2 armored vehicle to the Indodefense trade show in Jakarta this November after a deal to produce it in Indonesia fell through because the export license arrived late”, ujar Michael Kerwin.” Nah di pameran INDO DEFENCE 2014 ini pihak Rheinmetall memenuhi janjinya menampilkan salah satu sosok varian Wiesel 2 ini. Sementara untuk TOT atau Produksi Marder di Indonesia sebenarnya pihak Jerman (Rheinmetall) sudah bersedia karena memang di Jerman IFV Marder akan dipensiunkan dan diganti dengan IFV Puma.Untuk TOT MBT Leopard memang Indonesia dapat sedikit namun pihak Rheinmetall bersedia membagi TOT produksi peluru buat MBT dimaksud. Kelanjutan TOT ataupun Produksi IFV Marder, Wiesel 2, bahkan MBT Leopard 2 pastinya akan bergantung kepada Pemerintah dan Komisi I yang baru.