Tragis, Anggota TNI AL Tewas akibat Kredit Motor

21
191

image

Jakarta – Seorang anggota TNI AL tewas setelah dikeroyok 9 orang pria di Jl Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Pelaku pengeroyokan diduga debt collector yang hendak menarik motor milik teman korban yang menunggak cicilan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, peristiwa terjadi pada Kmias (20/11) pukul 21.00 WIB.

“Sewaktu korban melintas berboncengan dengan temannya, Amin Jaya, di TKP dihentikan oleh para pelaku,” kata Rikwanto.

Korban dan para pelaku kemudian terlibat percekcokan. Percekcokan berlanjut hingga akhirnya korban dikeroyok para pelaku.

“Korban ditusuk oleh para pelaku hingga terjatuh,” imbuhnya.

Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena takut. Korban selanjutnya ditolong warga ke RS Harapan Jaya.

Namun sayang, korban tidak tertolong. Korban tewas dengan luka tusuk di pinggang kirinya. Sementara temannya, juga mengalami luka, masih dalam perawatan di rumah sakit.

Jakarta – “Korban Amin Jaya mengalami luka pada telinga kanan sobek,pelipis dan kepala kanan sobek dirawat pada RS Persahabatan,” jelasnya.

Rikwanto menambahkan, percekcokan diduga masalah kredit motor milik teman korban yang menunggak beberapa bulan.

“Diduga korban Amin Jaya menunggak pembayaran angsuran motor,” pungkasnya.

Sembilan pelaku telah ditangkap dalam peristiwa ini. Mereka saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Jakarta Timur. (Detik.com).

21 KOMENTAR

  1. Turut berbeLa sungkawa , kenapa bisa yaah mereka profesi Dept.CoLector berani ambiL tindakan seperti itu ?? Setau saya tidak bisa seperti itu , andaikata terjadi pihak Leasing berhak ditegur dan saksi finansiaL secara perdata!!!

    • Harusnya BI langsung membekukan dan mencabut izin perusahaan seperti itu, agar leasing yang lain tidak melakukan hal yang sama. Ingat kasus ketua partai yang meninggal dianiaya di kantor penagihan CB. Akan terus terulang jika tdk ada tindakan tegas. Harusnya jg ada sanski bagi leasing yng memberikan approval kepada nasabah yang sebetulnya secara finansial tdk qualified untuk menghindari terjadinya kredit macet.

      • Makanya bung, akan lebih sulit approval pihak perbankan dalam menyalurkan kredit (KPR, KPM, Multiguna) dibanding approval dari perusahan non bank / leasing. Karena perbankan menerapkan prinsip kehati-hatian melebihi perusahan leasing, data calon peminjam di evaluasi seksama bila perlu cross check silang dengan data pembanding Berbeda dengan perusahaan leasing. dampaknya bila terjadi nunggak, baru saja 1 bulan kita lewat membayar besok sudah akan ada debt collector yg nongkrong didepan rumah kita 🙂

    • Undang Undang No 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
      Pihak Kreditor memiliki kekuatan hak eksekutorial langsung atas barang yang dikreditkan (tentu saja bila perjanjian fidusia dibuatkan dan didaftarkan pada pejabat yang sah yang ditentukan oleh undang undang) bila debitor melakukan pelanggaran perjanjian fidusia.

      Sayangnya tidak semua debitor paham atas perjanjian ini.Seringkali saat dilakukan eksekusi oleh pihak kreditor, pihak debitor melakukan perlawanan. Inilah yang sering terjadi sekarang ini. Apalagi kalau debitor merasa punya beking, punya saudara aparat dan lain sebagainya. Akhirnya yang terjadi adalah kekerasan